• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis penelitian yang digunakan penulis untuk melihat alasan Latvia dalam memilih strategi latihan bersama sebagai respon dalam menghadapi Hybrid War Rusia adalah jenis penelitian eksplanatif. Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang menyoroti hubungan antar variabel dengan menggunakan kerangka pemikiran terlebih dahulu, kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis.60 Melalui kalimat yang lebih sederhana, penelitian eksplanatif dapat dimaknai sebagai penelitian yang berusaha menjawab pertanyaan mengapa.61 Dalam hal ini, penulis akan melihat hubungan antara variabel X dengan variabel Y dari penelitian ini yang lalu akan disimpulkan sebuah hipotesa antara hubungan kedua variable tersebut. Variabel X dalam penelitian ini adalah persepsi ancaman Latvia, sedangkan variabel Y-nya adalah faktor pendorong dari adanya persepsi ancaman oleh Latvia terhadap Rusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa antara hubungan kedua variabel ini adalah ancaman yang

60Prof. Dr. Suryana, M. Si, Metodologi Penelitian: Metode Praktis Penelitian Kuantitatif dan

Kualitatif (Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, 2010), hal. 15.

61Mohtar Mas’oed, Ilmu Hubungan Internasional Disiplin dan Metodologi (Jakarta: LP3ES, 1990), hal. 79.

57

dirasakan Latvia terhadap Rusia disebabkan oleh beberapa faktor pendorong. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor pendorong persepsi ancaman Latvia terhadap Rusia.

1.6.2 Metode Analisis

Metode analisa data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode data kualitatif. Metode data kualitatif merupakan teknik analisa data yang tidak memperlukan angka dalam analisa penelitiannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.62 Sehingga peneliti adalah kunci yang harus memiliki wawasan luas untuk menganalisa data yang ada.

1.6.3 Tingkat Analisa

Tingkat analisa yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah tingkat analisa pada level negara-bangsa. Tingkat analisa negara-bangsa digunakan dalam penelitian ini untuk melihat alasan persepsi ancaman yang diberikan oleh Latvia terhadap Hybrid War yang dilakukan oleh Rusia pasca melakukan aneksasi terhadap Krimea. Melalui tingkat analisa ini penulis dapat melihat faktor-faktor yang menyebabkan Latvia mempersepsikan Hybrid War Rusia sebagai ancaman. Selain itu, dalam melakukan analisis penulis juga menggunakan analisa korelasionis dimana variabel dependennya menggunakan tingkat analisa negara-bangsa dan variabel independennya juga menggunakan tingkat analisa negara-bangsa.

58

1.6.4 Variabel Penelitian

Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian eksplanatif sehingga terdapat 2 variabel dalam penelitian ini yang disebut dengan variabel X sebagai unit analisis dan variabel Y sebagai unit eksplanasi. Variabel X dalam penelitian ini adalah persepsi ancaman oleh Latvia dan variabel Y-nya adalah faktor pendorong adanya ancaman yang dirasakan oleh Latvia. Sehingga korelasi antara variael X dan Y disini adalah persepsi ancaman yang dirasakan Latvia terhadap Hybrid Warfare Rusia disebabkan oleh adanya beberapa faktor pendorong.

1.6.5 Ruang Lingkup Penelitian

1.6.5.1 Batasan Materi

Batasan materi digunakan agar sebuah penelitian tidak menyimpang jauh dari apa yang di bahas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk melihat alasan Latvia dalam mempersepsikan Hybrid Warfare Rusia terhadap Krimea sebagai sebuah ancaman.

1.6.5.2 Batasan Waktu

Batasan waktu dari penelitian ini berfokus pada setelah aksi aneksasi Rusia terhadap Krimea pada tahun 2014 hingga tahun 2020. Sebab pasca kejadian tersebut Latvia mulai menerima sinyal ancaman dari Rusia, sehingga Latvia mempersepsikan Hybrid Warfare Rusia sebagai sebuah ancaman. Penulis memilih tahun 2014 karena pada saat itu Rusia melakukan aneksasi terhadap Krimea serta mulainya serangan-serangan disinformatif terhadap

59

Latvia. Sedangkan batas waktu tahun 2020 penulis pilih karena serangan-serangan dan sinyal ancaman dari Rusia terhadap Latvia hanya terlihat hingga awal tahun 2020.

1.6.6 Teknik dan Alat Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam hal ini penulis menggunakan sumber-sumber yang berasal dari buku, jurnal, working paper, proceeding, dan lain sebagainya. Selain itu juga menggunakan teknik pengumpulan data internet based research yaitu teknik pengumpulan data yang berasal dari internet

1.7 Hipotesa

Berdasarkan analisa yang dilakukan, penulis dapat mengambil hipotesa sebagai jawaban sementara bahwa alasan Latvia mempersepsikan Hybrid Warfare Rusia sebagai sebuah ancaman dikarenakan hubungan masa lalu antara Latvia dan Rusia yang buruk. Selain itu, persepsi ancaman Latvia terhadap Rusia juga muncul akibat peristiwa tidak terduga yang dilakukan Rusia terhadap Latvia, seperti serangan-serangan disinformatif. Melalui Teori Threat Perception yang dikemukakan oleh Cohen dapat dilihat bahwa persepsi ancaman Latvia terhadap Hybrid Warfare Rusia dapat dibuktikan melalui empat indikator yang disebutkan oleh Cohen. Indikator pertama dan kedua yaitu artikulasi pembuat keputusan dan deskripsi pengamat kontemporer dapat dibuktikan dengan pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh para pembuat keputusan Latvia maupun sekutu Latvia yang merasa bahwa adanya ancaman Rusia terhadap Latvia. Indikator ketiga dan keempat yaitu usaha untuk membuat respon alternatif dan coping process yang

60

terlihat dari respon-respon yang dikeluarkan Latvia sebagai usaha untuk memproteksi negaranya dari ancaman Hybrid Warfare Rusia.

Melalui Threat Perception Cohen juga dapat diketahui bahwa alasan Latvia mempersepsikan Rusia sebagai ancaman dapat dilihat melalui prepositional factors yang disebutkan oleh Cohen. Faktor ketidakpercayaan dan pengalaman masa lalu dapat terlihat dari hubungan buruk Latvia dengan Rusia di masa lalu. Hubungan buruk tersebut dapat mendorong ketidakpercayaan Latvia terhadap Rusia. Faktor hal-hal yang tidak terduga dan kecemasan personal, dapat dibuktikan melalui peristiwa Aneksasi Krimea dan serangan-serangan tidak terduga yang dilakukan oleh Rusia, yang membuat Latvia terkejut dan juga merasa cemas bahwa Rusia dapat melakukan hal yang sama terhadap Latvia karena Latvia memiliki kondisi yang sama dengan Krimea. Hal-hal tersebut yang mendorong Latvia mempersepsikan Hybrid Warfare Rusia sebagai sebuah ancaman. Adanya persepsi ancaman tersebut membuat Latvia megeluarkan respon untuk melindungi negaranya. Respon- repson Latvia tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu respon secara hardpower dan secara softpower.

61

Dokumen terkait