BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Layanan Anak
2.4.3 Unsur-unsur Layanan Anak
Perpustakaan umum memiliki empat unsur layanan pada anak (Hasiana, 2009), yaitu:
2.4.3.1 Koleksi
Yang dimaksud dengan bahan pustaka untuk anak ialah beragam materi yang tersedia untuk anak, baik materi berbentuk buku maupun non-buku (kaset, CD, VCD, DVD, film, games komputer dan lain-lain). Menurut Kamus
Perpustakaan dan Informasi karya Sutarno NS., buku anak adalah buku yang ditulis dan diilustrasikan secara spesifik untuk anak sampai dengan umur 12-13 tahun. Beberapa macam buku untuk anak antara lain bacaan fiksi dan non-fiksi, board book, sajak anak, buku alphabet, buku berhitung, buku bergambar, easy books, bacaan untuk pemula, buku cerita bergambar dan buku cerita.
Berdasarkan isi kandungannya, materi untuk anak dibedakan menjadi dua, yaitu fiksi dan non-fiksi:
A. Fiksi untuk anak
Fiksi untuk anak adalah semua bentuk prosa naratif yang mengandung unsur rekaan yang ditujukan (dalam beberapa materi bahkan diciptakan oleh anak) untuk anak dengan mengikuti kriteria-kriteria tertentu. Namun dapat juga karya tersebut, yang mungkin pada awalnya ditujukan untuk orang dewasa, tetapi karena dapat memenuhi kriteria-kriteria karya fiksi untuk anak maka karya tersebut juga dapat dibaca oleh anak.
B. Materi non-fiksi
Materi non-fiksi adalah segala materi yang tidak berupa rekaan, yang mengandung pengetahuan mengenai suatu aspek kehidupan nyata/ilmiah/religi dam disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa dan penulisan serta penjelasan yang dapat dipahami anak tanpa mengurangi nilai-nilai kandungan ilmiah/kenyataan/religi materi tersebut.
Menurut Murti Bunanta pada bukunya yang berjudul “Buku, Mendongeng dan Minat Membaca”, jenis cerita yang menarik anak untuk setiap tingkatan umur tentu berlainan, tetapi bisa saja anak yang lebih kecil sudah dapat memahami dan menyukai cerita yang pada umumnya untuk anak yang lebih besar, tergantung dari pemahaman masing-masing anak dan pengalaman dari anak yang didapatkan sebelumnya. (Bunanta, 2004)
A. Anak umur 0-2 tahun, buku untuk anak usia ini terbuat dari bahan yang tidak mudah robek, aman, jumlah halaman tidak lebih dari 10 halaman, buku dengan ilustrasi berwarna berani dan berbentuk jelas, serta cerita atau rangkaian kata yang memancing interaksi. Untuk melatih indra
penglihatan dan pendengaran, serta memperkenalkan buku sebagai media interaksi antara orangtua dan anak.
B. Anak umur 2-3 tahun, buku dengan ilustrasi cerdas dan jenaka serta rangkaian kata yang dapat diucapkan bersama untuk mulai mengajak mereka berpikir kreatif. Jenis cerita yang disukai adalah cerita yang memperkenalkan tentang benda dan binatang di sekitar rumah, misalnya seperti sepatu, kucing dan sebagainya. Sebaiknya lembaran buku terbuat dari bahan yang tidak mudah lecek atau rusak.
C. Anak umur 3-5 tahun, pilih buku yang mengandung pilihan kata yang cerdas dan kreatif serta ilustrasi yang menggugah imajinasi. Buku-buku yang memperkenalkan huruf-huruf akan menarik perhatian, misalnya seperti hurufhuruf yang bisa membentuk nama orang, nama binatang dan nama buah yang ada dalam cerita. Menyediakan buku dengan tema permainan (misalnya puzzle), dan menyediakan literatur yang menekankan pada bacaan yang sifatnya menghibur dan membuat pesan moral.
D. Anak umur 5-7 tahun, pilih buku dengan tema yang unik serta tokoh yang menarik. Pada usia ini, mereka mulai mengembangkan daya fantasinya, sudah dapat menerima adanya benda atau binatang yang dapat berbicara.
Menyediakan bacaan-bacaan cerita ringan, yang memuat cerita konflik dan solusinya, misalnya seperti kisah anak yang mampu mengatasi kesulitan hidupnya dalam keluarga.
E. Anak umur 8-10 tahun, biasanya anak-anak amat menyukai cerita-cerita rakyat yang lebih panjang dan rumit, cerita petualangan ke negeri dongeng yang jauh dan aneh, juga cerita humor. Selain itu, menyediakan bacaan yang melukiskan anak mampu mengatasi ketegangan seperti cerita anak korban bencana alam dan juga dengan tema kemandirian.
F. Anak usia 10-13 tahun, pada usia ini anak-anak sudah mandiri membaca buku, mulai menyadari emosi dan gagasannya sendiri, haus mengenal wawasan baru dan perlu memperkaya kosa kata dan gaya berbahasanya.
Di usia ini dapat memperkenalkannya pada buku tanpa gambar atau
bergambar sedikit, agar anak tersebut dapat menggunakan imajinasinya untuk melihat dunia yang diceritakan oleh buku tersebut.
2.4.3.2 Fasilitas
Fasilitas yang mendukung dalam pemberian pelayanan perpustakaan anak antara lain adalah meja baca dan belajar, rak-rak buku berisi koleksi buku-buku anak, papan tulis, komputeryang sudah dilengkapi dengangames yang mendidik untuk anak, ruang bermain dengan berbagai macam mainan yang mendidik dan perlengkapan belajar.
2.4.3.3 Jasa Perpustakaan Anak
Jasa perpustakaan anak (Febrinna, 2012), antara lain:
A. Peminjaman
Jasa peminjaman hampir ada di setiap perpustakaan. Salah satu tujuan datang ke suatu perpustakaan adalah untuk membaca buku dan apabila perlu, buku tersebut dapat dipinjam untuk dibaca di rumah atau di tempat lain. Peminjaman dapat dilakukan apabila peminjam telah menjadi anggota perpustakaan tersebut.
B. Bimbingan Membaca
Menurut buku “Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Umum”, bimbingan membaca bermanfaat bagi anak-anak yang memerlukan bacaan tertentu, tetapi belum atau tidak tahu cara mendapatkannya. Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam kegiatan bimbingan membaca adalah:
a) Pustakawan harus meluangkan waktu untuk memberi perhatian pada anak-anak.
b) Anak-anak dilatih untuk berani meminta bantuan mencarikan bahan bacaan atau informasi yang dibutuhkan kepada petugas perpustakaan.
c) Pustakawan harus memperlihatkan kepada anak-anak buku yang cocok dan bermanfaat bagi mereka.
d) Pustakawan yang bertugas memberikan layanan ini dituntut untuk mengetahui minat anak, buku yang disukai maupun yang tidak disukai,
kemampuan membaca pada usia tertentu, dan buku yang baik dan cocok untuk anak-anak.
e. Menjawab pertanyaan (referens) Penyediaan jasa referens merupakan salah satu layanan penting yang ada dalam suatu perpustakaan.
Layanan referens menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh penguna perpustakaan.
C. Pinjam antar perpustakaan
Pinjam antar perpustakaan adalah transaksi peminjaman materi perpustakaan yang melibatkan dua perpustakaan. Pola pinjam antar perpustakaan perlu dimanfaatkan mengingat harga buku yang semakin mahal, anggaran belanja perpustakaan yang amat terbatas, geografi Indonesia yang luas serta menghindari duplikasi yang tidak perlu.
D. Layanan Belajar
Salah satu fungsi perpustakaan adalah belajar. Pengguna dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dalam suatu perpustakaan untuk mendukung belajar atau tugas mereka. Proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa (Syah, 2007), meliputi:
a) Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan angka ragam ketrampilan fisik anak (motor skills).
b) Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan/kecerdasan otak anak.
c) Perkembangan sosial dan moral (social and moral development), yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
E. Bercerita
Pustakawan atau staf perpustakaan dapat bercerita atau mendongeng sebagai hiburan untuk anak. Kegiatan mendongeng adalah
suatu kegiatan yang memberi pengenalan utama kepada buku dan terutama ditujukan bagi anak-anak kecil yang baru saja belajar membaca dan juga untuk mendorong mereka untuk lebih banyak belajar membaca buku dengan cerita-cerita yang lebih beragam.
F. Mainan
Mainan sangat membantu anak dalam proses belajar dengan cara yang menyenangkan. Jenis mainan yang dapat disediakan di bagian layanan anak, misalnya seperti catur, lego, puzzle dan lain-lain.
2.4.3.4 Pustakawan/ staf layanan anak
Pustakawan Pustakawan anak adalah seorang pustakawan yang mengkhususkan diri dalam layanan dan koleksi untuk anak sampai dengan usia 12-13 tahun. Kebanyakan adalah pustakawan yang memiliki pengetahuan luas tentang literature anak dan dilatih dalam seni bercerita. (Reitz, 2004)
Pustakawan anak yang baik sebaiknya sudah memahami dengan baik buku-buku mengenai anak dan bagaimana membimbing anak dengan baik saat melakukan kegiatan membaca atau bermain saat di perpustakaan. Berhubungan dengan bacaan anak dan remaja, (Murti Bunanta, 2004) mengatakan bahwa seorang pengelola perpustakaan adalah orang yang juga gemar membaca dan mempunyai antusiasme pada bacaan anak dan remaja, sehingga dapat membimbing dan menjadi tempat bertanya bagi para anggotanya.
Murti Bunanta juga mengungkapkan bahwa pengetahuan tentang bacaan anak tentu merupakan hal yang mendasar, sebab pengetahuan tentang buku mana yang cocok dan sesuai dengan minat anak dan remaja, tentu amat membantu menolong anak mendapatkan buku yang diinginkan.