• Tidak ada hasil yang ditemukan

. Adapun jenis penelitian yang di gunakan penulis yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, data-data yang diperoleh dari penelitian

ini disampaikan atau disajikan dalam kalimat-kalimat dengan tetap

memperhatikan metode-metode penulisan ilmiah.

Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif agar dapat menghasilkan data yang lengkap melalui uraian mendalam tentang ucapan, tulisan yang diamati berkaitan dengan Efektivitas Bimbingan Pra Nikah Calon Pengantin di KUA Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang

B. Metode Penelitian

Secara etimologi, kata metode berasal dari bahasa Yunani methodos, yang berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Metode merupakan langkah-langkah praktis dan sistematis yang ada dalam ilmu-ilmu tertentu yang sudah tidak dipertanyakan lagi karena sudah bersifat aplikatif dan

sudah disepakati komunitas ilmuwan. 38 Secara definitif, terdapat beberapa

pengertian penelitian. Dalam Kamus Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji

suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.39 Penelitian (

38 Muhyar Fanani, Metode Studi Islam Aplikasi Sosiologi Pengetahuan Sebagai Cara Pandang,( Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2008), h. ix.

39

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,( Jakarta: Balai Pustaka, 2007), h. 1162-1163

research) berarti mencari, menjelajahi, dan menemukan makna kembali secara

berulang-ulang. Penemuan secara berulang-ulang dilakukan untuk membangun sebuah hukum, dalil, generalisasi, memvalidasi atau menguji teori yang sudah ada.40

.C. Deskripsi Penelitian

Bimbingan Pra nikah adalah pemberian bekal pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam waktu singkat kepada calon pengantin tentang kehidupan

rumah tangga/keluarga.Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan

pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga/ keluarga dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. serta dapat mengurangi angka perselisihan, penceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.

D. Sumber Data

Sumber data adalah subyek darimana data bisa diperoleh. Ada dua macam sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah data-data yang terkait langsung dengan obyek penelitian.41

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder adalah data-data pendukung.42

E Instrumen Penelitian

40 Sofyan A. P. Kau, Metode Penelitian Hukum Islam, ( Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2013), h.3

41

Sofyan A. P. Kau, Metode Penelitian Hukum Islam, h. 155

42

Instrumen dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini di butuhkan manusia sebagai peneliti karena manusia dapat menyusuaikan sesuai dengan keadaan lingkungan. Adapun instrumen yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Panduan observasi

Pedoman observasi berupa pengamatan peneliti secara langsung terkait situasi, kondisi, fakta tentang efektivitas bimbingan pra nikah yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang .

2. Pedoman wawancara

Pedoman wawancara yang berisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan pra nikah dan efektivitas dalam pelaksanaan bimbingan pra nikah.

3. Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan

sejumlah pertanyaan secara tertulis yang diberikan kepada

responden/informan dengan maksud untuk mendapatkan data yang akurat dan valid.

4. Acuan Dokumentasi

Acuan Dokumentasi berupa catatan tambahan khususnya dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan pra nikah dan wawancara.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian. Pada penelitian kali ini peneliti memilih jenis penelitian kualitatif maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan spesifik. Pengumpulan data dapat diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan/triangulasi.

1.Observasi

Observasi adalah pengumpulan data dengan melakukan

pengamatan langsung di KUA Kec. Enrekang Kab. Enrekang sebagai lokasi penelitian. Adapun yang di amati adalah pelaksanaan bimbingan pra nikah dan efektivitas dalam pelaksanaan bimbingan pra nikah

Sehingga peneliti dapat menentukan informan yang akan diteliti dan juga untuk mengetahui jabatan, tugas/kegiatan, alamat, nomor telepon dari calon informan sehingga mudah untuk mendapatkan informasi untuk kepentingan penelitian.

2. Wawancara

Ada empat bentuk wawancara: berstruktur ( structured interview),

semi-terstruktur (semi- structured interview), tidak terstruktur

( unstructured or focused interview) dan kelompok (group interview).43

Wawancara yang terstruktur (structured interview) adalah

wawancara yang dilakukan dalam bentuk questioner. Disini peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada responden dan meminta

43

respinden untuk menjawabnya. Pertnayaan biasanya dilakukan dalam bentuk pilihan jawaban. Jawaban yang disediakan lebih dari satu, sehingga responden memiliki banyak alternatif jawaban yang sesuai dengan apa yang diketahui dan dialami. Adapun wawancara tidak terstruktur ( unstructured or focused interview) adalah wawancara yang dilakukan dengan cara lebih terbuka (open-ended character). Dikatakan terbuka, karena pewawancara tidak terpaku pada apa yang tertuang di dalam pedoman wawancara. Pedoman wawancara dibuat agar wawancara terfokus dan mendalam. Karena itu, pewawancara dapat melakukan improvisasi, sementara responden tanpa beban dengan leluasa menyatakan pendapat dan keinginannya. Sementara wawancara kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap lebih dari seorang responden. Wawancara ini dimaksidkan untuk menggali disekitar masalah yang ingin diketahui secara terfokus. Karena itu, jawaban atas suatu masalah yang ditanyakan lebih dari satu jawaban. Keragaman jawaban ini meniscayakan penggalian lebih fokus dan dalam tentang masalah yang ingin diketahui. Selain wawancara kelompok, adapulanfokus diskusi kelompok ( focus

group discussion ). Fokus diskusi kelompokbiasanya dilakukan setelah

dilakukan wawancara secara individual (informan). Yaitu mereka yang pernah diwawancarai diundang dan dipertemukan dalam satu kelompok (group)

3.Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data dengan

mengajukan sejumlah pertanyaan secara tertulis yang diberikan kepada responden/informan dengan maksud untuk mendapatkan data yang akurat dan valid.

4. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Bahan-bahan yang dijadikan dokumentasi pada penelitian ini berupa foto-foto pada saat berlangsungnya wawancara.

G. Teknik Analisis Data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif yaitu penulis menganalisis data bentuk yang selanjutnya akan diinterpretasikan dalam bentuk konsep yang dapat mendukung pembahasan. Dalam menganalisis data tersebut, penulis menggunakan metode sebagai berikut:

1. Metode deduktif

Metode ini penulis menganalisis data dari yang umum ke yang

khusus. Dalam tulisan ini, peneliti memberikan penyajian data secara umum melalui sumber data yang telah dimbil dalam penelitian baik sumber data primer maupun sekunder.

2. Metode Induktif

Yakni mengenalisis data dari yang bersifat khusus kemudian

3. Metode komparatif

Yakni setiap data yang diperoleh baik umum maupun yang bersifat

khusus, selanjutnya dibandingkan kemudian ditarik satu kesimpulan. Penarikan kesimpulan yang diambil, diperoleh dari data primer maupun sekunder melalui metode deduktif dan metode induktif.

33

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait