Penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif dengan tiga macam metode yang diterapkan, yaitu penelitian kualitatif deskriptif, terpancang, dan studi kasus tunggal. Pertama, penelitian ini bersifat deskriptif. Sutopo (2002: 110-111) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif digunakan dengan menggunakan teknik mencari data, mengumpulkan, menganalisisnya serta mengeneralisasikan berdasarkan fenomena-fenomena yang dikumpulkan. Dalam penelitian ini, peneliti membahas tentang strategi penerjemahan dan kualitas terjemahan teks terjemahan PM untuk kepentingan akademis dan untuk mendeskripsikan secara rinci pokok permasalahan tersebut.
Kedua, penelitian ini disebut penelitian terpancang karena peneliti telah memfokuskan penelitian sebelumnya yakni terkait strategi penerjemahan dan kualitas terjemahan meliputi aspek keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan teks. Peneliti pun menambah pustaka penelitian mengenai teks PM dari segi hukum oleh peneliti sebelumnya. Dengan demikian, peneliti telah membekali diri dan mampu mengidentifikasi permasalahan yang akan diteliti.
Ketiga, penelitian ini merupakan studi kasus tunggal. Artinya penelitian ini berkiblat pada satu macam karakteristik berupa teks terjemahan PM oleh
Ahmad (2014) dalam buku ilmiahnya yang berjudul “Piagam Madinah: Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia” diterbitkan oleh penerbit Pustaka Al-Kautsar–Jakarta. Teks asli Piagam Madinah ini diambil pada buku Hisyam (2006) Jilid 2 yang berjudul “as-Si>ratu an-Nabawiyyatu” diterbitkan oleh Da>rul-Chadi>ts–Kairo. Sebagaimana Supono (2002: 112) menjelaskan mengenai penelitian studi kasus tunggal yang dilakukan pada satu lokasi/ satu subjek dengan jumlah sasaran yang tidak ditentukan dengan syarat memiliki satu karakteristik yang sama.
2. Teknik Penelitian
a. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat, kuesioner, dan wawancara mendalam. Sutopo (2002: 58) menjelaskan bahwa ada dua metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Pertama, metode noninteraktif yang meliputi kuesioner, mencatat dokumen dan arsip. Kedua, metode interaktif yang meliputi wawancara mendalam, observasi berperan dalam beberapa tingkatan, dan focus group discussion (FGD). Adapun pada penelitian ini, peneliti menggunakan kedua metode pengumpulan data tersebut, yaitu metode noninteraktif dan interaktif. Berikut penjelasannya.
Teknik simak dan catat termasuk ke dalam metode noninteraktif yang dipakai peneliti untuk pencatatan dan pengklasifikasian data. Data dicatat secara keseluruhan kemudian dibagi berdasarkan susunan kalimat pada BSu disertai dengan teks BSa sebagai terjemahannya. Kemudian setiap komponen data, diklasifikasi berdasarkan jenis strategi penerjemahan yang diterapkan
oleh penerjemah. Jenis terjemahan tersebut meliputi dua hal, yakni strategi struktural dan strategi semantis.
Teknik kuesioner pun termasuk ke dalam metode noninteraktif yang dipakai untuk memperoleh data skor penilaian kualitas terjemahan oleh enam responden. Data kuesioner dibagikan secara tertulis dan langsung kepada keenam responden. Adapun hasil kuesioner adalah berupa skor penilaian yang meliputi angka 1/rendah, 2/sedang, dan 3/tinggi. Responden dibekali dengan standar penentuan skor, yaitu parameter kualitatif milik Nababan (2012) saat kuesioner dibagikan. Standar penilaian inilah yang akan memberikan pesan mengenai skor tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan pada kualitas terjemahan teks PM. Kemudian data hasil kuesioner diinput sehingga muncul skor rata-rata dari penilaian kualitas terjemahan yang telah dilakukan enam responden.
