• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan, mulai bulan Agustus 2012 sampai dengan bulan Pebruari 2013 di daerah Karawaci - Tangerang, Propinsi Banten. Contoh uji yang berupa kantong plastik belanja diperoleh dari peritel- peritel yang ada di pasaran di daerah Karawaci dan sekitarnya, bahkan dengan adanya sistem waralaba, maka peritel yang ada di Karawaci juga sama dengan peritel yang ada di seluruh Indonesia. Sampel yang diambil di daerah ini juga merepresentasikan sampel kantong plastik belanja yang umumnya digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Sebagai data pembanding, maka diambil sampel kantong plastik belanja di beberapa supermarket di luar negeri.

Penentuan dan penetapan wilayah kecamatan Karawaci sebagai lokasi

sampling penelitian dengan pertimbangan bahwa Karawaci sudah merupakan suatu area pusat yang menopang kegiatan masyarakat modern dan tradisional di daerah ini. Karawaci adalah salah satu kecamatan di Kota Tangerang, Provinsi Banten dengan luas 14.98 km², dan memiliki 16 desa/kelurahan.

Jumlah penduduk 145.306 jiwa (2001) dan kepadatan penduduknya 9.700 jiwa/km² (Badan Pusat Statistik, 2011)

Gambar 8 Peta Pusat Layanan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Karawaci (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011)

Beberapa pertimbangan pemilihan lokasi wilayah administrasi kecamatan Karawaci sebagai lokasi penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Wilayah kecamatan Karawaci merupakan daerah yang belum lama berkembang jika dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya di wilayah Tangerang. Sejak tahun 1993 saat didirikannya sekolah-sekolah dan rumah sakit serta hotel bertaraf internasional, maka daerah Karawaci mulai ramai dihuni masyarakat dan mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk yang besar. Layaknya pendukung sebuah kota yang baru kerkembang, maka sarana lainnya seperti pusat perbelanjaan, restoran , toko swalayan dan perumahan meramaikan daerah ini .

2. Kecamatan dengan kecenderungan perkembangan infrastruktur yang semakin pesat selalu dapat menggeser dan merubah pola pikir dan pola hidup masyarakatnya, menjadi relatif konsumtif dan suka berbelanja. 3. Kecamatan Karawaci terletak dalam satuan wilayah pemukiman dengan

beberapa ritel dan mal besar seperti Hypermart, Giant, Carrefour, Foodmart, Gramedia dan masih banyak lagi usaha-usaha yang selalu menyediakan kantong plastik belanja ( termasuk usaha londri dalam membungkus setiap helai pakaian).

4. Hampir semua toko dan ritel serta pasar modern merupakan representasi dari usaha sejenis yang berlokasi di Jakarta atau di daerah lainnya di Indonesia, karena adanya sistem waralaba yang diterapkan dalam semua usaha-usaha tersebut. Semuanya kegiatan ini memerlukan sarana kantong belanja untuk membawa barang-barangnya.

Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui survei lapang dan wawancara di lokasi penelitian terhadap jenis kantong belanja dan kantong plastik belanja yang berlabel ramah lingkungan. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui penelusuran pustaka terkait di berbagai instansi, serta dari berbagai data uji dan analisis laboratorium yang dilakukan. Laboratorium yang dipakai sebagai tempat menganalisis adalah:

- Laboratorium Kimia Universitas Pelita Harapan, Karawaci-Tangerang - Laboratorium Sentral Teknologi Polimer Puspitek, Serpong- Tangerang - Laboratorium Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia, Serpong- Tangerang - Laboratorium Balai Besar Kimia dan Kemasan, Pasar Rebo-Jakarta Timur

Metoda pengumpulan sampel yang dipakai adalah Purposive Sampling Method yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu yang didasarkan kepentingan dan tujuan tertentu (Patton, 1990).

Bahan yang dipakai untuk karakterisasi kantong plastik belanja yang ada di pasaran adalah 50 (lima puluh) sampel kantong plastik belanja yang diperoleh dari beberapa lokasi pasar swalayan dan ritel, yang terdiri dari 10 (sepuluh) kantong plastik yang ada di supermarket di luar negeri seperti Italy, Singapore, China, Australia, dan Amerika dan 40 (empat puluh) kantong plastik belanja yang ada di pasaran/ ritel/ supermarket lokal untuk dilakukan pengukuran tebal dan

density nya.

Untuk analisis parameter lainnya, dipilih beberapa sampel yaitu kantong plastik dari Carrefour Milan-Italy (biodegradable) dengan kode B1, Hypermart (Oxium, oxodegradable) dengan kode C1. Kantong plastik konvensional dengan kode D1, Martha Tilaar (Ecoplas, biodegradable), dengan kode A1, Roti Boy (EPI, oxodegradable) dengan kode C2, Green Laundry (Ecoplas, biodegradable),

dengan kode A2, Carrefour Indonesia (Oxium, oxodegradable) dengan kode C3. Untuk analisis SEM juga diambil kantong plastik yang diperoleh dari supermarket di Australia (Biodegradable dan Compostable LN), “ST” EPI, oxodegradable DN), “FM” (Oxium, oxodegradable) dan no label (konvensional).

Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan bioplastik skala laboratorium adalah biji plastik LDPE kualitas komersial, biji durian varietas

montong, dan pati sagu komersial merk “ALINI”. Bahan untuk proses analisis

mikroba (total count) adalah tanah, etanol 70%, akuades, media Potato Dextrose Agar (PDA), dan media Plate Count Agar (PCA).

