Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu mengumpulkan data secara langsung dari lokasi penelitian.
Bentuk penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif. Penelitian diskriptif merupakan suatu penelitian yang diupayakan untuk memaparkan, menggambarkan, dan mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta dan sifat objek tertentu.57 Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipahami bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian langsung dengan menggunakan pengamatan terhadap orang dalam lingkungan hidupnya dan melakukan interaksi guna menafsirkan fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam penelitian ini yang akan diamati di lapangan adalah mengenai apa saja problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara daring di kelas VI A&B.
B. Lokasi Penelitian
Adapun yang menjadi lokasi tempat penulis untuk melakukan penelitian adalah di SD N 29 Koto Hilalang yang terletak di Jorong Koto Hilalang, Kenagarian Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa penulis menemukan permasalahan
57 Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Cet ke-10, h.100
yang perlu diteliti dan penyelesaian secara ilmiah yaitu problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring di SD N 29 Koto Hilalang.
C. Informan Penelitian
Infroman adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang situasi dan kondisi yang diteliti.58 Informan ada dua, yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci merupakan orang yang dijadikan informan pertama dalam penelitian. Dalam hal ini yang menjadi informan kunci dari penelitian ini adalah guru PAI dan siswa-siswi kelas 6 A&B di SD Negeri 29 Koto Hilalang. Sedangkan informan pendukung disebut juga informan tambahan.
Yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SD Negeri 29 Koto Hilalang.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian permasalahan diatas, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Observasi
Metode observasi ini yaitu melakukan penelitian dengan pengamatan dan pencatatan langsung secara sistematik, sesuai dengan fenomena yang diteliti, namun dalam arti yang luas, observasi tidak hanya berarti sebagai pengamatan langsung melainkan juga pengamatan tidak langsung melalui daftar pertanyaan (questionaire) dan uji (test).59
58 Burhan Bulgin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), h.92
59 Hasan Aedy dan Mahmudin A.S, METODOLOGI PENELITIAN, (Yogyakarta:
PENERBIT DEEPUBLISH, 2017), h.63
Berdasarkan hasil observasi, di lokasi penelitian peneliti melihat secara langsung proses pembelajaran yang dilakukan guru secara daring. Guru melakukan pembelajaran hanya dengan metode pemberian tugas kepada siswa, sedangkan tidak semua materi yang bisa diukur hanya dengn pemberian tugas saja.
2. Wawancara
Wawancara dapat diartikan sebagai suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara dalam penelitian kualitatif sifatnya mendalam karena ingin mengeksplorasi informasi secara holistic dan jelas dari informan.60 Wawancara dilakukan dengan melakukan proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan. Tanpa wawancara penelitian akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan bertanya langsung kepada responden.61
Dalam penelitian ini, maka peneliti melakukan wawancara tak terstruktur. Yang mana peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya ada yang telah peneliti sediakan dan ada yang tidak (responden bebas mengeluarkan pikiran, pandangan dan perasaan secara natural). Responden diberi pertanyaan kemudian peneliti mencatat datanya, alat bantu yang digunakan biasanya tape
60 Djam‟an Satori, dkk, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfbeta, 20110), h.130
61 Cholid Narbuko, Abu Achmadi, Metodologi Penelitian,(Jakarta: Bumi Aksara, 2015), Cet ke-15, h.83
recorder, gambar, dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
Wawancara tersebut ditujukan kepada guru pendidikan agama Islam karena disekolah ini guru pendidikan agama Islam hanya satu orang, kemudian ditujukan kepada siswa-siswi kelas 6 A&B yang peneliti pilih secara random.
Dalam wawancara, peneliti menggunakan teknik snowball sampling, yaitu wawancara berdasarkan petunjuk pertama, selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung, pewawancara berfungsi sebagai pengendali, agar proses wawancara tidak kehilangan arah.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian kualitatif merupakan “human instrumen” atau manusia sebagai informan maupun yang mencari data dan instrumen utama penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri sebagai ujung tombak pengumpul data (instrumen).62
Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data atau informasi dari objek penelitian, yaitu sebagai berikut:
1. Lembar observasi
Pedoman observasi adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap subjek.
2. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara ialah teknik pengumpulan data dengan melakukan dialog langsung dengan sumber, dan dilakukan secara tak terstruktur, dimana
62 Djam‟an Satori, dkk, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfbeta, 20110), h.90
responden mendapatkan kebebasan dan kesempatan untuk mengeluarkan pikiran, pandangan, dan perasaan secara natural.63 Namun dalam hal ini ada juga beberapa pertanyaan yang alternatif jawabannya sudah peneliti siapkan.
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, peneliti akan melakukan wawancara terhadap kepala sekolah, guru yang bersangkutan yaitu guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik yang peneliti anggap berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun atur secara sistematis catatan temuan penelitian melalui pengamatan dan wawancara untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang fokus yang dikaji dan menjadikannya sebagai temuan untuk orang lain, mengedit, mengklarifikasi, mereduksi, dan menyajikannya.64
Aktivitas dalam analisis data meliputi 3 tahap:
1. Tahap Reduksi Data
Reduksi data merupakan bentuk analisa yang mempertajam atau memperdalam dan menyortir data dengan mengambil hal-hal yang diperlukan dan membuang yang tidak diperlukan. Data yang diperlukan maksudnya, data yang dapat secara langsung digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau rumusan masalah. Sedangkan data yang tidak diperlukan adalah data yang
63 Djam‟an Satori, dkk, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfbeta, 20110), h.91
64 Tohirin, Metode Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling:
Pendekatan Praktis untuk Peneliti Pemula dan Dilengkapi dengan Contoh Transkrip Hasil Wawancara Serta Model Penyajian Data, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), Cet ke-3, h,141
tidak relevan dengan pokok kajian, data yang sama, atau data yang digolongkan sama.
Proses reduksi data dalam penelitian ini dapat peneliti uraikan sebagai berikut:
a. Peneliti merangkung hasil catatan lapangan selama proses penelitian berlangsung yang masih bersifat kasar atau acak ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
b. Peneliti meyusun satuan dalam wujud kalimat faktual sederhana berkaitan dengan fokus dan masalah. Langkah ini dilakukan dengan terlebih dahulu peneliti membaca dan mempelajari semua jenis data yang sudah terkumpul.
Penyusunan satuan tersebut hanya dalam bentuk kalimat faktual.
2. Tahap Penyajian Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasikan tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan mudah dipahami. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Selain itu, dengan adanya penyajian data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.
Penyajian data dalam penelitian ini, peneliti paparkan dengan yang bersifat naratif.
3. Tahap Verifikasi
Setelah dilakukan penyajian data, maka langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi, ini didasarkan pada reduksi data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi, apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan yang belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga diteliti menjadi jelas.65
G. Triangulasi Data
Peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertian triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian.
Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.
65 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung:Alfabeta,2015), h.246-253
Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda, untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah sebagai berikut:
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
2. Membandingkan hasil wawancara anatara dua informan.66
66 Lexi J Meleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), Cet. Ke-5, hal.178
59 BAB IV