BAB II LANDASAN TEORI
F. Tabungan
3. Metode Perhitungan Tabungan
a. Islam memandang harta yang dimiliki oleh manusia adalah titipan/amanah Allah SWT sehingga cara memperoleh, mengolah dan memanfaatkan harus sesuai dengan ajaran Islam.
b. Bank syariah mendorong nasabah untuk mengupayakan pengelolaan harta nasabah (simpanan) sesuai dengan ajaran islam.
43 Dewan Syariah Nasional, Fatwa Dewan Syariah Nasional, No: 02/DSN/MUI/IV/200 Tentang Tabungan, (Jakarta: Majelis Ulama Indonesia, 2000)
c. Bank syariah menempatkan karakter/sikap baik nasabah maupun pengelolaan pada posisi yang sangat penting dan menempatkan sikap akhlakul kharimah sebagai sikap dasar hubungan antara nasabah dengan bank.
d. Adanya kesamaan ikatan emosional yang kuat didasarkan prinsip keadilan, prinsip kesederajatan, prinsip ketentraman antara pemegang saham, pengelola bank dan nasabah atas jalanya usaha bank syariah.
e. Prinsip yang digunakan adalah prinsip bagi hasil 4. Tujuan Masyarakat menabung di Bank
a. Masyarakat merasa aman menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan di bank.44
b. Nasabah dapat menarik uangnya dengan mudah karena bank memberikan kemudahan dalam hal penarikan, misalnya adanya mesin ATM yang tersedia dimana-mana.
c. Untuk penghematan, supaya seluruh penghasilannya tidak digunakan untuk belanja.
5. Manfaat Tabungan
Beberapa manfaat yang diperoleh dari tabungan pada umumya diantaranya:
a. Manfaat yang diperoleh bagi bank antara lain:
44 Ismail, Akutansi Bank: Teori dan Aplikasi Dalam Rupiah, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), h. 48.
1) Sebagai salah satu sumber dana bagi bank yang besangkutan dapat digunakan sebagai penunjang operasional bank dalam memperoleh keuntungan atau laba.
2) Sebagai penunjang untuk menarik nasabah dalam rangka menggunakan fasilitas produk-produk lainnya. Untuk membantu program pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi.
3) Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.45
b. Manfaat yang diperoleh bagi nasabah antara lain:
1) Terjamin keamananya karena dengan menyimpan uagnya di bank keamanan akan uang terjamin.
2) Akan mendapatkan nisbah dengan menyimpan uang di bank 3) Dapat terhindar dari pemakaian uang secara terus-menerus 4) Adanya kepaastian saat menarik uang, karena dapat dilakukan
setiap saat dimana saja dan tidak dikenakan biaya administrasi dengan fasilitas.
45 Dewan Syariah Nasional, Fatwa Dewan Syariah Nasional, No: 02/DSN/MUI/IV/2000 Tentang Tabungan, (Jakarta: Majelis Ulama Indonesia, 2000).
48 A. Jenis Penelitian
Jenis penelitain ini adalah deskriptif kualitatif, hal ini menyebabkan data dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini huga bersifat kualitatif. Penelitain kualitatif adalah penelitian yang pemecahan masalahnya dengan menggunakan data empiris. Baik pada penelitian kuantitatif maupun kualitatif desainnya sama, yang berbeda adalah kemauan dan kepentingan peneliti itu sendiri. Perlu diingatkan, bahwa tidak seluruhnya penelitain kuantitatif menggunakan desain yang tidak jauh berdeda dengan selain penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dengan format deskriptif itulah yang desain mirip dengan desain penelitain kuantitatif.46
B. Lokasi dan Waktu Penelitain
Penulis mengambil lokasi penelitian di Bank Muamalat Indonesia, Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh. Adapun peneliti mengambil lokasi ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan oleh Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh dalam memasarkan produk baru kepada masyarakat agar masyarakat
46 Asnawi dan Masyhuri, Metodologi Riset Manajemen Pemasaran, (Malang: UIN-Maliki Press, 2011), h. 20.
tertarik dengan produk tersebut. Sedangkan untuk waktu penelitian dilakukan serentak dengan pelaksanaan magang dan sampai pelaksanaan sidang munaqasah.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan.47 Dengan data ini penulis mendapatkan gambaran umum tentang Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh dan strategi pemasaran produk Tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah dari bagian marketing.
2. Data sekunder
Yaitu data yang mendukung permasalahan yang akan dibahas, yang diperoleh dari bahan kepustakaan. Data sekunder adalah data yang mendukung permasalahan yang akan dibahas dari perpustakaan maupun bahan acuan lainnya. Penulis juga memperoleh data ini dari hasil studi terdahulu serta sumber-sumber lain yang berasal dari bacaan berupa teori tentang strategi, pemasaran dan lainnya.
47 Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, (Bandung: PT. Raja Grafindo Persada, 2001), h. 112.
D. Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan tujuan penelitian maka sabjek dalam penelitian ini adalah pihak bank yaitu bagian marketing (pemasaran) yang ada di Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara
Wawancara merupakan percakapan dengan tujuan untuk memperoleh informasi dan informan. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yakni peneliti yang mengajukan pertanyaan dan informasi yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Pada penelitian ini penulis melakukan waawancara dengan pihak bank yaitu bagian marketing dan pihak-pihak lain dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai Strategi Pemasaran Produk Tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah pada Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
2. Dokumentasi
Yaitu satu teknik pengumpulan data yang bersifat dokumenter yang relevansinya dengan penelitian. Semua dokumen yang di maksud adalah dokumen atau data yang berkaitan dengan strategi pemasaran Produk Tabungan iB Rencana Berhadiah.
F. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan rangkaian kegiatan penelahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verivikasi data dari catatan hasil wawancara dan sebagaimananya untuk memberikan pemahaman kepada penelitian tentang bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan pada produk Tabungan iB Rencana Berhadiah di Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
Analisis data merupakan suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancaara dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan pemilihan mana yang penting dan yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.
Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahap penelitian hingga tuntas. Komponen dalam analisis data di antaranya:
1. Analisis SWOT
SWOT adalah singkatan dari streghts (kekuatan), weaknesses (kelemahan), oppertunities (peluang), threats(ancaman), dimana SWOT ini dijadikan sebagai suatu model dalam menganalisis suatu organisasi yang berorientasi profit dan non profit dengan tujuan utama untuk
mengetahui keadaan organisasi tersebut secara lebih komprehensif.48 Adapun teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. IFE (Internal Faktor Evaluation)
Mengevaluasi faktor-faktor yang berbeda dilingkungan internal organisasi yaitu berapa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
b. EFE
Mengevaluasi faktor-faktor yang berpengaruh pada objek penelitian yang berasal dari luar lingkungan organisasi. Pemberian bobot digunakan untuk menilai faktor internal dan eksternal bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh yang penting, tidak penting, cukup penting, dan sangat penting.
Pemberian bobot diurutkan menjadi 0,01 (sangat penting), 0,05 (rendah), 0,10 (sedang), 0,15 (tinggi). Sedangkan rating/peringkat digunakan untuk menilai sejauh mana faktor internal dan eksternal penting atau tidak penting untuk dikembangkan. Pemberian nilai rating diurutkan dari 1 sampai 4 dimana 2 (tidak penting), 2 (cukup penting), 3 (penting), dan 4 (sangat penting).
Setelah faktor internal dan eksternal diberi nilai berdasarkan bobot dan ratingnya, maka nilainya dikalikan sehingga diperoleh angka hasil perkalian yang kemudian dijumlahkan berdasarkan
48 Irham Fahmi, Kewirausahaan Teori, Kasus, dan Solusi, (Bandung: Alvabeta,2013), h.
345)
faktor internal dan eksternal. Setelah semua dinilai dijumlahkan maka dipilih strategi yang memiliki nilai terbesar.
2. Analisis Matrik Swot
Matrik dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT.49
Matrik SWOT ditunjukkan dengan menggunakan analisis SWOT dengan perumusan keputusan strategi, guna menyusun perencanaan usaha yang baik dengan menggunakan salah satu mode SWOT. Diantara berbagai mode yang ada, yaitu matrik SWOT yang merupakan rangkuman dari berbagai mode. Matrik SWOT juga dapat dimanfaatkan dalam mencapai tujuan perusahaan. meminimalkan ancaman dari luar.
49 Freddy Rangkuti, Analisis SWOT: Teknik Membedakan Kasus Bisnis,...h. 31.
3. Tabel Bobot Skor
Setelah melakukan beberapa tahap yaitu identifikasi faktor internal kekuatan dan kelemahan serta eksternal peluanng dan ancaman, IFE dan EFE matrik dan pembuatan matrik SWOT akan membantu dalam menentukan strategi yang tepat untuk masa yang akan datang.
