BAB III METODE DAN TENIK PENELITIAN
3.6 Metode Penyajian Hasil Analisis Data
Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode informal dan formal. Metode informal adalah metode untuk menyajikan hasil anlisis data dengan kata-kata biasa, sedangkan metode formal adalah metode untuk menyajikan hasil penelitian dengan simbol dan angka-angka (Sudaryanto, 1993:145).
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Hubungan Kekerabatan dan Besar Persentasenya 4.1.1 Glos yang Tidak Diperhitungkan
Glos yang tidak diperhitungkan sebanyak 3 kata, terdiri dari 2 kata merupakan kata pinjaman dan 1 kata jadian. Kata pinjaman itu ialah glos ‘es’ dalam BMRD dan BM adalah /es/dan glos ‘lampu’ dalam BMRD dan BM adalah /lampu/. Kata jadian berupa kata ‘matahari’ dalam BMRD /matoayi/ BM /mataniari/.Dari 200 kosakata Swadesh, terdapat 197 pasangan kata yang lengkap antara BMRD dan BM.
4.1.2Pengisolasian Morfem Terikat
Pada glos kelahi (ber) dalam BMRD menjadi becokak dan dalam BM menjadi marbadai, dari kata tersebut terdapat prefiks (ber) pada kata cokak. Morfem terikat terdapat pada BM yakni ‘bada’ yang tidak dapat berdiri sendiri, dalam temuan di lapangan kata ‘bada’ dilafalkan menjadi ‘ badai’ dan ‘marbadai’. Kedua kata tersebut tidak menunjukkan adanya kekerabatan.
4.1.3 Penetapan Kata Kerabat 4.1.3.1 Pasangan itu Identik
Ketentuan untuk menetapkan kata berkerabat dalam BMRD dengan BM, pasangan kata tersebut memiliki kemiripan identik. Identik dalam hal ini pasangan
kata tersebut memiliki bentuk, bunyi, dan makna yang sama persis. Adapun data pasangan itu identik sebagai berikut :
Tabel 4. Pasangan Kata Identik
No Glos BMRD BM
19 layar layar layar
20 minum minum minum
21 muntah muta muta
22 piring piŋgan piŋgan 23 pinggir topi tɔpi
24 rambut obuk ɔbuk
25 senang sonaŋ sɔnaŋ
26 tajam tajom tajɔm
27 tali tali tali
28 usus usus usus
Berdasarkan data di atas, pasangan kata identik antara BMRD dengan BM terdapat 28 pasangan kata yang memiliki kimiripan bentuk dan makna yang sama.
4.1.3.2 Pasangan itu Memiliki Korespondensi Fonemis
Pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis merupakan pasangan kata yang dibandingkan antara kedua bahasa berdasarkan posisi fonem secara timbal balik dan teratur. Pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis sebagai berikut:
Tabel 5. Pasangan Berkorespondensi Fonemis
No Glos BMRD BM
1 aku aku au
2 anjing anjiaŋ anjiŋ
25 lima limo lima
26 manis manih manis
27 mata mato mata
28 menyanyi melogu marlagu
29 pohon kayu hayu
30 pusar pusek pusɔt
31 sempit simpik sɔmpit
32 semua sado sudɛ
33 tanah tanah tanɔ
34 tangan taŋən taŋan
35 terang toaŋ tɔraŋ
36 terbang tebaŋ habaŋ
37 tidak indo inda
38 tiup ombuh ɔmbus
39 tongkat tuŋkek tuŋkɔt
40 tumpul tumpua tumpɔl
Berdasarkan data di atas, pasangan yang memiliki korespondensi fonemis sebanyak 40 pasangan kata. Korespondesi fonemis antara BMRD dengan BM adalah sebagai berikut:
1. Korespondensi fonem /-k- ~ -ø-/ pada glos ‘aku’
BMRD BM /a a/
/k ø/
/u u/
2. Korespondensi fonem /-a- ~ -ø-/ pada glos ‘anjing’
BMRD BM
/a a/
/n n/
/j j/
/i i/
/a ø/
/ŋ ŋ/
3. Korespondensi fonem /-e- ~ -o-/ dan /-r- ~ -t-/ pada glos ‘pusar’ dan ‘tongkat’
BMRD BM BMRD BM
/p p/ /t t/
/u u/ /u u/
/s s/ /ŋ ŋ/
/e ɔ/ /k k/
/k t/ /e ɔ/
/k t/
4. Korespondensi fonem /-b- ~ -y-/ dan /-h-~ -ø-/ pada glos ‘bapak’
BMRD BM /a a/
/b y/
/a a/
/h ø/
5. Korespondensi fonem /-ə- ~ -a-/ pada glos ‘bulan’ dan ‘kanan’
BMRD BM BMRD BM
/b b/ /k k/
/u u/ /a a/
/l l/ /n n/
/ə a/ /ə a/
/n n/ /n n/
6. Korespondensi fonem /-o- ~ -a-/ pada glos ‘lima’ dan ‘tidak’
BMRD BM BMRD BM
/l l/ /i i/
/i i/ /n n/
/m m/ /d n/
/o a/ /o a/
7. Korespondensi fonem /-a- ~ -r-/ pada glos ‘dapur’ dan ‘ekor’
BMRD BM BMRD BM
/d d/ /i i/
/a a/ /k k/
/p p/ /u u/
/u u/ /a r/
/a r/
8. Korespondensi fonem /-k- ~ -t-/ pada glos ‘jahit’ dan ‘kulit’
BMRD BM BMRD BM
/j j/ /k k/
/a a/ /u u/
/i i/ /l l/
/k t/ /i i/
/k t/
9. Korespondensi fonem /-h- ~ -s-/ pada glos ‘manis’ dan ‘tiup’
BMRD BM BMRD BM
/m m/ /o ɔ/
/a a/ /m m/
/n n/ /b b/
/i i/ /u u/
/h s/ /h s/
10. Korespondensi fonem /-ø- ~ -r-/ pada glos ‘hari’ dan ‘terang’
BMRD BM BMRD BM
/a a/ /t t/
/ø r/ /o ɔ/
/i i/ /ø r/
/a a/
/ŋ ŋ/
11. Korespondensi fonem /-u- ~ -o-/ dan /-a- ~ -l-/ pada glos ‘tumpul’
BMRD BM /t t/
/u u/
/m m/
/p p/
/u ɔ/
/a l/
12. Korespondensi fonem /-a- ~ -o-/ dan /-h- ~ -ø-/ pada glos ‘tanah’
BMRD BM
/t t/
/a a/
/n n/
/a ɔ/
/h ø/
13. Korespondensi fonem /-d- ~ -g-/ dan /-a- ~ -ø-/ pada glos ‘ hidung’
BMRD BM
/i i/
/d g/
/u u/
/a ø/
/ŋ ŋ/
14. Korespondensi fonem /-e- ~ -a-/, /-ø- ~ -r-/ dan /-o- ~ -a-/ pada glos ‘nyanyi’
BMRD BM
/m t/
/e u/
/ø r/
/l l/
/o a/
/g g/
/u u/
15. Korespondensi fonem /-i- ~ -ɔ-/ dan /-k- ~ -t-/ pada glos ‘sempit’
BMRD BM /s s/
/i ɔ/
/m m/
/p p/
/i i/
/k t/
16. Korespondensi fonem /-j- ~ -d-/ dan /-ə- ~ -a-/ pada glos ‘jalan’ dan ‘hujan’
BMRD BM BMRD BM
/j d/ /u u/
/a a/ /j d/
/l l/ /ə a/
/ə a/ /n n
/n n/
17. Korespondensi fonem /-ɔ- ~ -r-/ pada glos ‘baru’
BMRD BM /b/ /b/
/a/ /a/
/ø/ /r/
/u/ /u/
18. Korespondensi fonem /-b- ~ -l-/ dan /-ø- ~ -t-/ pada glos ‘basah’
BMRD BM
/b/ /l/
/i/ /i/
/ø/ /t/
/a/ /a/
/k/ /k/
19. Korespondensi fonem /-o- ~ -a-/ dan /-ø- ~ -b-/ pada glos ‘belah (mem)’
BMRD BM
/m m/
/o a/
/m m/
/ø b/
/o o/
/l l/
/a a/
20. Korespondensi fonem /-k- ~ -n-/ dan /-ə- ~ -ɔ-/ pada glos ‘dekat’
BMRD BM /d d/
/o ɔ/
/k n/
/ə ɔ/
/k k/
21. Korespondensi fonem /-d- ~ -ø-/ pada glos ‘di’
BMRD BM /d ø/
/i i/
22. Korespondensi fonem /-k- ~ -h-/ pada glos ‘kayu’ dan ‘kutu’
BMRD BM BMRD BM
/k h/ /k h/
/a a/ /u u/
/y y/ /t t/
/u u/ /u u/
23. Korespondensi fonem /-a- ~ -u-/ dan /-o- ~ -ɛ-/ pada glos ‘semua’
BMRD BM /s s/
/a u/
/d d/
/o ɛ/
24. Korespondensi fonem /-t- ~ -h-/ dan /-e- ~ -a-/ pada glos ‘terbang’
BMRD BM /t h/
/e a/
/b b/
/a a/
/ŋ ŋ/
4.1.3.3Kemiripan Secara Fonetis
Pasangan kata yang terdapat kemiripan secara fonetis yang sama. Yang dimaksud dengan mirip secara fonetis adalah ciri-ciri fonetisnya harus cukup serupa sehingga dapat dianggap sebagai alofon.
Tabel 6. Pasangan Kata yang Mirip Secara Fonetis
NO GLOS BMRD BM
1 berat borɘk bɔrat
2 busuk busuk bucuk
3 panjang panjaŋ ginjaŋ
4 tipis tipih nipis
Berdasakan tabel di atas, terdapat 4 pasangan kata yang mirip secara fonetis.
Perbedaan fonetis itu terjadi pada :
1. Glos ‘berat’ pada BMRD /borɘk/ dan pada BM /bɔrat/. Ciri artikulatoris yang dianggap cukup serupa sebagai alafon adalah fonem /ɘ/ dan /a/ serta fonem /t/ dan /k/.
Fonem /ɘ/ dan /a/ merupakan vokal tak bulat dan berada di tengah lidah. Sedangkan fonem /k/ dan /t/ merupakan konsonan hambat tak bersuara, yakni pita suara dalam keadaan tak bergetar pada saat pengucapannya.
2. Glos ‘busuk’ pada BMRD /busuk/ dan pada BM /bucuk/. Ciri artikulatoris yang dianggap cukup serupa sebagai alafon adalah fonem /s/ dan /c/. Fonem /s/ dan /c/
merupakan konsonan frikatif dan afrikatif palatal tak bersuara, yakni dilafalkan dengan daun lidah ditempelkan pada langit-langit keras dan kemudian dilepaskan sehimgga udara dapat lewat dengan menimbulkan bunyi desis. Pita suara dalam keadaan tidak bergetar.
3. Glos ‘panjang’ pada BMRD /panjaŋ/ dan pada BM /ginjaŋ/. Ciri artikulatoris yang dianggap cukup serupa sebagai alafon adalah fonem /p/ dan /g/ serta /a/ dan /i/.
Fonem /p/ dan /g/ merupakan konsonan hambat tak bersuara dan bersuara. Untuk yang tak bersuara dibentuk dengan pita suara tidak bergetar, sedangkan untuk yang bersuara dibentuk dengan pita suara bergetar. Fonem /a/ merupakan vokal rendah yang berada ditengah lidah dan /i/ vokal tinggi-depan dengan kedua bibir agak terentang ke samping.
4. Glos ‘tipis’ pada BMRD /nipih/ dan pada BM /tipis/. Ciri artikulatoris yang dianggap cukup serupa sebagai alafon adalah fonem /n/ dan /t/ serta /h/ dan /s/.
