Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjawab rumusan masalah di atas. Pendekatan kualitatif dipilih karena dapat menggali data secara mendalam untuk lebih mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi layaknya opini, keinginan, perasaan, dan perilaku dari objek yang diteliti.
Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ditujukan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang
32
fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu (Kriyanto, 2006: 69). Fokus penelitian deskriptif ada pada pertanyaan mendasar “bagaimana” dengan berusaha mendapatkan dan menyampaikan banyak detail. Oleh karenanya, selain untuk menggambarkankarakteristik dari suatu gejala atau masalah yang diteliti, penelitian deskriptif juga ingin mengungkapkan bagaimana hal itu terjadi (Silalahi, 2010:59). Penelitian dengan jenis ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan kemudian dianalisis untuk menghasilkan sebuah kesimpulan.
2. Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus merupakan metode riset yang menggunakan berbagai sumber data (sebanyak mungkin data) yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program, organisasi, atau peristiwa secara sistematis (Kriyantono, 2006: 65). Studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan “bagaimana” dan “mengapa”, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki, dan bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena di dalam konteks kehidupan nyata (Yin, 2006: 1).
Dalam penelitian dengan metode studi kasus ini, segala aspek dari kasus mendapat perhatian sepenuhnya dari peneliti, termasuk segala sesuatu yang mempunyai arti dalam riwayat kasus, misalnya peristiwa terjadinya, perkembangannya, dan perubahannya. Keuntungan dari studi kasus ini adalah peneliti dapat mencermati suatu fenomena secara mendalam dan menyeluruh. Oleh karenanya metode ini diharapkan dapat membantu peneliti untuk memaparkan peran humas BPK RI terkait implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik di lembaga tersebut.
33
Lokasi penelitian dilakukan di kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI Pusat yang berada di Jalan Gatot Subroto Kav. 31 Jakarta Pusat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2013 dan November-Desember 2013.
4. Teknik pengumpulan data
Salah satu karakteristik dan kekuatan utama dari studi kasus adalah dimanfaatkannya berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. Yin (2006) mengklasifikasikan enam sumber data yang dapat digunakan dalam penelitian studi kasus, yaitu: dokumen, rekaman arsip, wawancara, observasi langsung, observasi pemeran serta, dan perangkat fisik.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Peneliti hanya menggunakan tiga dari enam teknik yang dapat digunakan karena pertimbangan waktu, dana, dan peluang akses penelitian di Kantor Pusat BPK RI.
a. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data penelitian yang bertujuan untuk memperoleh jenis data dalam bentuk dokumentasi. Dalam penelitian ini, data dokumentasi yang dicari berasal dari dua sumber, yaitu dari dalam internal BPK RI dan dari luar atau eksternal BPK RI.
b. Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data penelitian dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. Jenis observasi yang akan peneliti lakukan adalah observasi partisipatif, dimana peneliti akan terjun langsung dan terlibat dalam praktik implementasi UU No. 14 Tahun 2008 di kantor pusat BPK RI.
c. Wawancara Mendalam
Wawancara mendalam merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam metode studi kasus yang sangat penting. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memeriksa, menguji, ataupun melengkapi data yang diperoleh melalui alat ukur lain (Harjana, 2002: 23). Melalui wawancara, hasil pengamatan
34
peneliti mengenai fenomena implementasi UU No. 14 Tahun 2008 serta praktik kehumasan yang terkait dengan implementasi UU No. 14 Tahun 2008 di BPK RI dapat dikonfirmasi dan kemudian diperrinci sesuai dengan pengetahuan informan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan lebih detail. Wawancara akan dilakukan berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan dalam interview guide agar terarah dan sesuai dengan kebutuhan data peneliti.
Pemilihan informan sebagai narasumber wawancara akan dilakukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik ini bertujuan untuk memilih informan tertentu yang dianggap kompeten dalam memaparkan bagaimana peran humas BPK RI dalam mengimplementasikan UU No. 14 Tahun 2008 dan dapat memberikan informasi yang memadai terkait keperluan data penelitian ini. Adapun sejumlah pihak yang peneliti pilih sebagai informan wawancara adalah Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK RI yang juga menjabat sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (Bahtiar Arief), Kepala Bagian Publikasi dan Layanan Informasi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan Ketua Pusat Informasi dan Komunikasi BPK RI (Wahyu Priyono), Kepala Sub Bagian Layanan Informasi yang juga menjabat sebagai Supervisor Pusat Informasi dan Komunikasi BPK RI (Dian Rosdiana), Staff Sub Bagian Layanan Informasi yang juga menjabat sebagai staff back office Pusat Informasi dan Komunikasi BPK RI (Rikha Handayani), dan Staff Sub Bagian Layanan Informasi yang juga menjabat sebagai staff front office Pusat Informasi dan Komunikasi BPK RI (Gilang Gumilar).
5. Teknik analisis data
Dalam suatu penelitian, analisis data dilakukan untuk mencermati, menata secara sistematis, dan menginterpretasi data-data yang dikumpulkan dari penelitian sehingga diperoleh pemahaman terhadap obyek yang diteliti. Seperti yang dikatakan oleh Yin (2006) bahwa “analisis bukti (data) terdiri atas
35
pengujian, pengkategorian, pentabulasian, atau pun pengkombinasian kembali bukti-bukti untuk menunjukkan proporsi awal suatu penelitian.”
Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga tahapan. Pertama, keseluruhan data penelitian yang diperoleh, baik primer maupun sekunder, dikumpulkan, disusun, dan diseleksi. Kedua, data yang telah terseleksi tersebut akan dikategorikan sesuai dengan kelompok kategori yang telah dibuat berdasarkan konsep acuan. Ketiga, peneliti akan melakukan pengolahan dan interpretasi atas data-data tersebut. Setelah ketiga tahapan itu selesai dilalui, baru kemudian peneliti melakukan penarikan kesimpulan. Laporan penelitian nantinya akan peneliti paparkan secara narasi deskriptif disertai penilaian yang mengacu pada konsep atau teori yang ada.