METODE PENELITIAN
3.6. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana metode ini menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian pada saat sekarang ini berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Penelitian deskriptif hanyalah memaparkan situasi atau peristiwa penelitian, tidak mencari hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah. Peneliti hanya bertindak sebagai pengamat, hanya membuat kategori perilaku, mengamati gejala dan mencatat buku referensinya (Rakhmat, 2004:4).
3.6.2. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jl. Cik Ditiro Medan.
3.6.3. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek dan penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, gejala, nilai, text atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian (Nawawi, 1995: 141). Sugiyono dalam bukunya menyebut populasi sebagai wilayah generaisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempuyai kuantitas dan karakterisitik tertentu yang diterapkan oleh periset untuk dipelajari, kemudian
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMA Negeri 1 Medan, berikut daftar jumlah siswa pada tahun ajaran 2013-2014:
Tabel 3.2.
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah Kelas Jumlah
X 261 327 14 588
XI 171 251 13 422
XII 131 229 13 360
Jumlah Keseluruhan 1370
Sumber: Sekolah SMA Negeri 1 Medan Tahun Ajaran 2013/2014
3.6.4. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi (Nawawi, 1995:144). Sampel merupakan bagian dari populasi yang mewakili karakteristik dari populasi sehingga hasil akhirnya dapat digeneralisasikan (Lubis, 1998:23). Namun mengingat keterbatasan waktu dan biaya, tidak mungkin untuk meneliti seluruh populasi.
Sampel dapat didefinisikan sebagai sebagian anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi (Martono, 2010: 66). Dengan kata lain, sampel adalah sebahagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Dalam penelitian ini besarnya sampel yang ditentukan menggunakan rumus Taro Yamane (Rakhmat, 2004:162) sebagai berikut:
n = N N(d)² + 1 Keterangan:
n :Jumlah sampel N :Jumlah populasi
d : Nilai presisi/tingkat kesalahan yang ditetapkan sebesar 10%
Kemudian dari rumus tersebut, ditetapkan ukuran sampel dari populasi sebagai berikut:
n ≈ 1370 14,7 ≈ 93,197 ≈ 93
Dengan demikian, besar sampel dalam penelitian ini adalah 93 siswa yang merupakan pengguna media sosial.
3.6.4. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah: 3.6.4.1. Proportional Stratified Sampling
Dalam teknik proportional stratified sampling, populasi dikelompokkan ke dalam kelompok atau kategori yang disebut strata. Strata ini bisa berupa usia, kota, jenis kelamin, agama, tingkat penghasilan dan sebagainya. Sampel ini bertujuan untuk membuat sifat homogeny dari populasi yang heterogen. Dalam teknik ini, dari setiap strata diambil jumlah yang proposional dengan besar setiap strata. Penggunaan teknik ini memungkinkan untuk memberi peluang kepada populasi yang lebih kecil untuk tetap dipilih sebagai sampel (Rakhmat, 2004: 79) dengan menggunakan rumus;
n1 x n n = N Keterangan:
n1 =Jumlah siswa tiap kelas
n = Jumlah sampel keseluruhan populasi. N = Jumlah Populasi
Tabel 3.3.
No Kelas Jumlah Siswa Perhitungan Jumlah Sampel 1 X 588 588/1370X93 40 2 XI 422 422/1370X93 29 3 XII 360 360/1370X93 24
3.6.4.2. Purposive Sampling
Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dengan teknik yang disesuaikan degan kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian (Kriyantono, 2010: 154). Adapun kriteria sampel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Medan yang telah terbagi atas: siswa kelas X sebanyak 40 siswa, kelas XI sebanyak 29 siswa, dan kelas XII sebanyak 24 siswa, yang memiliki media sosial dan pengguna smartphone.
3.6.5. Teknik Pengumpulan Data 3.6.6.1. Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan ialah menghubungkan penelitian dengan konteks yang lebih luas. Di dalamnya harus terkandung bahan-bahan yang mengarahkan tujuan penelitian, rancangan penelitian, dan tema penelitian. Karena itu, suatu tinjauan kepustakaan harus komprehensif walaupun tidak terlalu banyak (Rakhmat, 2000: 107).
Penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan datamelalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Dalam hal ini penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku, literatur serta tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang mendukung penelitian.
3.6.6.2. Penelitian Lapangan
Yaitu pengumpulan data dengan melakukan survei ke lokasi penelitian melalui kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan sejumlah daftar pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Kuesioner yaitu alat pengumpulan data dalam bentuk sejumlah pertanyaan yang ditunjukan kepada responden penelitian yang harus dijawab secara tertulis pula oleh responden. Pertanyaan bisa berbentuk tertutup dan bisa juga berbentuk terbuka.
3.6.7. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipresentasikan (Singarimbun, 2006:263). Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis dan diintepretasikan.
3.6.7.1. Analisis Tabel Tunggal
Merupakan suatu analisis yang dilakukan dengan membagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi dan persentase. Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisis data yang terdiri dari dua kolom, sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori (Singarimbun, 2006:226). Datayang terkumpul diproses sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan, kemudian ditabulasi dan dianalisis. Selanjutnya peneliti akan melakukan pembahasan dan menginterpretasikannya.
3.6.7.2. Analisis Tabel Silang
Teknik ini digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif (Singarimbun, 2006:273).
3.6.8. Proses Pengolahan Data
Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, maka dimulailah tahap selanjutnya yaitu pengolahan data. Adapun tahap-tahap pengolahan data yang peneliti akan lakukan, sebagai berikut:
1. Penomoran Kuesioner. Pemberian nomor urut pada kuesioner jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan pengisian data dalam kode yang disediakan.
2. Coding. Proses pemindahan jawaban-jawaban dari responden ke dalam kotak-kotak yang telah disediakan dalam bentuk angka (skor).
3. Inventarisasi Variabel. Data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar Fortran Cobol (FC) sehingga memuat seluruh data dalam satu kesatuan.
4. Tabulasi data. Tahap di mana data Fortran Cobol (FC) dimasukkan ke dalam tabel. Tabulasi ini terbagi atas tabulasi tunggal. Sebaran data dalam tabel secara rinci meliputi kategori frekuensi, persentase dan selanjutnya dianalisis.
BAB IV