• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN BUS UUS BPRS (Halaman 28-34)

METODOLOGI PENELITIAN

2.3 Metodologi Penelitian

2.3 Metodologi Penelitian

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis konten (content analysist). Analisis konten ini merupakan suatu alat dalam sebuah penelitian yang digunakan untuk menentukan keberadaan suatu objek dibandingkan dengan standarnya.

Dalam penganalisaan yang bersifat induktif ini, akan di sajikan secara deskriptif yang disertai dengan tabel. Penelitian ini menggunakan metode dummy variable, yang juga digunakan pada penelitian sebelumnya oleh Syafei, et.al (2004) dan Maula (2006) dalam operasinya dengan memasukkan variabel independent kualitatif tersebut (yang tidak berbentuk angka) ke dalam model regresi. Variabel kualitatif tersebut harus dikuantitatifkan atributnya (cirinya). Untuk mengkuantitatifkan atribut variabel kualitatif, dibentuk variabel dummy dengan nilai 1 dan 0. Jadi, inilah yang dimaksud dengan variabel dummy tersebut. Nilai 1 menunjukkan adanya, sedangkan nilai 0 menunjukkan tidak adanya ciri kualitas tsb. (Kategori yg diberi nilai 0 disebut kategori dasar, dlm artian bahwa perbandingan dibuat atas kategori tsb.)

Skor pengukuran yang digunakan adalah angka 1 dan 0. Skor 1 jika alat ukur dalam penelitian ini tersedia dalam annual report bank Syariah dan skor 0 jika alat ukur dalam penelitian ini tidak tersedia dalam annual report bank Syariah.

Langkah-langkah dalam proses pengukuran kesesuaian adalah sebagai berikut:

1) Memasukkan alat ukur dengan pendekatan KDDPLKS dan PSAK 101. 2) Mengevaluasi keberadaan alat ukur dalam masing-masing pendekatan. 3) Apabila alat ukur tersebut tersedia dalam annual report bank Syariah, maka dinilai dengan skor 1 dan apabila alat ukur tersebut tidak tersedia dalam annual report bank Syariah dinilai dengan skor 0.

4) Menghitung total skor yang didapat, kemudian dibagi dengan skor maksimal.

29

Informasi Posisi Keuangan Neraca 1

Informasi Perubahan Posisi Keuangan Laporan Arus kas 1

Laporan Laba Rugi 1

Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat 1

Laporan rekonsiliasi pendapatan bagi hasil. 1

Laporan Perubahan Ekuitas 1

Informasi tak terpisahkan dengan Laporan Keuangan Catatan Atas Laporan Keuangan 1

1) Komposisi DPS 1

2) Laporan opini DPS 1

1) Catatan atas laporan keuangan 1

2) Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan 1

3) Informasi Pemeriksaan Badan Independen Laporan Auditor Independen 1

2) Informasi pemenuhan tanggung jawab bank terhadap

dana investasi terikat 2) Laporan perubahan dana investasi terikat 1

1) Laporan sumber dan penggunaan dana ZIS 1

2) Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan 1

3) Laporan kepedulian sosial (Corporate Sosial

Responsibility) 1

Pengakuan Finansial 1

1) Saat penyusunan Laporan Keuangan Biaya historis 1

2) Saat penyajian bagi efek - efek tertentu, AYDA dll Biaya kini / nilai realisasi 1

Informasi asumsi dasar saat Penyajian laporan

keuangan (Akrual Basis), (kecuali Lap Arus Kas) Catatan Atas Laporan Keuangan 1

Informasi asumsi dasar saat perhitungan pendapatan

untuk pembagian hasil usaha ( Cash Basis) Catatan Atas Laporan Keuangan 1

Kelangsungan Usaha Informasi tentang asumsi keberlangsungan usaha dimasa

depan Laporan Auditor Independen 1

1) Pemilik Dana Investasi 1

2) Sumber dan pengguna dana sosial 1

3) Dewan Pengawas Sharia 1

4) Regulator 1 5) Stakeholder lainnya 1 28 100% Asumsi Dasar Keterangan Aspek Keuangan

Informasi Kinerja Entitas Syariah Tujuan Umum Aspek Keuangan

1

Persentase (nilai total skor/skor maksimal)

Dasar Akrual Transaksi Finansial Moneter Tujuan Lain Pengguna Stakeholder Pengukuran

1) Informasi pemenuhan fungsi sosial bank Aspek Sosial

1) Neraca (Dana Syirkah Temporer) 1) Neraca (Dana Syirkah Temporer) 2) Informasi kepatuhan entitas atas keterdapatan unsur -

unsur laporan keuangan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah

Aspek Syariah

Total skor kesesuaian dengan pendekatan KDPPLKS dan PSAK 101

Alat Ukur Maksimal

1) Informasi Kepatuhan Terhadap Prinsip Syariah Pendekatan KDPPLKS dan PSAK 101

1) Informasi pemenuhan tanggung jawab bank sebagai manajer investasi dari dana nasabah

5) Melihat adanya kenaikan/penurunan pertahun tingkat kesesuaian dari masing-masing bank.

Tabel 3.1 Tabel Alat Pengukuran Tingkat Kesesuaian

a. Penjabaran Tabel 3.1:

1) Berdasarkan Tujuan Umum

· Dalam aspek keuangan informasi seputar posisi keuangan, dapat dilihat dalam Neraca.

· Informasi kinerja entitas syariah dapat dilihat dalam laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan dana investasi terikat, dan laporan rekonsiliasi pendapatan bagi hasil.

30

· Informasi perubahan posisi keuangan entitas dapat dilihat melalui laporan arus kas.