Peralatan yang dipakai untuk uji karakteristik kantong plastik belanja yang ada di pasaran adalah Mikrometer, Neraca Analitik, Lampu UltraViolet, Oven, Peralatan Uji Tanam, Fourier Thermal Infra Red (FTIR), Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Material Testing Machine Lloyds Instrument.

Sedangkan peralatan untuk membuat bioplastik antara lain Blender,

Chromameter, Oven, Neraca Analitik, Rheomix, dan alat Hot Press. Peralatan yang digunakan untuk proses analisis bioplastik antara lain Material Testing Machine Lloyds Instrument, Texture Analyzer TA.XT.Plus, Scanning Electron Microscope, Pot untuk uji tanam, Mikrometer, Termometer, dan Higrometer.

Peralatan yang digunakan untuk analisis kandungan mikroba dalam tanah adalah Laminar air flow, Autoclave, Cawan Petri, Inkubator, dan Colony Counter.

Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian secara fisik seperti panjang, lebar dan tebal serta bobot setiap sampel kantong plastik , sehingga dapat dihitung berat jenis (density) nya. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik mekaniknya seperti uji kuat tarik (tensile strength), kelenturan (elongation at break) terhadap sampel dan dilihat perubahan sifat mekanik tersebut setelah sampel mengalami perlakukan oksidasi dengan sinar ultra violet selama 8 minggu dan panas 800C selama 2 jam (ASTM D 6954-04 dan ASTM D3826-98(2008)) . Dilakukan juga analisis gugus fungsi dengan FTIR untuk mengetahui jenis gugus fungsi yang ada pada kantong plastik belanja, dan analisis kandungan logam (Fe, Co dan Mn) dengan AAS serta analisis morfologi dari kantong plastik menggunakan SEM. Untuk melihat perubahan fisik dan laju degradasi yang terjadi, maka dilakukan uji tanam terhadap sampel bioplastik sampai dengan 10 minggu di dalam tanah dengan melakukan pengamatan setiap 2 minggu (ASTM D 5272-92(1999) dan ASTM D5208-09).

Rancangan Tahapan Penelitian

Kegiatan penelitian dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu :

(1) Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang pakar plastik ramah

lingkungan, industri plastik yang memproduksi plastik “ramah lingkungan” dan

pejabat pemerintah sebagai regulator serta para peneliti /akademisi. FGD ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para peserta tentang kantong plastik belanja ramah lingkungan dengan mengisi AHP (Analytical Hierarchy Process) dan datanya diolah dengan mengunakan software expert choice.

Survey dalam bentuk questionnaire juga dilakukan terhadap mahasiswa/siswa SLTA dan ibu rumah tangga sebagai pengguna kantong plastik, sehingga dapat disimpulkan jenis kantong plastik ramah lingkungan apa yang sesuai untuk masyarakat Indonesia (oxodegradable, partial biodegradable, fully biodegradable, kantong kertas atau kantong kain), dengan mempertimbangkan faktor daya beli masyarakat, pelestarian lingkungan dan pelaku industri masih tetap dapat melakukan investasi untuk memproduksi kantong plastik ramah lingkungan.

(2) Pengambilan sampel dilakukan terhadap berbagai kantong plastik belanja berlabel ramah lingkungan yang ada di ritel/supermarket dalam dan luar negeri, dan dikelompokan menurut jenis label yang merepresentasikan jenis industri plastik pembuatnya untuk diteliti karakteristiknya (berlogo oxium, ecoplas, EPI, enviplast). Contohnya label ramah lingkungan yang tercetak di kantong plastik belanja: Ecofriendly Fully Plastic Bag, Heal the world,make it a better green,

This bag is environment friendly, degradable in 10 weeks .

Gambar 9 Sampel Kantong Plastik Belanja (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(3) Penelitian skala laboratorium dilakukan untuk novelty penelitian ini, yaitu memanfaatkan pati dari biji durian yang merupakan limbah, dan pati sagu untuk dicampur dengan biji plastik agar menjadi bioplastik yaitu plastik yang

biodegradable.

Survei Tentang Kantong Plastik Belanja Ramah Lingkungan

Survei tentang penggunaan kantong plastik belanja juga dilakukan dalam penelitian ini terhadap kelompok masyarakat, dengan tujuan memetakan persepsi masyarakat terhadap penggunaan kantong plastik belanja dan sejauh mana pendapat tentang kantong plastik ramah lingkungan. Teknik pengumpulan data akan dilakukan secara random terhadap beberapa komunitas, seperti ibu rumah tangga dan siswa SLTA serta mahasiswa non teknik di daerah sekitar Karawaci, Tangerang dan salah satu perumahan di Bogor. Instrumen atau alat pengumpul data yang digunakan berupa kuesioner yang berisi daftar pertanyaan. Responden di setiap lokasi masing-masing 30 orang secara acak dalam selang waktu antara 25 September s/d 25 Oktober 2012.

Lokasi penyebaran kuesioner dan pengambilan data dilakukan di beberapa lokasi sebagi berikut:

1. Perumahan Bukit Cimanggu Villa Bogor

2. Pasar Tradisional di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan 3. Supermal Karawaci, Tangerang

4. SMA St. Laurensia, Alam Sutera-Serpong 5 UPH College di Karawaci, Tangerang

6. Mahasiswa UPH non Teknik di Karawaci, Tangerang

4. FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TENTANG KANTONG

Dokumen terkait