A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. B. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini berdasarkan tujuan penelitiannya bersifat eksperimen.
Tebel 8. Desain Penelitian Uji SPF, Transmisi pigmentasi dan Transmisi eritema
Formula
Parameter evaluasi sediaan lotion ekstrak beras merah Evaluasi fisik sediaan
Aktifitas tabir surya Organoleptik Uji pH Homogenitas Tipe
emusi
Cycling
test SPF % eritema % pigmentasi A
B C
Keterangan :
A = Formula lotion ekstrak beras merah 10% B = Formula lotion ekstrak beras merah 15% C = Formula lotion ekstrak beras merah 20%
s
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian akan dilakukan pada bulan April – Juni 2017 bertempat di Laboratorium Teknologi Farmasi dan Laboratorium Kimia Akademi Farmasi Bina Husada Kendari.
D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah beras merah yang terdapat pada salah satu pasar di kota Kendari, provinsi Sulawesi T enggara.
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak beras merah. E. Kerangka Konsep Penelitianl
Keterangan
Formula A
Formula B
Formula C
Sediaan lotion tabir surya
Evaluasi fisik sediaan dan uji efektivitas lotion tabir surya
Hasil
= Variabel bebas = Variabel terikat
F. Variabel Penelitian
Dalam penelitian, variabel dibagi menjadi dua yaitu : 1. Variabel Bebas : konsentrasi ekstrak beras merah
2. Variabel Terikat : Evaluasi fisik dan uji efektivitas tabir surya lotion ekstrak beras merah
G. Definisi Operasional Variabel
Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran terhadap variabel-variabel pada penelitian ini, maka diberikan suatu pengertian dan definisi operasional sebagai berikut :
1. Ekstrak beras merah adalah hasil ekstraksi beras merah menggunakan metode maserasi dengan merendam beras merah sebanyak 748 gram ke dalam 935 ml etanol 96% dan di diamkan selama 3x24 jam.
2. Evaluasi fisik sediaan adalah evaluasi yang dilakukan dengan mengamati perubahan pada nilai pH, daya sebar, tipe emulsi, homogenitas.
3. Uji aktivitas tabir surya ekstrak beras merah adalah untuk mengetahui kekuatan dan daya tahan lotion tabir surya dalam melindungi kulit.
H. Hipotesis .
Peningkatan konsentrasi ekstrak beras merah berpengaruh terhadap nilai SPF, nilai transmisi pigmentasi, dan nilai transmisi eritema.
I. Prosedur Penelitian 1. Alat dan Bahan
a . Alat
Alat-alat yang digunakan yaitu : bejana maserasi, batang pengaduk, cawan crus, cawan prselin, corong (pyrex), gelas kimia (pyrex), gunting, hot plate, pH meter (Hana), pipet tetes, sendok tanduk, spektrofotmeter UV, sudip, timbangan analitik (Ohaus), timbangan digital.
b. bahan
Bahan yang digunakan yaitu aquades, alfa tokoferol, cera alba, ekstrak beras merah, kain flanel, kertas perkamen, kertas saring, metil paraben, minyak mawar, parafin cair, propil paraben, setil alkohol, stearil
alkohol dan tween 80.
Tabel 9. formulalotiontabir surya
Bahan Formula 1 Formula II Formula III Kegunaan Ekstrak beras
merah 10% 15% 20% Zat Aktif
Cera alba 7% 7% 7% Stabilisator
emulsi
Tween 80 7% 7% 7% Emulgator
Setil alkohol 3% 3% 3% Pengemulasi/
emolien
Stearil alkohol 2% 2% 2% Pengemulasi/
emolien
Parafin cair 10% 10% 10% Pelembutt
Metil paraben 0,18% 0,18% 0,18% Pengawet
Propil paraben 0,02% 0,02% 0,02% Pengawet
Minyak mawar 3% 3% 3% Pewangi
Alfa tokoferol 2 tts 2 tts 2 tts Antioksidan
2. Cara Kerja
a. Cara pengambilan beras merah
Cara pengambilan beras merah adalah membeli pada pedagang di salah satu pasar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
b. Pengelolahan beras merah
Beras merah yang telah diperoleh kemudian dibersihkan dari pengotor, dicuci sampai bersih, lalu ditiriskan. Beras merah dikeringkan dengan cara diangin-anginnkan, kemudian dihaluskan dan ditimbang 748 gram.
c. Proses ekstraksi beras merah
Beras merah sebanyak 748 gram diekstraksi menggunakan metode maserasi. Beras merah direndam dalam 935 mL etanol 96%. Setelah itu didiamkan selama 3x24 jam, kemudian disaring dengan kain flanel dan pelarut diuapkan hingga diperoleh ekstrak dari beras merah (Suda, 2013).
d. Pembuatan lotion tabir surya 1) Disiapkan alat dan bahan
2) Ditimbang fase minyak (cera alba, setil alkohol, stearil alkohol, parafin cair dan propil paraben )
3) Dimasukkan fase minyak ke dalam cawan porselin dan dipanaskan pada suhu 65oC sampai 75oC di atas hot plate
4) Ditimbang fase air ( tween 80 dan metil paraben )
5) Dimasukkan ke dalam cawan krus dan dipanaskan pada suhu yang sama. Dimasukkan fase minyak ke dalam fase air ke dalam lumpang sambil digerus homogen
6) Ditambahkan aquadest sedikit demi sedikit
7) Terakhir ditambahkan ekstrak beras merah, alfa tokoferol dan minyak mawar dan diaduk
8) Dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi, SPF, dan Cyling Test (Zahid, 2016).
3. Prosedur evaluasi fisik sediaan
Prosedur evaluasi fisik sediaan terdiri dari pengujian organoleptik, pengujian homogenitas, pengujian pH, dan pengujian tipe emulsi, pengujian
cycling test .
a. Uji organoleptik
1) Diamati bentuk, perubahan, warna, dan aroma formula lotion
2) Dicatat perubahan tersebut. Dilakukan selama 4 minggu, 3 kali replikasi (Zahid, 2016).
b. Pengujian homogenitas
1) Diambil sedikit sampel sediaan formula lotion, kemudian diletakkan sedikit lotion diantara kedua kaca objek.
2) Diamati susunan partikel-partikel kasar atau ketidak homogenan selama 4 minggu, 3 kali replikasi lalu dicatat (Zahid, 2016).
c. Pengujian pH
1) Disiapkan masing-masing sampel sediaan lotion
2) Celupkan elektroda ke dalam lotion tersebut sampai pH meter menunjukkan pembacaan yang tetap.
3) Dicatat hasil pembacaan skala (Zahid, 2016). d. Pengujian tipe emulsi
1) Diambil 1 gram sediaan lotion
2) Dimasukkan ke dalam gelas kimia, gelas kimia A berisi lotion dan aquades yang sedang gelas kimia B berisi lotion dan minyak, kemudian diamati tipe emulsi yang berbentuk
( Zahid, 2016). e. Pengujian cycling test
cycling test merpakan pengujian yang dipercepat dengan menyimpan sampel pada suhu 4±20 C selama 24 jam lalu dipindahkan 40±20 C selama h jam, perlakuan ini adalah 1 siklus, percobaan diulangi sebanyak sebanyak 6 siklus dan dilakukan pengamatan dengan parameter organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi.
4. Analisis Data a. Data
1) Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian
2) Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang berasal dari literatur-literatur yang mendukung penelitian ini.
b. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil uji stabilitas cycling test sediaan lotion, uji SPF, Eritema, Pigmentasi Dan Viskositas
c. Penyajian Data
Data hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabulasi, grafik dan dijabarkan secara narasi.
d. Pengolahan Data
Data yang diperoleh dari penelitian diolah dalam bentuk tabel kemudian dijelaskan dalam bentuk narasi.