• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2008 sampai dengan September

2008. Pembuatan papan komposit dilaksanakan di Laboratorium Kimia Polimer,

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan di Laboratorium Teknologi

Hasil Hutan, Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera

Utara, pengujian sifat fisis dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah, Fakultas

Pertanian, Universitas Sumatera Utara dan pengujian sifat mekanis di

Laboratorium Biokomposit, Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas

Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, mesin grinder

sebagai alat penghancur cangkang sawit menjadi partikel, ember, wadah plastik

dan kantung plastik sebagai tempat pengumpulan partikel, extruder sebagai alat

untuk mencampur atau alat pengadon plastik dengan partikel cangkang sawit agar

hasil lebih merata dan seragam, kaliper untuk pengukuran dimensi, oven untuk

pengeringan bahan baku dan pengujian sifat fisis, neraca untuk mengukur berat

bahan baku dan sampel, frame besi ukuran 25cm x 25cm x 0,5cmdan lembaran

besi tipis atau seng dengan ukuran ≥ 30cm x 30 cm untuk mencetak lembaran papan, mesin circular saw untuk pemotongan contoh uji, mesin cold dan hot press

untuk pengempaan, alat Universal Testing Machine merk Instron untuk pengujian

sifat mekanis, alat tulis, penggaris dan kertas label, gunting dan cutter, kipas angin

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah partikel

cangkang sawit (Elaeis guineensis) sebagai filler (bahan pengisi), polipropilena

daur ulang atau recycled polypropylene (RPP) berbentuk pellet sebagai matriks

dan maleated polypropylen (MAPP) sebagai bahan aditif.

Persiapan Bahan Baku

Limbah cangkang kelapa sawit diperoleh dari pabrik kelapa sawit dipilih

dan dibersihkan dari kotoran lain seperti serat buah dan inti buah yang masih

bercampur dengan cangkang sawit. Lalu cangkang sawit dibersihkan dari kotoran

tanah atau debu yang terikut dengan cara dibersihkan dengan air, kemudian

dijemur hingga kering. Setelah kering cangkang sawit ditumbuk hingga berbentuk

partikel. Partikel tersebut dikeringkan hingga kadar air 4 – 6%.

RPP yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP yang berasal

dari gelas air mineral (thermoforming) yang telah didaur ulang dengan mesin

boker hingga menjadi berbentuk pellet.

Proses Pembuatan Papan Komposit

Proses pembuatan papan komposit dapat dilihat dari diagram pada Gambar

6 berikut :

Gambar 5. Diagram Proses Pembuatan Papan Komposit Limbah Cangkang Kelapa Sawit

Dicuci hingga bersih dan lalu dikeringkan

Ditumbuk dan dihancurkan hingga menjadi partikel

Pembentukan Papan WPC

Dikempa panas 1750C

Produk WPC dari Limbah Cangkang Kelapa Sawit dan RPP

Pengkondisian 10 hari

Pembuatan contoh uji

Pengujian sifat fisis dan mekanis

Kualitas Papan Komposit

Dikeringkan hingga kadar air 4– 6% Pengadonan (Blending) Ditambah MAPP Ditambah RPP Pellet

Pembuatan Adonan (Blending)

Serbuk atau partikel cangkang kelapa sawit yang telah dikeringkan dan PP

daur ulang (RPP) dimasukkan dalam bak pencampur kemudian dilakukan

pengadonan. Pengadonan dilakukan dengan alat extruder bertujuan agar hasil

campuran lebih merata dan seragam. Extruder terlebih dahulu dipanaskan pada

suhu 1750 C. Kemudian masukkan campuran bahan ke dalam extruder. Hasil adonan selanjutnya dibentuk kembali menjadi pellet dengan cara digunting.

Kebutuhan partikel cangkang dan PP daur ulang yang digunakan untuk

pembuatan sebuah papan komposit tergantung pada perlakuan yang dilakukan dan

kerapatan sasaran. Kerapatan sasaran yang dipakai yaitu sebesar 1,00 g/cm3. Komposisi perbandingan dan banyaknya bahan baku disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Komposisi Kebutuhan Bahan Baku Papan Polimer.

Perlakuan Perbandingan Bahan (%) Partikel Cangkang (g) RPP (g) MAPP (g) Tanpa Aditif (tanpa MAPP) Serbuk + RPP 40 : 60 50 : 50 60 : 40 70 : 30 125 156,25 187,5 218,75 187,5 156,25 125 93,75 - - - - Penambahan Aditif (MAPP) Serbuk + RPP 40 : 60 50 : 50 60 : 40 70 : 30 125 156,25 187,5 218,75 187,5 156,25 125 93,75 9,375 7,81 6,25 4,69 Keterangan : Berat maleated polypropylene (MAPP) adalah 5% dari berat RPP.

Pengempaan

Setelah diadon, adonan diletakkan di antara dua plat alumunium dan

dilakukan pengempaan panas dengan suhu sebesar 1750C hingga mencapai ketebalan 0,5 cm selama 10 menit + 2 menit. Sepuluh menit pertama adalah waktu

pelunakan (melting time) dan dua menit terakhir adalah waktu pengepresan

(pressing time).

Pengkondisian

Selanjutnya cetakan lembaran dikeluarkan dari alat kempa. Lembaran

yang masih dalam keadaan sangat lunak dibiarkan ± 10 menit agar terjadi pengerasan plastik (matriks) sebelum dikeluarkan dari cetakan. Kemudian

dilakukan pengkondisian selama sepuluh hari untuk mencapai distribusi kadar air

yang seragam dan melepaskan tegangan sisa dalam papan akibat pengempaan.

Setelah itu, papan yang dihasilkan disimpan dalam plastik pengkondisian sebelum

diuji.

Pembuatan Contoh Uji

Pola dan ukuran contoh uji dapat dilihat pada Gambar 7 berikut ini:

Keterangan :

A : Contoh Uji untuk Kadar Air dan Kerapatan (5 cm x 5 cm)

B : Contoh Uji untuk MOR dan MOE (15 cm x 5 cm)

C : Contoh Uji untuk Daya Serap Air dan Pengembangan Tebal (5 cm x 5 cm)

D :Contoh Uji untuk InternalBond (5 cm x 5 cm) E : Contoh Uji untuk Kuat Pegang sekrup (10 cm x 5 cm)

Pengujian

Pengujian sifat-sifat papan komposit menggunakan standar Japanesse

Industrial Standart (JIS) A 5908-2003, Based Particleboard dan Decorative

Particleboard, Type 8. Berdasarkan sifat mekanisnya, papan partikel

dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu :

a. Based Particleboard and Decorative Particleboard

b.Based Particleboard

c. Veneered Particleboard

Tabel 4. Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dengan Standar JIS, Based Particleboard dan Decorative Particleboard, Type 8.

No. Sifat Fisis Mekanis JIS A 5908-2003

1. Kerapatan (g/cm3) 0,4-0,9

2. Kadar Air (%) 5-13

3. Daya Serap air (%) -

4. Pengembangan Tebal (%) Maks 12

5. MOR (kgf/cm2) Min 80

6. MOE (kgf/cm2) Min 2,0 x 104

7. Internal Bond (kgf/cm2) Min 1,5

Pengujian Sifat Fisis Papan Komposit

a. Kerapatan

Pengujian kerapatan dilakukan pada kondisi kering udara dan volume

kering udara. Contoh uji berukuran 5cm x 5cm x 0,5 cm ditimbang beratnya, lalu

diukur rata-rata panjang, lebar, dan tebalnya untuk menentukan volume contoh

uji. Titik pengukuran dimensi disajikan pada Gambar 8. Nilai kerapatan papan

komposit dihitung dengan rumus :

Kerapatan (g/cm3) = ) ( ) ( 3 cm Volume gram Berat

Gambar 7. Titik Pengukuran Dimensi Contoh Uji b.Kadar Air (KA)

Contoh uji berukuran 5cm x 5cm x 0,5cm yang digunakan adalah bekas

contoh uji kerapatan. Kadar air papan komposit dihitung berdasarkan berat awal

(BA) dan berat kering tanur (BKT) pada suhu 103 ± 2 0C hingga berat stabil. Nilai kadar air papan komposit dihitung berdasarkan rumus :

