• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu

4.3 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan sampling data yang dilakukan untuk menunjang penelitian tersebut menggunakan teknik convenience sampling. Sampel responden adalah responden yang bersedia untuk diwawancarai dan mengisi kuesioner. Hasil dari

pengambilan sampel dilakukan disaat ketersediaan dan kenyamanan sampel dalam mengisi kuesioner.

Sampel berjumlah 50 orang dimana syarat responden ditentukan peneliti. Syarat menjadi responden dalam penelitian ini adalah pernah datang dan melakukan kegiatan pembelian di Strawberry Cafe minimal satu kali. Hal ini dilakukan agar data yang dibutuhkan sesuai dengan keinginan dan harapan dari peneliti. Menurut Siagian (2003) syarat minimal sampel data terdistribusi normal dalam statistik berjumlah 30 sampel, sehingga 50 sampel sudah memenuhi syarat minimal tersebut.

4.4 Pengujian Kuesioner 4.4.1 Uji Validitas

Pengujian kuesioner perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana responden mengerti dan memahami pertanyaan yang terdapat pada kuesioner. Uji validitas yang dilakukan adalah dengan menyebarkan atau memberikan kuesioner pendahuluan yang berisi tentang seluruh atribut-atribut yang akan digunakan di dalam penelitian ini kepada 20 sampel responden dengan kriteria sudah pernah melakukan pembelian di Strawberry Cafeminimal satu kali. Hal ini sesuai dengan syarat minimal pengujian validitas menurut (Umar, 2005).

Uji validitas ini menggunakan metode Cochran Q Test. Kuesioner pendahuluan yang disediakan mencakup seluruh atribut yang terdapat di Strawberry Café dan mengacu pada penelitian-penelitian terdahulu. Responden diminta untuk memilih atribut-atribut yang dianggap perlu dan berhubungan dengan produk yang ada di Strawberry Café. Atribut-atribut tersebut dapat dilihat pada Tabel 4. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang valid sehingga dapat dijadikan sebagai atribut yang akan dinilai untuk melihat dan menganalisis tingkat kinerja, kepentingan, serta kepuasan konsumen sesuai dengan tujuan penelitian.

Tabel 5. Atribut-atribut untuk Uji Validitas

No Atribut yang di Uji Apakah Menjadi Pertimbangan

Ya Tidak

1 Cita Rasa Hidangan

2 Variasi Menu

3 Tampilan Hidangan

4 Lokasi Restoran

5 Keberagaman Board Games

6 Jenis Merchandise

7 Harga Produk

8 Promosi di Media-Media

9 Pemberian Diskon

10 Keramahan dan Pelayanan Pramusaji

11 Penampilan Pramusaji

12 Pelayanan Restoran

13 Kecepatan Penyajian

14 Fasilitas Yang Disediakan

15 Areal Parkir

16 Arsitektur Ruangan

17 Kenyamanan Restoran

18 Kebersihan Restoran

19 Kritik dan Saran

Untuk mengetahui atribut yang valid, dilakukan test Cochran Q Test dengan prosedur berikut :

1. Menentukan hipotesis awal, yaitu :

Ho : Kemungkinan seluruh atribut yang diuji dipertimbangkan oleh seluruh responden.

H1 : Kemungkinan seluruh atribut yang diuji tidak dipertimbangkan oleh seluruh responden.

2. Rumus untuk mencari Q hitung :

Qhitung =

n i n i i k i k i i

C

R

k

C

C

k

k

1 2 2 1

)

1

(

Keterangan :

k : Jumlah atribut yang diuji Ci : Jumlah skor atribut i Ri : Jumlah skor responden I

3. Penentuan Qtabel dengan α – 0,05 dengan dK (derajat bebas) = k-1 maka akan diperoleh Qtabel (0,05;dK) pada tabel Chi Square Distribution.

4. Keputusan :

Tolak Ho dan terima H1 jika Qhit > Qtabel Terima Ho dan tolak H1 jika Qhit < Qtabel

Untuk jawaban Ya makan akan diberikan nilai 1 dan jawaban Tidak diberi nilai 0. Jika Qhit > Qtabel maka atribut dengan nilai terkecil tidak akan dimasukkan kedalam atribut yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Proses uji validitas ini akan terus dilakukan sampai tercapai Qhit < Qtabel atau seluruh atribut dianggap valid.

Hasil dari uji validitas yang telah dilakukan menghasilkan dua atribut yang disimpulkan tidak valid yaitu atribut keberagaman merchandise serta kritik dan saran. Kedua atribut tersebut memiliki nilai terkecil sehingga tidak bisa masuk ke dalam atribut yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Uji validitas dilakukan hingga tiga kali sampai keseluruh atribut valid. Hasil perhitungan dari uji validitas ini dapat dilihat pada Lampiran 2.

4.4.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji keterandalan instrumen yang digunakan dalam penelitian. Instrumen penelitian yang baik akan mampu mengungkapkan informasi sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Uji realibilitas pada penelitian ini menggunakan metode Hoyt. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keterandalan atribut-atribut yang diajukan kepada responden dalam kuesioner penelitian ini (Durianto et al. 2004)

Uji reliabilitas dilakukan sebelum dilakukannya penyebaran kuesioner untuk mengetahui apakah instrumen pengumpulan data sudah reliable (dapat diandalkan) atau belum sehingga dapat diperoleh atribut yang valid dan konsisten. Jumlah responden yang dilibatkan sesuai dengan jumlah sampel pada Uji Validitas yaitu sebanyak 20 responden. Jika hasilnya reliable, maka penelitian ini dapat dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner.

Hasil dari uji reliabilitas menyatakan bahwa seluruh atribut (17 atribut) yang sebelumnya telah dilakukan melalui uji validitas, disimpulkan reliabel

sehingga penelitian ini dapat dilanjutkan. Adapun perhitungan pada uji reliabilitas ini dapat dilihat pada Lampiran 3.

4.5 Metode Analisis Data

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen yang datang ke Strawberry Cafe, Importance Performance Analysis (IPA) untuk melihat tingkat kepuasan dan kepentingan seluruh atribut yang dianalisis serta Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen secara keselurhan di Strawberry Cafe Jakarta.

4.5.1 Analisis Deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 2005). Tujuan dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik konsumen (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan). Data tersebut didapatkan dari hasil kuesioner yang diberikan kepada masing-masing responden yang dibutuhkan. Kuesioner tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Analisis deskriptif digunakan karena dapat mendeskripsikan secara terperinci mengenai karakteristik konsumen yang datang serta adanya proses keputusan pembelian di dalam penelitian ini. Karakteristik dan perilaku konsumen dapat dilihat dari data hasil kuesioner dengan persentase yang paling tinggi / besar.

4.5.2 Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja atau Importance Performance Analysis (IPA)

Analisis tingkat kepentingan dan kinerja (Importance Performance Analysis) digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis sejauh mana tingkat kepuasan seseorang terhadap tingkat kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa tingkat kepentingan mewakili harapan

terhadap jumlah responden yaitu 50 orang yang kemudian diformulasikan ke dalam diagram Importance-Performance.

Jika bobot tingkat kinerja lebih besar atau sama dengan dengan bobot tingkat kepentingan (harapan), aka kinerja suatu produk telah memenuhi harapan dari pengunjung. Sementara, jika bobot kinerja lebih kecil dari bobot tingkat kepentingan (harapan), maka kinerja masih di bawah harapan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung belum tercapai. Masing-masing atribut diposisikan ke dalam sebuah diagram, dimana skor rata-rata penilaian pada tingkat pelaksanaan (kinerja) xi menunjukkan posisi suatu atribut pada sumbu c sementara posisi atribut sumbu y ditunjukkan oleh skor rata-rata tingkat kepentingan (harapan) pengunjung terhadap sumbu yi.

n x x

1 _ n y y

i _ Keterangan: _

x = skor rata-rata tingkat kepuasan / kinerja _

y = skor rata-rata tingkat kepentingan n = jumlah responden

Hubungan antara tingkat kepuasan (kinerja) dan tingkat kepentingan ditentukan dengan menggunakan diagram kartesius. Diagram kartesius merupakan suatu bangun yang terdiri dari empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik-titik (x, y) dimana x adalah rata-rata dari rata-rata skor tingkat kinerja atau kepuasan konsumen seluruh faktor atau atribut dan y merupakan rata-rata dari rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Titik tersebut diperoleh dari :

k x x n i

  1 1 , k y x n i

  1 1 Keterangan:

x = skor rata-rata dari tingkat kepuasan seluruh atribut komponen mutu pelayanan dan kinerja.

y = skor rata-rata dari tingkat kepentingan seluruh atribut komponen mutu pelayanan dan kinerja.

k = banyaknya atribut dari komponen mutu pelayanan dan kinerja yang mempengaruhi kepuasan konsumen.

Selanjutnya tingkat kinerja dan kepentingan atribut tersebut akan dijabarkan dan diplotkan ke dalam empat bagian, yaitu kuadran I, II, III dan IV. Hal ini dapat dilihat pada diagram kartesius (Gambar 5).

Kepentingan y

Kinerja / Pelaksanaan x

Gambar 5. Diagram Kartesius Tingkat Kesesuaian Kepentingan dan Kinerja

Sumber : Supranto, 2001

Keterangan:

Kuadran I : menunjukkan bahwa atribut-atribut yang sangat penting bagi konsumen, akan tetapi pihak perusahaan belum melaksanakan sesuai dengan keinginan konsumen sehingga menimbulkan rasa tidak puas.

Kuadran II : menunjukkan bahwa atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen telah dilaksanakan dengan baik dan dapat memuaskan pelanggan.

Kuadran III : menunjukkan bahwa atribut-atribut yang memang dianggap oleh konsumen kurang penting, dimana sebaiknya perusahaan menjalankan secara sedang.

Kuadran IV : menunjukkan bahwa atribut-atribut yang dianggap kurang penting, tetapi dijalankan dengan baik oleh perusahaan atau memuaskan.

Prioritas Utama I Prioritas Rendah III Pertahankan Prestasi II Berlebihan IV

4.5.3 Customer Satisfaction Index (CSI)

Indeks kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index merupakan salah satu alat ukur yang dapat mendukung analisis IPA. Indeks kepuasan pelanggan juga dapat menginterpretasikan kepuasan pengunjung secara menyeluruh dilihat dari tingkat kepentingan dari atribut produk. Tahapan pengukuran CSI terdiri dari empat tahapan perhitungan (Stratford, 2008) yaitu : 1. Menjumlahkan semua skor tingkat kepentingan rata-rata hasil perhitungan

IPA dari tiap atribut.

n

Yi

MIS

n i

1

n

Xi

MSS

n i

1 Keterangan : n = Jumlah Konsumen

Yi = Nilai Kepentingan Atribut X ke-i Xi = Nilai Kinerja Atribut X ke-i

2. Membuat Weight Factors (WF). Bobot ini berasal dari nilai Mean Importance Score (MIS) pada masing-masing atribut terhadap nilai total dari MIS seluruh atribut.

p i

MISi

MISi

WF

1 Keterangan :

p = Atribut Kepentingan ke-p

3. Membuat Weight Score (WS). Bobot ini merupakan hasil perkalian dari Weight Factors (WF) dengan rata-rata tingkat kepuasan (MSS) pada setiap atribut.

4. Menghitung Customer Satisfaction Index (CSI) adalah total dari WSi dibagi dengan skor pada skala tertinggi yaitu pada penelitian ini adalah skor bernilai lima (5) kemudian dikalikan dengan 100 %.

%

100

1

x

HS

WSi

CSI

p i

Keterangan : HS = Skala Tertinggi (5)

Indeks kepuasan pelanggan menggunakan rentak skala untuk menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk. Rumus rentang skala yang digunakan berdasarkan Simamora (2004) sebagai berikut :

b n m

RS  

Keterangan :

m = skor tertinggi, n = skor terendah, b = jumlah kelas kategori yang akan dibuat.

Dalam penelitian ini, rentang skala yang digunakan adalah :

% 20 5 % 0 % 100    RS

Rentang skala menunjukkan tanggapan konsumen terhadap pilihan-pilihan yang dibuat berjenjang mulai dari prioritas rendah hingga prioritas tinggi. Maka kriteria kepuasan yang digunakan pada penelitian ini adalah :

0 % < CSI ≤ 20% (sangat tidak puas) 20 % < CSI ≤ 40% (tidak puas)

40 % < CSI ≤ 60% (cukup puas) 60 % < CSI ≤ 80% (puas) 80 % < CSI ≤ 100% (sangat puas)

4.6 Definisi Operasional

1. Perilaku konsumen adalah suatu proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli, memakai atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa.

2. Kepuasan pengunjung adalah penilaian pengunjung terhadap apa yang diharapkan dengan membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa yang terdapat di Strawberry Cafe.

3. Pengunjung adalah orang yang mengunjungi dan melakukan aktivitas pembelian di Strawberry Cafe.

4. Responden adalah pengunjung Strawberry Cafe yang telah berkunjung dan melakukan kegiatan pembelian lebih dari satu kali.

5. Pendidikan adalah pendidikan terakhir responden yang dikategorikan atas SD, SMP, SMU dan Sarjana.

6. Pendapatan adalah sejumlah uang yang diterima oleh responden atas pekerjaannya per bulan (dalam bentuk rupiah). Untuk pelajar, pendapatan adalah uang saku yang diterima setiap bulan.

7. Tahapan pencarian informasi adalah tahap dimana responden mencari informasi tentang keberadaan Strawberry Cafe. Tahap ini diukur dari sumber memperoleh informasi tentang produk, informasi penting yang diketahui dan media promosi yang paling mempengaruhi.

8. Buah strawberry adalah buah yang dijadikan sebagai bahan baku utama di dalam proses pembuatan makanan dan minuman di Strawberry Cafe.

9. Citarasa adalah rasa yang terdapat pada setiap makanan dan minuman yang disajikan oleh pihak Strawberry Cafeuntuk para konsumen.

10.Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk dari Strawberry Cafe. Harga menu di Strawberry Cafe rata-rata berkisar antara Rp. 10.000 hingga Rp. 50.000 tergantung jenis menu yang dipesan.

11.Unik adalah perbedaan yang tidak dimiliki oleh restoran-restoran lainnya dan hanya dimiliki oleh Strawberry Cafe utamanya dalam hal menu dan permainan yang disajikan.

12.Entertainment adalah suatu konsep hiburan yang ditawarkan dari Strawberry Cafe kepada pengunjung yang datang. Hiburannya berbentuk board games dan sejenisnya.

13.Lokasi adalah daerah Strawberry Cafe berada sehingga pengunjung dapat datang. Alamat Strawberry Cafe sendiri terletak di Jalan Gandaria 1 No.75 Jakarta Selatan.

14.Kecepatan penyajian adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penyajian produk makanan dan minuman yang dipesan oleh pengunjung. 15.Kenyamanan restoran adalah suasana yang diberikan dan dimiliki oleh

Strawberry Cafe agar pengunjung senang dan nyaman.

16.Tingkat kepentingan adalah penilaian pengunjung terhadap penting atau tidaknya suatu atribut di Strawberry Cafe.

17.Tingkat kinerja adalah kondisi aktual (nyata) dari atribut-atribut pada Strawberry Cafe yang dinilai oleh responden.

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

5.1 Sejarah dan Perkembangan Strawberry Cafe

Strawberry Cafe beroperasi pertama kali pada tahun 2004 yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Restoran ini merupakan restoran yang memiliki konsep full entertainment (hiburan). Strawberry Cafe menyajikan berbagai makanan dan minuman yang semuanya berbahan dasar dari buah strawberry. Segmentasi utama restoran ini ditujukan untuk keluarga dan kalangan muda. Saat ini Strawberry Cafe dapat dikatakan menjadi pemain utama di bidang cafe bersegmen kaum muda dengan brand awareness yang kuat dan berbagai prestasi termasuk tercatat di buku rekor Indonesia .

Dalam perkembangannya, Strawberry Cafe telah menambah unit restorannya di daerah Gandaria, Jakarta Selatan dan pada tahun 2012 berencana menambah unit baru di daerah Margonda, Depok. Penempatan lokasi Strawberry Cafe disesuaikan menurut segmentasi yang ada di masing-masing lokasi tersebut. Pada kedua lokasi yang telah ada, Strawberry Cafe memang mencari segmen pelajar dan mahasiswa. Ini dapat dilihat dari lingkungan sekitar yang banyak dikelilingi oleh sekolah dan universitas. Kapasitas Strawberry Cafe sekitar 175 tempat duduk. Jam operasional Strawberry Cafe adalah buka setiap hari pada pukul 12.00 sampai dengan pukul 00.00 WIB. Sementara untuk sabtu, minggu dan hari libur tutup sampai pukul 02.00 WIB.

Gambar 6. Peta Lokasi Strawberry Cafe Jakarta

Strawberry Cafe memiliki dua keunikan utama yang menjadi nilai lebih dari restoran ini yaitu hidangan yang disajikan berbahan baku buah strawberry dan ketersediaan free board games. Strawberry Cafe memiliki kebun buah strawberry sendiri di daerah Cisarua Bogor. Luas perkebunan strawberry yang dimiliki sekitar 2 Ha. Perkebunan ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas bahan baku buah strawberry agar tetap tersedia. Ketersediaan board games juga beraneka ragam. Strawberry Cafe memiliki lebih dari lima puluh jenis dan melakukan penambahan jenis permainan minimal satu minggu sekali. Hal ini dilakukan agar permainan yang disediakan restoran Strawberry Cafe tidak membosankan.

