• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

B. Metodelogi Penelitian

Penelitian ilmiah merupakan kegiatan untuk memperoleh kebenaran secara ilmiah yang dilakukan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Untuk memperoleh suatu kebenaran, suatu penelitian perlu menggunakan metode ilmiah yang tepat, agar hasil yang diperoleh benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai seorang peneliti, kita dituntut untuk dapat memilih dan menetapkan metode penelitian yang tepat. Metode penelitian yang kurang tepat dapat mengakibatkan hasil penelitian yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian.

Metodologi berasal dari kata “metode” yang berarti cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan “logos” yang berarti ilmu atau pengetahuan. Berikut ini akan

lv

penulis ketengahkan beberapa definisi mengenai metodologi penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu :

1. Menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2007: 1) menyebutkan bahwa

“Metodologi penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan”.

Pendapat tersebut mengandung maksud bahwa metodologi merupakan segala cara dan upaya yang ditempuh oleh seorang peneliti untuk mencapai tujuan penelitiannya. Cara dan upaya yang dimaksud bukanlah ditempuh dengan jalan yang asal-asalan, namun cara-cara tersebut merupakan penggunaan pikiran, metode atau paradigma yang ilmiah untuk mencapai tujuan suatu penelitian.

2. Hadari Nawawi (1995: 24) mengatakan bahwa ”Ilmu yang memperbincangkan tentang metode-metode ilmiah dalam menggali kebenaran pengetahuan disebut metodologi penelitian atau metodologi research”.

Maksud dari pendapat tersebut adalah bahwa semua ilmu yang mengatur dan membicarakan mengenai cara atau metode-metode ilmiah yang berfungsi untuk menggali adanya suatu kebenaran sebuah pengetahuan adalah disebut sebagai metodologi penelitian.

3. Menurut Winarno Surakhmad (1994: 131) “Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya untuk menguji hipotesis dengan menggunakan teknik serta alat- alat tertentu”. Sedangkan pengertian penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan”.

Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dalam rangka memecahkan suatu permasalahan yang sedang diteliti.

Dari ketiga pendapat tersebut diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa metodologi penelitian merupakan ilmu pengetahuan tentang prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencari sebuah kebenaran yang mencakup teknik-teknik yang digunakan dalam sebuah penelitian.

lvi

Winarno Surakhmad (1994 : 131) “menggolongkan penelitian menjadi tiga macam, yaitu :

1. Metode penelitian historis 2. Metode penelitian deskriptif 3. Metode penelitian eksperimental”.

Untuk lebih memperjelas pendapat tersebut, maka penulis dapat menguraikannya sebagai berikut :

1. Metode penelitian historis

Metode penelitian historis merupakan penelitian yang menerapkan metode pemecahan yang ilmiah dari perspektif historis suatu masalah. Metode ini merupakan sebuah proses yang meliputi pengumpulan dan penafsiran gejala, peristiwa ataupun menemukan gagasan yang timbul dimasa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna dalam usaha memahami situasi sekarang dan meramalkan perkembangan yang akan datang.

2. Metode penelitian deskriptif

Metode penelitian deskriptif merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada pada masa sekarang. Penyelidikan dalam metode ini dengan menggunakan teknik interview, angket, observasi. Bisa juga dengan menggunakan teknik tes, studi kasus, studi kooperatif atau operasional.

3. Metode penelitian eksperimental

Metode penelitian eksperimental dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk memperoleh suatu hasil. Tujuan eksperimental adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat. Dengan cara membandingkan peristiwa dimana terdapat fenomena tertentu.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif karena penelitian ini bermaksud menggambarkan sifat atau keadaan yang sementara sedang berjalan dan berusaha meneliti sejauh mana hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Penelitian ini tidak hanya berusaha menggambarkan suatu fenomena

lvii

yang sesuai dengan fakta yang ada tetapi juga mencari hubungan diantara variabel – variabel yang diteliti dengan cara menguji hipotesis. Adapun variabel tersebut adalah variabel bebas yang dalam hal ini adalah pola asuh orang tua yang diberi kode (X1) dan status sosial ekonomi yang diberi kode (X2) kemudian variabel terikat dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa yang diberi kode (Y).

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai metode deskriptif seperti berikut ini :

1. Moh. Nazir (1988 : 63) menyatakan “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”.

Maksud dari pendapat tersebut diatas adalah bahwa metode penelitian deskriptif adalah sebuah metode atau cara yang digunakan oleh seorang peneliti untuk mengetahui keadaan atau fenomena yang terjadi pada masa sekarang.

Fenomena tersebut dapat berupa manusia, benda ataupun peristiwa yang sedang terjadi.

2. Nana Syaodih Sukmadinata (2004 : 54) mengemukakan “Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena- fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau”.

Pendapat tersebut mengandung arti bahwa metode deskriptif adalah sebuah metode penelitian yang bermaksud atau memiliki tujuan untuk menggambarkan fenomena atau kejadian yang berlangsung pada saat ini atau waktu yang sudah lampau.

3. Sedangkan Saifuddin Azwar (2002 : 6) berpendapat “Metode deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan”.

Pendapat tersebut berarti bahwa metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang hanya melakukan deskripsi atau penggambaran sebuah fenomena,

lviii

menganalisis fenomena tersebut dan kemudian menyajikan hasil analisisnya secara sistematis sehingga mudah untuk dipahami.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif merupakan upaya untuk menggambarkan, menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis dari suatu objek atau sekelompok manusia pada kondisi peristiwa pada masa sekarang ataupun masa lampau. Peristiwa atau fenomena tersebut dapat berupa sikap manusia, hewan, benda ataupun sebuah kejadian itu sendiri. Tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan sifat dari suatu keadaan yang ada pada waktu penelitian dilakukan dan menjelajahi penyebab dari gejala-gejala tertentu.

Consuelo G Sevilla (1993: 88) menjelaskan bahwa keuntungan metode deskriptif diantaranya adalah bahwa metode ini banyak memberikan sumbangan pada ilmu pengetahuan melalui pemberian informasi keadaan mutakhir, membantu kita dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang berguna untuk pelaksanaan percobaan, dapat digunakan dalam menggambarkan keadaan-keadaan yang mungkin terdapat dalam situasi tertentu. Alasan lain digunakannya metode ini adalah karena data yang dikumpulkan dianggap sangat bermanfaat dalam membantu kita untuk menyesuaikan diri, atau dapat memecahkan masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Selain keuntungan metode deskriptif, Consuelo G Sevilla (1993: 89) juga menyebutkan kerugian metode deskriptif diantaranya adalah :

1. Ada kecenderungan untuk menyalahgunakan dalam pemakaiannya

Kesalahan dalam pemakaian metode deskriptif adalah adanya orang yang mempersepsikan bahwa dengan menggunakan metode deskriptif dapat menghindarkan kita pada penggunaan analisis statistik. Apabila hal ini terjadi maka penelitian kita tidak dapat diklasifikasikan sebagai penelitian, tetapi hanya merupakan kegiatan pengumpulan informasi saja dan bisa serta prasangka yang

lix

kita buat menjadi tidak jelas. Oleh karena itu, penelitian kita mengakibatkan generalisasi yang terlalu luas sehingga dapat dianggap tidak penting.

2. Penelitian tersebut memberikan informasi yang terbatas tentang pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Hal ini terjadi karena kita tidak dapat mengisolasi atau menekan variabel-variabel lain yang konstan, maka kita tidak bisa mengharapkan bukti nyata tentang sebab akibat mengapa fenomena tersebut dapat terjadi.

3. Motivasi subjek yang tidak konsisten. Hal ini berkenaan dengan kerja sama dari pihak responden. Sebagai peneliti kita perlu memastikan bahwa jawaban yang diberikan responden adalah dapat dipercaya. Hal ini tergantung pada perhatian, simpati, minat dan kerjasama para subjek penelitian.