• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September - November 2020 di Perairan Nias Baratuntuk pengambilan sampel dengan fishing base berada di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Provinsi Sumatera Utara yang secara geografis terletak pada koordinat 201º02'15” LS dan 100º23'34” BT untuk pengambilan data hasil tangkapan. Wilayah ini merupakan daerah penangkapan ikan para nelayan Sibolga dan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga.

Gambar 3. Peta Lokasi Peneltian

Alat dan Bahan Penelitian

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1:

Tabel 1. Alat dan Bahan Penelitian

No. Nama Alat Fungsi

3 Laptop Media menganalisis data

4 5

Alat Tulis Termometer

Mencatat data yang perlu untuk penelitian Mengukur suhu permukaan laut

No. Nama Bahan Fungsi

1 Software SeaDAS 7.2 Mendapatkan nilaikonsentrasi klorofil-a dan SPL dalam bentuk ASCII dari citra Aqua MODIS

2 Arcgis 10.3 Pembuatan petalokasi penelitian

3 Surfer- 13 Menampilkan sebaran spasial SPL dan klorofil-a dklorofil-an pembuklorofil-atklorofil-an color scklorofil-ale

Sebagai data untuk mengetahui sebaran suhu dan kosentrasi klorofil-a di perairan

Sebagai data untuk mengetahui fluktuasi hasil tangkapan Ikan Cakalang

Metode Pengambilan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan adalah dari hasil survei lapangan dengan ikut menangkap ikan bersama nelayan yang menggunakan armada penangkapan alat tangkappurse seine yang sudah memiliki alat GPS dengan ukuran kapal 77 GT.

Jarak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara sampai ke lokasi pengambilan sampel kurang lebih sepanjang 116 mil. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali

pada titik koordinat yang berbeda. Sampel data yang diambil adalah Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a dan titik koordinat yang berada di Perairan Nias Barat.

Data logbook kapal dapat dilihat pada Lampiran 6.

Selanjutnya data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Aqua MODISyang diunduh melalui website resmi NASAyang berupa data suhu permukaan laut dan klorofil-a level-3 (monthly)pada tahun 2015-2019 yang akan diproses dan data hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang diperoleh dari data statistik Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga tahun 2015-2019. Data tersebut meurpakan hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang selanjutnya akan di korelasikan keberadaannya dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil – a di perairan yang diperoleh dari citra MODIS.

Analisis Data

Pengukuran Data Hasil Tangkapan

Data yang diproleh merupakan data statistic hasil tangkapan ikan cakalang yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga tahun 2015-2019.

Selanjutnya dicari jumlah hasil tangkapan ikan Cakalang per upaya penangkapan nilai CPUE (Catch Per Unit Effort)dengan menggunakan Microsoft Exel dibuat dalam periode waktu bulanan dan disajikan dalam bentuk grafik.

Hasil Tangkapan per Upaya Penangkapan (CPUE)

Kelimpahan sumberdaya ikan Cakalang dilakukan dengan pengolahan data hasil tangkapan ikan dan upaya penangkapan ikan selama 5 tahun terakhir (2015 - 2019) dengan menggunakan analisis Cacth Per Unit Effort (CPUE), yang didasarkan pada rasio antara total hasil tangkapan (Cacth) dengan upaya penangkapan (Effort).

Menurut (Widodo, 1998), rumus yang digunakan adalah:

CPUEiCi fi Keterangan:

CPUEi = Jumlah hasil tangkapan per upaya penangkapan ke-i (kg/trip) Cacth (Ci) = Total hasil tangkapan ke-i (kg)

Effort (fi) = Total upaya penangkapan ke-i (trip)

Data produksi hasil tangkapan ikan Cakalang dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui fluktuasi hasil tangkapan berdasarkan periode bulanan di Perairan Nias Barat dengan menggunakan grafik.

Pengolahan Citra Satelit

Pembuatan peta dilakukan dengan menggunakan softwareArcGis 10.3 dan diolah data citra suhu permukaan laut dan klorofil diproses dengan software SeaDass. Pengolahan data citra satelit Aqua MODIS untuk mendapatkan nilai konsentrasi klorofil-a dan SPL dimulai dari pengumpulan citra (download citra level 3). Data satelit Aqua MODIS level-3 berupa data digital compressed dalam format Hierarchical Data Format (HDF) yang sudah terkoreksi radiometrik dan atmosferik. Data tersebut kemudian diekstrak menggunakan perangkat lunak WinRAR 3.42. Pengolahan data dilanjutkan dengan menggunakan perangkat lunak SeaWIFSData Analisys System (SeaDAS) 7.2 dengan sistem operasi Windows.

Pada tahap ini dilakukan pemotongan citra (cropping) berdasarkan wilayah penelitian.

Hasil (output) dari pemotongan citra dikonversi ke dalam bentuk berupa data American Standard Code for Information Interchange (ASCII) yang

didalamnya memiliki variabel bujur, lintang, nilai estimasi konsentrasi klorofil-a dan SPL. Selanjutnya untuk menampilkan sebaran spasial SPL dan klorofil-a menggunakan perangkat lunak Surfer 8, Excel danArcGIS 10.3. Tampilan dari sebaran spasial SPL dan konsentrasi klorofil-a berupa tampilan gambar 4.

Gambar 4. Diagram Alir pengolahan Data Citra Satelit MODIS Jumlah Hasil Tangkapan

Hasil tangkapan yang telah di proses dan dikategorikan ke dalam bentuk CPUE. Apabila nilai CPUE lebih besar dari nilai CPUE rata-rata dari jenis ikan tertentu, maka suatu DPI dikategorikan potensial. Jika nilai CPUE lebih kecil dari atau sama dengan nilai CPUE rata-rata dari jenis ikan tertentu, maka suatu DPI

Tabel 2. Penilaian DPI Melalui Indikator CPUE No. Kategori

CPUE

Kriteria Skor/bobot Kategori DPI 1. Tinggi CPUE > CPUE rata-rata 6 Potensial 2. Rendah CPUE ≤ CPUE rata-rata 4 Kurang Potensial Sumber: Zen et al., 2005.

Suhu Permukaan Laut

Suhu di suatu perairan merupakan faktor penting bagi kehidupan organisme, baik dalam aktivitas metabolisme dan menentukan keberadaan serta penyebaran ikan.

Tabel 3. Penilaian DPI Melalui Indikator SPL

No. Kategori SPL Kriteria Skor/bobot Kategori DPI

1. Banyak 24°C - 27°C 6 Potensial

2. Sedang 28°C - 30°C 4 Sedang

3. Sedikit < 24ºC - >30ºC 2 Kurang Potensial Sumber: Laevastu, T. and Hela, 1993; Ismunandar, 2018

Suhu yang mempengaruhi aktivitas metabolisme, perubahan ekologi, menentukan keberadaan serta penyebaran ikan. Sifat penyebaran ikan akan mencari tempat yang suhunya sesuai dengan tubuh ikan.

Klorofil-a

Penilaian DPI melalui indikator klorofil-a ditunjukkan pada Tabel 4.

Tabel 4. Penilaian DPI Melalui Indikator Klorofil-a

No. Klorofil-a Kriteria Skor/bobot Kategori DPI

1. Banyak > 0,2 mg/m³ 6 Potensial

2. Sedang 0,1 mg/m³-0,2 mg/m³ 4 Sedang

3. Sedikit < 0,1 mg/m³ 2 Kurang Potensial

Sumber: Widodo, 1999; Ismunandar, 2018

Data klorofil-a hasil deteksi MODIS yang telah diolah menggunakan software SeaDAS juga digunakan sebagai indikator penilaian DPI. Kategori DPI dibagi berdasarkan kandungan klorofil-a nya.

Dalam hal ini ketiga indikator diasumsikan memiliki pengaruh yang sama

terhadap penilaian suatu daerah penangkapan ikan (DPI) Cakalang (Bukhari et al., 2017). Penentuan bobot atau scoring terhadap tiga indikator

tersebut dijelaskan pada Tabel 5.

Tabel 5. Penilaian Indikator DPI

*Interval untuk DPI potensial ditentukan berdasarkan nilai

Analisis Hubungan Antara Hasil Tangkapan dengan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a

Menyatakan hubungan antara hasil tangkapan ikan cakalang yang diolah dengan parameter suhu permukaan laut dan klorofil-a, digunakan analisisregresi berganda dengan menggunakan aplikasi microsoft excel. Hal ini, maka akan terlihat bahwa variabel bebas (X) yaitu suhu permukaan laut dan kandungan klorofil-a apakah berpengaruh terhadap hasil tangkapan sebagai variable terikat (Y).

Analisis Regresi Linier

Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu suhu permukaan laut (X1) dan klorofil-a (X2) terhadap variabel terikat yaitu hasil tangkapan ikan cakalang (Y)

Analisis regresi Berganda diformulasikan sebagai berikut:

Y = a +X1 b1+X2 b2

Persamaan kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma untuk memudahkan perhitungan, sebagai berikut:

Log Y = Log a + b1 LogX1 + b2 LogX2

dimana: Y : Hasil tangkapan/ hauling (ekor /hauling) a: Koefisien potongan (Konstanta)

b1: Koefisien regresi parameter suhu permukaan laut b2: Koefisien regresi Klorofil-a

X1: Suhu permukaan laut (°C) X2: Klorofil-a (mg/m3)

Uji koefisien determinasi

Uji koefisien determinasi digunakan untuk melihat kelayakan penelitian yang dilakukan dengan melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui nilai persen variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen. Nilai R2 ini terletak antara 0 dan 1. Bila nilai R2 mendekati 0 berarti sedikit sekali variasi variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen. Jika ternyata dalam perhitungan nilai R2 sama dengan 0 maka ini menunjukkan bahwa variabel dependen tidak bisa dijelaskan oleh variabel independen.

Dokumen terkait