1. Waktu Penelitian
Proses penelitian dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan dan persiapan instrumen, uji coba instrumen penelitian yang dilanjutkan dengan pengumpulan data lapangan sebagai kegiatan inti penelitian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Mai 2014
2.Tempat Penelitian
Penelitian ini di laksanakan di MI Persis Burungayun, Jalan Burungayun Indah RT 004/ RW 07 No. 01, Kel. Sukakarya, Kec.Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, 44191.
Alasan penulis memilih MI Persis Burunayun, Sukakarya, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat sebagai tempat penelitian adalah:
a. Sebagai tempat kelahiran penulis sehingga penulis mengetahui kondisi sekolah sebut.
b. Keadaan siswa yang masih kurang daya belajarnya, membuat penulis tertarik melakukan penelitian di MI Persis Burungayun.
c. Berdasarkan pengamatan penulis mengenai kondisi sekolah, penulis merasa tertarik untuk memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan bagi para siswa di MI Persis burungayun
d. Penulis menginginkan MI Persis Burungayun lebih maju dan setara dengan sekolah umum lainnya.
B.Variabel Penelitian
Sutrisno Hadi mendefinisikan variabel sebagai gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin karena jenis kelamin mempunyai variasi: laki-laki –
perempuan; berat badan, karena ada berat 40 kg, dan sebagainya. Gejala adalah objek penelitian, sehingga variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.38 Jadi variabel merupakan objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
Dalam penelitian “Pengaruh Pembelajaran Akidah akhlak Terhadap perilaku
Siswa”. Selanjutnya sebagai variabel penelitiannya adalah Pembelajaran Akidah akhlak (variabel bebas) dan peilaku Siswa (variabel terikat). Agar lebih jelas dapat di perhatikan sesuai dengan diagram di bawah ini:
Diagram 1
Pengaruh Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Perilaku Siswa di
MI Persis Burungayun Sukakarya Banyuresmi Garut
38 . Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif ,( Bandung: Alfabetath 2008) hlm
80
Pembelajaran Akidah Akhlak
( Variabel X )
Proses belajar mengajar dalam mata pelajaran aqidah Akhlak
Perilaku Siswa (Variabel Y )
a. Hubungan individu dengan Allah di antaranya Shalat dan shaum. b. Hubungan Manusia dengan sesama
anatara lain berbuat baik kepada orang tua, berbuat baik kepada
C. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi merupakan sumber data penelitian atau objek penelitian yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya.39 Populasi yang di jadikan penelitian dalam skripsi ini adalah Siswa MI Persis Burungayun Banyuresmi Garut yang berjumlah 143 Siswa.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh populasi tersebut, sampel ini di gunakan karena peneliti tidak mung kin mempelajari semua yang ada pada populasi di sebabkn dengan berbagai keterbatasan penulis. Populasi yang penulis teliti sifatnya homogen artinya populasi yang tidak banyak karakteristik maka sampel yang penulis tentukan adalah 45 % dari jumlah populasi.
c. Tehik Penarikan Sampel
Untuk menentukan sampel yang akan di gunakan dalam penelitian, terdapat berbagai tehik pengambilan sampel. Secara garis besar tehnik pengambilan sampel di bagi menjadi dua: yaitu Probabiliti Sampling dan non Probability Sampling. Probability sampling artinya tehnik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk di pilih
39 Sugiono. Op Cit hlm 81
guru, berbuat baik kepada teman, dan berbuat baik kepada diri sendiri.
c. Hubungan manusia dengan alam sekitar seperti menjaga kebersihan, dan memelihara tanaman dan tumbuhan.
menjadi sampel sedangkan non probability adalah kebalikannya.40 Berdasarkan pembagian tehnik yang meliputi Probability sampling maka penulis menggunakan tehik Simple Random Sampling, maksudnya pengambilan sampel di lakukan secara acak tanpa memperhatiakan strata yang ada dalam populasi tersebut. Di samping itu populasinya pun bersifat homogen.
Untuk lebih jelasnya tehik pengambilan sampel dapat di jelaskan sebagai berikut :
Jumlah Siswa 143 : 45 % = 65, 65 : 140 = 0.45. 0,45 di kali seluruh siswa tiap kelas untuk lebih jelasnya bisa di lihat keterangan di bawah ini:
N o Kelas
Jenis Kelamin Jumlah
Laki – Laki Perempuan
Populasi Sampel Populasi Sampel Populasi Sampel
1 I 16 7 22 10 38 17 2 II 17 8 20 9 36 17 3 III 14 6 21 10 35 16 4 IV 18 8 16 7 33 15 Jumlah 65 29 79 35 143 65 C.Metode Penelitian
Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, bila di lihat dari tingkat ke alamiahannya ( setting ) ada tiga metode penelitian yaitu penelitian eksperimen, survey dan naturalistik ( kualitatif ).41 Penelitian eksperimen di lakukan di laboratorium sedangkan penelitian naturalistik di lakukan pada kondisi yang alamiah. Dalam penelitian eksperimen ada perlakuan ( treatment ) sedangkan dalam penelitian naturalistik tidak ada perlakuan. Dengan demikian metode
40. Ibid., hlm., 77
eksperimen dapat di artikan sebagai metode yang di gunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
Berdasarkan jenis – jenis penelitian seperti tersebut di atas, maka dapat di kemukakan di sini bahwa, yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah meode eksperimen dan survey, sedangkan yang termasuk dalam metode kualitatif yaitu metode naturalistik.
