BAB III METODE PENELITIAN
3.4. Metode Pengumpulan Data
Untuk menganalisa suatu masalah yang dihadapi, diperlukan beberapa macam
data yang berhubungan dengan masalah tersebut. Data yang diperlukan dalam
penelitian ini adalah:
1. data primer
Data yang berasal dari sumber asli atau pertama. data yang di peroleh
melalui nara sumber atau dalam istilah responden, yaitu orang-orang yang di
jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi atau data.
2. data sekunder
Data yang sudah tersedia di perusahaan sehingga tinggal mencari dan
mengumpulkannya yang sesuai dengan tujuan penelitian dan telah tersusun dalam
bentuk data yang terdapat di perusahaan.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini di peroleh dengan cara sebagai
berikut:
a. Survei Lapangan
Memperoleh data dengan melakukan interview atau wawancara langsung
dengan pihak yang bersangkutan dalam perusahaan tersebut, yang nantinya
didapat sejumlah data-data yang diperlukan dalam penelitian ini.
b. Studi Literatur
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mempelajari literatur-literatur atau buku-buku yang berhubungan dengan risk
assessment. Studi ini berhubungan dengan pemilihan metode pemecahan masalah
3.5. Metode Pengolahan Data
Pegolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode HAZOP
Di mana langkah-langkah HAZOP sebagai berikut:
− Perhitungan implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tulis dengan rumus sebagai berikut:
Achivement kategori penilaian =
minimum) skala -maksimum (skala minimum) skala -aktual nilai ( x100%
− Penentuan kategori kecelakaan kerja
Penentuan kategori kecelakaan kerja, yaitu dikategorikan hijau jika terjadi
kecelakaan ringan, kuning jika terjadi kecelakaan sedang dan merah jika
terjadi kecelakaan fatal.
− Penentuan level / tingkat implementasi program K3 dengan memetakan hasil perhitungan tingkat kecelakaan
Ada 6 level / tingkat implementasi progam K3, yaitu:
- Level 1 (aman dan nyaman)
- Level 2 (cukup aman)
- Level 3 (hati-hati)
- Level 4 (rawan)
- Level 5 (berbahaya)
- Level 6 (sngat berbahaya)
− Pengkategorian hazards dengan pendekatan risk assessment
Penentuan level dengan pendekatan Risk Assesment ini ditujukan untuk
1.”Imminent danger” : Bahaya yang mengancam
2. ”Serious” : Bahaya serius
3. ”Moderate” : Bahaya Sedang
4. ”Minor” : Bahaya Kecil
5.”Negligible” : Tidak perlu diperhatikan
− Tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap hazards.
Setelah dilakukan identifikasi dengan merekap hazard dalam hazop worksheet
dan menentukan level dengan pendekatan Risk Assesment maka perlu
direncanakan perancangan perbaikan berdasarkan hazard yang berada pada
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi pengumpulan data dan pengolahan data – data yang telah
diperoleh untuk menentukan tingkat implementasi program K3 dan mendapatkan
kategori dari sumber bahaya (hazards) yang timbul di area proses
produksiPT.SIANTAR TOP.
4.1. Pengumpulan Data
Data – data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data
kuisioner di PT.SIANTAR TOP, dan data kecelakaan kerja selama tahun April
2011 sampai Maret 2012 yang meliputi sumber – sumber bahaya (hazards) /
identifikasi resiko yang timbul di unit tersebut. Data yang diperlukan dalam
penelitian ini yaitu: data primer dan Data sekunder.
4.1.1. Data Primer
Untuk pengumpulan data primer diperoleh melalui nara sumber atau dalam istilah
responden, dilakukan dengan menyebarkan kuisioner pada karyawan produksi
makanan.
