• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. MetodeAnalisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Kuantitatif. Agar data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan, maka data tersebut diolah dan dianalisis terlebih dahulu sehingga nantinya dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Dalam perhitungan statistik ini penulis dibantu dengan menggunakan program SPSS (Statistic Program for Social Science). Tahapan-tahapan analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari dependen variabel apabila nilai independen variabel mengalami kenaikan atau penurunan.Metode Analisis yang di pergunakanUntukMenganalisis Penelitian Ini Menggunakan Persamaan Regresi LiNier BergandA Untuk Menguji Hipotesis Digunakan Alat Analisis Regresi Liniear Berganda Yang Digunakan Dalam Penelitian Dan Dapat dirumuskan sebagai berikut:

Menurut Sugiyono (2014:277) persamaan regresi linear berganda Y = α + b₁ X₁bX₂ + bX₃ + e

Ket:

Y = Pertumbuhan Ekonomi α = Kofisien Konstanta b₁, b₂, b₃= Koefisien Regresi X₁ = Usia

X = Pendidikan X₃ = Kesehatan e = Eror

2. Uji Signifikansi Pengaruh Persial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabell X dan Y, apakah variabel X1, X2 dan X3 (Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi) secara terpisah atau persial Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah dengan caramengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.

Hipotesis yang di ajukan adalah:

Ho : Skor butir pertanyaan positif dengan total skor konstruk.

Ha : Skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total skor konstruk.

3. Uji Signifikan Pengaruh Persial (uji F)

Menurut Ghozali (2016:96) uji F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas (independen) secara bersama- sama berpengaruh terhadap variabel terikat (dependen) prosedur yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

d. Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikasi 0,05 dengan derajat bebas (n-k) dimana n; jumlah pengamatan dan k; jumlah variabel

e. Kriteria keputusan :

1. Uji kecocokan model ditolak jika α > 0,05.

2. uji kecocokan model diterimah jika α<0,05.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum kota Makassar

1. Kondisi Geografis dan Luas Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan merupakan sebuah Provinsi di Indonesia yang terletak dibagian Selatan Sulawesi.Ibu kotanya Yaitu Makassar . Provinsi Ini Berbatasan langsung Dengan Sulawesi Tengah Dan Sulawesi Barat di Utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara ditimur, Selat Makassar di Barat dan Laut Flores di Selatan.

47

Gambar 4,1 Peta Kota Makassar

Provinsi Sulawesi Selatan terletak antara 0°12´ Lintang Selatan dan 8° Lintang Selatan dan antara 116° 48´ – 122° 36´ Bujur Timur dan dilalui oleh garis ekuator atau garis k

hatulistiwa yang terletak pada garis Lintang 00. Sulawesi Selatan terdiri dari 24 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 21 Kabupaten dan 3 kota, yaitu : Kota Makassar, Kota Pare-Pare, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Bantaeng,Jeneponto,Takalar,Gowa,Sinjai,Maros,Pangkep, Barru, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja,Luwu Utara, Luwu Timur dan Toraja Utara.

Luas Wilayah Sulawesi Selatan 46.717,48 km2 dengan Jumlah Penduduk Tahun 2019 -+ 8.771,970 Jiwa dengan Kepadatan Penduduk 191,68 Jiwa/km2 yang tersebar di 24 Kabupaten/Kota yaitu 21 kabupaten dan 3 kota madya, 304 kecamatan, dan 2.953 desa/kelurahan, yang memiliki 4 suku daerah yaitu suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

2. Aspek Kependudukan

Jumlah penduduk disetiap Provinsi sangat beragam dan bertambah dengan laju pertumbuhan yang sangat beragam.Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak. Di Sulawesi Selatan jumlah penduduk mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Padatahun 2016 jumlah penduduk Sulawesi Selatan 8.606.375 jiwa,lalu tahun 2019 meningkat dengan jumlah penduduk menjadi 8.851.240 jiwa.

