Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah product placement (Variabel X) dan sikap mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas merek Gery Chocolatos (VariabelY)
2.Definisi Operasional Variabel
Pengertian definisini operasional yang akan diteliti merupakan suatu cara mempermudah pengukuruan variabel penelitian. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan batasan-batasan pada obyek yang akan diteliti. Defenisi operasional yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel bebas ( X )
Varibel bebas dalam penelitian ini adalah Product Placement. Product placement adalah sebuah cara untuk meningkatkan promosi sebuah
produk atau jasa dengan menampilkan produknya dengan kesan bahwa keberadaan produk tersebut seolah-olah menjadi bagian dari cerita film dan acara televisi. Variabel ini diukur dengan menggunakan 4 indikator, yaitu:
1. Media yang digunakan
2. Pesan yang disampaikan melalui product placement 3. Daya tarik promosi menggunakan product placement 4. Paham terhadap product placement
b. Variabel terikat (Y)
Varibel terikat dalam penelitian ini adalah Sikap atas merek. Sikap atas merek adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. Sikap atas merek meliputi komponen kognitif (kognisi) merek, afeksi (afektif) merek, konatif merek.
1)Kognisi merek
Kognisi merek (kognitif) berhubungan dengan pengenalan, pengetahuan dan kepercayaan atribut pada merek. Pada saat konsumen menerima rangsangan sebuah iklan maka proses psikologi internal akan bekerja yang dihubungkan dengan pengaktifan indera
2)Afeksi merek
Afektif memberikan tanggapan tentang perasaan terhadap objek dan atributnya atau emosi konsumen mengenai obyek sikap. Komponen
afektif ini dapat beragan ekspresinya mulai dari rasa sangat tidak suka atau sangat tidak senang hingga sangat suka atau sangat senang.
3)Konatif merek
Konasi (konatif) berkenaan dengan untuk melakukan suatu tindakan dan minat berkenaan dengan obyek sikap. Jadi komponen ini bukan perilaku nyata, namun masih berupa keinginan untuk melakukan suatu tindakan.
Berdasarkan defenisi operasional yang dikemukakan sebelumnya, maka peneliti merumuskan variabel sebagai berikut:
Tabel 1.2
Operasional Variabel Penelitian
Variabel Pengertian Indikator Skala
ukur Product Placement (X) Aktivitas komunikasi pemasaran dengan mempromosikan sebuah merek melalui film, program-program TV, dan berbagai media
entertainment lainnya.
a.Media yang digunakan b. Pesan yang
disampaikan melalui product placement c. Daya tarik promosi
menggunakan product placement d.Paham terhadap product placement Likert Sikap atas Merek (Y) Kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten, yang meliputi kognitif (kepercayaa), afektif (evaluasi), konatif (tindakan) 1.Kognisi merek a. Pengetahuan atribut merek b. Pengenalan atibut merek c. Kepercayaan atibut merek 2. Afektif merek a. suka b. bersimpatik c. perhatian 3. Konatif merek a. niat membeli b. akan mengkonsumsi Likert
Sumber: Belch(2004),mowen (2001) diolah peneliti 3.Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel yang digunakan penulis dalam proses pengelolaan data adalah dengan menggunakan Skala Likert, dimana responden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan mengenai berbagai pertanyaan mengenai perilaku, obyek, orang atau kejadian. Pada penelitian ini responden memilih salah satu jawaban yang tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Skor responden kemudian dijumlahkan dan jumlah
ini merupakan total skor. Total skor inilah yang ditafsirkan sebagai posisi responden dalam skala likert (Sugiyono, 2008:132)
Kriteria pengukuran adalah sebagai berikut : Sangat setuju : diberi skor 5
Setuju : diberi skor 4 Kurang setuju : diberi skor 3 Tidak setuju : diberi skor 2 Sangat tidak setuju : diberi skor 1 4. Tempat dan Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara. Waktu penelitia ini dari bulan Mei- Juni 2010.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi
Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan (Kuncoro, 2003:108). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara yang menonton acara TV Take Me Out Indonesia.
a. Sampel
Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro, 2003:108). Menurut Supramono dan Haryanto (2003:63) alternatif formula yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel pada populasi yang sulit diketahui (unidentified) adalah sebagai berikut:
Zα = Z tabel dengan tingkat signifikan tertentu
P = proporsi populasi yang diharapkan memiliki karateristik tertentu q = ( 1- p), Proporsi pupulasi yang diharapkan tidak memiliki krateristk
tertentu
d = tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi.
Berdasarkan hasil pra survey terhadap 20 orang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, diketahui 17 orang atau sekitar 85% memiliki karateristik yang sesuai dengan teknik pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling, yaitu mengambil sejumlah responden yang memiliki kriteria tertentu. Kriteria sampel yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Menyenangi dan mengikuti acara Take Me Out Indonesia minimal 5 kali. 2. Menyadari dan mengetahui adanya Product Placement dalam acara Take
Me Out Indonesia.
Penetapan jumlah sampel dengan tingkat signifikan 5% dan tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 5 % adalah sebagai berikut:
2 2 5 15 . 85 ) 67 , 1 ( = n = 142,2= 142 ( pembulatan)
6. Jenis Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu: a. Data Primer
Data yang diperoleh langsung dari responden terpilih pada lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain diluar tujuan penelitian ini. Analisis data sekunder yang relevan dengan topik penelitian diambil melalui:
1. Studi kepustakaan buku-buku yang memberikan masukan teori 2. Penelitian terdahulu yang dipublikasikan melalui website
3. Jurnal-jurnal perilaku konsumen dan psikologi yang diperoleh dari internet
7. Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dala penelitian ini adalah: a. Kuesioner
Daftar pertanyaan diberikan kepada Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara yang telah ditetapkan menjadi sampel atau responden penelitian.
b. Studi Pustaka
Yaitu pengumpulan data denga menggunakan data dari buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan penelitian.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas
1. Uji Validitas
Uji ini dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Pengujian validitas instrumen dengan menggunakan program SPSS 15.0 for windows, dengan kriteria sebagai berikut :
a. Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
b. Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan tingkat kepercayaan alat ukur. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel (Situmorang, 37:2008). Pengujian dilakukan dengan program SPSS 15.0 for windows. Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut :
a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali, 2005), atau nilai Cronbach Alpha > 0,80 (Kuncoro, 2003), maka pertanyaan tersebut dinyatakan reliabel.
b. Jika nilai Cronbach Alpha < 0,60 (Ghozali, 2005), atau nilai Cronbach Alpha < 0,80 (Kuncoro, 2003), maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak reliabel.
Uji validitas dan reabilitas akan dilakukan di pada 40 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, yang pernah menonton acara Take Me Out Indonesia minimal 5 kali
9. Metode Analisis Data
a. Metode Analisis Deskriptif
Analisia deskriptif dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menginterprestasikan data sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang sedang dihadapi dan hasil perhitungan.
b. Analisis Regresi Linier Sederhana
Metode analisis regresi linier sederhana berfungsi untuk mengetahui pengaruh/hubungan anatara variabel bebas (product placement) dan variabel terikat (sikap audience atas merek). Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS versi 15,0 untuk mendapatkan hasil yang lebih terarah. Rumus perhitungan persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut:
Y= a + bX+ e
Dimana:Y = Sikap atas merek X = Product placement a = Nilai intercept (konstanta) b1 = Koefisien arah regresi e = Standar error
c. Uji Hipotesis
1.Uji Signifikansi Parsial (Uji - t)
Uji - t menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat.
H0 : b1 = 0
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu product Placement terhadap variabel bebas Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas merek Gery Chocolatos (Y).
Ha : b1≠ 0
Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu Product Placement terhadap Sikap Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara atas Merek Gery Chocolatos (Y).
Kriteria pengambilan keputusan :
H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5 % Ha diterima jika thitung > ttabelpada α = 5 % 2. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika R2
semakin mengecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti akan meningkat tidak peduli variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
BAB II
URAIAN TEORITIS