Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka desain penelitian yang digunakan deskriptif untuk mengetahui bagaimana pengetahuan lansia tentang andropause. 4.2. Populasi dan Sampel
4.2.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang akan diteliti (Notoadmojo, 2002). Populasi pada penelitian ini adalah keseluruh lansia pria yang berusia 60 tahun keatas, populasi dalam penelitian ini adalah 57 orang yang ada di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat.
4.2.2. Sampel
Sampel adalah objek yang dianggap mewakili seluruh populasi. Apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sebagai penelitian populasi, tetapi jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25% atau lebih, dalam penelitian ini sampel yang berusia 60 tahun keatas sebanyak 57 orang. Dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampling
4.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat dengan pertimbangan efisien biaya dan efektifitas waktu karena penelitian ini dilakukan pada masa studi tepatnya bulan September s/d November 2012. Lokasi penelitian ditempat ini dipilih dengan alasan karena didesa tersebut banyak terdapat lansia.
4.4. Pertimbangan Etik Penelitian
Ada beberapa hal yang berkaitan dengan etik pada penelitian ini yaitu peneliti harus memberi penjelasan kepada calon responden tentang tujuan penelitian dan prosedur pelaksanaannya. Penelitian tidak menimbulkan tekanan bagi responden baik fisik maupun psikologis. Peneliti menanyakan terlebih dahulu apakah calon responden bersedia jadi responden, setelah itu dipersilahkan menandatangani informed consent sebagai bukti kesediaannya. Tetapi jika calon responden tidak bersedia maka responden berhak untuk menolak dan mengundurkan diri. Kerahasiaan data responden dijaga dengan tidak menuliskan nama responden pada instrumen penelitian dan peneliti hanya menggunakan data ini untuk keperluan penelitian.
4.5. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dikembangkan bedasarkan tinjauan pustaka oleh peneliti dan disusun secara tertutup serta berisikan pernyataan yang harus di jawab oleh responden. Instrumen terdiri dari 2 bagian yaitu: (1) data demografi yang terdiri dari umur, pendidikan, pekerjaan, suku (2) Kuesioner terdiri dari 15 pernyataan tertutup dengan menggunakan skala guttman dengan dua kemungkinan jawaban yaitu: jawaban “Benar” skor: 2 dan jawaban “Salah” skor: 1. Baik, bila responden menjawab benar dengan skor 26-30 dari 15 pernyataan. Cukup, bila menjawab pernyataa benar dengan skor 21-25 dari 15 pernyataan . Kurang, bila menjawab benar dengan skor 15 - 20 dari 15 pernyataan.
Kuesioner terdiri dari 15 pernyataan diantaranya 3 pernyataan yang berisi tentang pengertian andropause (pernyataan no 1, 2, 3), 3 pernyataan yang berisi
tentang penyebab andropause (pernyataan no 4, 5, 6), 3 pernyataan yang berisi tentang tanda dan gejala andropause (pernyataan no 7, 8, 9), 3 pernyataan yang berisi tentang dampak andropause (pernyataan no 10, 11, 12), 3 pernyataan yang berisi tentang pencegahan andropause (pernyataan no 13, 14, 15) dengan pilihan jawaban benar dan salah. Adapun peneliti menggunakan kuisioner dalam bentuk pernyataan dikarenakan peneliti menggunakan skala guttman dengan pilihan jawaban benar 26-30 dikatakan pengetahuan baik, jika jawaban benar 21-25 dikatakan cukup dan jika jawaban benar 15-20 dikatakan pengetahuan kurang
4.6. Aspek Pengukuran
Sebelum menentukan kategori baik, cukup, kurang terlebih dahulu menentukan krikteria (tolak ukur) yang akan dijadikan patokan penelitian yaitu: penelitian yang digunakan tersebut menurut skala guttman (Riduan, 2010). B= kelas Banyak (R) Rentang
1. Menentukan nilai rentang (R)
2. Rentang = skor tertinggi – skor terkecil 30 – 15 = 15
3. Menentukan panjang kelas ( i )
Panjang kelas ( i ) = kelas Banyak (R) Rentang 15 : 3 = 5
4. Untuk menentukan kategori pengetahuan adalah sebagai berikut : 4.1. Kategori baik: Jika responden menjawab dengan skor 26-30 4.2. Kategori cukup: Jika responden menjawab dengan skor 21-25
4.3. Kategori kurang: Jika responden menjawab dengan skor 15-20 4.7. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan setelah peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan kemudian mengirimkan permohonan izin penelitian ke kepala Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Kemudian peneliti menentukan calon responden yang memenuhi kriteria, maka dipilih sebagai responden sesuai dengan kriteria penelitian. Pada saat mengambil data peneliti mengumpulkan responden dirumah peneliti sendiri secara bertahap dimana dari 57 responden terbagi menjadi 3 bagian. Setelah mendapatkan responden, peneliti menjelaskan tujuan & manfaat penelitian, kemudian responden diminta untuk menandatangani surat persetujuan Selanjutnya peneliti mengambil data dari responden yang bersedia dengan cara memberikan kuesioner dan mewawancarai satu persatu yang berpedoman pada pernyataan yang diberikan. Responden diberikan kesempatan untuk bertanya bila ada yang tidak mengerti.
4.8. Analisa Data
Data yang sudah terkumpul diolah secara komputerisasi. Secara umum data yang diperoleh dari penelitian akan menempuh tiga prosedur penting yaitu: Editing, data yang terkumpul akan disunting (edit) dengan memerikasa kelengkapan data dan apabila terdapat kekeliruan dalam pengisian dapat diperbaiki dan dilakukan pendataan ulang, Coding, pengkodean data dilakukan untuk mempermudah peneliti pada saat pengitungan data dan penyusunan data dan Tabulating, untuk menyusun atau mengitung hasil data serta mengambil
kesimpulan, terlebih dahulu data dimasukan kedalam table distribusi frekuensi dan dibuat persentase.
4.9.Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 4.9.1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu pengukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen dalam mengumpulkan data (Arikunto, 2010). Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud.
Kuesioner dalam penelitian ini dibuat sendiri oleh peneliti bedasarkan tinjauan pustaka sehingga dilakukan uji validitas untuk mengetahui seberapa besar derajat atau kemampuan alat ukur untuk mengukur secara konsisten sasaran yang akan diukur. Uji validitas terhadap kuisioner pada penelitian ini dilakukan dengan cara content validity (Validitas isi) dalam hal ini di uji oleh dosen Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas.
4.9.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur memperlihatkan hasil yang relatif sama dalam beberapa kali pengukuran terhadap sekelompok subjek yang sama. Hasil yang relatif sama menunjukkan bahwa ada toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran tersebut (Nursalam, 2009).
Uji reliabilitas dilakukan di Desa Kebun Sayur Atas Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat dengan uji reliabilitas sebanyak 10 orang
responden. Setelah dilakukan uji reliabilitas pada panelitian ini hasil yang didapat Crombath Alpha dengan nilai 0,76 (≥0,70).
BAB 5