Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi empati perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang akurat dari suatu fenomena yang diteliti (Suyanto, 2011).
4.2 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
4.2.1 Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan yang berjumlah 217 orang perawat, yang berada di ruang rawat inap Rindu A dan Rindu B (Bidang Keperawatan RSUP H. Adam Malik, 2015).
4.2.2 Sampel
Sampel pada penelitian ini adalah sebagian dari populasi perawat pelaksana yang bekerja di RSUP H. Adam Malik Medan yang diambil berdasarkan teknik tertentu dan mampu mewakili populasi. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin (Noor, 2015).
= N
26
Keterangan: n : Jumlah sampel N : Jumlah Populasi
e : Error level (tingkat kesalahan). Catatan: pada penelitian ini peneliti menggunakan 5% atau 0,05)
Perhitungannya sebagai berikut:
n = 217
1+(217 x 0,0,52)= 140,7 = 141
Dari rumus tersebut, didapatkan jumlah sampel sebanyak 141 (64,97%) orang.
4.2.3 Teknik Sampling
Teknik pengambilan sampel 141 orang dari 217 orang perawat adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan sistem kuota sampel pada setiap ruangan. Perawat di ruang rawat inap Rindu A dan Rindu B RSUP H. Adam Malik bekerja di ruangan yang berbeda, maka untuk menentukan jumlah sampel supaya dapat mewakili populasi yang ada maka jumlah sampel yang diambil dari setiap ruang rawat inap sekitar 64,97% dari jumlah perawat dari setiap ruangan.
Tabel 4.1. Jumlah Sampel Perawat dari tiap ruangan rawat inap RSUP H. Adam Malik Medan
No Ruangan Rawat Inap Jumlah Perawat Pelaksana Jumlah Sampel Tiap Ruangan 1. RA-1 15 10 2. RA-2 17 11 3. RA-3 17 11 4. RA-4 12 8
27
5. RA-5 13 8
6. RA-BS (Bedah Saraf) 19 12
7. RB-2 A 17 11 8. RB-2 B 19 12 9. RB-3 21 14 10. RB-4 25 16 11. RB-Perinatologi 21 14 12. RB-1 Obgyn 21 14 TOTAL 217 141
Sumber: Bidang Keperawatan RSUP H. Adam Malik, 2015
4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Jln. Bunga Lau No. 17, Medan Tuntungan. Hal ini dipilih peneliti karena RSUP H. Adam Malik merupakan rumah sakit pendidikan kelas A yang sudah lulus akreditasi dari Depkes RI dan memiliki sumber daya manusia yang sesuai standar. Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 sampai dengan Juli 2016, dan pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2016.
4.4 Pertimbangan Etik Penelitian
Peneliti telah mendapatkan ethical clearence dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan USU untuk melakukan penelitian. Peneliti dalam melakukan penelitian ini terlebih dahulu telah mengajukan surat permohonan kepada institusi pendidikan Fakultas Keperawatan USU untuk mendapatkan izin persetujuan penelitian. Selain itu, peneliti juga telah mengajukan surat permohonan kepada Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan untuk pengambilan data awal dan melakukan penelitian.
Penelitian ini memiliki beberapa hal yang berkaitan dengan pertimbangan etik keperawatan. Peneliti terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada calon
28
responden tentang tujuan penelitian dan prosedur pelaksanaan penelitian. Setelah mendapat penjelasan yang lengkap dan mempertimbangkannya dengan baik, calon responden kemudian menentukan apakah ikut serta atau menolak sebagai responden (autonomy). Apabila calon responden bersedia, maka responden dipersilahkan untuk menandatangani informed consent. Tetapi jika calon responden tidak bersedia, maka calon responden berhak untuk menolak dan memundurkan diri selama proses pengumpulan data berlangsung. Penelitian ini tidak menimbulkan resiko atau dampak yang merugikan bagi individu yang menjadi responden. Untuk menghormati privasi dan kerahasiaan catatan mengenai data responden (confidentiality), peneliti memilih tidak mencantumkan identitas seperti nama dan alamat responden, tetapi menggunakan nomor kode tertentu (anonymity) untuk menjaga semua kerahasiaan informasi yang diberikan. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
4.5 Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah data untuk mengidentifikasi empati perawat langsung oleh perawat itu sendiri. Bagian pertama kuesioner yaitu data demografi responden yang meliputi umur, jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, dan lama bekerja.
Bagian kedua berisi kuesioner terkait empati seorang perawat yang diisi oleh perawat sebagai responden, yang terdiri dari 25 pernyataan yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan landasan teori dan konsultasi dengan
29
pembimbing. Kuisioner yang digunakan peneliti ini menilai empati perawat dari komponen empati yang utama yaitu kognitif dan afektif. Komponen kognitif terdiri dari 10 pernyataan, yaitu pada pernyataan nomor 2, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 15, dan 23, serta komponen afektif sebanyak 15 pernyataan, yaitu pada pernyataan nomor 1, 4, 5, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, dan 25.
Kuesioner ini terdiri dari 18 pernyataan positif (1, 2, 3,4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 17, 18, 23, 24, 25) dengan nilai 4 : Selalu; 3 : Sering; 2 : Kadang-kadang; dan 1 : Tidak pernah, dan 7 pernyataan negatif (7, 12, 15, 19, 20, 21, 22) dengan nilai 1 : Selalu; 2 : Sering; 3 : Kadang-kadang; dan 4 : Tidak pernah.
4.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
4.6.1 Uji Validitas
Uji validitas merupakan syarat mutlak bagi suatu alat ukur agar dapat digunakan dalam suatu pengukuran (Dharma, 2011). Validitas akan menunjukkan ketepatan pengukuran suatu instrumen, artinya suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas kuesioner ini dengan menggunakan metode validitas konten yaitu menggunakan validasi dengan menggunakan logika, apakah kata-kata atau kalimat yang digunakan dalam instrumen tersebut logis sebagai alat ukur penelitian dan sesuai dengan literatur. Uji validitas ini yaitu uji
Content Validity Index yang dilakukan dengan konsultasi pada ahli sehingga diperoleh pendapat ahli tersebut tentang instrumen penelitian yang akan digunakan (Suyanto, 2011). Dan untuk uji validitas instrumen penelitian ini
30
dilakukan oleh tiga orang ahli, yaitu dua orang Dosen Manajemen Keperawatan dan satu orang Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Hasil uji CVI akan menunjukkan pernyataan yang sama sekali tidak relevan, pernyataan yang sulit untuk relevansi sehingga banyak revisi, pernyataan yang relevan dengan sedikit revisi, dan pernyataan yang sangat relevan dengan tujuan penelitian, dan akan dikatakan valid jika nilainya ≥0,8 (Polit & Beck, 2012). Hasil dari nilai validitas penelitian ini adalah 0,987.
4.6.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi dari suatu pengukuran, apakah pengukuran menghasilkan data yang konsisten jika instrumen digunakan kembali secara berulang. Uji reliabilitas kuesioner telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Pirngadi Medan pada 30 orang perawat. Penentuan nilai reliabilitas pada penelitian ini mengunakan program komputer untuk analisa statistik Cronbach’s alpha. Instrumen dikatakan reliabel dan dapat digunakan jika memiliki nilai reliabilitas 0,80 – 1,00 (Dharma, 2011). Setelah dilakukan uji reliabilitas, hasil yang didapatkan adalah instrumen sudah reliabel dengan nilai koefisien 0,86.
4.7 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dimulai setelah peneliti menerima surat izin dari pelaksana penelitian dari institusi pendidikan yaitu Fakultas Keperawatan USU, dan meminta izin dari pihak Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik untuk melakukan penelitian. Pada saat pengumpulan data peneliti menjelaskan tujuan,
31
manfaat dan prosedur pelaksanaan kepada calon responden dan yang bersedia berpartisipasi untuk mengisi kuesioner diminta untuk menandatangani informed consent. Responden yang bersedia mengisi lembar kuesioner diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada pertanyaan yang tidak dipahami. Selesai pengisian kuesioner oleh para partisipan, peneliti memeriksa kelengkapan data dan jika ada data yang kurang, dapat langsung dilengkapi. Pengumpulan data dilakukan sampai jumlah sampel terpenuhi. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini sebagian tidak dilakukan langsung oleh peneliti, hal ini dikarenakan ada kepala ruangan yang menyarankan untuk meninggalkan kuisioner sehingga bisa diisi langsung oleh perawat yang ada. Setelah seluruh data terkumpul, peneliti melakukan analisis data .
4.8 Analisis Data
Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yang pertama, editing
yaitu untuk memeriksa kelengkapan data responden dan memastikan semua pertanyaan telah diisi. Kedua, coding yaitu memberikan kode-kode tertentu pada setiap data untuk memudahkan dalam melakukan tabulasi data. Ketiga, tabulasi data yaitu membuat tabel-tabel yang berisikan data-data yang telah diberi kode sesuai dengan analisa yang dibutuhkan. Kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan program komputer dengan teknik analisis univariat untuk menganalisa variabel. Analisis univariat dilakukan dengan cara menggambarkan serinci mungkin data yang diperoleh. Semua hasil yang diperoleh akan dikelompokkan dan akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.
BAB 5