4.1.2.Data Sekunder
Untuk pengumpulan data sekunder meliputi data internal perusahaan seperti: Data
4.1.3.Data Kecelakaan Kerja
Adapun data – data kecelakaan yang diperoleh dari data internal
PT.SIANTAR TOP pada tahun April 2011 sampai Maret 2012 mencakup
kecelakaan kerja dan hari yang hilang, dapat dilihat pada Tabel 4.1.berikut:
Tabel 4.1 Data Kecelakaan Kerja tahun April 2011 sampai Maret 2012
No. Tanggal
Kejadian
Uraian tentang Terjadinya Kecelakaan
Keterangan
Luka / Cedera Hari kerja
hilang
1. 14/04/2011
Terkena percikan minyak pada saat menggoreng
snack
Luka pada tangan 1 hari
2. 22/04/2011 Terkena mesin Extruder
pada saat mengoperasikan Tangan kanan bengkak 3 hari 3. 27/04/2011 Terpleset tangga pinggang terasa sakit dan memar 0 hari
4. 03/05/2011 Terkena mesin dryer Telapak tangan terasa
panas
1 hari
5. 19/05/2011
Terjepit mesin Roll waktu
perbaikan Telapak tangan sebelah
kanan terluka 1 hari
6. 24/05/2011 Terkena pisau M/C cutting pada saat perbaikan Luka pada telapak
tangan sebelah kiri 2 hari 7. 05/06/2011 Terjepit conveyor pada waktu perbaikan tangan sebelah kanan Luka pada telapak 2 hari
8. 18/10/2011
Terkena cipratan adonan material waktu pemasakan
Mata sebelah kanan terasa kaku & kulit
melepuh
2 hari
9. 28/12/2011
Terkena debu (tepung) yg berterbangan pada saat melakukan penggilingan
tepung
Sesak di saluran
pernapasan 0 hari
10. 15/01/2012 Terpeleset waktu cleaning area produksi Kaki kanan keseleo 2 hari
11. 18/02/2012
Terjepit mesin rool saat
mengoperasikan Jari – jari tangan
bagian kanan terluka 3 hari 12. 28/03/2012 Terkena M/C Oven waktu mengoperasikan M/C Telapak tangan sebelah kanan melepuh 1 hari Sumber : Data Skunder Di Olah
4.1.4.Data Kuisioner Penilaian Tingkat Implementasi Program K3
Pada pengumpulan data kuisioner yang telah diisi oleh karyawan
PT.SIANTAR TOP yang ada dilampiran 3, setelah diolah didapatkan nilai total
rata-rata seperti yang terlihat pada Tabel 4.2.dibawah ini :
Tabel 4.2. Data Kuisioner
Atribut Program K3 ΣRata –
rata
1. Penggunaan APD 2.66
2. Upaya pencegahan 2.70
3. Penyelidikan 2.70
4. Koordinasi sekuriti 2.68
5. Koordinasi bidang teknik 2.59
6. Pelatihan 2.68
7. Inspeksi 2.72
8. Limbah dan polusi 2.70
9. Akses jalan 2.62
Sumber : Data Primer diolah
4.1.5. Pengolahan Data Kuisoner
Untuk mengolah data kuisioner terlebih dulu melakukan pembuatan
kuisioner penilaian program K3 seperti yang terdapat pada lampiran II.
Pertanyaan yang telah dibuat disebarkan dengan cara membagikan kuisioner awal
atau yang sering disebut sebagai pre-sampling kepada 63 orang responden. Dari
63kuisioner yang telah disebarkan ternyata yang kembali 62dan yang 1 tidak terisi
lengkap sehingga tidak digunakan. Untuk lebih jelasnya dilihat pada tabel
Tabel 4.3 Penentuan J umlah Responden
Keterangan Total
Kuisioner yang disebar Kuisioner yang kembali Kuisioner yang tidak kembali Kuisioner yang tidak terisi lengkap Kuisioner yang terisi secara lengkap
63 62 1 1 61
Sumber : Data Primer Di Olah
4.1.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
Dari hasil kuisioner yang disebar kemudian dilakukan pengujian validitas
dan reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPSS, maka akan
diperoleh angka r hitung dan α hitung yang akan dibandingkan dengan r tabel dan α tabel. Dimana kriteria validnya suatu data bilamana nilai r hitungnya lebih besar dari r tabel, dan data dikatakan reliabel bila nilai α hitung lebih besar α tabel. Adapun pengujian validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.4. dan tabel
4.5. dibawah ini :
Tabel 4.4. Pengujian Validitas
