• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain quasy

experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group yang melibatkan

dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol.

Bagan 2. Desain penelitian

Pretest Perlakuan Posttest

Keterangan:

01 : kelompok eksperimen 02 : kelompok kontrol

I : intervensi dengan temulawak O : tidak dilakukan intervensi B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah seluruh kumpulan atau gabungan kasus dimana peneliti tertarik untuk menelitinya sesuai kriteria yang ditetapkan dan dapat diakses untuk penelitian (Polit & Beck, 2012). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Negeri 4 Tanjung Pura yang mengalami dismenore sebanyak 32 orang.

Kelompok Eksperimen 01 I 01 Kelompok Kontrol 02 O 02

26

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari elemen populasi, yang merupakan unit paling dasar tentang data yang dikumpulkan (Polit & Beck, 2012). Dalam pemilihan sampel, peneliti membuat kriteria bagi sampel yang diambil. Kriteria inklusi yang menjadi responden yaitu:

1. Bersedia menjadi responden

2. Memiliki riwayat dismenore setiap haid

3. Sedang berada dalam masa hari pertama-kedua menstruasi. 4. Tidak mengkonsumsi obat pereda nyeri saat penelitian

Untuk menentukan besarnya sampel apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi (Arikunto, 2006). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling yaitu 32 responden (16 kelompok eksperimen dan 16 kelompok kontrol).

C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tanjung Pura. Sekolah tersebut dipilih karena adanya masalah yang terjadi pada siswi SMP Negeri 4 Tanjung Pura yaitu banyaknya siswi yang mengalami dismenore. Belum pernah dilakukan penelitian tentang efektivitas pemberian temulawak terhadap dismenore di SMP Negeri 4 Tanjung Pura.

27

2. Waktu

Penelitian ini dimulai dari bulan September 2015-Juli 2016 yang meliputi pengajuan judul, penelusuran pustaka, bimbingan proposal, seminar proposal, pengumpulan data, analisis data hingga sidang hasil penelitian.

D. Pertimbangan Etik

Peneliti memperhatikan syarat-syarat kelayakan penelitian dengan mempertimbangkan kaedah etik penelitian dan kelengkapan izin institusi pendidikan Fakultas Keperawatan. Setelah mendapat izin, kemudian peneliti mengirimkan surat permohonan melakukan penelitian kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tanjung Pura. Etika penelitian yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut:

1. Informed Consent

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan

responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan dari informed consent adalah agar subjek mengerti maksud, tujuan penelitian, dan mengetahui dampaknya. Jika subjek bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormatinya.

28

2. Tanpa Nama (Anonimity)

Masalah etika penelitian merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan. 3. Kerahasiaan (Confidentiality)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Etika penelitian ini bertujuan untuk menjamin kerahasiaan identitas responden,, melindungi dan menghormati hak responden untuk menolak penelitian dan diajukannya pernyataan persetujuan (informed consent) mengikuti penelitian seperti terlampir.

Sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti meminta izin kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tanjung Pura dengan menyerahkan surat permohonan melakukan penelitian yaitu pengambilan data dari Sekolah SMP Negeri 4 Tanjung Pura. Kemudian peneliti mendatangi calon responden di masing-masing kelas dan memberi penjelasan tentang tujuan dan manfaat penelitian, menjelaskan partisipasi responden, serta kerahasiaan data yang diperoleh. Untuk lebih menjelaskan responden maka pada pertanyaan di kuesioner, peneliti merubah

dismenore menjadi nyeri menstruasi agar responden mengerti dan lebih

29

Setelah diberikan penjelasan, peneliti kemudian memastikan bahwa responden benar-benar mengerti tentang penelitian yang akan dilakukan termasuk keuntungan dan kerugian menjadi subjek peneliti. Siswi akan diberikan lembar persetujuan dan diminta menandatanganinya. Jika responden tidak bersedia menjadi subjek penelitian maka responden berhak mengundurkan diri dari penelitian. Selanjutnya, pada kelompok kontrol akan diberikan teknik relaksasi setelah post-test, hal ini dilakukan agar kelompok kontrol tidak merasa dibedakan dengan kelompok intervensi.

E. Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dalam bentuk pertanyaan mengenai data demografi yaitu umur, suku, riwayat

dismenore ketika haid, faktor yang mempengaruhi bertambah dan berkurangnya

nyeri, skala nyeri, upaya penanganan nyeri yang dilakukan. Responden hanya menandai jawaban yang menurutnya tepat dengan tanda check list. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi instrumen kurang lebih 15 menit. Peneliti menggunakan lembar observasi sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengukur skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi yaitu skala nyeri Numeric

Rating Scale (NRS).

F. Validitas dan Reabilitas

Peneliti menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) sebagai instrumen penelitian yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya sehingga peneliti tidak lagi melakukan uji validitas dan reliabilitas.

30

G. Prosedur Pengumpulan Data

Proses-proses dalam pengumpulan data pada penelitian ini melalui beberapa tahap. Pengumpulan data dilakukan setelah peneliti mendapat surat izin penelitian dari Fakultas Keperawatan yang dilakukan di SMP Negeri 4 Tanjung Pura. Lalu peneliti mengajukan dan menyerahkan surat permohonan izin kepada pihak sekolah untuk mengadakan penelitian dan memohon kerja sama untuk kelancaran penelitian. Peneliti terlebih dahulu mencari dan menentukan responden yang menjadi sampel penelitian. Kemudian peneliti memberikan lembar persetujuan (informed consent) kepada responden sebagai bukti bahwa responden bersedia berpartisipasi menjadi sampel penelitian. Setiap responden memberikan kontak nomor yang bisa dihubungi agar responden dapat langsung memberitahu saat responden mulai merasakan dismenore.

Pada awal pertemuan, peneliti menjelaskan proses selama penelitian berlangsung. Peneliti memberikan lembar pengukuran NRS (Numeric Rating

Scale) untuk memilih salah satu angka dari skala tersebut sesuai dengan tingkat

nyeri yang dirasakan. Kemudian memberikan temulawak ketika responden mulai merasakan nyeri dismenore yaitu hari 2 hari sebelum menstruasi sampai hari kedua menstruasi pada pagi dan sore. Setiap kali setelah meminum temulawak, ditunggu responnya selama 30 menit kemudian responden memilih angka pada lembar NRS. Setelah itu, pemilihan skala nyeri NRS diambil rata-ratanya untuk mengetahui keefektivitasan temulawak.

31

H. Analisa Data

Kegiatan yang dilakukan peneliti dalam pengolahan data dibagi menjadi 6 tahap yaitu:

1. Editing

Editing adalah upaya memeriksa kembali kebenaran data atau formulir

kuesioner yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.

2. Coding

Coding merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka) terhadap data

yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel.

3. Sortir

Sortir merupakan memilih atau mengelompokkan data menurut jenis yang dikehendaki (klasifikasi data).

4. Entry data

Data entri adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau bisa dengan membuat tabel kontingensi.

32

5. Cleaning data

Cleaning data merupakan kegiatan memeriksa kembali data yang sudah

di-entry, apakah ada kesalahan atau tidak. Kesalahan mungkin terjadi pada saat

meng-entry data ke komputer. 6. Mengeluarkan informasi

Hasil penelitian yang telah dirumuskan dalam tujuan penelitian, membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan dan memperoleh kesimpulan.

Analisa data dilakukan secara 2 tahap yaitu: 1. Analisa Univariat

Analisa univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dismenore masing-masing responden yang diteliti dan melihat tingkat dismenore sebelum dan sesudah diberikan temulawak pada kelompok intervensi dan kontrol. Data penelitian adalah numerik, maka dicari mean, standard deviasi dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel.

2. Analisa Bivariat

Analisa bivariat untuk menguji efektivitas temulawak dalam menurunkan

dismenore. Dalam menganalisa data secara bivariat, pengujian data dilakukan

dengan menggunakan uji statistik independent sample t-test kelompok intervensi dan kelompok kontrol yakni membandingkan data sebelum dan sesudah diberikan temulawak pada kelompok intervensi serta membandingkan data sebelum dan sesudah tanpa pemberian intervensi sehingga diperoleh nilai mean perbedaan

33

Uji statistik t-independent komparatif digunakan untuk membandingkan kelompok intervensi dan kontrol. Data bersifat numerik dicari beda 2 mean standard deviasi. Taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Pedoman dalam menerima hipotesis: apabila nilai probabilitas (p) ‹ 0,05 maka Ha ditolak, apabila nilai probabilitas (p) › 0,05 maka Ha gagal ditolak. Data disajikan dalam bentuk tabel.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait