• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam dokumen ISI NEW (Halaman 37-45)

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. B. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini berdasarkan tujuan penelitiannya bersifat eksperimen.

Tebel 8. Desain Penelitian Uji SPF, Transmisi pigmentasi dan Transmisi eritema

Formula

Parameter evaluasi sediaan lotion ekstrak beras merah Evaluasi fisik sediaan

Aktifitas tabir surya Organoleptik Uji pH Homogenitas Tipe

emusi

Cycling

test SPF % eritema % pigmentasi A

B C

Keterangan :

A = Formula lotion ekstrak beras merah 10% B = Formula lotion ekstrak beras merah 15% C = Formula lotion ekstrak beras merah 20%

s

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian akan dilakukan pada bulan April  –  Juni 2017 bertempat di Laboratorium Teknologi Farmasi dan Laboratorium Kimia Akademi Farmasi Bina Husada Kendari.

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah beras merah yang terdapat pada salah satu pasar di kota Kendari, provinsi Sulawesi T enggara.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak beras merah. E. Kerangka Konsep Penelitianl

Keterangan

Formula A

Formula B

Formula C

Sediaan lotion tabir surya

Evaluasi fisik sediaan dan uji efektivitas lotion tabir surya

Hasil

= Variabel bebas = Variabel terikat

F. Variabel Penelitian

Dalam penelitian, variabel dibagi menjadi dua yaitu : 1. Variabel Bebas : konsentrasi ekstrak beras merah

2. Variabel Terikat : Evaluasi fisik dan uji efektivitas tabir surya lotion ekstrak  beras merah

G. Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran terhadap variabel-variabel pada penelitian ini, maka diberikan suatu pengertian dan definisi operasional sebagai berikut :

1. Ekstrak beras merah adalah hasil ekstraksi beras merah menggunakan metode maserasi dengan merendam beras merah sebanyak 748 gram ke dalam 935 ml etanol 96% dan di diamkan selama 3x24 jam.

2. Evaluasi fisik sediaan adalah evaluasi yang dilakukan dengan mengamati  perubahan pada nilai pH, daya sebar, tipe emulsi, homogenitas.

3. Uji aktivitas tabir surya ekstrak beras merah adalah untuk mengetahui kekuatan dan daya tahan lotion tabir surya dalam melindungi kulit.

H. Hipotesis .

Peningkatan konsentrasi ekstrak beras merah berpengaruh terhadap nilai SPF, nilai transmisi pigmentasi, dan nilai transmisi eritema.

I. Prosedur Penelitian 1. Alat dan Bahan

a . Alat

Alat-alat yang digunakan yaitu : bejana maserasi, batang pengaduk, cawan crus, cawan prselin, corong (pyrex), gelas kimia (pyrex), gunting, hot plate, pH meter (Hana), pipet tetes, sendok tanduk, spektrofotmeter UV, sudip, timbangan analitik (Ohaus), timbangan digital.

 b. bahan

Bahan yang digunakan yaitu aquades, alfa tokoferol, cera alba, ekstrak beras merah, kain flanel, kertas perkamen, kertas saring, metil  paraben, minyak mawar, parafin cair, propil paraben, setil alkohol, stearil

alkohol dan tween 80.

Tabel 9. formulalotiontabir surya

Bahan Formula 1 Formula II Formula III Kegunaan Ekstrak beras

merah 10% 15% 20% Zat Aktif

Cera alba 7% 7% 7% Stabilisator

emulsi

Tween 80 7% 7% 7% Emulgator

Setil alkohol 3% 3% 3% Pengemulasi/

emolien

Stearil alkohol 2% 2% 2% Pengemulasi/

emolien

Parafin cair 10% 10% 10% Pelembutt

Metil paraben 0,18% 0,18% 0,18% Pengawet

Propil paraben 0,02% 0,02% 0,02% Pengawet

Minyak mawar 3% 3% 3% Pewangi

Alfa tokoferol 2 tts 2 tts 2 tts Antioksidan

2. Cara Kerja

a. Cara pengambilan beras merah

Cara pengambilan beras merah adalah membeli pada pedagang di salah satu pasar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

 b. Pengelolahan beras merah

Beras merah yang telah diperoleh kemudian dibersihkan dari  pengotor, dicuci sampai bersih, lalu ditiriskan. Beras merah dikeringkan dengan cara diangin-anginnkan, kemudian dihaluskan dan ditimbang 748 gram.