Kode R hitung R tabel Keter angan
A1 .775 .212 valid A2 .496 .212 valid A3 .480 .212 valid A4 .322 .212 valid B1 .522 .212 valid B2 .227 .212 valid B3 .560 .212 valid B4 .448 .212 valid C1 .407 .212 valid C2 .374 .212 valid C3 .426 .212 valid D1 .558 .212 valid D2 .398 .212 valid D3 .561 .212 valid E1 .574 .212 valid
E2 .235 .212 valid E3 .553 .212 valid F1 .597 .212 valid F2 .608 .212 valid F3 .530 .212 valid G1 .504 .212 valid G2 .456 .212 valid G3 .432 .212 valid G4 .508 .212 valid H1 .651 .212 valid H2 .281 .212 valid H3 .662 .212 valid H4 .430 .212 valid H5 .338 .212 valid H6 .456 .212 valid I1 .307 .212 valid I2 .276 .212 valid A1 .775 .212 valid A2 .496 .212 valid
Sumber : Data Primer Di Olah
pengujian reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPSS, dan
akan diperoleh angka α hitung yang akan dibandingkan dengan α tabel. data dikatakan reliabel bila nilai α hitung lebih besar α tabel Adapun pengujian reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini :
Tabel 4.5. Pengujian Reliabilitas
α hitung α table Keterangan
.910 0.212 Reliabel
Sumber : Data Primer Di Olah
αhitung>α tabel maka reliabel
Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa penelitian dapat dilanjutkan karena
data yang diambil sudah reliabel, dimana nilai α hitung >αtable 4.2. Pengolahan Data
4.2.1. Perhitungan Tingkat Kinerja Implementasi Pr ogram K3
Perhitungan dilakukan dengan menghitung rata–rata dari hasil kuisioner
rata dari masing–masing kategori penilaian, yaitu implementasi program K3 dan
aktivitas terhadap program K3. Kemudian dilakukan pengkategorian terhadap
hasil penilaian, apakah termasuk dalam kriteria merah, kuning, atau hijau.
Sebelum didapatkan pengkategorian, nilai rata–rata harus diAchivementkan dulu
dengan rumus Achivement de Boer.
Nilai dari hasil Achivement dari semua kategori kemudian dirata–rata
sehingga diperoleh satu nilai tunggal, yaitu nilai akhir yang menunjukkan tingkat
kinerja implementasi program K3
Untuk nilai rata-rata diatas jika nilainya mendekati 3, maka semakin baik
pencapaian implementasi K3. Sebaliknya jika nilainya mendekati 1 maka semakin
buruk pencapaian implementasi K3 di perusahaan. Sedangkan untuk kisaran nilai
Achivement dapat dilihat pada tabel 4.6. di bawah ini :
Tabel 4.6. Kisaran Range Achivement Kategori RangeAchivement
Hijau 85 % - 100 %
Kuning 60 % - 84 %
Merah 0 % - 59 %
Sumber : Data Skunder Di Olah
Contoh perhitungan manualnya dapat di lihat di bawah ini :
1. Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri).
x = n x
∑
rata–rata A1 =3+2+2+3+2+3+3+3+3+3+3+2+3+3+3+3+2+2+3+3+3+2+3+2+3+3+3+3 +3+2+3+3+2+3+2+2+2+2+2+2+2+3+2+2+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3 +3+3+2+3+3 / 61 = 2,67rata–rata A2 =3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+2+3+3+3+2+2+3+2+3+2+3+3+2+2+3+2+3 +2+3+3+3+3+3+2+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+2+2+2+2+2+3+3+3+3+3+3 +3+2+3+3+3 / 61 = 2,72 rata–rata A3 =3+2+2+2+3+3+2+3+3+3+3+2+3+3+2+3+3+3+2+2+2+3+3+2+2+3+2+2 +2+3+2+3+2+3+2+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+3+2+2+2+2+2+2+3+3+3+3 +3+3+3+3+3 / 61 = 2,62 rata–rata A4 =2+2+2+2+2+2+2+2+3+2+3+3+3+3+2+3+3+2+3+2+3+2+3+2+3+2+3+3 +3+3+3+2+3+2+3+3+3+3+3+3+3+3+2+2+2+3+3+2+3+3+3+3+3+2+3+3 +3+3+3+3+3 / 61 = 2,64
Total rata-rata penggunaan APD = n x
∑
t = 4 64 , 2 62 , 2 72 , 2 67 , 2 + + + = 2,66Achivement kategori penilaian =
minimum) skala -maksimum (skala minimum) skala -aktual nilai ( x100% = 1) -(3 1) -66 , 2 ( x100% = 83 %
Untuk perhitungan lebih lengkapnya dapat dilihat pada lembar lampiran 3.
Rangkuman perhitungan diatas dapat dilihat pada Tabel 4.7. berikut:
Tabel 4.7. Nilai Tingkat Kinerja Implemntasi Program K3
No Kode Implementasi Pr ogram K3 Rata – r ata Kategori
1. A Penggunaan APD
A1 Peralatan keselamatan kerja sudah terpenuhi dan dalam kondisi baik
2,67
Kuning A2 APD telah tersedia untuk setiap jenis pekerjaan yang
berbahaya dan sesuai standar
2,72
A3 Semua peralatan APD telah digunakan dengan benar 2,62 A4 Pekerja mentaati penggunaan APD dilokasi kerja 2,64
2. B Upaya pencegahan terjadi keadaan darurat
B1 Pihak PT.Siantar Top Memiliki prosedur dalam menghadapi keadaan darurat dengan baik
2,59
Hijau B2 Pekerja memahami respon yang harus diambil dalam keadaan
darurat sebelum tim bantuan tiba
2,66
B3
Latihan mengatasi keadaan bahaya sudah disusun dan dilaksanakan dengan baik dan rutin
2,74
B4 Ada tim khusus yang membantu proses pengendalian darurat 2,82
Rata – Rata 2,70
Achivement 0,85
3. C Penyelidikan Kecelakaan
C1 Data kecelakaan kerja tercatat dengan lengkap 2,72
Hijau C2 Pengawas melaporkan tentang semua jenis kecelakaan yang
terjadi dalam 24 jam
2,62
C3 Petugas HS (Healthy Safety) menindaklanjuti semua laporan yang berkaitan dengan aspek K3
2,77
Rata - Rata 2,70
Achivement 0,85
4. D Hubungan koordinasi dengan pihak security
D1 Pihak security mengontrol benda yang dibawa pekerja saat memasuki area operasi
2,67
Kuning D2 Security selalu siaga dalam menjaga keamanan lingkungan
sekitar pabrik
2,62
D3 Security selalu siaga dalam mengawasi keluar-masuknya orang atau kendaraan
2,75
Rata - Rata 2,68
Achivement 0,84
No Kode Implementasi Pr ogram K3 Rata – r ata Kategori
5.
E Hubungan koordinasi dengan pihak teknik
E1 Semua mesin berbahaya dalam keadaan
terlindungi dan bisa digunakan sesuai fungsi dengan baik
2,48
Kuning E2 Program pemeliharaan mesin secara preventive sudah
terjadwal
2,69
E3
Adanya pemberitahuan dini tentang cara, beban, dan peringatan penggunaan 2,61 Rata - Rata 2,59 Achivement 0,8 6. F Training
F2 Pelatihan dan pembinaan operasional telah dilaksanakan secara berkelanjutan (continue)
2,70
F3 Pelatihan dan pembinaan operasional telah berjalan efektif 2,69
Rata - Rata 2,68
Achivement 0,84
7
G Inspeksi
G1 Pihak HS (Healthy Safety) telah melakukan inspeksi didaerah kerja secara rutin
2,66
Hijau G2 Dukungan dan keikutsertaan manajemen puncak dalam
kegiatan inspeksi
2,70
G3 Adanya peringatan dan sanksi yang jelas setiap kelalaian pekerja dalam bekerja
2,72
G4 Adanya buku keterangan dan dokumentasi yang dijadikan sebagai bahan monitoring
2,80
Rata - Rata 2,72
Achivement 0,86
8. 6 Pengendalian limbah dan polusi
H1 Telah terprogram sistem pembuangan yang baik 2,69
Hijau H2 Sistem pembuangan tertutup dengan baik dan sesuai fungsi 2,77
H3 Telah terprogram sistem pengolahan limbah yang masih bisa diolah dengan baik
2,62
H4 Sistem pengolahan limbah telah dilaksanakan secara efektif 2,69 H5 Telah terprogram sistem pencegahan meluasnya efek
kecelakaan terhadap lingkungan sekitar
2,75
H6 Adanya tim khusus yang berpengalaman guna mengatasi meluasnya efek kecelakaan
