Cost Benefit Ratio digunakan untuk memilih alternatif dalam jangka waktu yang sama. Untuk itu, perlu diketahui jangka waktu tertentu yang menyatakan satu trial.
BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN
Proses penelitian ilmiah merupakan suatu proses yang terkait dan tersusun secara sistematis. Rangkaian tersebut disusun dalam sebuah prosedur penelitian yang berisi tahap-tahapan dan setiap tahapan merupakan bagian yang menentukan untuk tahapan selanjutnya. Dalam penelitian ilmiah dibutuhkan dua syarat, yaitu pemahaman konsep dasar ilmu pengetahuan dan penguasaan metode penelitian. Dari kedua syarat tersebut akan melahirkan teknik secara alamiah. Sudah tentu, metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta penelitian yang
digunakan. Prosedur memberikan kepada peneliti urutan pekerjaan yang harus dilakukan dalam penelitian. Teknik penelitian mengatakan alat-alat pengukur apa yang dibutuhkan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sedangkan metode penelitian memandu si peneliti tentang urutan bagaimana penelitian dilakukan.
Hasil yang diperoleh dalam suatu penelitian memungkinkan untuk dikembangkan kembali dan merupakan dasar dari suatu proses belajar yang kritis terhadap permasalahan sekitarnya. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik, diperlukan langkah-langkah penelitian yang baik pula. Hal ini disebabkan suatu penelitian adalah suatu proses sehingga perlu melewati setiap tahap proses dengan dengan cermat dan teliti.
4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan pada bagian produksi di PT. Charoen Pokphand Indonesia Medan berlokasi di Jln. Pulau Sumbawa No. 5 (Kim II – Medan). Waktu penelitian dilakukan pada Mei 2008.
4.2. Identifikasi Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan hal-hal apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya suatu kecelakaan kerja dan pencegahan yang dilakukan serta biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi kecelakaan tersebut pada PT. Charoen Pokphand Indonesia.
Nirwana Dwi Surbakti : Penggunaan Metode Fault Tree Analysis Untuk Menentukan Penyebab Kecelakaan Kerja Dan Cost Benefit Ratio Sebagai Pemilihan Alternatif Optimal Pencegahan Kecelakaan Kerja Pada PT. Charoen Pokphand Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009
Penelitian ini digolongkan pada tipe penelitian deskriptif. analitic, yaitu suatu penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, yang ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci tentang pekerjaan manusia sehingga dapat m,emberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang akan datang. Pada penelitian ini akan diuraikan tentang karakteristik dari suatu keadaan dan menganalisis perbandingan tiap-tiap alternatif yang digunakan.
4.4. Variabel Penelitian
Identifikasi variabel penelitian dilakukan berdasarkan studi pendahuluan terhadap objek penelitian dan studi literatur tentang permasalahan yang dihadapi. Adapun variabel-variabel dari penelitian ini dapat dibagi atas :
1. Variabel Independen (variabel bebas)
Variabel bebas merupakan variabel penelitian yang mempengaruhi dan menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor- faktor terjadinya kecelakaan kerja dan kerugian akibat kecelakaan terjadi.
2. Variabel dependen (variabel terikat)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah Banyaknya kecelakaan kerja terjadi.
4.5. Tahapan Penelitian
Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari tahap awal, yaitu perumusan masalah dan penetapan tujuan sampai tahap akhir yaitu kesimpulan dan saran. Adapun tahapan proses penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Penelitian Pendahuluan
Identifikasi Masalah
Mencari penyebab dasar kecelakaan kerja dengan metode fault tree analysis dan memilih alternatif pencegahan kecelakaan berdasarkan cost benefit ratio
Penetapan Tujuan
Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dengan memberikan beberapa alternatif pencegahan kecelakaan kerja
Pengumpulan Data - Data primer
- Data sekunder
Pengolahan Data - Pengelompokan event
- Penggambaran fault tree
- Menentukan severity dan probabilitas head event - Menentukan probabilitas basic event
- Menghitung ongkos pencegahan basic event
- Menentukan alternatif pencegahan dan ongkos yang dibutuhkan - Pemilihan alternatif
Analisis Pemecahan Masalah
Interpretasi berupa nilai kemungkinan head event, ongkos, benefit, cost benefit ratio untuk tiap alternatif
Gambar 4.1. Block Diagram Tahapan Proses Penelitian
4.6. Pengumpulan Data
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari pengamatan dan pengukuran secara langsung dilapangan dan juga data yang diperoleh berdasarkan wawancara dilapangan terhadap pihak-pihak yang berwenang didalamnya. Data ini meliputi pengadaan peralatan keselamatan kerja, pendidikan dan pelatihan karyawan, serta pemasangan poster dan rambu-rambu keselamatan kerja.
Nirwana Dwi Surbakti : Penggunaan Metode Fault Tree Analysis Untuk Menentukan Penyebab Kecelakaan b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari catatan-catatan perusahaan yang dibutuhkan selama penelitian yang berhubungan dengan data statistik kecelakaan kerja yang mencakup tempat kecelakaan, jenis luka, jenis operasi, dan jumlah jam kerja yang hilang.
4.7. Pengolahan Data
Adapun pengolahan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu : 1. Pengelompokan event berdasarkan kemiripan kejadian tempat dan sebagainya. 2. Menentukan severity rate dan frequency rate dari event yang telah
dikelompokkan.
3. Menentukan severity rate, probabilitas head event dan kekritisan awal. 4. Menentukan probabilitas basic event.
Penentuan probabilitas basic event berdasarkan fault tree banyak dipengaruhi oleh subjektivitas karyawan.
5. Menghitung ongkos pencegahan basic event.
Ongkos pencegahan basic event diperoleh dengan menggunakan rumus:
H x T Ht =
K
Keterangan :
H = Harga alat keselamatan / unit. T = Jangka waktu satu trial. K = Masa pakai alat.
Alternatif pencegahan kecelakaan merupakan kombinasi perbaikan pada beberapa event yang mungkin dan menghitung biaya yang dibutuhkan selama satu trial.
7. Pemilihan alternatif.
Perbaikan yang dilakukan pada basic event melalui alternatif-alternatif yang diberikan akan mempengaruhi nilai probabilitas head event. Dari perhitungan probabilitas head event pencegahan kecelakaan untuk setiap alternatif akan diperoleh alternatif pencegahan berdasarkan cost benefit ratio terendah.
Tahapan dari pengolahan data dapat dilihat pada Gambar 4.2.