Wawancara mendalam merupakan metode interaktif yang dilakukan saat terdapat data yang perlu untuk didiskusikan bersama responden. Teknik wawancara dilakukan dengan secara langsung atau menggunakan alat media sosial seperti whatsapp.
b. Teknik Cuplikan (Sampling)
Sutopo (2002: 55) menjelaskan mengenai teknik cuplikan yang merupakan suatu bentuk khusus atau proses bagi pemusatan atau pemilihan dalam penelitian yang mengarah pada seleksi. Adapun penerapan teknik cuplikan pada penelitian ini adalah dengan mengambil data teks BSu dan BSa yang telah dipilih dan diseleksi berdasarkan kebutuhan penelitian dalam pembahasan. Data tersebut sudah mengarah pada usaha generalisasi dari hasil
pengelompokan data untuk menjawab permasalahan pada rumusan masalah satu mengenai prosentase strategi penerjemahan yang diterapkan penerjemah. Adapun teknik cuplikan yang diberlakukan pada kumpulan data skor penilaian responden untuk mewakili kualitas terjemahan pada teks PM dari pemilihan strategi yang dilakukan penerjemah.
c. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teori analisis data milik Miles (1994:10) yang telah memberikan definisi bahwa analisis data terbagi dalam tiga aktivitas, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi data. Berikut penerapannya dalam penelitian ini.
c.1. Reduksi Data (Data Reduction)
Pada tahapan reduksi data, peneliti harus melakukan penyeleksian dan penyederhanaan data. Miles (1994:11) menjelaskan bahwa data kualitatif dapat direduksi dan ditransformasikan ke dalam beberapa cara; penyeleksian, kesimpulan, atau penafsiran, yang kemudian menghasilkan rumus besar mengenai hasil analisis data yang dilakukan peneliti.
Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah strategi penerjemahan dan kualitas terjemahan pada teks terjemahan PM. Reduksi data yang diberlakukan pada rumusan masalah satu, adalah penyeleksian data berdasarkan jenis strategi penerjemahan yang terpakai. Data yang dimasukkan ke dalam pembahasan adalah berupa data yang sudah diklasifikasi jenis strateginya. Kemudian dari 85 data yang telah diklasifikasi,
diambil satu sampel data untuk bab pembahasan. Sampel tersebut disertai dengan alasan yang mendukung hasil pengklasifikasian data.
Adapun proses reduksi data untuk rumusan masalah kedua adalah dengan menyeleksi kumpulan skor penilaian responden. Dari 85 data yang telah diberi penilaian oleh enam responden dikelompokkan berdasarkan aspek keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan. Kemudian diambil satu data dari tiap aspek penilaian untuk dipilih sebagai sampel pada pembahasan.
c.2. Penyajian Data (Data Display)
Penyajian data adalah suatu proses organized (pengelompokan) dan compressed (meringkas) informasi-informasi yang dapat dijadikan sebagai kesimpulan (Miles, 1994: 11).
Setelah data melalui tahap pereduksian, maka akan diperoleh hasil berupa pengelompokkan data. Adapun 85 data berupa kalimat dikelompokkan menjadi dua, berdasarkan strategi penerjemahan dan skor penilaian kualitas terjemahan oleh responden. Masing-masing pengelompokkan menyajikan sebuah prosentase hasil keseluruhan dari proses analisis data. Adapun prosentase hasil keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain.
c.3. Kesimpulan/Verifikasi (Conclusion Drawing/Verification)
Verifikasi adalah membuktikan kebenaran data berdasarkan hasil penelitian di lapangan (Miles, 1994: 11). Pada penelitian ini, pembuktian kebenaran dibantu dengan teknik trianggulasi data. Menurut Sutopo (2002: 80) bahwa untuk menarik kesimpulan pada data, dibutuhkan lebih dari satu sudut padang. Sehingga dari beragam bentuk tersebut, seseorang memiliki
data yang lengkap dan mampu menyimpulkan data tersebut dengan baik. Adapun jenis trianggulasi data yang diterapkan pada penelitian ini adalah trianggulasi peneliti.
Sutopo (2002: 81) menjelaskan bahwa trianggulasi peneliti adalah cara menguji validitas hasil penelitian dengan melihat pandangan peneliti-peneliti lain. Adapun terapan teknik trianggulasi peneliti-peneliti yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan peneliti-peneliti lain atau dosen penelaah untuk memantapkan hasil penelitian. Telaah yang diberikan berupa sudut pandang dan tafsiran baru mengenai hasil penelitian. Informasi yang diberikan oleh penelaah dapat berupa masukan atau kritikan mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan.