• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian merupakan suatu strategi dalam mengidentifikasi permasalahan sebelum perencanaan akhir pengumpulan data. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

4.2 Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki lansia yang bertempat tinggal bersama keluarga di desa Sidorejo Kecamatan Siantar. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti jumlah keluarga yang memiliki lansia yang bertempat tinggal bersama keluarga di desa Sidorejo Kecamatan Siantar adalah berjumlah 60 orang.

2. Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh anggota kelompok populasi (Notoatmodjo (1993). Dengan kata lain, Sampel adalah elemen-elemen populasi yang dipilih berdasarkan kemampuan mewakilinya (Setiadi, 2007). Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian dari suatu populasi target dan terjangkau uang akan diteliti Nursalam dan Pariani dalam Setiadi (2007) Kriteria inklusi sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki lansia yang bertempat

tinggal dengan keluarga dan bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah keluarga memiliki lansia yang bertempat tinggal dengan keluarga dan menolak menjadi responden. Dalam penelitian ini sampel yang akan dijadikan subjek penelitian sebanyak 60 orang keluarga yang tinggal bersama dengan lansia.

3. Teknik sampel

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Total Sampling yang dilakukan dengan cara memasukkan semua subjek penelitian sebagai sample penelitian agar didapat data yang representatif, karena jumlah sample kurang dari 100 sehingga di ambil keseluruhan jumlah dari subjek penelitian (Nursalam, 2003).

4.3 Lokasi dan Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar. Alasan peneliti memilih tempat ini karena belum pernah ada penelitian yang dilakukan sebelumnya di desa tersebut mengenai gambaran pengetahuan keluarga dalam pemeberian gizi pada lansia. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember 2011 sampai dengan 02 Januari 2012 di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar

4.4. Pertimbangan etik

Setiap penelitian yang menggunakan subyek menusia harus mengikuti aturan etik dalam hal ini adalah adanya persetujuan. Etika yang perlu dituliskan pada penelitian antara lain adalah: Informed consent (lembar persetujuan), anonimity (tanpa nama), confidentiality (kerahasiaan) (Setiadi, 2007).

Pertimbangan etik dalam penelitian ini bertujuan untuk melindungi hak-hak subjektif untuk menjamin kerahasiaan identitas responden dan kemungkinan terjadinya ancaman terhadap responden. Sebelum pelaksanaan penelitian, responden diberikan penjelasan mengenai manfaat dan tujuan penelitian, selanjutnya responden diminta menjadi sampel dalam penelitian ini, kemudian responden membaca surat memahami isi surat persetujuan terlebih dahulu sebagai kesediaan menjadi responden. Responden mempunyai hak untuk memutuskan apakah ia bersedia menjadi subjek atau tidak tanpa adanya sanksi apapun dan tidak menimbulkan penderitaan bagi responden. Responden dilindungi dari semua kemungkinan dan berbagai resiko yang timbul akibat penelitian ini. Penelitian ini merahasiakan identitas responden, serta tidak mencampuri hal-hal yang bersifat pribadi.

4.5 Instumen penilitian dan pengkuran validitas-resbilitas 1. Instrumen penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk kuesioner oleh peneliti dengan mengacu kepada tinjauan pustaka. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari dua bagian, yaitu lembar pertama mengenai data demografi, dan lembar kedua mengenai pengetahuan. Cara pengisian lembar kuesioner adalah dengan menggunakan checklist (√) pada tempat yang tersedia dan isian singkat.

Kuesioner mengenai data demografi meliputi yaitu pendidikan, usia, alamat, dan pekerjaan. Data demografi responden ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik calon responden dan mendeskripsikan ditribusi frekuensi dan

presentase demografi terhadap gambaran pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia.

Kuesioner pengetahuan ini terdiri dari 20 pernyataan. Pernyataan kuesioner terbagi atas 14 pernyataan positif pada pernyataan 1,2,5,7,8,9,10,11,13,15,17,18,19,20 kemudian 6 pernyataan negatif pada pernyataan 3,4,6,12,14,16. Hasil kuesioner ini adalah nilai yang tertinggi 20 dan terendah 0 dengan setiap pernyataan yang tepat diberi nilai 1 dan salah diberi nilai 0.

Penilaian pengetahuan pasien dalam penelitian ini akan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Menurut Arikunto ( 2006), untuk mengetahui secara kualitas tingkat pengetahuan yang dimilki seseorang dapat dibagi ke dalam tiga bagian yaitu: tingkat pengetahuan baik jika skor atau nilai 76%-100%, cukup dengan skor 60%-75% dan pengetahuan kurang jika skor kurang dari 60%. Berdasarkan persentase di atas, pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia untuk tingkat pengetahuan yang dikatakan baik jika mampu menjawab soal dengan skor 17-20, dan cukup dengan jumlah skor 12-16 dan pengetahuan kurang dengan skor kurang dari 12.

2. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Uji validitas pada penelitian ini akan dilakukan oleh seorang yang ahli dalam hal masalah gizi

pada lansia. Hasil dari uji validitas ini berupa revisi pada beberapa pernyataan agar responden tidak salah memahami maksud dari pernyataan pada instrumen penelitian dan tidak terjadi ambigu dalam pernyataan penelitian

3. Uji Reabilitas

Test reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti sejauh mana alat tersebut tetap konsisten bila dilakukan beberapa kali dengan menggunakan alat ukur yang sama ( Notoadmodjo, 2005 ).

Peneliti mencari reliabilitas dengan rumus KR-21. Uji reliabilitas dilakukan sebelum mengumpulkan data, dengan mengujikan kuesioner kepada 10 subjek dengan kriteria subjek penelitan kemudian menilai reliabilitasnya. Untuk instrumen yang baru dikatakan reliabel apabila memiliki nilai 0,70 ( Notoadmodjo, 2005 ). Penelitian ini memiliki nilai reabilitas 0,819, sehingga penelitian ini dikategorikan reliabel yang memiliki alat pengukuran yang dapat dipercaya dan konsisten.

4.6 Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan di Desa Sidorejo Kecamatan Siantar. Metode pengumpulan data yang digunakan terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dimulai setelah peneliti memperoleh surat izin pelaksanaan penelitian dari Fakultas Keperawatan USU dan Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Siantar. Pada saat pengumpulan data peneliti menjelaskan waktu, tujuan, manfaat, dan prosedur pelaksanaan penelitian kepada calon responden dan

Responden yang bersedia diberi lembar kuesioner dan diberi kesempatan bertanya apabila ada pernyataan yang tidak dipahami. Responden yang tidak mampu mengisi sendiri dibantu oleh peneliti dengan cara membacakan kuesioner.

4.7 Analisa Data

Analisa data dilakukan melalui beberapa tahap yang dimulai dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan memastikan semua jawaban telah diisi, kemudian dilanjutkan dengan memberi kode (coding) untuk memudahkan peneliti dalam melakukan tabulasi data dengan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka, selanjutnya processing yaitu memasukkan data ke program komputer dan cleaning memeriksa kembali keseluruhan proses yang telah dilakukan.

Pengolahan data demografi meliputi pendidikan, usia, alamat, dan pekerjaan, suku, agama, kondisi kesehatan lansia, usia lansia yang dirawat, dan masalah kesehatan lansia. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran distribusi data tetapi tidak dianalisis (Arikonto, 2006). Pengolahan data tentang gambaran pengetahuan keluarga dalam pemberian gizi pada lansia akan dilakukan dengan menggunakan teknik komputerisasi yang akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.

BAB 5

Dokumen terkait