Untuk memperkuat pilihan strategi maka perlu dilakukan analisis strategi dengan metode bobot skor.
Setelah dilakukan penetapan nilai bobot dan peringkat untuk faktor-faktor internal dan eksternal Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh maka dilakukan perhitungan jumlah total skor masing-masing strategi. Total skor tertinggi dari perkalian bobot dan peringkat dapat di ambil menjadi strategi yang akan dimanfaatkan untuk masa yang akan datang.
Dengan menggunakan tabel bobot skor akan bermanfaat untuk menentukan strategi utama. Ini dilakukan dengan cara menjumlahkan total dari masing-masing strategi. Strategi yang mempunyai total skor tertinggi maka itulah strategi utama yang sebaiknya digunakan.
Tabel 3.2 Tabel Bobot Skor
Internal Eksternal
Stregth/S (Kekuatan)
Weakness/ W (Kelemahan) Oportunities/ O
(Peluang)
Total Skor Strategi S-O
Total Skor Strategi W-O Threat/ T
(Ancaman)
Total Skor Strataegi S-T
Total Skor Strategi W-T Sumber: Freddy Rangkuti: 2002: 19
56 Payakumbuh
1. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412/1 Novemver 1991 yang di prakarsai oleh beberapa tokoh MUI dan beberapa cendikiawan Muslin Indonesia (ICMI) serta pemerintah . Bank Muamalat mulai beroperasi 27 Syawal 1412 H/1 Mei 1992. Dengan dukungan tokoh-tokoh dan pemimpin muslim terkemuka serta beberapa pengusaha muslim, pendirinya juga mendapatkan Krisis moneter tahun 1997-1998 telah memporak porandakan sebagian besar perekonomian Asia Tenggara. Sektor Perbankan Nasional terbelit negative spred dan bencana kredit macet. Akibatnya sejumlah bank mengalami kondisi terburuk dalam pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan terpaksa harus memperoleh rekapitalisasi dari pemerintah.50
Dukungan masyarakat berupa komitmen pembelian saham senilai Rp. 84 M pada saat penandatanganan akta pendiri perseroan.
Selanjutnya dalam acara silaturahmi pendirian di Istana Bogor,
50 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
diperoleh tanbahan modal dari masyarakat Jawa Barat sebesar Rp. 22 M sehingga menjadi Rp. 106 M sebagai wujud dukungannya.
Pada tanggal 27 Oktober 1994, hanya 2 tahun setelah didirikan, Bank Muamalat berhasil menyandang predikat Bank Devisa. Pengakuan ini semakin memperkokoh posisinya sebagai sebagai Bank Syariah pertama dan terkemuka di Indonesia dengan beragam Jasa dan Produk yang terus dikembangkan. Alhamdulillah sistem syariah menjadikan Bank Muamalat terjaga dari negative spread pada saat krisis moneter menghantam sehingga bank syariah pertama di Indonesia ini tetap bertahan dalam kategori A yang tidak membutuhkan pengawasan BPPN maupun rekapitalisasi modal dari pemerintah.
Dalam upaya memperkuat permodalan, Bank Muamalat berupaya mencari pemodal potensi dan mendapat tanggapan positif dari IDB Islam Development Bank) yang berkedudukan di Jeddah, Saudi Arabian. Pada rapat umum pemegang saham Bank Muamalat. Kurun waktu antara tahun 1998 dan 2008 merupakan masa yang penuh tantangan dan keberhasilan bagi Bank Muamalat. Dalam periode tersebut bank Muamalat berhasil membalikkan keadaan dari kondisi rugi menjadi laba berkat upaya dan dedikaasi setiap kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat serta ketaatan terhadap pelaksanaan Perbankan Syariah secara murni. Bank Muamalat berhasil melalui masa sulit dan bangkit dari keterpurukan yang diawali dengan pengangkatan direksi baru dari
internal. Kemudian menggelar rencana kerja 5 tahun yang berhasil mengembalikan Bank Muamalat ke kondisi keuangan dan pertumbuhan yang berkesinambungan.
Memasuki tahun 2009, dunia dihadapkan oleh krisis ekonomi yang terburuk sejak era depresi 1929 yang saat juga dipacu oleh runtuhnya sektor keuangan dan pasar modal Amerika Serikat. Dengan perkembangan ini, maka dapat dikatakan bahwa manajemen Bank Muamalat periode 1998-2003 yang berlanjut dengan 5 tahun berikutnya hingga akhir tahun 2008, berhasil membawa perjalanan 10 tahun bank Muamalat dari krisis ke krisis untuk menjadi juara diantara para juara Perbankan dari segi pertumbuhan usaha. Dari tahun 1998 hingga 2008, total aktivitas bank Muamalat meningkat sebesar 25,3 kali lipat menjadi Rp. 12,60 T. Jumlah equitas tumbuh sebesar 23,6 kali lipat menjadi Rp.
966 M, sedangkan jumlah nasabah berkembang hingga menjadi 2,9 juta nasabah.51
Bank Muamalat berhasil menutup tahun krisis financial global 2008 dengan peningkatan laba bersih 43% menjadi Rp. 207 M, dikala laba sektor perbankan konvensional nasional secara agregat menurun sebesar 13% dan laba agregat perbankan syariah pun turun 20%. Bank Muamalat juga berhasil memaksimalkan nilai kepada pemegang saham dengan ROE sebesar 33%. Hasil-hasil tersebut mengukuhkan
51 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
keunggulan serta nilai spiritual yang dianut yang dianut oleh bank Muamalat sebagai Bank Pertama murni syariah di Indonesia.
2. Profil Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. (Bank Muamalat Indonesia) memulai perjalanan bisnisnya sebagai bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H.
Pendirian bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengurus muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multi finance syariah (Aljarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia.
Selain itu produk bank yaitu Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rektor Indonesia (MURI) sebagai kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-chanel seperti internet banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk tersebut menjadi pionir produk syariah di
Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah.
Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2003, Bank dengan percaya diri melakukan Penawaran Utama Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 5 kali merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah. Aksi korporasi tersebut semakin menegaskan posisi Bank Muamalat Indonesia di peta industri perbankan Indonesia.
Seiring kapasitas Bank yang semakin diakui, bank semakin melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, bank mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu-satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia. Hingga saat ini, Bank telah memiliki 325 kantor layanan termasuk satu kantor cabang di Malaysia. Operasional bank juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 710 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM bersama dan ATM Prima, serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia Electronic Payment (MEPS).52
52 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
Menginjak usianya yang ke-20 tahun pada tahun 2012, bank Muamalat Indonesia melakukan rebranding pada logo Bank untuk semakin meningkat awaarenes terhadap image sebagai bank syariah Islam, Modern dan Profesional. Bank punterus mewujudkan berbagai pencapaian serta prestasi yang diakui baik secara nasional maupun internasional. Hingga saat ini, bank beroperasi bersama beberapa entitas anakmya dalam memberikan layanan terbaik yaitu Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) yang memberikan layanan pembiayaan syariah, (DPLK Muamalat) yang memberikan layanan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan, dan Baitulmaal Muamalat yang memberikan layanan untuk menyerahkan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).53
Sejak tahun 2015, bank Muamalat Indonesia bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence.
53 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
3. Visi dan Misi Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
Visi: : “Menjadi bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksitensi yag diakui di tingkat regional.
Misi : “Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penenkanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang islami dan profesional serta orientasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku.
4. Struktur Organisasi Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
PT. Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
5. Tugas dan Wewenang karyawan Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh
a. Pimpinan Cabang Pembantu Payakumbuh
1) Mengelola secara optimal sumber daya bank agar dapat mendukung kelancaran operasional cabang pembantu.
2) Mengkoordinir pembuatan rencana kerja tahunan cabang pembantu.
3) Menetapkan dan melaksanakan strategi pemasaran bank guna mencapai tingkat volume atau sasaran yang telah ditetapkan baik pembiayaan, pendanaan maupun jasa-jasa.
4) Memastikan realisasi operasional cabang pembantu serta menetapkan ucapan pencapaian.
5) Melakukan pembinaan baik kepada nasabah maupun investor.
6) Mengerahkan dan mendorong seluruh karyawan cabang pembantu untuk selalu memberikan pelayanan kepada nasabah dan meningkatkan produktivitas individu.
7) Bersama-sama dengan komite yang lain memutuskan pembiayaan sesuai dengan batas wewenangnya atau dimintakan persetujuan kantor pusat.
8) Memutuskan pencairan pembiayaan sesuai dengan wewenangnya.54
54 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
b. Costumer Service
1) Memberikan penjelasan kepada nasabah tentang produk, syarat dan tatacaranya langsung atau melalui telepon.
2) Melayani pembukaan rekening tabungan, giro, dan deposito.
3) Melayani dan menyelesaikan keluhan nasabah dengan segera dan benar.
