• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

METODOLOGI PENELITIAN

3. 1 Tempat Penelitian

Penelitian terdiri dari dua tahap. Untuk tahap pertama yaitu pengambilan data untuk penelitian konduktifitas thermal, dilaksanakan di Laboratorium Fenomena Dasar Mesin UMY. Dan untuk pengmbilan data perpindahan kalor dilaksanakan di Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa Pusat Studi Ilmu Teknik (PSIT) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

3. 2 Bahan Penelitian

· Partikel nano Al2O3 (Aluminium Oxide)

- Spesifikasi (Sigma Aldrich) :

· Kadar logam : 99,8% logam sebagai kandungan utama

· Bentuk : Partikel nano

· Ukuran partikel : 13 nm

· Densitas : 4 g/cm3

· Prophylene Glycol

Gambar 3.1. Prophylene glycol · Alcohol 95%

3. 3 Alat Penelitian a. Penukar kalor

Gambar 3.2. Gambar penukar kalor

Spesifikasi penukar kalor :

· Konstruksi : penukar kalor tabung melingkar · Bahan pipa (tube) : terbuat dari stainless steel

Gambar 3.3. Gambar pipa stainless steel · Dimensi

- panjang : 1.200 mm

- diameter dalam : 5 mm

- diameter luar : 6,3 mm

· Arah aliran : searah

· Sistem dilengakapi dengan pendingin yang akan mendinginkan fluida nano yang keluar dari seksi uji. Pendingin diletakkan dalam tangki yang dialiri air untuk mendinginkan

Gambar 3.4. Pendingin

· Penghantar pemanas menggunakan kawat nikelin 1 mm yang dililitkan pada pipa stainless steel dengan dibungkus oleh isolator.

Gambar 3.5. Nikelin dililitkan pada pipa dengan dibungkus isolator

· Untuk menahan agar panas tidak keluar, seksi uji dibungkus dengan isolator, kemudian dibungkus kembali dengan aluminium foil sebagai lapisan paling luar.

b. Termokopel

Untuk mengukur temperatur, digunakan termokopel tipe-K. Tipe K [Chromel

(Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy)] tersedia untuk rentang suhu °C

hingga ± 1.200 °C. Termokopel ini dipasang pada sisi masuk dan keluar tabung (untuk mengukur temperatur fluida nano masuk dan keluar tabung), pada dinding luar tabung 5 buah (untuk mengukur temperatur dinding tabung). Pemasangan termokopel dilem menggunakan lem araldite yang terdiri dari pengeras (hardener) warna merah dan resin (warna putih) untuk keluar dan masuk tabung, sedangkan untuk dinding tidak dilem, melainkan dengan aluminium foil yang direkatkan

Gambar 3.6. Konektor termokopel dan termokopel tipe-K.

c. Thermocouple reader

Alat ini digunakan untuk menunjukkan temperatur yang diukur oleh termokopel.

Gambar 3.7. Thermocouple reader

commit to user

d. Regulated Power Supply

Digunakan sebagai daya untuk memanaskan seksi uji.

Gambar 3.8. Regulated Power Supply

e. Temperature Controller dan Contactor

Digunakan untuk membatasi keluaran suhu agar tidak terjadi pemanasan berlebih pada seksi uji. Temperature controller dihubungkan dengan contactor atau relay untuk memutus atau menyambung arus listrik yang diatur oleh temperature controller.

(a) (b)

Gambar 3.9. (a) Temperature Controller (b) Contactor

f. Pompa

Pompa yang digunakan sebanyak tiga buah, yaitu:

Satu buah pompa yang digunakan untuk memompa fluida nano dari tangki penampung masuk ke dalam alat penukar kalor.

Dua buah pompa pendingin untuk mengalirkan air yang digunakan untuk mendinginkan fluida.

g. Tangki penampung

Tangki penampung terdiri dari 3 tangki:

· Tangki pertama digunakan untuk menampung fluida nano sementara sebelum masuk penukar kalor.

· Tangki yang kedua untuk menampung bagian air pendingin fluida setelah keluar saluran

· Dan yang terakhir sebagai bak penampung air yang digunakan untuk mendinginkan bagian pendingin.

(a) (b) (c)

Gambar 3.10. Tangki penampung (a) untuk fluida nano, (b dan c) untuk air

h. Stopwatch

Stopwatch digunakan untuk mengukur selang waktu yang diperlukan untuk menampung fluida nano keluar dari penukar kalor dalam jumlah tertentu dengan menggunakan gelas ukur

· Stop kran

Stop kran ini dari bahan tembaga yang digunakan untuk mengatur debit aliran air. Sedangkan cara penggunaannya dengan cara diputar untuk mengatur debit yang akan diinginkan.

· Magnetic Stirrer

Digunakan untuk mencampur dan memanaskan fluida dasar Prophylene Glycol dengan partikel nano

Gambar 3.11. Magnetic Stirrer · Ultrasonic Vibrator

Digunakan sebagai pencampur lanjutan untuk fluida nano yang telah dicampur terlebih dahulu pada Magnetic Stirrer agar mendapat campuran yang lebih baik dan stabil.

Gambar 3.12. Ultrasonic Vibrator · Timbangan Digital

Digunakan untuk menakar dan menimbang partikel nano yang akan dicampurkan.

· Gelas Beaker dan Gelas Ukur

Sebagai penakar fluida yang akan dicampurkan pada Prophylene Glycol, serta digunakan untuk mengetahui debit aliran yang keluar dari alat uji.

· Thermal Conductivity of Liquid and Gases

Digunakan untuk melaksanakan pengujian untuk mendapatkan data yang nantinya akan digunakan pada perhitungan untuk mendapatkan nilai konduktifitas termal dari fluida nano

Gambar 3.15. Thermal Conductivity of Liquid and Gases.

3. 4 Prosedur Penelitian

Peralatan penelitian terdiri dari tiga sistem, yakni sistem pengukuran, sistem lintasan fluida nano dalam pipa, dan lintasan fluida pendingin. Lintasan fluida dalam pipa merupakan sebuah lintasan tertutup. Fluida nano yang berada dalam tangki penampung fluida nano digerakkan oleh pompa air melewati bagian pipa stainless, mengalir melewati seksi uji dan kembali ke tangki penampung fluida nano. Pemanas yang merupakan lilitan nikelin dikontrol dengan temperature controller untuk mempertahankan temperatur pada pipa stainless agar tidak terjadi pemanasan berlebih yang mengakibatkan lilitan nikelin putus. Lintasan fluida pendingin adalah lintasan terbuka. Aliran air dingin menggunakan dua buah pompa akuarium dan dua buah tandon air, di mana aliran air dingin berasal dari tandon air dingin utama menuju ke tandon pendingin. Air dingin yang

keluar dari tandon pendingin kembali ke tandon air dingin utama. Berikut adalah skema alat yang akan digunakan.

Gambar 3.16. Skema alat

3. 5 Tahap Persiapan

Tahap pertama adalah tahap pembuatan dari fluida nano. Berikut adalah proses yang akan dilakukan untuk membuat campuran fluida nano dari

Prophylene Glycol dan partikel nano Al2O3.

1. Menakar dan menimbang partikel nano sesuai variasi yang digunakan (dengan variasi 0.2%, 0.5%, dan 1% w/v ).

2. Mencampur partikel nano yang telah ditakar dan ditimbang dengan Prophylene Glycol kedalam gelas ukur hingga mencapai total volume satu liter, kemudian diaduk menggunakan magnetic stirrer selama satu jam.

3. Melakukan pencampuran lanjut menggunakan Ultrasonic Vibrator selama dua jam untuk mendapatkan campuran yang lebih stabil.

Tahap kedua adalah tahap pengujian nilai konduktivitas thermal dari fluida nano yang akan digunakan. Pengujian konduktivitas thermal dari fluida nano menggunakan alat Thermal Conductivity of Liquid and Gases P.A. Hilton LTD tipe H111.

Prosedur pengujian konduktivitas thermal dari fluida nano adalah: 1. Menyiapkan fluida nano yang akan diuji

2. Menyiapkan alat Thermal Conductivity of Liquid and Gases

3. Merangkai / menghubungkan bagian-bagian alat dan mengalirkan pendingin 4. Memasukkan salah satu fluida nano yang akan diuji ke dalam heater dengan

menggunakan suntikan

5. Menyalakan Heat Transfer Unit yang bertujuan untuk memanaskan fluida di dalam heater

6. Variasi voltase (V) dengan voltase 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180, dan 200 volt

7. Mencatat data temperatur plug (T1), temperatur jacket (T2), arus (I) yang terbaca pada Heat Transfer Unit

8. Mematikan Heat Transfer Unit

9. Menguras bahan uji di dalam heater hingga bersih supaya tidak terjadi pencampuran fluida apabila akan melakukan pengujian dengan fluida lain, dan agar heater tidak berkerak.

Berikut ini diagram alir pengujian konduktivitas thermal :

Mulai

Menyiapkan fluida nano yang akan diuji

Menyiapkan Alat

Thermal Conductivity of Liquid and Gases

Mengalirkan pendingin

Memasukkan fluida nano

Menghidupkan alat Memvariasi voltase V = 60V, 80V, 100V, 120V, 140V, 160V, 180V, 200V Mencatat data T1, T2, I Mematikan alat

Menguras bahan uji

3. 6 Tahap Pelaksanaan Penelitian

Berikut adalah prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data penelitian: a. Memasukkan fluida nano yang telah dibuat kedalam tangki penampung. b. Mengalirkan fluida pendingin.

c. Mengalirkan fluida nano dengan cara menghidupkan pompa sentrifugal yang telah terpasang dan debit diatur dengan memutar stop kran.

d. Mengukur debit aliran dengan menggunakan gelas ukur.

e. Menghidupkan power regulator dan mengatur voltase yang sesuai untuk memanaskan seksi uji, kemudian menunggu kurang lebih selama satu jam untuk mendapat kondisi yang stabil dari pemanasan atau hingga temperatur fluida masuk tidak berubah.

f. Melakukan pengambilan data berupa temperatur masuk dan keluar pipa seksi uji, serta temperatur dinding dari seksi uji.

g. Mengulangi langkah 4 hingga 6 untuk debit aliran yang berbeda.

h. Setelah pengambilan data selesai, mematikan unit pemanas dan melakukan pendinginan terhadap alat dengan tetap menyalakan pompa fluida nano dan dua pompa pendingin selama kurang lebih satu jam.

i. Setelah seksi uji dingin, mematikan seluruh unit kelistrikan.

j. Mengulangi langkah 1 hingga 9 untuk konsentrasi fluida nano yang berbeda.

3. 7 Metode Analisis Data

Dari data yang telah diperoleh, yaitu berupa temperature fluida masuk dan keluar seksi uji, temperature dinding luar seksi uji, dan debit aliran selanjutnya dapat dilakukan analisis data yaitu dengan :

a. Menentukan sifat-sifat fluida nano ( nf, Cnf, nf, knf,)

b. Menghitung laju aliran massa fluida nano ( )

c. Menghitung laju perpindahan kalor (Q) d. Menghitung nilai fluks kalor konstan ( )

e. Menghitumg temperatur dinding dalam tabung ( )

f. Menghitung temperatur bulk rata-rata ( )

g. Menghitung koefisien perpindahan kalor konveksi lokal ( )

h. Menghitung bilangan Nusselt lokal ( )

3. 8 Diagram Alir Penelitian

Kesimpulan

Selesai

Pengambilan data:

· Debit fluida kerja · Temperatur masuk fluida · Temperatur keluar fluida · Temperatur dinding luar pipa

Mulai

Alat penukar kalor horizontal circular tube Variasi: Fluida kerja (PG) 0% w/v Fluida kerja Al2O3-PG 0,2% w/v Fluda kerja Al2O3-PG 0,5% w/v Fluida kerja Al2O3-PG 1% w/v Variasi Re: 215 195 165 135 105 75 Analisis data:

· Menentukan sifat-sifat fluida nano ( nf, Cnf, nf, knf,) · Menghitung laju aliran massa fluida nano ( ) · Menghitung laju perpindahan kalor (Q) · Menghitung nilai fluks kalor konstan ( )

· Menghitumg temperatur dinding dalam tabung ( ) · Menghitung temperatur bulk rata-rata ( )

· Menghitung koefisien perpindahan kalor konveksi lokal ( ) · Menghitung bilangan Nusselt lokal ( )

41 BAB IV

Dokumen terkait