Fonem /n/ merupakan konsonan nasal dental bersuara dan fonem /t/ merupakan konsonan hambat dental tak bersuara. Dilafalkan dengan ujung lidah ditempelkan pada gusi. Sedangkan fonem /h/ dan /s/ merupakan konsonan frikatif tak bersuara.
4.1.3.4 Satu Fonem Berbeda
Pasangan kata dengan satu fonem berbeda bila pasangan kata itu terdapat perbedaan satu fonem berbeda. Adapun pasangan kata dengan satu fonem berbeda sebagai berikut:
Tabel 7. Pasangan Kata dengan Satu Fonem Berbeda
NO GLOS BMRD BM
1 ibu omak umak
2 tahun taun taɔn
3 ular ulek ulɔk
Berdasarkan data di atas, terdapat 3 pasangan kata dengan satu fonem berbeda. Satu fonem berbeda itu terdapat pada :
1. Glos ‘ibu’ terdapat perbedaan fonem /o/ pada kata ‘omak’ dalam BMRD dan fonem /u/ pada kata ‘umak’ dalam BM.
2. Glos ‘tahun’ terdapat perbedaan fonem /u/ pada kata ‘taun’ dalam BMRD dan fonem /ɔ/ pada kata ‘taɔn’ dalam BM.
3. Glos ‘ular’ terdapat perbedaan fonem /e/ pada kata ‘ulek’ dalam BMRD dan fonem /ɔ/ pada kata ‘ɔlok’ dalam BM.
Dari 200 kata Swadesh3 kata yang tidak diperhitungkan dan 1 morfem terikat yang diisolir. Dengan demikian, ada 4 kata yang didiskualifikasi sehinggan pasangan kata yang dihitung sebanyak 196 kata.
Berdasarkan penetapan kata kerabat, terdapat 28 pasangan kata secara identik, 40 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 4 pasangan kata yang mirip secara fonetik, dan 3 pasangan kata berbeda satu fonem. Maka, jumlahnya terdapat 75 kata yang berkerabat dan 121 pasangan kata yang tidak berkerabat.
Kekerabatan antara BMRD dengan BM dapat dihitung tingkat persentasenya dengan rumus sebagai berikut :
Persentase tingkat kekerabatan
:
jumlah kosa kata berkerabatjumlah kosa kata dasar
× 100%
75
196
× 100%
=0,38 X 100% = 38%
Persentase tingkat kekerabatan antara BMRD dengan BM sebanyak 38%
masuk ke dalam kategori keluarga (family).
4.2. waktu Pisah antara Bahasa Melayu Riau Daratan dengan Bahasa Mandailing
Waktu pisah antara antara Bahasa Melayu Riau Daratan dengan Bahasa Mandailing yang telah diketahui persentase kata kerabatnya, dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑊 = log. C 2 𝑙𝑜𝑔. 𝑟
Keterangan : W : waktu perpisahan dalam ribuan tahun yang lalu
r: retensi (persentasi konstan dalam 1000 tahun atau
disebut juga indeks). Retensinya 81%, didesimalkan menjadi
0,81. Log 0,81 = -0,091
C : persentasi kerabat 38% didesimalkan menjadi 0,38. Log 0,38 = 0,420
Log : logaritma dari
𝑊 = log. C
2 𝑙𝑜𝑔. 𝑟
=
log .o,382 𝑙𝑜𝑔.0,81
=
−0,4202 𝑥−0,091
=
−0,420−0,182= 2,307tahun lalu
Tahun pisah antara BMRD dengan BM yaitu 2,307 tahun. Diketahui kedua Bahasa tersebut berpisah sejak tahun 228 M terhitung dari 2019. Dapat disimpulkan bahwa BMRD dengan BM berasal dari satu subkeluarga yang memiliki waktu pisah antara 5-25 abad yang lalu.
Tabel 8. Klasifikasi Pengelompokan Bahasa
Tingkatan bahasa Waktu pisah dalam abad
Persentase kata kerabat
Bahasa (Language) 0-5 100-81
Keluarga ( Family) 5-25 81-36
Rumpun (Stock) 25-50 36-12
Mikrifilum 50-75 12-4
Mesofilum 75-100 4-1
makrofilum 100- ke atas 1-Kurang dari 1%
Bahasa-bahasa yang memperlihatkan persentase yang tinggi merupakan kelompok yang lebih dekat kekerabatannya, sedangkanpersentase kekerabatanyang kecil merupakan bahasa yang jauh kekerabatannya. BMRD dengan BM memiliki persentase tingkat kekerabatan 38% dengan waktu pisah 5-25 abad. Dengan demikian, BMRD dengan BM masuk kedalam kategori keluarga (family).
Bab V
Simpulan dan Saran
5.1 Simpulan
Berdasarkan analisis data dengan teknik leksikostatistik, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kekerabatan antara BMRD dengan BM memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. BMRD dengan BM masuk kedalam kelompok keluarga (family) dengan hasil persentase 38%. Untuk menentukan kata yang berkerabat dari 200 kosakata Swadesh, hanya 196 kosakata yang diperhitungkan. Terdapat 4 kata yang tidak diperhitungkan, yakni 2 kata berupa kata pinjaman, 1 kata merupakan kata jadian, dan 1 kata merupakan morfem terikat yang diisolir. Dengan demikian, terdapat 4 kata yang didiskualifikasi. Dari penetapan kata yang berkerabat, terdapat 28 pasangan kata yang identik, 40 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 4 pasangan kata yang mirip secara fonetik, dan 3 pasangan kata dengan satu fonem berbeda. Dengan demikian, jumlah keseluruhan kata yang berkerabat sebanyak 75 kosakata dan 121 kosakata yang tidak berkerabat.
2. Dari 196 pasangan kata terdapat 75 pasangan kata yang berkerabat atau sebanyak 38%. Sehingga dapat diperoleh waktu pisah antara BMRD dengan BM yakni, sejak 2,307 tahun yang lalu atau berpisah sejak tahun 228 M terhitung dari 2019. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BMRD dengan BM memiliki waktu pisah antara 5-25 abad yang lalu.
5.2 Saran
Masyarakat Desa Pemandang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau dan masyarakat Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara hendaknya terus menggunakan dan menjaga kemurnian bahasa daerah tersebut sebagai alat komunikasi sehari-hari. Masyarkat Desa Pemandang dan Huraba mewariskan bahasa daerah tersebut dari generasi ke generasi agar terhindar dari kepunahan Bahasa.
Penelitian ini merupakan langkah awal bagi peneliti, sehingga isinya masih berisikan tentang hubungan kekerabatan dan waktu antara BMRD dengan BM yang dikaji dengan leksikostatistik dalam Linguistik Historis Komparatif. Akan lebih sempurna lagi apabila diadakan penelitian yang lebih mendalam dan luas tentang aspek kebahasaan yang belum pernah diteliti.
DAFTAR PUSTAKA
Dardanila. 2016. “Kekerabatan Bahasa Karo, Bahasa Alas, dan Bahasa Gayo”
(disertasi). Medan, Universitas Sumatera Utara.
Hasan, Kailani. 1983. Morfologi dan Sintaksis Bahasa Melayu Riau. Jakarta: Pusat Pembunaan dan Pengembangan Bahasa.
Juliana. 2012. “kekerabatan Bahasa Batak, Bahasa Nias, dan Bahasa Melayu”
(tesis).Medan, Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Keraf, Gorys. 1991. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Lingusitik. Jakarta: Gramedia.
Kudariri, Amhar. 2015. “Fonologi Bahasa Indonesia” (Diktat). Medan, Universitas Sumatera Utara.
Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Parera, Jos Daniel. 1987. Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta:
Erlangga.
Rismanto, Rendi. 2012. “Kekerabatan Kosakata Bahasa Sunda dengan Bahasa Melayu Betawi di Kota Tanggerang Selatan : Kajian Linguistik Historis Komperatif” ( Students E-jurnal). Bandung, Universitas Padjajaran.