Penelitian yang penulis lakukan adalah jenis penelitian akademik sebagai sarana edukatif yang lebih dominan meneliti nilai pengaruh tertentu terhadap yang lainnya, dengan demikian dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif inferensial non parametris dengan menggunakan pendekatan statistik spearmen corelation. Metode ini penulis gunakan karena data yang di gunakan adalah data nominal.
D.Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
1. Angket atau Kuesioner (Questionnaires)
Menurut Suharsimi Arikunto kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Angket ini disebarkan kepada sampel penelitian yang berjumlah 65 siswa, dengan tujuan untuk memperoleh data tentang Pembelajaran akidah akhlak dan perilaku Siswa di MI Persis Burungayun Garut
Adapun pengambilan data untuk variabel X dan variabel Y adalah bentuk angket atau kuesioner ini berupa angket tertutup, karena responden tinggal memilih jawaban yang tersedia berdasarkan alternatif jawaban yang ada. Dengan pensekorannya sebagai berikut:
Jawaban a = 4, b = 3, c = 2, d = 1.
2. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Teknik dokumentasi pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang gambaran umum MI Persis Burungayu seperti sejarah berdirinya sekolah,
letak geografis, visi misi dan tujuan sekolah, keadaan sarana dan prasarana, keadaan guru dan non guru, keadaannn siswa, kurikulum yang digunakan, dan struktur organisasi
3. Observasi
Observasi adalah pengamatan terhadap objek yang akan dicatat datanya, dengan persiapan yang matang, dilengkapi dengan instrumen tertentu.42 Observasi dapat dikatakan pula proses pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung ke lokasi untuk mencari data yang relevan.
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument. Format yang di susun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang menggambarkan akan terjadi.43
Dalam hal ini peneliti mengadakan observasi langsung yaitu mengadakan pengamatan secara langsung ke MI Persis Burungayun Banyuresmi untuk mengamati keadaan Madrasah/Sekolah, guru-guru, siswa, fasilitas yang dimiliki dan struktur organisasi yang dimiliki oleh MI Persis Burungayun Banyuresmi.
E.Teknik Analisis Data
1. Analisis Parsial
Analisis masing-masing variabel baik variabel X atau Y secara terpisah diantarannya menganalisis rata-rata perindikator dengan menggunakan rumus
n
fx
X
Kemudian menginterpretasikan kedalam skala lima absolut sebagai berikut 0,50 – 1,50 = Sangat Rendah 1,51 – 2,50 = Rendah 2,50 – 3,50 = Sedang 3,51 – 4,50 = Tinggi 4,51 – 5,50 = Sangat Tinggi
42 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada,
2006), Cet. 16, hlm., 29
43Suharsimi Arikunto, Prosedur Penlitian Suatu Pendekatan Praktik,(Jakarta: Rineka
2. Analisis korelasi
Tehnik analisa data dalam penelitian ini penulis menentukan langkah –
langkah sebagai berikut ;
1. Menghitung koefisien korelasi dengan menggunakan rumus statistik spearmen
1
6
1
2 2 1n
n
b
r
Menetapkan interpretasi koefisien korelasi dengan kriteria 0,81 s/d 0,100 = Korelasi Sangat tinggi
0,61 s/d 0,80 = Korelasi Tinggi
0,41 s/d 0,60 = Korelasi Sedang / Cukup 0,21 s/d 0,40 = Korelasi Rendah
0,00 s/d 0,20 = Tidak ada korelasi44 2. Menghitung t hitung dengan rumus
2 1 2 r n r t F. Hipotesis Stastistik
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.45 Setiap hipotesis mempunyai dua kemungkinan yaitu bisa benar dan bisa salah. Oleh karena itu sebelum hipotesisi di terima atau di tolak maka perlu di adakan penelitian atau yang di sebut dengan pengujian hipotesis.
Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu pengaruh pembelajaran aqidah akhlak sebagai variabel pertama atau variabel bebas, dan perilaku siswa sebagai variable kedua atau variable terikat. Berdasarkan pemikiran-pemikiran sebelumnya dapat di identifikasi secara teoritik dan di tarik asumsi perilaku siswa tidak dapat di lepaskan dari keseharian siswa-siswanya. Beranjak dari asumsi dasar tersebut maka hipotesis dari penelitian ini “ semakin baik pembelajaran
akidah Akhlak di sekolah maka semakin baik pula perilaku siswa “.
44 Suharsimi Arikunto. Of Cit., hlm 24
Dan sebaliknya semakin buruk pembelajaran akidah akhlak siswa maka semakin buruk pula perilaku siswa.
Untuk menguji hipotesis tersebut akan di tes hipotesis niol ( Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan atau pengaruh yang signifikan antara Pembelajaran aqidah akhlak terhadap perilaku siswa di sekolah. Secara statistik dengan mendasar pada taraf signifikan pengujian ini menggunakan rumus sebagai berikut :
Jika t hitung > t table maka hipotesis nol ( Ho ) di tolak dan Ha diterima Jika t hitung > t table maka hipotesis nol ( Ho ) di terima dan Ha di tolak 3. Pengujian hipotesis
Jika t.o< t table berarti Ho di terima dan Ha di tolak Jika t.o> t table berarti Ho di tolak dan Ha di terima
38
BAB IV
HASIL PENELITIAN TENTANG PENGARUH PEMBELAJARAN