4) Melayani permintaan nasabah untuk pemblokiran rekening.
5) Menawarkan kepada nasabah produk atau jasa lain (cross selling).
6) Mengerjakan intruksi yang diminta atasan yang berkaitan dengan pekerjaan.
c. Teller
Tugas pokok teller adalah:
1) Menerima dan menghitung uang serta membuat bukti penerimaan dan pengeluaran.
2) Melakukan pembayaran sesuai dengan perintah manager.
3) Melayani dan membayar pengambilan tabungan.
4) Membuat buku kas harian setiap akhir kerja.
5) Menghiting uang kas harian dan rincian setiap hari
6) Melakukan pembiayaan kas kecil yang muncul dari penarikan slip bayar dari bagian umum dan personalia.
7) Memeriksa dengan teliti dan seksama warkat-warkat tunai dan kliring sebelum melakukan pembayaran maupun penerimaan setoran tunai atau dari nasabah.
8) Mengumpulkan warkat-warkat seperti cek, giro, serta kliring lainnya untuk di serahkan ke bagian lainnya guna di proses lebih lanjut.
9) Memeriksa dan melakukan perhitungan visi uang yang terdapat dalam vol dan box pada akhir dari dan harus sesuai dengan saldo yang tercatat dalam computer kiblat.55
Tugas bulanan teller:
1) Laporan rekap saldo harian khasanah 2) Laporan asuransi
3) Laporan transaksi
4) Laporan selisih teller. Wewenang teller adalah memberikan pelayanan kepada semua nasabah penabung maupun nasabah pembiayaan serta bertindak sebagai penerima uang dan juru bayar/kasir.
d. Back Office (BO)
Bagian yang bertugas mengimput data yang berupa transaksi yang terjadi di bank sebagai bagian tugas back officer.
55 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
Tugas pokok dari BO:
1) Sebagai pelaksana tugaas pada unit kerja operasi pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan.
2) Melakukan pemeriksaan atau persyaratan pada komite pembiayaan serta memproses kredit, bank garansi dan fasilitas lainnya.
3) Secara aktif melakukan monitoring atau tanggal jatuh tempo angsuran dan akad.
4) Menyimpan dan menjaga formulir yang diperlukan dalam proses pembiayaan sebagaimana yang ditetapkan.56
e. Marketing
Tugas pokok dari marketing adalah:
1) Melakukan kegiatan pemasaran produk-produk dan jasa bank guna menghimpun dana sesuai dengan target yang ditetapkan.
2) Membuat rencana pemasaran/kunjungan dan melakukan kegiatan sosial dan promosi.
3) Melakukan pengamatan, penelitian dan analisis pasar.
4) Menerima permohonan pembiayaan dari calon debitur dan mempersiapkan formulir yang telah disiapkan.
5) Meneliti permohonan pembiayaan dari calon debitur dan mengadakan survey ketempat usahanya.
56 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Payakumbuh.
6) Melakukan pembinaan, pengawasan serta penagihan kepada nasabah dan lain-lainnya sesuai instruksi manager dan ketentuan bank yang berlaku.
Wewenang dari marketing adalah:
1) Mewakili manager dalam melakukan transaksi baik tunai maupun non tunai dengan pihak eksternal atas persetujuan pengurus dan manager atau sesuai dengan limpahan wewenang yang didelegasikan oleh manager dan melakukan pembukuan rekening nasabah.
2) Menerima setoran dari nasabah
3) Mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga hubungan dengan nasabah atau relasi bank Muamalat Payakumbuh.
f. Security
1) Membukakan pintu apabila ada nasabah yang datang.
2) Menjaga keamanan dan tata tertib kantor.
3) Pemeliharaan kantor dan pemeliharaan investasi kantor serta perlengkapan/perbekalan kantor.
4) Membantu dalam melayani nasabah.57 g. OB
Bertanggung jawab atas kebersihan kantor:
1) Menyediakan minum dan makan bagi staf kantor.
57 PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabanng Pembantu Payakumbuh.
2) Pembantu umum.
3) Pemeliharaan kantor dan penelitian investasi kantor serta perlengkapan/perbekalan kantor.
h. Driver
1) Mengantar jemput para kru dalam melaksanakan tugas.
2) Menjaga agar kondisi keadaan dinas kantor selalu dalam keadaan siaga.
B. Produk Tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah 1. Pengertian tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah
B. Produk Tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah 1. Pengertian tabungan iB Hijrah Rencana Berhadiah