• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian 1. Jenis dan Metode Penelitian

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 32-39)

Sebagaimana topik atau judul penelitian ini, yakni “Penelitian Survei Kualitas Relasi antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Palimanan dengan Komunitas”, maka jenis dari penelitian ini ialah kuantitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah survei. Singarimbun dan Effendi (2008, p. 3) menyatakan bahwa “penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.”

Penelitian survei yang akan dilaksanakan adalah survei deskriptif. Penelitian survei deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi faktual secara rinci yang melukiskan segala yang ada, mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, menggambarkan kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana adanya, atau

33 mengungkapkan fakta secara lebih mendalam mengenai kualitas relasi antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Palimanan dengan komunitasnya. Dalam penelitian ini, peneliti mengelaborasi teori, mengembangkan konsep, dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa.

2. Objek Penelitian a. Populasi

Populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” (Sugiyono, 2001, p. 55). Maka, yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu komunitas Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal yang menjadi sasaran kegiatan hubungan komunitas dari Indocement Palimanan. Menurut data dari Kantor Desa Palimanan Barat, jumlah warga Desa Palimanan Barat yaitu 13.107 orang, sedangkan menurut data dari Kantor Desa Cikeusal, jumlah warga Desa Cikeusal yaitu 3.062 orang.

Jadi jumlah populasi total dari Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal yaitu 16.169 orang.

b. Sampel

Sampel merupakan sekelompok orang yang dipilih untuk mewakili populasi (West dan Turner, 2008). Teknik sampel yang dipilih oleh peneliti adalah proportionate stratified random sampling.

Proportionate stratified random sampling adalah pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional. Proportionate stratified random sampling ini dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan (strata), kemudian dari setiap lapisan diambil sejumlah subjek secara acak. Jumlah subjek dari setiap lapisan (strata) adalah sampel penelitian (Sugiyono, 2011).

34 Teknik sampel ini dipilih oleh peneliti karena populasi yang akan diteliti adalah masyarakat di dua desa yang bersifat heterogen sehingga untuk mendapatkan sampel yang representatif, peneliti menggunakan proportionate stratified random sampling berdasarkan jumlah populasi per RW dan RT di dua desa yang diteliti. Desa Palimanan Barat terdiri dari 15 RW dan 58 RT, sedangkan Desa Cikeusal terdiri dari 3 RW dan 15 RT. Berikut jumlah populasi di masing-masing desa:

Tabel 3.

Jumlah populasi di Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal

Desa Jumlah Populasi

Palimanan Barat 13.107

Cikeusal 3.065

Total 16.172

Selanjutnya, dengan menggunakan tabel sampel yang dikembangkan Isaac dan Michael, berdasarkan jumlah total populasi tersebut, “jumlah sampel yang dapat diambil adalah 342 sampel dengan taraf kesalahan sebesar 5%” (Sugiyono, 2011, p. 86). Tabel penentuan jumlah sampel dapat dilihat pada bagian lampiran.

Jumlah sampel sebanyak 342 tersebut kemudian akan dibagi ke dalam dua desa berdasarkan persentase jumlah penduduk di masing-masing desa sebagai berikut:

Tabel 4.

Jumlah Sampel di Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal

Desa Jumlah Populasi Jumlah Sampel (dengan pembulatan) Palimanan Barat 13.107 13.107/16.172 x 342 = 277 Cikeusal 3.065 3.065/16.172 x 342 = 65 Total 16.172 342*) *)

35 Jumlah sampel di tiap desa tersebut kemudian akan didistribusikan ke dalam tiap RW dan RT. Dari setiap RW akan dipilih satu RT sebagai perwakilan yang merepresentasikan RW tersebut. Berikut pembagian sampel di masing-masing desa:

a. Sampel di Desa Palimanan Barat Tabel 5.

Jumlah Sampel per RW di Desa Palimanan Barat

RW Jumlah

RT

Jumlah Warga Jumlah Sampel (dengan pembulatan) 1 4 1.528 1.528/13.107 x 277 = 32 2 4 608 608/13.107 x 277 = 13 3 3 559 559/13.107 x 277 = 12 4 4 749 749/13.107 x 277 = 16 5 4 1.007 1.007/13.107 x 277 = 21 6 5 1.175 1.175/13.107 x 277 = 25 7 4 938 938/13.107 x 277 = 20 8 4 759 759/13.107 x 277 = 16 9 5 1.107 1.107/13.107 x 277 = 23 10 4 592 592/13.107 x 277 = 13 11 4 911 911/13.107 x 277 = 19 12 4 640 640/13.107 x 277 = 14 13 3 654 654/13.107 x 277 = 14 14 2 1.059 1.059/13.107 x 277 = 22 15 4 821 821/13.107 x 277 = 17 Total 58 13.107 277

36 b. Sampel di Desa Cikeusal

Tabel 6.

Jumlah Sampel per RW di Desa Cikeusal

RW Jumlah

RT

Jumlah Warga Jumlah Sampel (dengan pembulatan) 1 5 993 993/3.065 x 65 = 21 2 4 707 707/3.065 x 65 = 15 3 7 1.365 1.365/3.065 x 65 = 29 Total 16 3.065 65 3. Lokasi Penelitian

Peneliti memfokuskan lokasi penelitian di Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal sebagai wilayah desa binaan Indocement Palimanan. Kedua desa ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena peneliti ingin melihat komparasi kualitas relasi yang terjalin antara Indocement Palimanan dengan komunitasnya.

Walaupun berada di satu wilayah kecamatan, kedua desa ini memiliki perbedaan karakteristik, mulai dari keadaan geografisnya, jumlah penduduk desa, pekerjaan penduduk, hingga fasilitas umum yang ada di desa. Perbedaan karakteristik inilah yang menjadi alasan peneliti untuk melihat komparasi kualitas relasi yang terjalin antara Indocement Palimanan dengan komunitasnya dari program-program hubungan komunitas yang telah dilakukan.

Hal yang membedakan kedua desa ini dengan desa-desa binaan Indocement Palimanan yang lainnya adalah Desa Palimanan Barat merupakan desa lokasi berdirinya perusahaan dan Desa Cikeusal merupakan desa lokasi tambang perusahaan. Desa-desa binaan lainnya hanya merupakan desa yang berlokasi di sekitar perusahaan saja. Oleh karena itu, penelitian mengenai kualitas relasi di dua desa ini menjadi penting karena hubungan yang terjalin antara perusahaan dengan masyarakat di dua desa ini dapat menentukan keberlanjutan jalannya perusahaan. Selanjutnya, pemahaman tentang outcomes relasi di komunitas kedua desa ini dapat memberikan masukan mengenai pengembangan dan pemeliharaan hubungan jangka panjang antara Indocement Palimanan dengan komunitasnya.

37 4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan wawancara sebagai data sekunder. Kuesioner tersebut berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu masalah yang akan diteliti. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang berkaitan untuk melihat kualitas relasi antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Palimanan dengan komunitas di Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal sebagai desa binaannya.

Kuesioner tersebut disebarkan kepada responden yang menjadi subjek penelitian untuk diisi dan dikumpulkan kembali kepada peneliti. Di dalam kuesioner tersebut, peneliti menggunakan kuesioner dengan jenis pertanyaan yang tertutup. Maksud dari pertanyaan tertutup yaitu dengan menyediakan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dan responden menjawab pertanyaan tersebut dengan cara memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan.

Pertanyaan pertanyaan yang disediakan adalah pertanyaan yang berhubungan dengan program hubungan komunitas dan kualitas relasi. Responden memilih tingkat kesetujuan dengan cara memberikan tanda pada kolom yang sudah disediakan.

Peneliti akan terjun langsung ke masyarakat di Desa Palimanan Barat dan Desa Cikeusal untuk membagikan kuesioner. Dalam penelitian ini nantinya, responden sendirilah yang akan mengisi kuesionernya. Peneliti akan bekerjasama dengan perangkat desa maupun dusun yang masyarakatnya termasuk dalam kriteria untuk diberikan daftar pertanyaan (kuesioner).

Selain itu, untuk pengumpulan data sekunder, peneliti akan melakukan wawancara dengan responden untuk melihat lebih luas terkait faktor yang mempengaruhi kualitas relasi antara perusahaan dengan komunitasnya. Jenis wawancara yang dilakukan yaitu wawancara tatap muka yang akan dilakukan saat responden mengisi kuesioner yang diberikan oleh peneliti.

38 5. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Sebelum kuesioner disebar pada seluruh sampel yang telah ditentukan, peneliti akan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan menyebarkan kuesioner terlebih dahulu kepada 30 responden. Uji validitas dan uji reliabilitas akan dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS.

Validitas berasal dari kata validity yang berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Syarat instrumen yang baik adalah instrumen tersebut harus valid. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila “mampu mengukur apa yang hendak diukur dan dapat mengungkapkan data variabel yang diteliti secara tepat” (Sugiyono, 2011, p. 121). Tujuan dari uji validitas adalah untuk mengukur tingkat validitas suatu instrumen penelitian. Uji validitas dilakukan terhadap setiap variabel penelitian. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila setiap pertanyaan mampu mengukur atau mengungkap apa yang diukur oleh kuesioner tersebut.

Selanjutnya, konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, artinya “pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama akan memberikan hasil yang sama dalam beberapa kali pengukuran selama aspek yang diukur tidak berubah” (Sugiyono, 2011, p. 121).

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas alat ukur penelitian ini adalah Alpha Cronbach. Rumus ini digunakan karena jawaban dalam instrumen kuesioner merupakan rentang antara beberapa nilai. Instrumen dikatakan valid dan reliabel apabila “memiliki koefisien alpha (α) lebih besar dari 0,6” (Malhotra, 1999, p. 282). Pada uji validitas dan reliabilitas ini, dilihat apakah suatu kuesioner tepat atau konsisten dan dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data menurut Effendi dan Maning merupakan “proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan” (Singarimbun & Effendi, 2008, p. 264). Untuk menganalisis data hasil kuesioner, peneliti menggunakan teknik analisis data kuantitatif yaitu

39 analisis deskriptif. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik deskriptif. Menurut Horvath, statistik deskriptif “berhubungan dengan teknik untuk pencatatan, pengorganisasian, dan peringkasan informasi dari data numerik” (Silalahi, 2010, p. 336).

Setelah kuesioner selesai diisi dan dikembalikan kepada peneliti, langkah berikutnya ialah penganalisisan data. Data yang diperoleh akan disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.

Analisis berikutnya yaitu menggunakan summary statistic dengan cara melakukan perhitungan skor. Kategori penilaian akan dilakukan dengan menggunakan teknik scoring normatif yang dikategorikan berdasarkan interval kelas. Kategori pengelompokkan nilai tersebut kemudian menjadi acuan untuk menentukan kategori berdasarkan skor dari setiap indikator dalam penelitian sebagai berikut (Sarwono, 2006):

N = Max – Min Ʃk Keterangan:

N = interval kelas

Max = nilai maksimum yang diperoleh dari jumlah skor Min = nilai minimum yang diperoleh dari skor

Σk = jumlah kategori

Tabel 7. Kategori Pengelompokkan Nilai

Kategori Keterangan

Rendah atau Buruk x < skor min + interval kelas

Sedang atau Cukup Baik skor min + interval kelas ≤ x‟ ≤ skor min + 2 interval kelas

Tinggi atau Sangat Baik x‟‟ > skor minimum + 2 interval kelas

Teknik analisis data akan dilakukan dengan menggunakan software Micrrosoft Office Excel dan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences).

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 32-39)

Dokumen terkait