Kadar Air (%) =

BKT BKT

c. Daya Serap Air

Contoh uji berukuran 5cm x 5cm x 0,5cm ditimbang berat awalnya (B1). Kemudian direndam dalam air pada suhu kamar selama 2 dan 24 jam, setelah itu

ditimbang beratnya (B2). Nilai daya serap air papan komposit dihitung berdasarkan rumus :

Daya Serap air (%) =

1 1 2 B B B x 100% d. Pengembangan Tebal

Contoh uji berukuran 5cm x 5cm x 0,5cm sama dengan contoh uji daya

serap air. Pengembangan tebal didasarkan pada tebal sebelum (T1) yang diukur pada keempat sudut dan dirata-ratakan dalam kondisi kering udara dan tebal

setelah perendaman (T2) dalam air pada suhu kamar selama 2 dan 24 jam. Nilai pengembangan tebal papan komposit dihitung berdasarkan rumus :

Pengembangan Tebal (%) = 1 1 2 T T T x 100%

Pengujian Sifat Mekanis Papan Komposit

a. MOR (Modulus of Rupture)

Pengujian keteguhan patah dilakukan dengan menggunakan alat Universal

Testing Machine dengan lebar bentang (jarak penyangga) 15 kali tebal nominal.

Nilai MOR dapat dihitung dengan rumus :

MOR = 2 . . 2 . . 3 d b L P

Dimana : MOR : Modulus patah (kg/cm2) P : Beban maksimum (kg)

L : Jarak sangga (cm)

b : Lebar contoh uji (cm) d : Tebal contoh uji (cm)

Contoh uji yang digunakan berukuran 0,5cm x 5cm x 15cm pada kondisi

kering udara dengan pola pembebanan disajikan pada Gambar 9.

P (tekanan)

Contoh Uji

L/2 L/2

L

Gambar 8. Cara Pengujian Modulus of Rupture dan Modulus of Elasticity

b. MOE (Modulus of Elasticity)

Pengujian MOE dilakukan bersama-sama dengan pengujian keteguhan

patah dengan memakai contoh uji yang sama. Besarnya defleksi yang terjadi pada

saat pengujian dicatat pada setiap selang beban tertentu. Nilai MOE dapat

dihitung dengan rumus :

MOE = 3 3 . . . 4 . d b Y L P

Dimana : MOE : Modulus lentur (kg/cm

2

)

∆P : Beban sebelum batas proporsi (kg) L : Jarak sangga (cm)

∆Y : Lenturan pada beban (cm) b : Lebar contoh uji (cm) d : Tebal contoh uji (cm)

c. Keteguhan Rekat Internal (Internal Bond)

Contoh uji berukuran 5cm x 5cm x 0,5cmdirekatkan pada dua buah blok

alumunium dengan perekat epoksi dan dibiarkan mengering. Kedua blok ditarik

tegak lurus permukaan contoh uji hingga beban maksimum. Pengujian keteguhan

rekat internal disajikan pada Gambar 10. Nilai keteguhan rekat internal dapat

IB =

A Pmax

Dimana : IB : Keteguhan rekat internal (kg/cm2) Pmax : Beban maksimum (kg)

A : Luas permukaan contoh (cm2)

Gambar 9. Cara Pengujian Keteguhan Rekat d. Kuat Pegang Sekrup (Screw Holding Power)

Gambar 10. Posisi Sekrup pada Pengujian Kuat Pegang Sekrup

Contoh uji berukuran 10cm x 5cm x 0,5cm. Sekrup yang digunakan

berdiameter 2,7 mm, panjang 16 mm dimasukkan hingga mencapai kedalaman 8

mm. Nilai kuat pegang sekrup dinyatakan oleh besarnya beban maksimum yang

Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis ragam

Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu

komposisi bahan (partikel cangkang sawit dan RPP) dengan perbandingan 40 : 60,

50 : 50, 60 : 40 dan 70 : 30 dan perlakuan bahan aditif (tanpa dan dengan

penambahan MAPP), dengan kadar MAPP sebesar 5% dari berat RPP.

Masing-masing dengan 3 ulangan sehingga menghasilkan jumlah sampel papan sebanyak

24 papan. Sedangkan uji lanjutannya menggunakan Duncan Multiple Range Test

Dokumen terkait