BAB I PENDAHULUAN
1.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan kertas karya ini adalah :
a. Studi kepustakaan, data di peroleh melalui buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan anak di Dinas Perpustakaan Kota Binjai.
b. Studi lapangan, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung ke Dinas Perpustakaan Kota Binjai.
c. Wawancara, data di peroleh melalui wawancara yang di lakukan penulis dengan pustakawan layanan anak di Dinas Perpustakaan Kota Binjai.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perpustakaan Umum
2.1.1 Pengertian Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum berbeda dengan perpustakaan sekolah, kampus, kantor, pribadi atau yang lainnya, meski berkonsep serta pengelolaannya relatif sama. Hanya saja perpustakaan non umum biasanya cenderung untuk lingkungan terbatas dan mempunyai peraturan khusus serta koleksi terbatas yang disesuaikan dengan lingkungannya.
Menurut Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2009:77) perpustakaan umum adalah “ A library or library system that provides unrestricted access to library resources and services free of charge to all the resident of a given community, district, or geograpich region, supported wholly or in part by public funds”.
Dalam pengertian sederhana definisi di atas menyatakan bahwa “Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumber daya perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebagian dari dana masyarakat”.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa, perpustakaan umum memiliki fungsi dan tugas dalam memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, sebagai sumber belajar, sebagai pusat informasi, tempat rekreasi, penelitian, dan pelestarian koleksi bahan pustaka yang dimiliki. Juga sumber ilmu pengetahuan yang memiliki peran sebagai penyebar informasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpustakaan umum menyediakan dan melayani segala informasi yang dibutuhkan oleh pengguna di suatu daerah tertentu tanpa membedakan penggunanya.
2.1.2 Tujuan Perpustakaan Umum
Setiap perpustakaan memiliki tujuan yang ingin dicapai seperti perpustakaan lainnya, begitu pula dengan perpustakaan umum Tujuan perpustakaan umum adalah sebagai sumber belajar dan bagian integral dari pusat informasi lainnya yang bersama - sama bertujuan mendukung proses kegiatan belajar-mengajar demi tercapainya suatu masyarakat yang terinformasi.
Mengingat pentingnya perpustakaan umum sebagai perpustakaan masyarakat umum, sehingga UNESCO (badan PBB yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan) menyatakan pepustakaan umum sebagai media mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut Manifesto Perpustakaan Umum UNESCO yang dikutip oleh Sulistyo- Basuki, (1993:46), menyatakan bahwa perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan utama yaitu:
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan kehidupan mereka kea rah yang lebih baik.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka.
4. Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan sosial budaya bagi masyarakat sekitarnya.
Perpustkaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film, dan penyediaan 9 informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran, dan apresiasi masyarakat terhadap segala.
Dilihat dari uraian pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, Perpustakaan Umum memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan ilmu pengetahuan daninformasi.
Perpustakaan umum menyediakan sumber informasi yang cepat, murah dan tepat mengenai topik-topik yang sedang hangat dalam masyarakat maupun topik yang berguna bagi mereka. Selain itu perpustakaan umum membantu warga mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
2.1.3 Fungsi Perpustakaan Umum
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas perpustakaan umum harus dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Adapun fungsi perpustakaan secara umum menurut Hasugian (2000 : 82) yakni :
1. Penyimpanan
Perpustakaan berfungsi untuk menyimpan arsip-arsip yang telah ada di perpustakaan umum baik bersifat tercetak maupun rekaman
2. Pendidikan
Keberadaan perpustakaan selaras dengan tujuan pendidikan.
Perpustakaan sangat bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran.
Perpustakaan menyediakan sumber-sumber belajar dan materi-materi pembelajaran.
3. Penelitian
Keberadaan perpustakaan selaras dengan tujuan penelitian.
Perpustakaan sangat bermanfaat untuk menunjang proses penelitian.