c. Proses ekstraksi beras merah

Beras merah sebanyak 748 gram diekstraksi menggunakan metode maserasi. Beras merah direndam dalam 935 mL etanol 96%. Setelah itu didiamkan selama 3x24 jam, kemudian disaring dengan kain flanel dan pelarut diuapkan hingga diperoleh ekstrak dari beras merah (Suda, 2013).

d. Pembuatan lotion tabir surya 1) Disiapkan alat dan bahan

2) Ditimbang fase minyak (cera alba, setil alkohol, stearil alkohol,  parafin cair dan propil paraben )

3) Dimasukkan fase minyak ke dalam cawan porselin dan dipanaskan  pada suhu 65oC sampai 75oC di atas hot plate

4) Ditimbang fase air ( tween 80 dan metil paraben )

5) Dimasukkan ke dalam cawan krus dan dipanaskan pada suhu yang sama. Dimasukkan fase minyak ke dalam fase air ke dalam lumpang sambil digerus homogen

6) Ditambahkan aquadest sedikit demi sedikit

7) Terakhir ditambahkan ekstrak beras merah, alfa tokoferol dan minyak mawar dan diaduk

8) Dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi, SPF, dan Cyling Test (Zahid, 2016).

3. Prosedur evaluasi fisik sediaan

Prosedur evaluasi fisik sediaan terdiri dari pengujian organoleptik,  pengujian homogenitas, pengujian pH, dan pengujian tipe emulsi, pengujian

cycling test .

a. Uji organoleptik

1) Diamati bentuk, perubahan, warna, dan aroma formula lotion

2) Dicatat perubahan tersebut. Dilakukan selama 4 minggu, 3 kali replikasi (Zahid, 2016).

 b. Pengujian homogenitas

1) Diambil sedikit sampel sediaan formula lotion, kemudian diletakkan sedikit lotion diantara kedua kaca objek.

2) Diamati susunan partikel-partikel kasar atau ketidak homogenan selama 4 minggu, 3 kali replikasi lalu dicatat (Zahid, 2016).

c. Pengujian pH

1) Disiapkan masing-masing sampel sediaan lotion

2) Celupkan elektroda ke dalam lotion tersebut sampai pH meter menunjukkan pembacaan yang tetap.

3) Dicatat hasil pembacaan skala (Zahid, 2016). d. Pengujian tipe emulsi

1) Diambil 1 gram sediaan lotion

2) Dimasukkan ke dalam gelas kimia, gelas kimia A berisi lotion dan aquades yang sedang gelas kimia B berisi lotion dan minyak, kemudian diamati tipe emulsi yang berbentuk

( Zahid, 2016). e. Pengujian cycling test

cycling test merpakan pengujian yang dipercepat dengan menyimpan sampel pada suhu 4±20 C selama 24 jam lalu dipindahkan 40±20 C selama h jam, perlakuan ini adalah 1 siklus, percobaan diulangi sebanyak sebanyak 6 siklus dan dilakukan pengamatan dengan  parameter organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi.

4. Analisis Data a. Data

1) Data primer

Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian

2) Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang berasal dari literatur-literatur yang mendukung penelitian ini.

 b. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil uji stabilitas cycling test sediaan lotion, uji SPF, Eritema, Pigmentasi Dan Viskositas

c. Penyajian Data

Data hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabulasi, grafik dan dijabarkan secara narasi.

d. Pengolahan Data

Data yang diperoleh dari penelitian diolah dalam bentuk tabel kemudian dijelaskan dalam bentuk narasi.

Dalam dokumen ISI NEW (Halaman 37-45)

Dokumen terkait