Sementara itu jumlah penduduk tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan ialah Kota Makassar dengan jumlah 1.526,677 jiwa dan jumlah penduduk terendah berada di Kepulauan Selayar dengan jumlah penduduk 135,624 jiwa pada tahun 2019. Untuk lebih jelasnya,jumlah penduduk menurut Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut :

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016-2019

No Kabupaten/Kota 2016 2017 2018 2019

Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2020

Tahun2019,kepadatan penduduk diSulawesi Selatan terbanyak di tingkat kota yaitu Kota Makassar dengan jumlah 8686/ km², hal ini tentu saja dapat terjadi dengan melihat perkembangan Kota Makassar sebagai kota

metropolitan dan semakin banyak masyarakat yang berpindahdari daerah kekota membuat pusat kotamenjadi padatpenduduk. Tingkat Kabupaten yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya yaitu Kabupaten Takalar dengan jumlah 527/km². Untuk lebih jelasnya kepadatan penduduk dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut :

Tabel 4.2

Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi N

1 Kota Makassar 17,25 8686

2 Kota Pare – Pare 1,64 1462

3 Kota Palopo 2,09 2,09

4 Kepulauan Selayar 1,53 150

5 Bulukumba 4,75 364

Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2020

Tahun2019 ,kepadatan penduduk diSulawesi Selatan terbanyak ditingkat kotayaitu Kota Makassar dengan jumlah 8686/ km², hal ini tentu saja

dapat terjadi dengan melihat perkembangan Kota Makassar sebagai kota metropolitan dan semakin banyak masyarakat yang berpindah dari daerah ke kota membuat pusat kota menjadi padat penduduk. Tingkat Kabupaten yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya yaitu KabupatenTakalar dengan jumlah 527/km².

B. PenyajianData (Hasil Penelitian)

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh, maka peneliti dapat menggambarkan variabel penelitian, variabel independen yaitu kualita sumber daya manusia yang akan mempengaruhi variabel dependen yaitu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan. Apakah variabel independen mempunyai signifikan dan hubungan positif terhadap variabel dependen atau sebaliknya. Adapun variabel independen dan variabel dependen yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut 1. Perkembangan Usia di Provinsi Sulawesi Selatan

Tenaga kerja (man power)didefenisikan sebagai penduduk yang berada pada usia kerja (15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu wilayah yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut hal ini sudah di atur dalam undang-undang No. 25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan angkatan kerja kota Makassar pada tahun 2012.

Maka terlebih dahulu akan disajikan data Jumlah UsiaProduktif yang Bekerja dan tidak Bekerja di Kota Makassar pada tahun 2014-2018 yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.3

Jumlah Usia Produktif yang Bekerja dan tidak Bekerja di Kota Makassar pada tahun 2014-2018

Tahun Usia %

Dilihat dari Tabel 4.4 diatas jumlah usia Produktif yang Bekerja dan tidak Bekerja di Kota Makassar pada tahun 2014-2018 setiap tahun berfluktuasi. Pada tahun 2014 presentasi usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja sebesar 4,9%. Pada tahun 2015 jumlah usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja mengalami penurunan sebesar 0,3%. Pada tahun 2016 presentasi usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja sebesar 3,0%.

Pada tahun 2017-2018 presentasi usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja sebesar 2,8%.

2. Perkembangan Pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan

Pendidikan merupakan Salah satu Aspek Penting Yang Menjadi Tolak Ukur Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Sehingga Akan Memberikan Manfaat Kepada Calon Tenaga bKerja Untuk Meningkatkan produktivitas sehingga memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Tingkat pendidikan adalah tahap pendidikan yang berkelanjutan, yang ditetapkan berdasarkan tingkat Perkembangan Peserta Didik .Tingkat pendidikan sekolah terdiri dari pendidikan dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.Berikut adalah data jenjang pendikan provinsi Provinsi Sulawesi Selatan.

Tabel 4.4

Jenjang Pendidikan pada kota Makassar pada tahun 2014-2018

Tabel 4.3 yakni Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, yang menunjukan data 5 tahun terakhir (tahun 2014 s/d tahun 2018), pada tahun 2014 nampak bahwa perkembangan pendidikan sebesar 152.317 dengan jumlah presentasi 8,8%. tahun 2015 terjadi penurunan sebesar 115.118dengan jumlah presentasi sebesar 11,7%. Tahun 2016 terjadi peningkatan pedididkan sebesar 245.959 dengan jumlah presentasi sebesar 5,5%. tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar 565.726 dengan jumlah presentasi sebesar 2,3% sedangkan pada tahun 2018 terjadi peninkatan sebesar 275.748 dengan jumlah presentasi sebesar 4,9%.

3. Perkembangan Kesehatan Masyarakat Kota Makassar

Upaya meningkatkan kesehatan dalam meningkatanksejahteraan masyarakat maka pemerintah provinsi Sulawesi selatan terus berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Tabel 4.5

Status Kesehatan Masyarakat Kota Makassar pada tahun 2014-2018

Sumber: data diolah , 2020

Keberhasilan pembangunan kesehatan bisa dilihat dari aspek sumber daya manusia yang baik namun di Indonesia khususnya kota makasssar masih memiliki status gizi kurang yang relative masih tinggi.

Dimana berbeda dengan status gizi buruk pada tahun 2014 sebanyak 152.317 jiwa selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan namun pada tahun 2016 bertambah sebanyak 245.959jiwa.berbeda tahun 2015 dan 2016 mengalami prubahan dimana 2015 115.118 dan 2016 245. 959 jiwa hal ini juga dapat di lihat banyaknya jumlah kematian pada setiap tahunya terkadang meningkat dan mengalami penurunan pada tahun 2012 sebanyak 3.008, 2013 sebanyak 3.059 namun pada tahun 2014 turun menjadi 152.317 jiwa tetapi pada tahun 2016 kembali bertambah sebanyak 245.959 jiwa dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yaitu peningkatan kualitas sdm yang produktif ,peningkatan kualitas SDM berkemampuan dalam pemanfaatan,mengembangkan dan menguasai iptek yang berwawasan lingkungan, pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan perangkat hukum yang mendukung upaya peningkatan kualitas

4. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun

Pertumbuhan Ekonomi Diartikan Sebagai Perkembangan Kegiatan Dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat meningkat. Untuk melihat kemajuan perekonomian adalah dengan melihat nilai dari Produk Domestik Regiona lBruto (PDRB).

Jadi PDRB merupakan alatuntuk mengukur pertumbuhan ekonomi dari perkembangan suatuperekonomian didaerah.Suatu perekonomian dapat dinyatakandalam keadaan berkembangan jika pendapatan perkapita menunjukkan kecondongan jangka panjang yang meningkat. Berikut dibawah ini adalah data dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sulawesi Selatan :

Tabel 4.6

Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Pada tahun 2014-2018

Tahun Pertumbuhan Ekonomi PDRB Atas Dasar Harga Konstan

Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan

Pertumbuhan PDRB di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun2014 sebesar 233988,05 milyar rupiah, kemudian di tahun 2015 pertumbuhan PDRB mulai mengalami kenaikan dengan angka sebesar 250802,99milyar rupiah. Seiring berjalannya waktu pertumbuhan PDRB di Provinsi Sulawesi Selatan dari tahun berikutnya sampai dengan tahun terakhir pada tahun

2018 terjadi terus menerus Kenaikan Sampai Dengan Angka sebesar 309202,40 milyar rupiah di tahun 2019.

C Analisis Interpretasi (Pembahasan)

Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh darivariabel X terhadap Y maka dilakukan pengelohan data menggunakan spss 21. Regresi liniear berganda

1. Hasil Analisis Regresi Liniear Berganda

Analisis liniear berganda bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak nya pengaruh dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) pada penelitian terhadap tiga variabel bebas yaitu kualiatas pada sektor pendidikan, usia dan sektor kesehatan serta variabel terikatnya yaitu pertumbuhan ekonomi.

a. Dependent Variable: Pertubuhan Ekonomi Sumber : data diolah di SPSS 21

Berdasarkan uji regresi liniear berganda pada tabel 4.7 diketahui constant (α) sebesar 6.342 sedangkan nilai usia sebesar 125.nilai pendidikan sebesar 055 dan nilai kesehatan 048 (b/koefisien regresi).

Sehingga persamaan regresinya dapat di tulis :

Y = α + b₁ X₁bX₂ + bX₃ + e

Y= 6,342 + 0,125 X1+ 0,055 X2– 0,048 X3+ e

Koefisien-koefisien regresi tersebut dapat diterjemahkan berikutini :

a. Dari persamaan regresi diketahui bahwa nilai α= 6.342 yang berarti nilai konstanta bernilai negative artinya nilai variabel bebas di anggap konstan atau sama dengan nol,maka pertumbuhan ekonomi semakin berkurang b. Nilai Koefisien X1sebesar 125 yang berartinilai koefisienX1bernilai positif

yang artinya bahwa setiap kenaikan 1% kualitas sumber daya manusia usia maka pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar 125%.

c. Nilai koefisien X2sebesar 0,55 yang berarti nilai kofesien X2bernilai positif yang artinya bahwa setiap kenaikan1% kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan maka pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar 0,55%.

d. Nilai kofisien X3sebesar 048 yang berartinilai koefisien X3 bernilai negatif yang artinya bahwa setiap kenaikan1% kualiatas sumber daya manusia sektor kesehatan maka prtumbuhan ekonomi mengalami penurunan sebesar 048%.