Perpustakaan menyediakan sumber-sumber penelitian dan materi-materi penelitian.
4. Informasi
Perpustakaan harus dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat yang datang ke perpustakaan dapat mencari dan mendapatkan informasi sesuai apa yang dibutuhkannya secara lengkap. Perpustakaan juga hendak mampu menyajikan informasi yang layak dikonsumsi masyarakat. Masyarakat bisa juga memberikan informasi kepada perpustakaan sehingga informasi tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat lainnya.
5. Kultural
Kultural merupakan fungsi perpustakaan sebagai media untuk melestarikan kebudayaan yang ada di masyarakat. Perpustakaan juga dapat digunakan sebagai tempat mengembangkan kebudayaan itu sendiri.
Informasi yang di dapat dari perpustakaan dapat digunakan untuk memberi nilai tambah pada tatanan sosial budaya yang sudah ada.
6. Fungsi rekreasi
Perpustakaan juga mampu menyajikan informasi yang menyenangkan dan menghibur bagi penggunanya. Masyarakat yang datang ke perpustakaan dapat merasakan suasana yang nyaman dan situasi yang kondusif untuk menerima informasi yang di cari
Perpustakaan umum memiliki tugas dan fungsi untuk melayani masyarakat, sebagai pusat informasi yang berada di tengah-tengah masyarakat, perpustakaan umum menyediakan kesempatan bagi masyarakat dari semua umur untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang dapat digunakan untuk mendidik diri sendiri secara mandiri terus menerus sehingga masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya. Perpustakaan umum harus bebas biaya untuk masyarakat, didukung baik oleh pemerintah lokal maupun pemerintah pusat.
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tugas dan fungsi perpustakaan yang telah dilaksanakan tersebut dimaksudkan dan diarahkan untuk melayani masyarakat pemakai. Dan agar tujuan dapat terlaksana dengan baik maka fungsi dari perpustakaan umum itu sendiri harus dijalankan dengan baik pula.
2.1.4 Peran Perpustakaan Umum
Peran perpustakaan umum sesungguhnya sangat strategis di tengah - tengah masyarakat. Perpustakaan umum adalah Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan juga pusat informasi lokal dari semua jenis ilmu pengetahuan dan informasi yang tersedia untuk para penggunanya.
Menurut Sutarno (2006: 68), peranan sebuah perpustakaan adalah bagian tugas pokok yang harus dijalankan di dalam perpustakaan. Peranan tersebut
berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan, peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain:
a. Secara umum perpustakaan merupakan sumber informasi, pendidikan, penelitian, perservasi dan pelestarian khasanah budaya bangsa serta tempat rekreasi yang sehat, murah dan bermanfaat.
b. Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang berfungsi menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan pemakainya.
c. Perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai, dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani.
d. Perpustakaan dapat pula berperan sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, dan budaya baca, kegemaran membaca, dan yang membutuhkan sumber bacaan, dapat berkurang secara perlahan - lahan dan hilang semangatnya.
e. Perpustakaan dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi mereka yang ingin mencari, memanfaatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuannya dan pengalamannya.
f. Perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kebudayaan umat manusia. Sebab berbagai penemuan sejarah, pemikiran, dan ilmu pengetahuan yang telah ditemukan pada masa lalu, yang direkam dalam bentuk tulisan atau bentuk tertentu yang disimpan di perpustakaan.
g. Perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan. Mereka dapat belajar secara mandiri, melakukan penelitian, menggali, memanfaatkan dan mengembangkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
h. Petugas perpustakaan dapat berperan sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai, dan pembinaan serta menanamkan pemahaman tentang pentingnya perpustakaan bagi orang banyak.
i. Perpustakaan berperan dalam menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik semua hasil karya umat manusia yang tidak ternilai harganya.
j. Perpustakaan dapat berperan sebagai ukuran atau kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan. Sebab masyarakat yang sudah maju dapat ditandai dengan adanya perpustakaan yang maju pula, sebaliknya masyarakat yang sedang berkembang biasanya belum memiliki perpustakaan yang memadai representatif.
k. Secara tidak langsung, perpustakaan yang berfungsi dan telah dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya, dapat ikut berperan dalam mengurangi dan mencegah kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan obat - obat terlarang, dan indispliner.
peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pertama, sebagai jantung pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kedua, sebagai pusat pengumpulan dan penyimpanan sumber pengetahuan dan informasi. Ketiga, sebagai social center, yaitu pusat kegiatan masyarakat setempat.
2.2 Koleksi Perpustakaan
Koleksi perpustakan sangat besar peranannya dalam menunjang pelayanan informasi yang diberikan kepada pengguna perpustakaan. Pada dasarnya setiap perpustakaan mempunyai koleksi, namun masing-masing perpustakaan tersebut menyediakan koleksi yang dapat menunjang program atau kegiatan sesuai dengan fungsi dan jenis perpustakaan yang bersangkutan.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan pasal 1 ayat 3, koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam
berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, koleksi perpustakaan umum terdiri dari bahan pustaka, audio visual dan terbitan berseri yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat umum.
2.2.1 Jenis – Jenis Koleksi Perpustakaan Umum
Perpustakaan harus memberikan ciri bagi jenis perpustakaan yang dibentuk. Jenis koleksi yang terdapat di Perpustakaan Umum harus sesuai dengan kebutuhan pengguna masyarakat. Karena koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama (pilar) sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan umum harus mencakup semua disiplin ilmu dan dimaksudkan untuk dipakai oleh semua lapisan masyarakat, sehingga penekanannya terletak pada variasi jenis koleksi.
Menurut Sutarno (2006 : 71) pengelompokkan bahan pustaka diperpustakaan terdiri atas :
1. Kelompok bahan pustaka umum.
2. Kelompok bahan pustaka rujukan (referensi).
3. Kelompok bahan pustaka berkala (majalah dan surat kabar) 4. Kelompok bahan pustaka pandang dengar.
5. Kelompok bahan pustaka pandang dengar (audio visual).
6. Kelompok bahan pustaka terekam dan elektronik seperti film, kaset, video, dan lain-lain.
7. Kelompok bahan pustaka yang disesuaikan dengan kelompok pembaca, misalnya untuk anaka-anak, remaja, dewasa, dan lainlain.
8. Kelompok bahan pustaka tertentu, misalnya untuk penelitian dan sebagainya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap perpustakaan harus memperhatikan koleksi guna mendukung, memperlancar, dan meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan agar dapat memberikan informasi yang dapat disesuaikan dan dimanfaatkan dengan kebutuhan masyarakat.
2.3 Layanan Perpustakaan
Menurut Zulfikar Zen (2006 : 90) “Layanan yang baik adalah layanan yang dapat memberikan rasa senang dan puas kepada pemakai”. Baik buruknya citra perpustakaan juga ditentukan bagian ini. Oleh karena itu setiap perpustakaan selalu berupaya penuh guna memuaskan pemakai perpustakaan tersebut.
Pendapat lain menurut Sumantri (2006 : 78) Layanan merupakan semua jenis kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan dengan hubungan baik secara langsung kepada pengguna, maka koleksi harus cukup variasinya sehingga dapat menjawab semua pertanyaan dari pemakai jasa perpustakaan.
Perpustakaan berfungsi sebagai salah satu faktor yang mempercepat akselerasi transfer ilmu pengetahuan, oleh karena nya perpustakaan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan suatu lembaga.
Melihat fungsi dari perpustakan yang telah dibahas dihalaman sebelumnya maka layaklah diperhatikan oleh Pustakawan atau pun pengguna perpustakaan bahwa perpustakaan semestinya mampu mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan berbagai aspek lainnya, oleh karena nya kesan perpustakaan sebagai institusi kuno harus mulai dikikis, termasuk juga masalah pelayanan perpustakaan yang harus memulai pelayanan yang berorientasi pengguna.
