3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
3.1.1 Gambaran Umum Jalan Stasiun
Luas wilayah Jalan Stasiun Pangkalan Brandan adalah 6ha/m2. Jalan Stasiun termasuk dalam Kelurahan Brandan Timur Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Profinsi Sumatera utara. Luas wilayah Kelurahan Brandan Timur ialah 27 ha/m2. Lokasi penelitian yang peneliti lakukan terletak di Jalan Stasiun yang merupakan salah satu lingkungan dari lima lingkungan yang ada di kelurahan Brandan Timur.
Secara geografis, kelurahan Brandan Timur berbatasan dengan : 1. Sebelah Utara berbatasan dengan sei Bilah Barat
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Brandan Timur Baru 3. Sebelah Barat berbatasan dengan Brandan Barat
4. Sebelah Timur berbatasan dengan Sei Bilah Timur
Jalan Stasiun adalah jalan yang menghubungkan Jalan Mesjid dan Jalan Imam Bonjol. Panjang Jalan Stasiun 500m. Disepanjang Jalan Stasiun terdapat rumah-rumah penduduk dan beberapa kedai makanan. Menjelang pemilihan calon anggota legislatif, di pinggir jalan tersebut dipasangi iklan-iklan kampanye para calon anggota legislatif yang bentuknya beraneka ragam.
3.1.2 Keadaan Penduduk
Sumatera Utara (Sumut) merupakan provinsi yang jumlah penduduknya cukup besar, sehingga menempati urutan keempat se-Indonesia dalam sektor jumlah penduduk. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Suharno mengatakan, jumlah penduduk di Indonesia tercatat setiap tahunnya mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jumlah penduduk Sumatera Utara selama tahun 2012 tercatat sebanyak 13.215.401 jiwa, sehingga dalam hal ini
provinsi Sumatera Utara meraih posisi keempat setelah Jawa Barat mencapai 40,92 juta orang, Jawa Timur 37,09 juta orang, dan Jawa Tengah sebanyak 32,63 juta orang (sumut.bps.go.id).
3.2 Metodologi Penelitian 3.2.1 Metode Penelitian
Penelitian Kuantitatif merupakan sebuah penyelidikan tentang masalah sosial berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel yang diukur dengan angka dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah generalisasi prediktif teori tersebut benar (Silalahi, 2009:77). Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan tujuan untuk meneliti hubungan atau pengaruh sebab akibat antara dua variabel. Keuntungan metode ini adalah kemampuannya memberikan bukti nyata mengenai hubungan sebab akibat yang langsung bisa dilihat (Krisyantono, 2008 :62).
Pengertian lain dari metode korelasional (correlational study), sebagai riset yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Perbedaan utama dengan metode lain adalah adanya usaha untuk menaksir hubungan, dan bukan sekedar deskripsi (Umar, 2003: 44).
Jadi, metode korelasional sebagai upaya untuk menaksir hubungan bukan hanya menggambarkan variabel penelitian yang ada. Untuk mengetahui tingkat hubungan variabel-variabel dalam penelitian, tentang pengaruh baliho terhadap tingkat keingintahuan dan perilaku politik masyarakat di Jalan Stasiun, Kecamatan Babalan, Kota Pangkalan Brandan, dengan pertimbangan bahwa masyarakat adalah individu yang aktif, yang mampu menentukan pilihan mereka masing-masing, media hanya sebagai sumber informasi, dengan efek terbatas (limited effect).
Metode korelasional digunakan untuk mengukur hubungan dianatara berbagai variabel, meramalkan variabel tak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel bebas, mempermudah cara untuk membuat rancangan eksperimental.
Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan menggunakan metode korelasional, maka metode ini dapat diarahkan untuk menganalisis apakah hubungan antara iklan baliho calon anggota legislatif pada Pemilu 2014 dan tingkat keingintahuan masyarakat serta perilaku politik masyarakat di Jalan Stasiun Pangkalan Brandan.
3.2.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Jalan Stasiun, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kota Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Sementara penelitian ini dilakukan pada bulan April 2014 sampai Juni 2014.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi
Populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek tersebut dapat menjadi sumber penelitian (Bungin,2005:100). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Jalan Stasiun Kelurahan Brandan Timur Kota Pangkalan Brandanyang terdaftar di KPU sebagai pemilih aktif pada pemilihan calon anggota Legislatif yang diadakan pada 9 April 2014 sebanyak 70 orang dengan perincian 29 laki-laki dan 41 perempuan( sumber : Kantor Kelurahan Brandan Timur ).
3.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010 : 134). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan sampel adalah bagian dari populasi yang hendak diteliti dan mewakili akrakteristik populasi. Apabila populasi kurang dari 100 maka sampel yang hendak diambil adalah semuanya. Jadi, berdasarkan data yang diperoleh peneliti, jumlah pemilih di Jalan Stasiun adalah 70 orang, sehingga sampel yang diambil juga berjumlah 70 orang.
3.3.3 Teknik Penarikan Sampel
Berdasarkan teori di atas maka teknik penarikan sampling yang di lakukan ialah dengan mengambil seluruh populasi yang berjumlah 70 orang menjadi sampel.
3.4 Teknik Pengumpulan Data 1. Penelitian Kepustakaan
Dilakukan dengan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung referensi penelitian. Dalam hal ini penelitian dilakukan dengan membaca buku-buku, jurnal dan internet yang sesuai dengan masalah yang dibahas sehingga dapat mempermudah dalam penelitian
2. Penelitian lapangan
Merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara mensurvei dilokasi penelitian. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-Kuesioner
adalah daftar pertanyaan yang dikirimkan kepada responden , baiksecara langsung atau tidak langsung (melalui pos atau perantara).
Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, yaitu sejumlah pertanyaan yang telah ada jawabannya, jadi responden hanya perlu mencontreng atau memilih jawaban saja.
3.5 Teknik Analisis Data a. Analisa Tabel Tunggal
Analisa tabel tunggal adalah suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagi variabel kedalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi.
Tabel tunggal merupakan awal dalam menganalisa kolom yang terdiri dari sejumlah frekuensi dan presentase untuk setiap kategori (Singarimbun, 2008 :266). Data-data yang terkumpul diproses sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, kemudian ditabulasi dan dianalisis, selanjutnya peneliti akan melakukan pembahsan dan menginterpretasikannya.
b. Analisa Tabel Silang
Merupakan tehnik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui apabila variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lain.
Analisis tabel silang juga merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya sehingga dapat diketahui apakah variabel ersebut bernilai positif atau negatif (Singarimbun: 2008:273).
c. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Analisis hubungan adalah analisis yang menggunakan uji statistik inferensial dengan tujuan melihat derajat hubungan di antara dua variabel. Kekuatan hubungan menunjukkan derajat hubungan ini disebut koefisien asosiasi (korelasi).
BAB IV