Strawberry Cafe juga memiliki kerjasama ekslusif dengan pihak istana kepresidenan Republik Indonesia dalam mempersiapkan makanan khususnya untuk jenis serabi. Kerjasama ini dimulai sejak tahun 2006. Makanan yang disediakan Strawberry Cafe umumnya dalam rangka acara hari Kemerdekaan Indonesia dan penyambutan tamu-tamu negara. Hal ini menggambarkan bahwa Strawberry Cafe memiliki standarisasi makanan yang sudah teruji.

5.2 Struktur Organisasi Strawberry Cafe

Strawberry Cafe memiliki struktur organisasi yang diperlukan untuk menunjang segala kegiatan dan aktivitas yang ada di restoran tersebut. Organisasi di Strawberry Cafe memiliki fungsi dan peran masing-masing. Adapun struktur organisasinya dapat dilihat pada Gambar 7. Owner merupakan posisi tertinggi dari struktur organisasi di Strawberry Cafe. Di bawahnya terdapat supervisor yang bertugas untuk mengontrol secara penuh semua kegiatan restoran setiap hari. Adapun deskripsi mengenai tugas karyawan yang ada di Strawberry Cafe adalah sebagai berikut :

1. Owner (satu orang) : merupakan pemilik langsung Strawberry Cafe. Beliau merupakan wirausaha muda. Bertugas untuk membuat inovasi-inovasi baru mulai dari resep makanan, mainan dan kegiatan hiburan.

2. Supervisor (satu orang) : bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukan di Strawberry Cafe.

3. Games (lima orang) : bertugas untuk membimbing dan membantu semua kegiatan bermain yang dilakukan oleh pelanggan Strawberry Cafe.

4. Kasir (tiga orang) : bertugas dan bertanggung jawab atas segala penerimaan uang dari konsumen yang telah melakukan kegiatan konsumsi di Strawberry Cafe.

5. Kitchen (empat orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam menyediakan pesanan makanan untuk konsumen.

6. Bar (lima orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam meracik dan menyediakan pesanan minuman untuk konsumen.

7. Waiters (delapan orang) : bertugas dan bertanggung jawab untuk mengantarkan konsumen duduk di tempatnya, memberikan menu, mencatat pesanan dan menginformasikan pesanan kepada kitchen dan bar.

8. Steward (empat orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan Strawberry Cafe secara keseluruhan.

Setiap divisi yang ada harus membantu divisi lainnya khususnya pada saat weekend dimana pengujung yang datang lebih banyak dibandingkan hari biasa. Strawberry Cafe menerapkan sistem tiga shift pada setiap karyawannya per hari. Sistem shift ini dilakukan agar karyawan yang bekerja tidak terlalu lelah. Hal ini berguna untuk menjaga mood karyawan karena merupakan hal yang penting dalam kaitannya dengan konsep yang dianut oleh Strawberry Cafe yaitu restoran dengan konsep Entertainment (hiburan).

Sumber daya manusia yang ada di Strawberry Cafe tidak memiliki kriteria khusus baik dari segi lulusan atau keahlian. Perekrutan karyawan yang dilakukan oleh pihak manajemen yaitu setiap karyawan akan dilakukan tes masuk sesuai dengan kemampuannya. Tes ini berguna agar manajemen tahu penempatan yang tepat dari masing-masing karyawan.

Struktur organisasi Strawberry Cafe selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7. Struktur Organisasi Strawberry Cafe

Sumber : Supervisor Strawberry Cafe, 2011 5.3 Strategi Pemasaran Strawberry Cafe

Manajemen restoran Strawberry Cafe menerapkan strategi pemasaran dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Strategi pemasaran ini dilakukan dengan strategi STP (segmentation, targeting, dan positioning). Adapun strategi pemasaran yang dilakukan berdasarkan pendekatan STP, yaitu :

 Segmentation

Segmentasi pasar yang dibidik oleh Strawberry Cafe adalah kelompok usia remaja dan dewasa muda dengan tingkat ekonomi rata-rata menengah keatas. Keunikan dan board games yang ditawarkan menjadi salah satu faktor segmentasi yang ingin dicapai oleh manajemen.