Layanan di perpustakaan ideal nya dapat lebih memikat, bersahabat, cepat, dan akurat, ini berarti orientasi pelayanan perpustakaan harus didasarkan pada kebutuhan pengguna, antisipasi perkembangan teknologi informasi dan pelayanan yang ramah, dengan kata lain menempatkan pengguna sebagai salah satu faktor penting yang mempengaruhi kebijakan pada suatu perpustakaan, kesan kaku pelayanan diperpustakaan harus dieliminir sehingga perpustakaan berkesan lebih manusiawi.
Pelayanan perpustakaan berarti kesibukan yang tak ada akhirnya, kecuali perpustakaan menyatakan jam layanan ditutup. Layanan Perpustakaan adalah semua kegiatan yang berhubungan langsung/tidak langsung dengan pemakai
perpustakaan. Pelayanan perpustakaan bukan satu-satunya kegiatan perpustakaan, namun merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan satu sama lain.
Menurut Sutarno NS (2006 : 98) untuk perpustakaan umum dapat mengembangkan jenis layanan yang dibedakan diantaranya :
1. Layanan anak dan permainan anak seperti (play, games and kids).
Perpustakaan harus menyediakan berbagai jenis permainan untuk mengembangkan daya kreatifitas, imajinasi, motivasi, dan kemampuan berpikir serta keingintahuan yang dirangsang melalui koleksi tersebut.
2. Layanan mendongeng (story telling).
Layanan ini sebaiknya dilakukan secara teratur, misalnya sebulan sekali yang dibawakan oleh petugas layanan anak atau pendongeng dari sanggar, gunanya untuk menarik pengunjung anak-anak, dan ikut melestarikan budaya mendongeng. Sumber cerita dapat diambil dari buku-buku di perpustakaan atau sumber yang lain.
Menurut Bunanta (2009 : 5) menyatakan ada berbagai konsep story telling yang dapat digunakan untuk mengajak anak membaca yaitu konsep storytelling dan bermain, storytelling sambil bermain musik, mengadakan festival storytelling dengan konsep pementasan teater dari anak untuk anak, dan lain sebagainya. Dengan banyak nya konsep yang diusung, pencerita dapat menampilkan cerita secara menarik dan kreatif sehingga anak-anak tidak merasa bosan.
3. Disamping hal-hal tersebut, perpustakaan umum perlu menyediakan layanan untuk para penderita cacat (disabilities). Dengan menyediakan koleksi dan fasilitas tertentu seperti buku-buku dengan huruf braile.
2.3.1 Sistem Pelayanan Perpustakaan
1. Sistem Pelayanan Terbuka (Open Access)
Dalam sistem pelayanan terbuka perpustakaan memberi kebebasan kepada para pemakai untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Petugas hanya mencatat apabila koleksi tersebut akan dipinjam serta dikembalikan.
Menurut Darmono (2001 : 139) pengertian sistem layanan terbuka adalah
“sistem layanan yang memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendakinya dari jajaran koleksi perpustakaan”. Pendapat-pendapat diatas menyatakan bahwa sistem layanan terbuka merupakan sistem yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih langsung bahan pustaka apa yang mereka butuhkan.
2. Sistem Pelayanan Tertutup (Close Access)
Kebalikan dari sistem pelayanan terbuka adalah sistem pelayanan tertutup dimana pengunjung tidak boleh masuk ke ruangan koleksi, tetapi yang koleksi yang dibutuhkannya harus diambilkan oleh petugas. Penelusuran/pencarian koleksi harus melalui katalog. Petugas selain mencatat peminjaman dan pengembalian, juga mengambilkan dan mengembalikan koleksi ke rak.