· Sebagai informasi yang tak terpisahkan dengan laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan juga ikut dimasukkan sebagai salah satu alat ukur yang lebih bersifat deskriptif dibandingkan alat ukur sebelumnya.

2) Berdasarkan Tujuan Lain

· Pada aspek syariah, terdapat tiga informasi yang mencerminkan nilai – nilai Islam.

Pertama informasi tersebut tentang kepatuhan entitas terhadap

prinsip syariah yang terlihat dalam komposisi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan laporan DPS yang berisi opini atas kepatuhan syariah entitas tersebut. Opini yang dimaksud adalah pernyataan seputar pelaksanaan produk dan jasa seputar penghimpunan dan penyaluran dana yang telah sesuai dengan Fatwa DSN serta keputusan DPS, penggunaan pedoman operasional dan produk seputar penghimpunan dan penyaluran dana yang telah sesuai dengan Fatwa DSN serta keoutusan DPS, dan laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip syariah.

Kedua, informasi tentang kepatuhan pengungkapan, apabila

kedapatan akun ataupun informasi yang tidak sesuai atau bertentangan dengan prinsip syariah dan disajikan dalam laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan. Seperti penerimaan non halal, menurut PSAK 101:

Penerimaan non halal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, antara lain penerimaan jasa giro atau bunga yang berasal dari bank umum konvensional. Penerimaan non halal pada umumnya terjadi dalam kondisi yang tidak diinginkan oleh entitas syariah karena secara prinsip dilarang.

31

Ketiga informasi yang menyatakan bahwa terdapat badan

independen di luar entitas yang bertugas memastikan bahwa laporan keuangan entitas telah disajikan secara wajar, dan informasi ini dapat terlihat dalam Laporan Auditor.

· Pada aspek keuangan, dua item yang ingin dilihat informasinya adalah informasi pemenuhan tanggung jawab bank syariah sebagai manajer investasi yang dapat terlihat pada dana syirkah temporer dalam neraca dan pada laporan dana investasi terikat.

· Pada aspek sosial terdapat informasi terkait tanggung jawab bank atas fungsi sosialnya dalam hal zakat, dana kebajikan dan kepedulian sosial (CSR). Secara berurut dapat dilihat melalui laporan sumber dan penggunaan dana ZIS, Laporan sumber dan penggunaan dana Qardhul Hasan, serta Corporate Sosial

Responsibility.

3) Pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca atau laba rugi, seperti: · Adanya kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan

dengan pos tersebut akan mengalir ke dalam entitas. · Memiliki nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Kedua unsur dalam kriteria ini dipenuhi oleh transaksi finansial, karena hanya transaksi finansial yang memiliki kemungkinan atas aliran manfaat ekonomi masa depan sehingga ukuran finansial dijadikan alat ukur yang digunakan untuk mengakui suatu transaksi / peristiwa. 4) Menurut Belkoui (2006), pengukuran memiliki arti pemberian angka –

angka kepada objek atau kejadian – kejadian menurut aturan tertentu. KDPPLKS menyatakan definisi pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengetahui dan memasukan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Proses penetapan ini menggunakan tiga dasar pengukuran yang berbeda:

32

· Biaya historis atau historical cost

Biaya historis merupakan dasar pengukuran lazim, yang digunakan entias syariah dalam penyusunan laporan keuangan.

· Biaya sekarang atau current cost

Biaya sekarang biasa digunakan pada aset yang dinilai dalam jumlah kas atau setara kas yang seharusnya dibayar bila aset yang sama atau setara aset diperoleh sekarang.

· Nilai realisasi

Prinsip relalisasi hanyalah sebagai pedoman dalam menentukan kapan kejadiannya. Arti pentingnya sendiri yaitu suatu perubahan dalam aktiva atau kewajiban telah menjadi cukup pasti dan objektif untuk membenarkan pengakuan dalam akun – akun.

5) Pada kategori pengguna yang seluruhnya memiliki pemangku kepentingan atas laporan keuangan atau stakeholder, penulis membaginya menjadi empat golongan, pertama pihak pihak yang terkait akan dana investasi, kedua terkait dana sosial, ketiga terkait dewan pengawas syariah, keempat terkait regulator, dan yang terakhir terkait stakeholder lainnya.

· Pihak yang termasuk berhubungan dengan dana investasi adalah investor sekarang dan investor potensial, pemilik dana investasi syirkah temporer. Para pemilik dana investasi ini perlu mengetahui informasi bahwa investasi yang ditanamkan berada pada tingkat keuntungan yang layak dan hal ini akan mempengaruhi keputusan untuk melanjutkan investasi atau tidak. · Pihak terkait dana sosial diantaranya pemberi dana

qardh, para pemberi dan penerima dana ZIS dan wakaf. Para pengguna informasi ini ingin memastikan bahwa penggunaan dana yang memang ditujukan untuk hal –

33

hal yang bersifat sosial, telah sesuai dan benar dalam penggunaannya.

· Pihak yang terkait kepatuhan syariah ialah pengawas syariah, posisi ini dilaksanakan oleh DPS sebagai kepanjangan tangan DSN dalam mengontrol kegiatan usaha entitas syariah sesuai dengan prinsip syariah dan fatwa – fatwa yang dikeluarkan oleh DSN MUI.

· Regulator yang dimaksud sebagai pengguna informasi ialah pemerintah dan Bank Indonesia. Biasanya informasi digunakan untuk menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

· Stakeholder lainnya yakni, para karyawan, nasabah, para pemasok dan mitraa usaha, serta masyarakat yang ingin tahu perkembangan terakhir aktivitas entitas syariah.

34

BAB IV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN BUS UUS BPRS (Halaman 28-34)

Dokumen terkait