2. Uji t

Uji t bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh persial (sendiri) yang di berikan variabrel bebas(x) terhadapvariabel terikat(Y) adapun syarat pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi adalah:

a. Jika nilai signifikansi (Sig). < probabilitas 0,05 maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikaT (Y) atau hipotesis di terma.

b. Jika nilai signifikansi (Sig). > probabilitas 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat(Y) atau hipotesis ditolak.

Jika berdasarkan perbandingan nilait hitung dengant tabel :

1. Jika nilai thitung>ttabelmaka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap vaiabel terikat (Y) atau hipotesis diterima.

2. Jika nilai hitung<ttabelmaka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis ditolak.

Uji t

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 6.342 1.140 5.563 .113

Usia .125 .090 1.060 1.393 .396

Penidikan .055 .125 .410 .439 .737

Kesehatan .048 .056 .894 .866 .546

a. Dependent Vvvariable: Pertubuhan Ekonomi

Berdasarkan pada tabel4.7 dapat dilihat hasil uji parsial penelitian, namun sebelum menyimpulkan hipotesis diterima atau ditolak,terlebih dahulu menentukan

Ttabel = (α/2 ; n – k – 1) = (0,05/2 ; 5 – 3 – 1)

= (0,025 ; 1) [dilihat pada distribusi nilai ttabel] = 12,71

a. Berdasarkan nilai hasil signifikasi untuk pengaruh variabelX1 kualitas sumber daya manusiaVusia, menghasilkan nilai thitung (1,393< 12,71), sedangkan nilai signifikansi (Sig) diatas diketahui nilai Signifikansi (Sig) variabel kesehatan (X1) sebesar0,396 dimana0,396> 0,05. Darihasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak yang berarti pembangunan

infrastruktur sektor kesehatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomidi kota makassar tahun 2014-2018.

b. Berdasarkan nilai hasil signifikasi untuk pengaruh variabelX2 kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan, menghasilkan nilai thitung (0,439<

12,71), sedangkan nilai signifikansi (Sig) diatas diketahui nilai Signifikansi (Sig)variabel pendidikan(X2) sebesar0,737 dimana 0,737>0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak yang berarti kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kota makassar tahun 2014-2018 c. Berdasarkan nilai hasil signifikasi untuk pengaruh variabel X3 kualitas

sumber daya manusia sektor kesehatan, menghasilkan nilai thitung (0,866<

12,71), sedangkan nilai signifikansi (Sig) diatas diketahui nilai Signifikansi (Sig) variabel pertanian(X3) sebesar 0,546 dimana 0,546> 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H3ditolak yang berarti sektor kesehatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kota makassar tahun 2014-2018

3. Uji f

Uji f ini di lakukan Untuk melihat pengaruh variabel variabel- Inpenden Secara, keseluruhan. Pengujian Ini Dilakukan Dengan Membandingkan Antara Nilai SSignifikasi yang di peroleh Dari Hasil Perhitungan Dengan Derajat Kesalahan ( α) yang di tolerir dalam penelitian iniyaitu α = 0,05

Dasar Pengambilan Keputusan : a. Berdasarkan Nilai Signifikasi (sig)

1. Apa bila Nilai Signifikansi Yang Di Peroleh < dari α = 0,05 maka semua variabel bebas secara keselruhan berpengaruh nuata terhadap variabel terikat

2. Apabila nilai signifikansi yang di peroleh > dari α = 0,05 maka semua variabel bebas secara keselruhan berpengaruh nuata terhadap variabel terikat

b. Berdasarkan perbandingan nilai F-hitung dengan F tabel

1. Jikanilai F-hitung > F-tabel maka semua variabel bebas secara keseluruhan tidak berpengaruh nayata terhadap variabel terikat 2. Jika nilai F-hitung < F-tabel maka semua variabel bebas secara

keseluruhan tidak berpengaruh nayata terhadap variabel terikat Tabel 4.8

Hasil uji simultan (uji F)

ANOVAa

a. Dependent Variable: Pertubuhan Ekonomi

b. Predictors: (Constant), Kesehatan, Usia, Penidikan

Berdasarkan hasil uji regresi pada tabel 4.8 dapat di simpulkan 1. Berdasarkan nilai signifikansi dari output Anova

Berdasarkan tabel output spss di atas diketahui nilai sig adalah 0,000 karena nilai signifikansi 0,000<0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji f dapat disimpulkan bahwa variabel

bebas secara keseluruhan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

2. Berdasarkan perbandingan Nilai F-hitung dan F-tabel

Berdasarkan tabel output spss di atas di ketahui nilai hitung 746 > F-tabel

4. Kofisiendeterminasi( R2)

Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui berapa persen pengaruh yang diberikan variabel X secara simultan terhadap variabel Y.

Tabel 4.9

Tabel R2 (Koefisien Determinasi) Model Summary

a. Predictors: (Constant), Kesehatan, Usia, Penidikan

Berdasarkan tabel 4.9 hasil uji koefisien determinasi diatas menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) yaitu sebesar 0,236.

Darihasil tersebut diperoleh koefisien determinasi (R square)sebesar 0,691, variabel independen kesehatan ,pendidikan danpertanian mempengaruhi variabel dependen investasi adalah sebesar69,1%, selebihnya 30,9%

dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diketahui.

1. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Proporsi Usia Produktif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan Hasil Regresi Diperoleh Bahwa Dari Hasil Penelitian pada Variabel X1yaitu kualitas sumber daya manusia usia bernilai positif yang artinya bahwa setiap kenaikan 1% kualitas sumber daya manusia usia maka pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar 0,125%. Maka

dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kualitas sumber daya manusia usia maka pertumbuhan ekonomi yang ada juga semakin meningkat. Jika sumber daya manusia baik dapatmeningkatkan sumberdaya manusiayang ada.Tetapi usiajuga tidaksepenuhnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tetapi ada variabel lain yang juga mempengaruhinya yaitu variabel sektor pendidkan dan sektor kesehatan

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Fajar (2015), dengan judulpenelitian pengaruh kualitas sumber daya manusia tehadap pertumbuhan ekonomi menggunakan metode kuantitatif dengan hasil penelitian variabel usia berpengaruh negatif dan secara statistic signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

2. Pengaruh kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi

Berdasarkan hasil regresi diperoleh bahwa dari hasil penelitian pada variabel X2 yaitu kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan bernilai positif yang artinya bahwa setiap kenaikan1% kualitas sumber daya manusai sektor pendidikan maka pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar 0,125%.Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat kualitas sumber daya manusia sektor pendidikan maka pertumbuhan ekonomi yangada juga semakin meningkat. Sehingga prasarana dan sarana pendidikan baik maka akan menciptakan kelangsungan dan kelancaran dalam beraktifitas, serta peningkatan kualitas pendidikan maka akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat meningkatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Tetapi kualitas pendidikanjuga tidak sepenuhnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

tetapi ada variabel lain yang juga mempengaruhinya yaitu variabel sektorkesehatan danusia produktif.Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian freshka hasiani (2015), denganjudul penelitiankualitas sumber daya manusia tehadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten pelalawan menggunakan metode kuantitatif denganhasil penelitianvariabel pendidikan berpengaruh secara simultan dan secara statistic tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi

3. Pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi sektor kesehatan

Berdasarkan Hasil Regresi diperoleh Bahwa Dari Hasil Uji Penelitian Pada Variabel X3 yaitu kualitas sumber daya manusia sektor kesehatan bernilai positif yang artinya bahwa setiap kenaikan 1% kualitas sumber daya manusia Sektor Kesehatan maka pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar 0,048%. Maka dapat dikatakan bahwa jika kualitas sumber daya manusia sektorkesehatan meningkat maka nilai pertumbuhan ekonomi juga semakin tinggi. Kualitas sumber daya manusia sektor kesehatan maka pertumbuhan ekonomi Yang Ada Juga Semakin Meningkat Jika Sektor Kesehatan Baik Maka Dapat Dikatakan Terciptanya Hidup Sehat Bagi Suatu Masyarakat Dan Dapat meningkatkan Sumber daya Manusia YangAda Tetapi Pembangunan Infrastkutur KesehatanJuga Tidak Sepenuhnya juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi TetapiAda Variabellain yang jugamempengaruhinya Takut VariabelPembangunan Infrastruktursektor pendidikandan usia .

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan penelitian etik dkk (2015),Dengan Judul Penelitian Pengaruh kualitas

sumber daya manusia dan infastruktur terhadap pertumbuhan investasi di galeri investasi BEI , Yangmenggunakan Metode kuantitatif metode dengan hasil penelitian variabel kesehatan berpengaruh positif dan secara statik Signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi . Yang Berbeda Dengan Hasil Penelitian Ialah Sektor kesehatan berpengaruh positif dan Signigikan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan Hasil Penelitian Yang Telah Peneliti Lakukan Dengan judul Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kota Makassar Maka Dapat diberikan kesimpulan Sebagai berikut :

1. Usia (X1), berpengaruh positif tetapi tidak signifikan hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi (sig) variable usia (X1) sebesar 0,396 > 0,05 dari Hasil Tersebut dapat Disimpulkan Bahwa H1ditolak yang berarti usia berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Makassar tahun 2014-2018.

2. Pendidikan (X2) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi (sig) variable pendidikan (X2) sebesar 0,737 > 0,05 Dari Hasil Tersebut Dapat Disimpulkan Bahwa H2ditolak Yang Berarti Pendidikan berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Makassar tahun 2014-2018.

3. Kesehatan (X3), berpengaruh positif tetapi tidak signifikan hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi (sig) variable kesehatan (X3) sebesar 0,546> 0,05, dari Hasil Tersebut Dapat Di dinaikkan Bahwa H3ditolak yang Berarti kesehatan berpengaruh tidak signifikan Terhadap pertumbuhan Ekonomi di Kota Makassar tahun 2014-2018

B. Saran

1. Bagi pemerintah

Di harapkan Agar

Pihak Pemerintah Melakukan Peningkatan kualitas sumber daya manusia, Menyiapkan Regulasi Yang Mendukung Kemudahan dalam pendidikan, serta penpenyusunan Potensi

Penelitian ini di lakukan dalam periode lima tahun 2014-2018 untuk itu peneliti dapat memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar dapat menambah priode waktu penelitian selanjutnya

2. Bagi Peneliti lain

65

Dengan adanya Hasil Penelitian Yang Didapatkan Oleh Peneliti Di harapkan Dapat dijadikan Sebagai Bahan Acuan Dan Referensi Dalam Melakukan Penelitian

Penelitian ini di lakukan dalam periode lima tahun 2014-2018 untuk itu peneliti dapat memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar dapat menambah priode waktu penelitian selanjutnya

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Ma’aruf. 2014. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Determinan dan Prospeknya, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. Volume 9, Nomor 1.

Arsyad, Lincolin. (1995). Pengantar dan Perancanaan Pembangunan Ekonomi Daerah Edisi pertama, BPFE. Yogyakarta

Boediono.2012. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 4, Teori Pertumbuhan Ekonomi, BPFE.Yogyakrta.

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan, 2020. Dalam Angka Berita Resmi

Fitrah. Analisis Pengaruh Tingkat Investasi, Belanja Pemerintah dan Tenaga Kerja Terhadap PDRB di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2001-2011.

IPM. Bps. go. Id.kota Makassar Pembangunan Manusia ..

Lincolin, Arsyad. 2015.Ekonomi Pembangunan, STIE YKPN. Yogyakarta.

Michael, Todaro. 2015. Pembangunan Ekonomi Di dunia Ketiga. akarta Erlangga Mulyadi. S, (2008) Ekonomi Sumber Daya Manusia

Nurul Huda, dkk. 2015.Ekonomi Pembangunan Islam. Cetakan ke-1.Prenadamedia Group Jakarta.

RahardjoAdisasmita. 2014. Pertumbuhan Wilayah dan Wilayah Pertumbuhan.Graha Ilmu, Yogyakarta.

---2013. Teori-Teori Pembangunan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan wilayah. Cetakan Pertama. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Said Sa’ad Marthon.2012.Ekonomi Islam Ditengah Krisis Ekonomi Global. Zikrul Hakim, Jakarta.

Sirait A. Robby.,(2006) Hubungan antara Pembangunan Manusia dengan Pertumbuhan Ekonomi jakarta.

Sirait A. Robby.,(2006) Hubungan antara Pembangunan Manusia dengan Pertumbuhan Ekonomi jakarta.

Dokumen terkait