DAFTAR LAMPIRAN
3.3 Metode Pengumpulan Data 1 Persiapan Percobaan
Persiapan percobaan terdiri dari beberapa tahap kegiatan, diantaranya yaitu : A. Pembuatan Sandaran Semai
Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian adalah perlakuan penggenangan yang dikelompokkan pada kondisi naungan dan tanpa naungan. Dalam perlakuan tersebut dibutuhkan suatu sandaran bertingkat sebagai tempat peletakkan semai di lokasi pengamatan.
Langkah-langkah persiapan dalam pembuatan sandaran semai tersebut meliputi:
a. Lokasi peletakan sandaran ditentukan, yaitu di area terbuka (tanpa naungan) dengan intensitas cahaya matahari 368.67 FC (blok 1) dan area di bawah naungan pohon dengan intensitas cahaya matahari
8
sebesar 66.27 FC atau 18% dari intensitas total blok tanpa naungan (blok 2). Sandaran diletakkan diantara guludan yang dapat dilihat pada Gambar 1 dan Lampiran 1.
Gambar 1 Sandaran semai di area terbuka (A) dan sandaran semai di bawah naungan (B)
b. Kedalaman air diukur di lokasi peletakan sandaran yang telah dipilih. c. Perkiraan panjang dan lebar maksimal sandaran diukur sehingga
mampu menopang 21 semai tiap bloknya (7 bibit x 3 perlakuan per blok).
d. Pembuatan sandaran, yakni dengan bambu yang diangkut ke lokasi peletakan sandaran, kemudian bambu-bambu yang telah dipotong sesuai perkiraan ukuran disatukan dengan paku dan tali rafia sehingga berbentuk seperti rak. Sandaran tersebut dapat diatur ketinggiannya
A
9
secara manual sesuai perlakuan tingkat penggenangan yang telah ditentukan dan kondisi ketinggian permukaan air di lokasi pengamatan.
B. Pemilihan dan Pengangkutan Semai
Pada mulanya, semai B. gymnorrhiza yang digunakan sebagai bahan penelitian berada di daerah Elang Laut (±500 m dari Kawasan Mangrove Jalan Tol Sedyatmo). Di Elang Laut dilakukan seleksi semai B.
gymnorrhiza sebanyak 42 semai. Semai yang dipilih adalah semai yang
memiliki kenampakan fenotipe yang sehat dan memiliki tinggi rata-rata yang sama. Semai yang telah dipilih kemudian diangkut ke lokasi penelitian (Kawasan Mangrove) dengan menggunakan mobil pick up.
C. Persiapan Semai
Tahapan kegiatan yang dilaksanakan saat persiapan semai, yaitu : 1. Persiapan media tanam.
Media tanam yang digunakan adalah lumpur. Sumber lumpur tersebut adalah lumpur di sekitar guludan di Kawasan Mangrove Jalan Tol Sedyatmo. Lumpur kemudian dimasukkan ke dalam
polybag berukuran 30 x 30 cm.
2. Semai B. gymnorrhiza dipindahkan ke media tanam dalam polybag.
3. Semai diangkut dan diletakkan pada sandaran yang telah tersedia. 4. Semai diikat ke sandaran dengan tali rafia agar semai tidak hanyut
terbawa arus.
3.3.2 Pengamatan dan Pengukuran
Pengamatan dan pengukuran pada B. gymnorrhiza dilakukan untuk mengkaji ada tidaknya perubahan pada kondisi semai akibat pengaruh dari perlakuan perbedaan tingkat penggenangan dan naungan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin, yakni satu kali pengamatan setiap minggunya selama tiga bulan.
10
Adapun variabel yang diamati dan diukur pada penelitian adalah sebagai berikut : 1. Pertumbuhan tinggi semai
Tinggi batang B. gymnorrhiza diukur mulai dari batas antara propagul dan batang hingga ujung buku paling atas. Pengukuran ini dilakukan dengan alat bantu mistar seperti yang terlihat pada Lampiran 3.
2. Pertumbuhan diameter batang
Diameter B. gymnorrhiza diukur pada batas antara propagul dan batang dengan menggunakan kaliper (Lampiran 3). Agar pengukuran diameter ini konsisten, maka diberi tanda berupa goresan spidol permanen pada bagian tempat pengukuran diameter batang.
3. Panjang buku
Panjang buku adalah panjang antar batas buku yang diukur dengan mistar atau meteran jahit. Variabel panjang buku ini hanya diukur pada semai pertama dan kedua dari masing-masing taraf perlakuan.
4. Jumlah buku
Jumlah buku pada masing-masing semai diamati, dihitung, dan dicatat pada tally sheet.
5. Jumlah daun
Pada keseluruhan semai, dilakukan penghitungan jumlah daun. Selain itu, diamati pula kondisi daunnya, seperti warna daun, ada atau tidaknya serangan hama atau penyakit seperti yang ditunjukkan pada lampiran 4.
6. Jumlah cabang
Jumlah cabang pada masing-masing semai dihitung dan dicatat. Percabangan terletak pada salah satu buku batang dan biasanya berada di bagian pucuk bibit.
7. Biomassa
Pengukuran biomassa dilakukan di akhir penelitian atau pada minggu ke-13. Pelaksanaannya adalah dengan cara memanen tiga sampel semai yang dianggap mewakili dari setiap perlakuan untuk kemudian dihitung biomassanya. Jenis sampel yang dipilih adalah sampel yang memiliki nilai diameter tertinggi, rata-rata, dan terendah untuk setiap tingkat penggenangan. Jadi, total sampel yang diambil adalah sebanyak 18 individu anakan (3 semai
11
dari 7 semai B. gymnorrhiza di setiap penggenangan untuk masing-masing blok naungan dan blok terbuka). Kemudian setiap sampel yang telah diambil dipisahkan ke dalam beberapa komponen, yakni daun, batang, cabang, dan akar. Sampel biomassa tersebut dapat dilihat pada Lampiran 5.
Tahap selanjutnya ialah analisis laboratorium. Pada tahap ini, diperoleh pula hasil mengenai beberapa variabel lainnya, yaitu:
a. Berat basah akar dan pucuk
Berat basah diperoleh dengan menimbang bagian akar semai setelah dipanen, sedangkan berat basah pucuk terdiri dari batang, cabang, dan daun yang ditimbang setelah selesai dipanen.
b. Berat basah total
Berat basah total didapatkan dengan menjumlahkan berat basah akar dengan berat basah pucuk.
c. Berat kering akar dan pucuk
Berat kering diukur setelah komponen atau bagian tanaman dikeringkan di dalam oven pada suhu 80oC selama 48 jam hingga mencapai berat konstan. Masing-masing bagian tanaman selanjutnya ditimbang dengan bantuan timbangan dengan ketelitian 10-3.
d. Berat kering total
Berat kering total merupakan penjumlahan berat kering pucuk dan berat kering akar. Adapun rumusannya adalah sebagai berikut :
e. Nisbah pucuk akar
Nisbah pucuk akar didapatkan dengan membagi nilai berat kering pucuk dengan berat kering akar atau dengan rumusan sebagai berikut :
f. Prosentase tumbuh tanaman
Jumlah semai yang hidup dan mati di kedua blok percobaan dihitung setiap minggu pengamatan dan kemudian direkapitulasi.
Nisbah pucuk akar (NPA) = berat kering pucuk (BKP) berat kering akar (BKA)
12
8. Kondisi lingkungan
Beberapa kondisi umum lingkungan diperoleh melalui penelusuran data sekunder dan pengukuran langsung di lapang. Pengamatan suhu dan kelembaban udara dilakukan dengan menggunakan alat bantu termometer wet dry. Pengukuran intensitas cahaya matahari dengan menggunakan alat lux meter dan alat refraktometer untuk pengukuran salinitas air.
3.4 Metode Analisis Data