2.4 Layanan Anak
2.4.1 Pengertian Layanan Anak
Salah satu layanan yang ada pada suatu perpustakaan adalah layanan anak.
Menurut Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota: (Perpusnas, 2006: 41), “Layanan anak-anak adalah salah satu kegiatan layanan Perpustakaan Umum yang menyediakan jasa untuk anak-anak. Anak-anak yang menjadi sasaran adalah anak-anak pra-sekolah sampai usia 12-13 tahun. Perpustakaan dalam memberikan layanan bagi mereka, terutama diarahkan untuk mengembangkan imajinasi, meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta memberikan sarana rekreasi yang mendidik”.
Berdasarkan pernyataan diatas perpustakaan yang ditujukan untuk anak sampai anak berumur 12-13 tahun, di dalamnya termasuk pengembangan koleksi anak muda, lapsit service, mendongeng, summerreading, biasanya disediakan oleh pustakawan anak di ruang anak yang ada di perpustakaan umum.
Pada prinsipnya semua pelayanan perpustakaan untuk anak bertujuan menjamin bahwa semua anak akan senang membaca mulai dari pertama ia mengenal kata dan gambar sampai pada suatu masa ia menjadi anak deawsa yang secara normal mendapat pelayanan yang sesuai dengan keperluannya.
2.4.2 Tujuan Layanan Anak
Menurut Bowler (2000:24) seperti yang dikutip oleh Sri Sumekar tujuan utama layanan anak di perpustakaan adalah sebagai berikut :
1. Menyediakan koleksi berbagai macam bahan pustakayang disajikan secara menarik dan mudah digunakan oleh anak-anak
2. Memberi bimbingan kepada anak-anak dalam memilih buku dan bahan pustaka lainnya
3. Membina,mengembangkan, dan memelihara kesenanganmembacasebagai suatu hobi dan mendidik untuk belajar mandiri
4. Memberi dukungan dalam masyarakat sebagai kekuatan social bersama-sama dengan lembaga lain yang berhubungan dengan kesejahteraan anak 5. Menunjang pendidikan seumur hidup dengan menggunakan semua sumber
yang ada di perpustakaan
6. Membantu anak dalam mengembangkan kecakapannya dan menambah pengetahuannya
7. Membantu anak dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah.
Layanan anak di perpustakaan adalah pelayanan yang ditujukan khusus untuk anak-anak. Pelayanan yang diberikan bervariasi, antara lain koleksi, mendongeng, membimbing kesenangan membaca, mendidik untuk belajar mandiri, membaca bersama, dan sebagainya. Koleksi anak-anak agak berbeda dengan koleksi orang dewasa. Memilih buku bacaan untuk anak-anak bukanlah tugas yang mudah. Kriteria bacaan anak-anak harus sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasannya.
2.4.3 Unsur-unsur Layanan Anak
Perpustakaan umum memiliki empat unsur layanan pada anak (Hasiana, 2009), yaitu:
2.4.3.1 Koleksi
Yang dimaksud dengan bahan pustaka untuk anak ialah beragam materi yang tersedia untuk anak, baik materi berbentuk buku maupun non-buku (kaset, CD, VCD, DVD, film, games komputer dan lain-lain). Menurut Kamus
Perpustakaan dan Informasi karya Sutarno NS., buku anak adalah buku yang ditulis dan diilustrasikan secara spesifik untuk anak sampai dengan umur 12-13 tahun. Beberapa macam buku untuk anak antara lain bacaan fiksi dan non-fiksi, board book, sajak anak, buku alphabet, buku berhitung, buku bergambar, easy books, bacaan untuk pemula, buku cerita bergambar dan buku cerita.
