• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Penelitian

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data terdapat faktor penentu wujud metode dan teknik yang dapat digunakan pada tahapan penyediaan data sebagai berikut:

(a) Pandangan peneliti terhadap dirinya dalam berhadapan dengan objek ilmiahnya (bahasa);

(b) Jenis bahasa (objek ilmiah) yang diteliti; dan

(c) Watak objek dan tujuan penelitian (Sudaryanto,1933:153 dalam Mahsun, 2012)

Faktor yang pertama lebih brsifat subjektif dan implisit, artinya keberadaannya dalam diri si peneliti cenderung tidak disadari, namun ikut memengaruhi keseluruhan tingkah laku, cara memandang, aktivitas peneliti dan sejenisnya. Setidak-tidaknya terdapat dua macam pandangan yang dapat muncul berhubungan dengan faktor yang pertama,yaitu (1) peneliti dapat memandang dirinya hanya sebagai pengamat,dalam arti ia tidak perlu terlibat dalam peristiwa penggunaan bahasa yang diteliti dan (2) peneliti dapat memandang dirinya disamping sebagai pengamat juga terlibat dalam penggunaan bahasa yang diteliti karena ia sendiri memang menguasai dan dapat menggunakan bahasa yang diteliti (Sudaryanto,1933: 153 dalam Mahsun, 2010). Dalam penelitian kali ini peneliti peneliti memiliki pandangan pada poin 2 yaitu peneliti memandang dirinya juga terlibat dalam penggunan bahasa yang ditelitinya.

30 Berbeda dengan faktor pertama, faktor kedua yang menentukan wujud metode dan teknik penyediaan data adalah jenis bahasa (objek ilmiah) yang diteliti lebih bersifat objektif. Dalam faktor ini setidak-tidaknya terdapat tiga jenis bahasa yang diteliti ditinjau dari aspek kadar distansi tersebut,yaitu (a)bahasa yang kadar distansinya dengan peneliti cukup dekat,artinya bahasa yang bersangkutan sudah dikuasai secara aktif oleh si peneliti; (b)bahasa yang kadar distansinya cukup jauh,artinya bahasa itu belum dikuasai oleh peneliti,tetapi kemungkinan untuk dikuasainya; dan (c)bahasa yang kadar distansinya sangat jauh,dalam arti bahasa itu tidak mungkin untuk dikuasai secara aktif oleh si peneliti.

Dari ketiga faktor tersebut peneliti meneliti bahasa yang kadar distansinya cukup dekat sengan menguasai bahasa secara aktif, sehingga dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode introspeksi disamping menggunakan metode cakap dalam proses pengumpulan atau penyediaan data.

3.3.1 Metode Simak

Metode simak yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak penggunaan bahasa (Mahsun, 2011:92). Metode ini memiliki teknik dasar berupa tehnik sadap. Tehnik sadap pada hakikatnya penyimakan dilakukan dengan cara menyadap bahasa seseorang baik berupa bahasa lisan maupun bahasa tertulis. Teknik sadap memiliki beberapa teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, catat, dan tehnik rekam.

Dari empat teknik lanjutan tersebut peneliti menggunakan dua teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Teknik lanjutan simak bebas libat cakap digunakan karena peneliti hanya berperan sebagai

31 pengamat penggunaan bahasa, seperti mendengarkan percakapan dari media elektronik (tv dan radio) jika datanya berupa lisan dan membaca sumber data berupa data tulisan. Selanjutnya untuk mendampingi teknik lanjutan tersebut digunakan teknik catat untuk mencatat kata yang menjadi data si peneliti.

3.3.2 Metode Cakap

Penamaan metode penyediaan data dengan metode cakap disebabkan cara yang ditempuh dalam pengumpulan data itu adalah berupa percakapan antara peneliti dengan informan. Adanya percakapan antara peneliti dngan informan mngandung arti terdapat kontak antar mereka. Metode cakap memiliki teknik dasar berupa teknik pancing, karena percakapan yang diharapkan sebagai pelaksanaan metode tersebut hanya dimungkinkan muncul jika peneliti memberi stimulasi (pancingan) pada informan untuk memunculkan gejala kebahasaan yang diharapkan oleh peneliti (Mahsun,2012).

Oleh karena itu peneliti menggunakan metode Cakap karena dalam penelitian kali ini peneliti langsung bertatap semuka dengan pengguna bahasa sebagai informan untuk menanyakan data yang ingin diperoleh peneliti dengan pancingan atau stimulasi yang berkaitann dengan data penelitian.

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam memancing data yang diharapkan dari informan oleh seorang peneliti dengan menggunakan teknik cakap semuka sebagai teknik bawahan.

a. Teknik Lanjutan Bawahan: Lesap b. Teknik Lanjutan Bawahan: Ganti c. Teknik Lanjutan Bawahan: Perluas

32 d. Teknik Lanjutan Bawahan: Sisip

e. Teknik Lanjutan Bawahan: Balik

Dari kelima tehnik di atas, pada penelitian ini, peneliti mengunakan salah satu tehnik tersebut, yaitu tehnik lanjut bawahan; ganti. Teknik bawahan ganti juga dimaksudkan sebagai salah satu teknik penyediaan data yang dilakukan dengan cara memancingkan kreativitas informan dalam memunculkan data baru berdasarkan data yang telah ada sebelumnya. Keberadaan data baru dimaksud baik sebagai hasil penciptaan informan secara tidak sadar maupun karena pancingan peneliti. Data baru sebagai data sandingan itu benar-benar bentuk transformasi dari data sebelumnya dengan cara penggantian unsur yang menjadi objek penelitian itu dalam deretan struktur dengan unsur lain. Hasilnya berupa menjadi dasar aktivitas pada tahapan selanjutnya (tahapan analis data).

Dalam data yang akan dianalisis peneliti menyediakan data berupa data yang berterima, kemudian diganti unsurnya. Apakah setelah data tersebut diganti salah satu unsurnya tetap berterima atau menjadi data yang tidak berterima. Hal inilah yang menyebabkan peneliti memilih tehnik tersebut. Sedangkan untuk penyediaan data, peneliti juga memperoleh data dari informan yang mengerti tentang kebahasaan.

3.2.3 Metode Introspeksi

Metode Introspeksi adalah metode penyediaan data dengan memanfaatkan intuisi kebahasaan peneliti yang meneliti bahasa yang dikuasainya untuk menyediakan data yang diperlukan bagi analisis sesuai dengan tujuan penelitiannya. Terdapat dua kategori data yang dikemukakan oleh Botha(1981)

33 dan Kibric (1977) yaitu data introspektif dan data informan. Data introspektif adalah data yang berupa putusan linguistik yang berasal dari penutur asli yang sudah terlatih secara linguistis. Penutur asli yang dimaksud tidak lain adalah peneiti itu sendiri yang memiliki kompetensi linguistik bahasa sasaran sedangkan data informan merupakan data yang berupa putusan linguistik dan diperoleh dari penutur asli tidak terlatih (Mahsun, 2012).

Selain menngunakan metode simak dan cakap peneliti juga menggunakan metode introspektif dalam penelitian ini karena bahasa yang diteliti merupakan bahasa peneliti sendiri, yaitu bahasa Indonesia.

3.2.4 Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan metode yang digunakan untuk menemukan data-data atau referensi yang relevan dan efekif. Studi pustaka dilakukan di perpustakaan yang ada di sekitar daerah Mataram, baik yang berupa buku-buku teori mapun hasil-hasil penelitian terdahulu yang berupa skripsi maupun tesis. 3.4 Metode Penganalisisan Data

Metode analisis data dalam penelitian bahasa secara sinkronis terdapat dua metode utama yang digunakan dalam menganalisis data,yaitu metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Peneliti dalam menganalisis data tidak menggunakan semua metode tersebut, tetapi hanya menggunakan metode padan intralingual saja.Karena metode ini sesuai data yang ada serta sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.