Setyowati, Eny. 2017. “Kekerabatan Bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Bahasa Aceh”(Jurnal Humaniora Volume IV Nomor 1). Pacitan, STKIP PGRI.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa : Pengantar
Peneliti Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta : Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Surbakti, Ernawati Br. 2014. “Kekerabatan Bahasa Karo, Minang, dan Melayu : Kajian Linguistik Historis Komparatif” (Jurnal Metamorfosa Nomor 1 Volume II). Lhokseumawe, Politeknik Negri Lhokseumawe.
LAMPIRAN I
17 balik baliak mulak -
39 bulu bulu bulu +
62 dimana dimano i dia -
84 hidup iduak maŋɔlu -
107 kamu iɳo hɔ -
129 lidah lidah dila -
139 matahari matoayi mataniari
140 mati buŋkaŋ matɛ -
152 pasir kesiek ɔrsik +
175 tajam tajom tajɔm +
198 tumpul tumpua tumpɔl +
199 ular ulek ulɔk +
200 usus usus usus +
LAMPIRAN II
4. Tempart Lahir : Desa Pemandang
5. Alamat tempat tinggal : Desa Pemandang RT.05 RW.03 Dusun Lubuk Ngarai
6. Status berkeluarga : a. kawin b. belum kawin c. janda d. duda
7. Pendidikan tertinggi : SMA
8. Pekerjaan utama : Berkebun
Mobilitas
9. Menetap di desa ini sejak : tahun 1985
10. Berpergian ke luar desa ini : a. pernah c. tidak pernah b. sering d. kadang-kadang
*) Jika pernah ke mana : ke Ujung Batu, Pekanbaru
*) Dalam kepentingan : keluarga atau pekerjaan
*) Selama : +/- 5 hari
Kemampuan Berbahasa
11. Kemampuan bahasa Indonesia : a. aktif b. pasif c. tidak mampu 12. Kemampuan bahasa daerah : Melayu Riau (aktif/pasif) 13. Kemampuan bahasa asing : -
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Melayu Riau
Data Informan 2
5. Alamat tempat tinggal : Desa Pemandang RT.11 RW.06 Simpang Abadi
*) Dalam kepentingan : keluarga atau pekerjaan
*) Selama : +/- 1 minggu
Kemampuan Berbahasa
11. Kemampuan bahasa Indonesia : a. aktif b. pasif c. tidak mampu 12. Kemampuan bahasa daerah : Melayu Riau (aktif/pasif) 13. Kemampuan bahasa asing : -
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Melayu Riau
Data Informan 3
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Melayu Riau
Data Informan 1
5. Alamat tempat tinggal : Huraba l Lorong lll
6. Status berkeluarga : a. kawin b. belum kawin
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Mandailing
5. Alamat tempat tinggal : Jln. Medan Padang Lorong l Huraba 6. Status berkeluarga : a. kawin b. belum kawin
12. Kemampuan bahasa daerah : Mandailing (aktif/pasif) 13. Kemampuan bahasa asing : -
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Mandailing
Data Informan 3 b. sering d. kadang-kadang
*) Jika pernah ke mana : ke Penyabungan, Sidempuan
*) Dalam kepentingan : keluarga atau pekerjaan
*) Selama : +/- 1 minggu Kemampuan Berbahasa
11. Kemampuan bahasa Indonesia : a. aktif b. pasif c. tidak mampu 12. Kemampuan bahasa daerah : Mandailing (aktif/pasif) 13. Kemampuan bahasa asing : -
14. Bahasa utama yang dipakai
dalam berkomunikasi sehari-hari : Bahasa Mandailing
LAMPIRAN IV SURAT IZIN PENELITIAN
LAMPIRAN IV JADWAL PENELITIAN
NO KEGIATAN
APR MEI JUNI JULI
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Perbaikan
Proposal 2 Penelitian 3 Pengolahan
Data 4 Penulisan
Skripsi 5 Bimbingan
Skripsi
6 Sidang
Skripsi