2,70
Rata - Rata 2,70
Achivement 0,85
No Kode Implementasi Pr ogram K3 Rata – r ata Kategori
9. I Akses jalan masuk dan evakuasi
I1 Jalan masuk dan evakuasi yang dilalui pekerja dalam kondisi baik
2,67
Kuning I2
Seluruh jalan dalam kondisi bersih dari partikel berbahaya (kerikil, minyak, limbah, air, dll)
2,57
Rata - Rata 2,62
Achivement 0,81
Nilai rata-rata Achivement / Nilai Tingkat implementasi program K3 0.83666 Kuning Sumber : Data Primer Di Olah
Dari tabel 4.7. diatas, dapat diringkas dari nilai rata – rata dan pencapaian
implementasi K3 pada tabel 4.8. dibawah ini :
Tabel 4.8. Nilai Total rata- rata dan pencapaian pr ogram implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Program K3 Total Rata
– rata Pencapaian dalam % 1. Penggunaan APD 2.66 83 2. Upaya pencegahan 2.70 85 3. Penyelidikan 2.70 85 4. Koordinasi sekuriti 2.68 84
5. Koordinasi bidang teknik 2.59 80
6. Pelatihan 2.68 84
7. Inspeksi 2.72 86
8. Limbah dan polusi 2.70 85
9. Akses jalan 2.62 81
Total 753 Rata-rata 83.66
Kategori Kuning
Sumber : data Primer diolah
Setelah kategori dari kinerja implementasi program K3 diketahui, dimana berkategori Kuning dan diketahuinya kategori kecelakaan kerja yang berkategori kuning,
4.2.2. Penentuan Kategori Kecelakaan Kerja
Untuk menentukan kategori kecelakaan kerja, digunakan acuan table
4.9.dibawah ini :
Tabel 4.9. Kategori Kecelakaan Kerja
Kategori Parameter Penilaian Keterangan Hijau Terjadi kecelakaan
ringan (injuries)
Luka ringan atau sakit ringan (tidak kehilangan hari kerja)
Kuning Terjadi kecelakaan sedang (illness)
Luka berat atau parah atau sakit dengan perawatan intensif
(kehilangan hari kerja) Merah Terjadi kecelakaan berat
(fatalities)
Meninggal atau cacat seumur hidup (tidak mampu bekerja)
Dari tabel 4.9. diatas dapat ditentukan termasuk kedalam kategori mana
kecelakaan yang terjadi di PT.SIANTAR TOP, pada tahun April 2011 sampai
Maret 2012. Seperti dalam Tabel 4.10. dibawah ini:
Tabel 4.10. Kategori Kecelakaan Kerja Tahun April 2011 sampai Maret 2012
No. Tanggal Kejadian Uraiantentang terjadinya kecelakaan Keterangan Kategori kecelakaan kerja Luka / Cedera Hari kerja
hilang
1. 14/04/2011
Terkena percikan minyak pada saat menggoreng
snack Luka pada tangan 1 hari Sedang (Kuning) 2. 22/04/2011
Terkena mesin Extruder
pada saat mengoperasikan Tangan kanan
bengkak 3 hari Sedang (Kuning) 3. 27/04/2011 Terpleset tangga pinggang terasa
sakit dan memar 0 hari
Ringan (Hijau )
4. 03/05/2011
Terkena mesin dryer
Telapak tangan terasa panas
1 hari Sedang
(Kuning)
5. 19/05/2011
Terjepit mesin Roll waktu perbaikan
Telapak tangan sebelah kanan
terluka
1 hari (kuning) Sedang
6. 24/05/2011
Terkena pisau M/C cutting pada saat perbaikan
Luka pada telapak tangan sebelah kiri 2 hari Sedang (Kuning) 7. 05/06/2011
Terjepit conveyor pada waktu perbaikan
Luka pada telapak tangan
sebelah kanan
2 hari (Kuning) Sedang
8. 18/10/2011
Terkena cipratan adonan material waktu pemasakan
Mata sebelah kanan terasa kaku & kulit melepuh
2 hari (Kuning) Sedang
9. 28/12/2011
Terkena debu (tepung) yg berterbangan pada saat melakukan penggilingan tepung Sesak di saluran pernapasan 0 hari Ringan (Hijau )
10. 15/01/2012 Terpeleset waktu cleaning area produksi Kaki kanan keseleo 2 hari (kuning) Sedang 11. 18/02/2012
Terjepit mesin rool saat mengoperasikan Jari – jari tangan bagian kanan terluka 3 hari Sedang (Kuning) 12. 28/03/2012
Terkena M/C Oven waktu mengoperasikan M/C Telapak tangan sebelah kanan melepuh 1 hari Sedang (Kuning)
Berdasar dokumentasi kecelakaan kerja yang selama tahun April 2011 sampai
Maret 2012 yang ditunjukkan pada tabel 4.10., maka tingkat kecelakaan kerja di
PT.SIANTAR TOPdapat dikategorikan KUNING karena terdapat kecelakaan
dengan kategori sedang (kuning) sebanyak 10 kejadian dan ringan (hijau) 2
kejadian dalam periode tahun tersebut, sehingga apabila dirata-rata hasilnya
didapat kategori kuning.
4.2.3. Penentuan Tingkat / Level Implementasi Progr am K3
Untuk menentukan level / tingkat implementasi program K3, digunakan
acuan tabel 2.3.Telah ditentukan pada sub bab sebelumnya bahwa tingkat
implementasi program K3 termasuk pada kategori KUNING, tapi untuk
implementasi penggunaan APD masih berwarna kuning. Dan tingkat kecelakaan
kerja termasuk dalam kategori KUNING, maka dapat dipetakan pada Tabel 4.11
seperti dibawah ini.
Tabel 4.11 Peta Tingkat Implementasi – Kecelakaan
Sumber : data Primer diolah
Dapat disimpulkan bahwa level / tingkat implementasi program K3 di
maksimal karena belum mencapai level 1 (aman dan nyaman). Hal ini
mengindikasikan bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan
ditingkatkan yaitu pada kesadaraan perilaku dari karyawan serta kebijakan
perusahaan dalam implementasi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Dengan
meningkatkan kesadaraan perilaku dari karyawan serta kebijakan perusahaan
dalam implementasi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) memungkinkan
dapat menekan tingkat kecelakaan yang terjadi diperusahaan.
4.2.4. Identifikasi dan Pengkategorian Hazards
Identifikasi sumber bahaya (hazards) dilakukan dengan cara pengamatan
langsung (observasi) terhadap sumber – sumber bahaya yang tampak (bahaya
fisik, mekanis, kimia, ergonomi, dan lingkungan sekitar) maupun bahaya yang
tidak tampak (bahaya tingkah laku) di PT.SIANTAR TOP dan melakukan
wawancara dengan beberapa karyawan serta pihak HS (Healthy Safety).Hazard
Pr oses No. Sumber
Hazard Deviation
Cause
Consequence Recommendation Pr ob Sev RAC Penggilingan
Bahan
1.1 Mesin
giling/rool mil
Bising Putaran mesin tinggi dengan gesekan yang besar
Kenyamanan Lingkungan
Pasang Rambu, Pakai ear plug
C IV 5
Gangguan Pendengaran
Pasang Rambu, Pakai ear plug
B IV 4
1.2 rantai mesin Giling
Gerakan Putaran Putaran tinggi tanpa penutup
Terjepit Mesin diberi penutup C III 4 1.3 Lingkungan Kerja Serbuk tepung Beterbangan
Serat halus dari serpihan debu Gangguan pernafasan Pakai Masker B IV 4 Menguraikan Bahan
2.1 Mesin Mixer Bising Putaran mesin tinggi dengan gesekan yang besar