Berdasarkan isi kandungannya, materi untuk anak dibedakan menjadi dua, yaitu fiksi dan non-fiksi:
A. Fiksi untuk anak
Fiksi untuk anak adalah semua bentuk prosa naratif yang mengandung unsur rekaan yang ditujukan (dalam beberapa materi bahkan diciptakan oleh anak) untuk anak dengan mengikuti kriteria-kriteria tertentu. Namun dapat juga karya tersebut, yang mungkin pada awalnya ditujukan untuk orang dewasa, tetapi karena dapat memenuhi kriteria-kriteria karya fiksi untuk anak maka karya tersebut juga dapat dibaca oleh anak.
B. Materi non-fiksi
Materi non-fiksi adalah segala materi yang tidak berupa rekaan, yang mengandung pengetahuan mengenai suatu aspek kehidupan nyata/ilmiah/religi dam disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa dan penulisan serta penjelasan yang dapat dipahami anak tanpa mengurangi nilai-nilai kandungan ilmiah/kenyataan/religi materi tersebut.
Menurut Murti Bunanta pada bukunya yang berjudul “Buku, Mendongeng dan Minat Membaca”, jenis cerita yang menarik anak untuk setiap tingkatan umur tentu berlainan, tetapi bisa saja anak yang lebih kecil sudah dapat memahami dan menyukai cerita yang pada umumnya untuk anak yang lebih besar, tergantung dari pemahaman masing-masing anak dan pengalaman dari anak yang didapatkan sebelumnya. (Bunanta, 2004)
A. Anak umur 0-2 tahun, buku untuk anak usia ini terbuat dari bahan yang tidak mudah robek, aman, jumlah halaman tidak lebih dari 10 halaman, buku dengan ilustrasi berwarna berani dan berbentuk jelas, serta cerita atau rangkaian kata yang memancing interaksi. Untuk melatih indra
penglihatan dan pendengaran, serta memperkenalkan buku sebagai media interaksi antara orangtua dan anak.
B. Anak umur 2-3 tahun, buku dengan ilustrasi cerdas dan jenaka serta rangkaian kata yang dapat diucapkan bersama untuk mulai mengajak mereka berpikir kreatif. Jenis cerita yang disukai adalah cerita yang memperkenalkan tentang benda dan binatang di sekitar rumah, misalnya seperti sepatu, kucing dan sebagainya. Sebaiknya lembaran buku terbuat dari bahan yang tidak mudah lecek atau rusak.
C. Anak umur 3-5 tahun, pilih buku yang mengandung pilihan kata yang cerdas dan kreatif serta ilustrasi yang menggugah imajinasi. Buku-buku yang memperkenalkan huruf-huruf akan menarik perhatian, misalnya seperti hurufhuruf yang bisa membentuk nama orang, nama binatang dan nama buah yang ada dalam cerita. Menyediakan buku dengan tema permainan (misalnya puzzle), dan menyediakan literatur yang menekankan pada bacaan yang sifatnya menghibur dan membuat pesan moral.
D. Anak umur 5-7 tahun, pilih buku dengan tema yang unik serta tokoh yang menarik. Pada usia ini, mereka mulai mengembangkan daya fantasinya, sudah dapat menerima adanya benda atau binatang yang dapat berbicara.
Menyediakan bacaan-bacaan cerita ringan, yang memuat cerita konflik dan solusinya, misalnya seperti kisah anak yang mampu mengatasi kesulitan hidupnya dalam keluarga.
E. Anak umur 8-10 tahun, biasanya anak-anak amat menyukai cerita-cerita rakyat yang lebih panjang dan rumit, cerita petualangan ke negeri dongeng yang jauh dan aneh, juga cerita humor. Selain itu, menyediakan bacaan yang melukiskan anak mampu mengatasi ketegangan seperti cerita anak korban bencana alam dan juga dengan tema kemandirian.
F. Anak usia 10-13 tahun, pada usia ini anak-anak sudah mandiri membaca buku, mulai menyadari emosi dan gagasannya sendiri, haus mengenal wawasan baru dan perlu memperkaya kosa kata dan gaya berbahasanya.
Di usia ini dapat memperkenalkannya pada buku tanpa gambar atau