 Targeting

Target dari Strawberry Cafe menurut manajemen telah sesuai dengan segmentasi yang telah ditetapkan yaitu kelompok usia remaja dan dewasa muda. Hal ini karena target tersebut umumnya suka tempat yang nyaman untuk berkumpul sesamanya. Selain itu, kelompok usia ini cocok dengan jenis hidangan dan permainan yang disediakan Strawberry Cafe.

 Positioning

Posisi Strawberry Cafe adalah sebagai pionir restoran yang pertama kali menghadirkan konsep entertainment. Keunikan makanan dan minuman yang

Owner

Supervisor

Games Kasir Kitchen Bar Waiters Steward

hanya melakukan kegiatan konsumsi, tetapi tertarik dengan hiburan yang dimiliki oleh restoran ini.

Pendekatan strategi pemasaran lain yang dilakukan oleh Strawberry Cafe adalah melalui strategi 4P. Strategi pemasaran ini terdiri dari produk (product), harga (price), promosi (promotion) dan lokasi (place). Penjelasan mengenai strategi 4P ini adalah sebagai berikut :

 Produk (product)

Strategi produk utama yang dilakukan oleh Strawberry Cafe adalah dengan menjadikan buah strawberry sebagai bahan baku utama untuk keseluruhan menu yang ada, baik makanan maupun minuman. Makanan dan minuman tersebut diantaranya nasi goreng strawberry, serabi ice cream strawberry, strawberry wine, jus strawberry dan lainnya. Hal ini dilakukan agar terjadi kesesuaian antara nama restoran, menu yang ada dan konsep entertainment yang diterapkan oleh pihak Strawberry Cafe yaitu restoran dengan kegiatan yang penuh dengan hiburan dan keunikan.

Ketersediaan permainan juga menjadi faktor penunjang dalam penerapan strategi produk. Permainan yang ada di Strawberry Cafe memiliki lebih dari 50 jenis dan akan terus bertambah setiap minggunya. Permainan yang disediakan merupakan fasilitas gratis yang diberikan untuk konsumen yang datang ke Strawberry Cafe. Semua ini diberikan dan dikonsep dengan baik karena segmentasi yang dituju oleh manajemen restoran adalah remaja dan kalangan muda (pelajar dan mahasiswa).

 Harga (price)

Strategi penetapan harga makanan dan minuman yang terdapat di Strawberry Cafe didasarkan pada penentuan segmentasi konsumen yang dijadikan target yaitu pelajar dan mahasiswa. Untuk range harga makanan berkisar mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 40.000 dan minuman berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 30.000.

Harga yang terdapat di menu merupakan harga yang sudah kena pajak. Menurut manajemen, penetapan harga untuk seluruh menu yang ada sudah sesuai

dengan kemampuan konsumen yang datang, salah satu indikatornya adalah selalu ramainya pengunjung yang datang dan minim keluhan mengenai harga.

 Promosi (promotion)

Promosi merupakan bagian penting terutama dalam mengenalkan dan meningkatkan pengunjung untuk datang ke Strawberry Cafe. Pihak manajemen melakukan beberapa cara strategi promosi diantaranya melalui website dan jejaring media sosial yaitu facebook. Promosi yang ditampilkan adalah jenis-jenis makanan, minuman dan permainan unik yang ada di Strawberry Cafe. Hal ini bertujuan untuk menarik pengunjung yang belum pernah datang ke Strawberry Cafe.

 Lokasi (place)

Strategi lokasi Strawberry Cafe berada di daerah Gandaria, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih karena memang dekat dengan perumahan, sekolah dan universitas. Sekolah yang dekat dengan lokasi Strawberry Cafe diantaranya Labschool Kebayoran Baru, SD/SMP/SMA/Universitas Muhammadiyah Limau dan lainnya.

Akses yang mudah juga menjadi dasar pemilihan lokasi restoran. Strawberry Cafe dekat dengan pusat aktivitas di daerah Jakarta Selatan diantaranya daerah Radio Dalam, Pondok Indah, Kebayoran Baru dan Gandaria. Pemilihan lokasi ini menjadi nilai lebih restoran Strawberry Cafe dalam menjalankan kegiatannya.

VI HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Karakteristik Umum Responden

Karakteristik umum responden pada penelitian ini dilihat dari segi usia,