Kenyamanan Lingkungan
Pasang Rambu, Pakai ear plug
C IV 5
Gangguan Pendengaran
Pasang Rambu, Pakai ear plug
B IV 4
2.2 Area mixer Ketinggian Kesalahan Pekerja Jatuh dari atas saat membersihkan mesin Menggunakan Tangga ada pelindungnya. B III 3 Pemasakan bahan
3.1 Mesin Masak Bising Putaran mesin tinggi dengan gesekan yang besar
Kenyamanan Lingkungan
Pasang Rambu, Pakai ear plug
C IV 5
Gangguan Pendengaran
Pasang Rambu, Pakai ear plug
B IV 4
Pr oses No. Sumber
Hazard Deviation Cause Consequence Recommendation Pr ob Sev RAC
3.2 Posisi Mesin Pemasak
Jarak Terlalu dekat Gerakan Operator terbatas Tangan terlanggar komponen mesin Pasang peringatan, Pakai Glove B III 3 Penyelesain/ pengepakakam
4.1 Mesin puteran Bising Putaran mesin tinggi dengan gesekan yang besar
Kenyamanan Lingkungan
Pasang Rambu, Pakai ear plug
C IV 5
Gangguan Pendengaran
Pasang Rambu, Pakai ear plug
B IV 4
Keterangan
Mishap Probability :
A. Mungkin terjadi dengan segera atau dalam jangka waktu yang singkat
B. Kemungkinan besar ( Probability ) akan terjadi
C. Kemungkinan kecil terjadi
D. Mungkin tidak terjadi
Mishap severity :
I. Kematian atau ketidakmampuan total yang permanen,
II. Ketidakmampuan parsial yang permanen, ketidakmampuan total
sementara yang lebih dari 3 bulan,
III. Kecelakaan dengan hilangnya hari kerja,
IV. Pertolongan pertama atau perawatan medis sederhana,
Definisi RAC (Risk Assesment Code)
1. “Imminent danger” : Bahaya yang mengancam
2. “Serious” : Bahaya serius
3. “Moderate” : Bahaya Sedang
4. “Minor” : Bahaya Kecil
Matr iks Risk Assessment
Pr obability
Sever ity
Hampir pasti akan terjadi 5 Paparan terhadap keadaan berbahaya dialami terus menerus Cenderung untuk terjadi 4 Paparan terhadap keadaan berbahaya tidak terus menerus
(setiap bulan) Mungkin dapat terjadi 3 Mungkin dapat terjadi (1-5 tahun) Kecil kemungkinan terjadi 2 Kecil kemungkinan terjadi (5-10 tahun) Jarang terjadi 1 Jarang terjadi (>10 tahun sekali) Catastr opic 5 Kecelakaan mengakibatkan kematian atau kerugian 25 20 15 10 5 Fatal 4 Kecelakaan mengakibatkan cacat sebagian/seluruh tubuh atau kerugian
20 16 12 8 4
Mayor 3 Kecelakaan mengakibatkan luka dan hari hilang >3x24
jam atau kerugian
15 12 6 3
Minor 2 Kecelakaan
mengakibatkan
luka dan hari
hilang >3x24 jam atau kerugian 10 6 4 2 Incidental 1 Kecelakaan mengakibatkan luka ringan (tindakan P3K atau kerugian 5 4 3 2 1
4.2.5. Penentuan Prioritas Penanggulangan Resiko
Penentuan prioritas penanggulangan resiko ini dilakukan bedasarkan
hazard yang berada pada prioritas teratas (RAC = 3). Dengan mengacu pada table
hazop, hazard yang memiliki nilai RAC 3 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.13.Hazard yang menempati pr ioritas teratas (RAC = 3)
No. Deviation Cause Consequences Recomendation
2.2 Ketinggian Kesalahan Pekerja Jatuh dari atas saat membersihkan mesin Menggunakan Tangga aman, &alat penyedot debu
3.2 Jarak Mesin Gerakan Operator terbatas Tangan terlanggar komponen mesin Pasang peringatan, Pakai Glove
Sumber : Data Primer Di Olah