• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di Mitra Tani Farm, Desa Tegal Waru RT 04 RW 05 Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak 5 Agustus 2005 sampai dengan 7 Oktober 2005 (9 minggu).

Materi Ternak

Ternak domba yang digunakan adalah ternak Domba Ekor Tipis jantan umur kurang dari satu tahun yang berjumlah 16 ekor dengan bobot tubuh awal 14,55 ± 1,92 kg (CV 13,20%). Ternak yang digunakan berasal dari pengumpul lokal di Cianjur Jawa Barat.

Ransum

Ransum terdiri atas pakan konsentrat dan hijauan berupa rumput gajah (Pennisetum purpureum). Konsentrat yang digunakan merupakan konsentrat komersial. Bahan-bahan yang digunakan dalam penyusunan konsentrat adalah dedak padi, pollard, tepung roti afkir, bungkil kopra, tetes, onggok, kacang afkir, kulit coklat, vitamin mix, kapur, garam dan urea. Rumput gajah yang digunakan merupakan hasil penanaman sendiri dengan umur pemotongan 1 bulan sekali. Adapun kandungan nutrisi yang terkandung dalam kedua bahan pakan tersebut tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2. Kandungan Nutrisi Konsentrat dan Rumput Gajah Pakan Komposisi BK Abu PK SK LK Beta-N ---(%)---Konsentrat 85,36 100 12,98 14,62 14,10 16,52 16,86 19,75 5,12 5,99 36,80 43,11 Rumput Gajah 17,20 100 10,00 1,72 16,69 2,87 46,86 8,06 0,28 1,63 24,82 4,27 Keterangan : BK = Bahan Kering Beta-N = Bahan ekstrak tanpa Nitrogen

PK = Protein Kasa SK = Serat Kasar LK = Lemak Kasar

Sumber : Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan Institut Pertanian Bogor 2005

Gambar 3. Pakan Konsentrat dan Rumput Gajah Kadang dan Peralatan

Kandang yang digunakan adalah kandang individu berbentuk panggung dengan ukuran 90 cm x 40 cm x 60 cm. Kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum. Peralatan yang digunakan adalah alat pemotongan dan pencacah rumput manual ( sabit/ golok), baskom, timbangan dengan kapasitas 10 kg untuk menimbang ransum dan sisanya, timbangan besar dengan kapasitas 100 kg untuk menimbang bobot hidup domba, ban bekas sebagai penahan domba pada saat ditimbang, gunting, meteran, tongkat ukur, tatakan, kuas, sarung tangan, kertas label, suntikan, obat cacing dan antibiotik.

Gambar 4. Alat dan Obat-Obatan

Rancangan Perlakuan

Perlakuan yang diberikan adalah imbangan pakan konsentrat dan rumput gajah dalam ransum. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu :

P1 = konsentrat 100% + rumput gajah 0% P2 = konsentrat 75% + rumput gajah 25% P3 = konsentrat 50% + rumput gajah 50% P4 = konsentrat 25% + rumput gajah 75%

Model Percobaan

Model percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola searah dengan 4 macam perlakuan. Masing-masing macam perlakuan terdiri dari empat ulangan. Model rancangan yang digunakan menurut Matjik dan Sumertajaya (2002) adalah:

Yij = µ + τi + βj+ εij Keterangan :

i = 1,2,3,4 dan j = 1,2,3,4

Yij = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j µ = Rataan umum β

τi = Pengaruh perlakuan ke-i βj = Pengaruh perlakuan ke-j

εij = Pengaruh acak pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan apabila ada pengaruh nyata antar perlakuan akan dilanjutkan dengan uji jarak ganda Duncan. Peubah yang Diamati

Pertambahan Bobot Badan Harian (g). Pertambahan bobot badan domba dapat diketahui dengan penimbangan bobot hidup.

PBBH= BBn- BBo

Lama penelitian (63 hari)

Keterangan: PBBH = Pertambahan Bobot Badan Harian (g) BBn = Bobot badan akhir pelihara (g) BBo = Bobot badan awal pelihara (g)

Pertambahan Panjang Badan Total (cm). Panjang badan diperoleh dari hasil pengukuran jarak antar tulang Humerus lateralis dan tulang Tuber ischii.

PPBT = PBn- PB0

Keterangan : PPBT = Pertambahan Panjang Badan Total (cm) PBn = Panjang Badan akhir pelihara (cm)

PB0 = Panjang Badan awal pelihara (cm)

Pertambahan Lingkar Dada Total (cm). Lingkar dada diukur dengan melingkarkan pita ukur di belakang scapula.

PLDT = LDn - LD0

Keterangan : PLDT = Pertambahan Lingkar Dada Total (cm) LDn = Lingkar Dada akhir (cm)

LD0 = Lingkar Dada awal (cm)

Konsumsi Bahan Kering Harian (g). Konsumsi BK dihitung dari konsumsi pakan segar dikali persentase kadar BK dalam pakan.

KBKH = KPSH x % BK zat makanan

Keterangan : KBKH = Konsumsi Bahan Kering Harian (g) KPSH = Konsumsi Pakan Segar Harian (g) BK = Bahan Kering

Konsumsi Protein Kasar Harian (g). Konsumsi Protein dihitung dari konsumsi pakan segar dikali persentase kadar PK dalam pakan.

KPKH = KPSH x % PK zat makanan

Keterangan : KPKH = Konsumsi Protein Kasar Harian (g) KPSH = Konsumsi Pakan Segar Harian (g) PK = Protein Kasar

Konsumsi TDN (g). Persentase TDN dalam pakan menurut Hartadi et al. (1990) didapatkan dengan rumus berikut :

a) pasture, tanaman padangan, hijauan diberikan segar. Termasuk dalam kelompok ini adalah semua hijauan dipotong atau tidak dan diberikan segar.

% TDN = -26,685 + 1,334(SK) + 6,598(LK) + 1,423(BeTN) + 0,967(PK) – 0,002(SK)2 – 0,670(LK)2 – 0,024(SK)(BeTN) – 0,055(LK)(BeTN) - 0,146(LK)(PK) + 0,039(LK)2(PK).

b) termasuk dalam kelompok ini adalah bahan-bahan dengan protein kasar kurang dari 20% da serat kasar kurang dari 18% atau dinding sel kurang dari 35% .

% TDN = 22,822 – 1,440(SK) – 2,875(LK) + 0,655(BeTN) + 0,863(PK) + 0,020(SK)2 – 0,078(LK)2 + 0,018(SK)(BeTN) + 0,045(LK)(BeTN) - 0.085(LK)(PK) – 0,020(LK)2(PK).

KTDNH(BK) = KPH (BK) x %TDN zat makanan

Keterangan : KTDNH = Konsumsi Total Digestible Nutrient Harian (g) KPH = Konsumsi Pakan Harian (g)

TDN = Total Digestible Nutrient BK = Bahan Kering

Efesiensi pakan. Efisiensi pakan dihitung dari pertambahan bobot badan dibagi konsumsi bahan kering. Semakin tinggi nilai yang diperoleh semakin efesien pakan yang diberikan.

EP = PBBT KBKT

Keterangan : EP = Efisiensi Pakan

PBBT = Pertambahan Bobot Badan Total (kg) KBKT = Konsumsi Bahan Kering Total (kg)

Income Over Feed Cost (IOFC). Pendapataan yang diperoleh setelah dikurangi biaya pakan selama pemeliharan.

IOFC = (Harga jual – Harga beli) – Biaya pakan

Keterangan : IOFC = Income Over Feed Cost (Rp) Harga jual domba = Rp 15500,-/kg Bobot Hidup Harga beli domba = Rp 13000,-/kg Bobot Hidup Harga konsentrat = Rp 850,-/kg

Harga rumput = Rp 100,-/kg Prosedur Persiapan

Seminggu sebelum dimulai penelitian kandang dibersihkan, persiapan bahan dan peralatan. Domba jantan sebanyak 16 ekor dipilih berdasarkan keseragaman umur kemudian dipisahkan untuk memperoleh perawatan antara lain pencukuran bulu, pemberian obat cacing (Kalbazen) dan antibiotik (Vetoxy).

Adaptasi Pakan

Adaptasi pakan dilakukan sebelum pelaksanaan penelitian selama dua minggu. Minggu pertama domba dikandangkan secara kelompok dengan pemberian

pakan konsentrat sebanyak 0,5 kg/ekor dan rumput gajah ad libitum. Minggu kedua domba ditempatkan di kandang individu. Penimbangan bobot badan, pengukuran lingkar dada dan panjang badan dilakukan pada akhir periode adaptasi dan digunakan sebagai data awal penelitian.

Pengelompokkan Ternak

Domba yang digunakan dalam penelitian sebagai materi penelitian dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Jumlah kelompok sama dengan jumlah ulangan. Domba diurutkan berdasarkan bobot badan dimulai dari yang terendah sampai tertinggi. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan bobot badan dimana setiap kelompok dipilih secara random untuk menentukan perlakuan. Tujuan pengelompokkan yaitu untuk memperkecil keragaman antar kelompok. Domba tersebut ditempatkan dalam kandang individu yang dilengkapi tempat makan dan minum. Hasil pengelompokkan dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Pengelompokkan Domba Berdasarkan Bobot Badan

kelompok Perlakuan 1 2 3 4 ---(Kg)---K1 K2 K3 K4 11 13,75 15,5 17,5 12,5 12,5 16 16 12,5 14,5 16 16,5 12 14 15,5 17 Keterangan: K1 = kelompok domba dengan kisaran bobot badan 11,0-12,5 kg

K2 = kelompok domba dengan kisaran bobot badan 12,5-14,5 kg K3 = kelompok domba dengan kisaran bobot badan 15,5-16,0 kg K4 = kelompok domba dengan kisaran bobot badan 16,0-17,5 kg

Pemeliharaan

Ternak domba diberi pakan 3 kali sehari, yaitu pemberian pakan konsentrat pada pagi hari (06.00-07.00 WIB) dan pakan rumput pada siang (12.00-13.00 WIB) dan sore hari (16.00-17.00 WIB). Pemberian pakan konsentrat dalam bentuk kering yang diberikan dalam wadah plastik berupa baskom. Rumput gajah diberikan dalam bentuk segar dengan dilakukan pencacahan sebelumnya (± 2-3 cm). Tujuan pencacahan untuk mempermudah domba pada saat mengkonsumsi rumput dan lebih

efisien dalam penggunaan tempat pakan. Pakan yang diberikan berdasarkan kebutuhan total bahan kering yaitu 5% dari bobot badan (NRC, 1985).

Penggemukan domba dalam penelitian ini dilakukan selama 9 minggu (± 2 bulan). Sisa pakan dari pemberian sebelumnya ditimbang dan tidak diberikan lagi. Pemberian air minum dilakukan ad libitum. Penimbangan domba, pengukuran lingkar dada dan panjang badan dilakukan setiap seminggu sekali. Penimbangan domba dilakukan dengan cara menggantung ternak dengan ban bekas yang dimodifikasi untuk menahan ternak pada perutnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait