Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, pada bulan April sampai Mei 2011.
Bahan dan Alat Penelitian
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian adalah bahan untuk pembuatan plat cetakan yaitu; Plat besi diameter 207 mm dan kuningan. Sedangkan bahan untuk pembuatan adonan pelet yaitu tepung ikan, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, tepung darah, vitamin mineral mix, protein, minyak ikan dan air.
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat pencetak pelet, Jangka Sorong, mesin pemotong, oksigen, LPG, mesin bubut, mata bor diameter 17 mm untuk lubang as, sedangkan 3 mm, 4 mm, dan 2 mm untuk plat cetakan, mesin gerinda, gergaji besi, kunci pass, kunci inggris, pulpen, pensil, kalkulator, mistar dan
stopwatch.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode perancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari satu faktor yaitu diameter lubang alat pencetak pelet. Dengan tiga ulangan pada tiap perlakuan.
Faktor diameter lubang alat pencetak :
D1 = 2 mm D2 = 3 mm D3 = 4 mm
Ada pun model rancangan yang digunakan yaitu: Yik = µ + Ti+ εik
Yik = hasil pengamatan dari perlakuan faktor rpm pada taraf ke-i dan pada ulangan ke-k
µ = nilai tengah umum Ti = pengaruh perlakuan ke-i
εik = pengaruh galat percobaan dari perlakuan rpm pada taraf ke-i dan ulangan
ke-k
Komponen Alat
Alat pencetak pakan ikan bentuk pelet ini, mempunyai beberapa bagian penting, yaitu:
1. Kerangka Alat
Kerangka alat ini berfungsi sebagai pendukung komponen lainnya, yang terbuat dari besi plat. Alat ini mempunyai panjang 80 cm, lebar 65 cm dan tinggi 60 cm. 2. Motor Listrik
Motor listrik adalah sumber penggerak untuk menggerakkan setiap komponen alat pencetak pakan ikan bentuk pelet. Pada alat ini digunakan motor listrik jenis AC satu fasa dengan spesifikasi 1 HP dan kecepatan putaran sebesar 1480 rpm. 3. Poros
Terletak di tengah yang terbuat dari besi as dengan diameter 1 inchi.
4. Bearing / bantalan
Berfungsi sebagai penumpu poros terletak di kerangka alat.
5. Sproket
Sproket merupakan transmisi yang terdiri dari roda gigi dan rantai. Berfungsi
untuk mentransmisikan putaran dari motor listrik dengan perbandingan sesuai dengan kebutuhan. Roda gigi yang digunakan 10 gigi pada poros dan roda gigi 78 gigi digunakan pada poros ulir.
6. Pulley
Pulley pada alat ini berfungsi sebagai pereduksi putaran yang dikehendaki. Pulley yang digunakan pada alat ini adalah pulley jenis alur V(V-belt), pulley
berdiamter 3 inchi terdapat pada motor listrik dan pulley berdiameter 15 inchi terdapat pada poros.
7. Plat Cetakan
Plat besi yang berlubang berfungsi sebagai tempat terbentuknya pakan ikan berbentuk pelet. Cetakan yang digunakan mempunyai ukuran 2 mm, 3 mm dan 4 mm semuanya menggunakan kecepatan 38 rpm diletakkan pada motor dan
8. Saluran pemasukan adonan pakan ikan berfungsi sebagai tempat adonan yang akan dibentuk oleh alat.
9. Saluran pengeluaran pelet yang sudah terbentuk, berfungsi sebagai saluran pengeluaran pelet.
Pelaksanaan Penelitian Pembuatan Plat Cetakan
Cara pembuatan plat cetakan pakan ikan bentuk pelet ini, mempunyai beberapa cara yaitu:
1. Disiapkan bahan dan alat yaitu: bahan yang digunakan adalah plat besi dan kuningan, dengan diameter 207 mm dan ketebalan plat 12 mm. Alat yang digunakan antara lainjangka sorong, mesin pemotong, oksigen, LPG, mesin bubut, dan mata bor diameter 41 mm, 17 mm, 2 mm, 3mm dan 4 mm.
2. Diukur plat besi dengan jangka sorong, diameter luar dengan ukurann 207 mm, dan ketebalan plat 12 mm, diameter lubang As dengan ukuran 3,3 mm, diameter lubang skrup pengunci dengan ukuran 17 mm dan jarak lubang pembuat pelet 21 mm.
3. Dipotong untuk diameter ukuran lubang plat cetakan 2 mm, 3 mm dan 4 mm diameter luar dengan ukurann 207 mm, diameter lubang As dengan ukuran 3,3 mm, diameter lubang skrup pengunci dengan ukuran 17 mm, jarak lubang pembuat pelet 21 mm.
5. Dibuat lubang as baru dengan bahan kuningan menggunakan mesin bubut, dengan diameter 3,3 mm dangan ketebalan plat 12 mm untuk plat cetakan 2 mm, 3 mm dan 4 mm semuaya sama.
6. Dibuat lubang skrup dengan mesin bubut, diameter 17 mm sebanyak 4 titik dengan ketebalan plat 12 mm . untuk plat cetakan 2 mm, 3 mm dan 4 mm semuanya sama.
7. Dibuat lubang plat cetakan dengan mengunakan mesin bor untuk ukuran 2 mm, 3 mm dan 4 mm dengan jumlah lubang yang berbeda-beda, untuk diameter lubang 2 mm mengunakan mata bor ukuran 2 mm, untuk 3 mm mengunakan mata bor 3 mm begitu juga dengan diameter 4 mm menggunakan mata bor 4 mm. Dan jumlah lubang plat cetakan masing-masing berbeda, jumlah lubang untuk 2 mm 348 buah, untuk 3 mm 240 buah sedangkan untuk 4 mm jumlahnya sebanyak 168 buah seperti gambar yang dilampirkan.
8. Setelah dibubut dan dibor kemudian seluruh permukaan plat cetakan dihaluskan.
9. Plat cetakan siap digunakan.
Persiapan Alat
1. Dibersihkan alat dari kotoran yang menempel.
2. Diperiksa alat pada bagian mur dan baut yang mengalami pengenduran. 3. Dibersihkan dan diasah pisau agar kembali tajam.
4. Diberi minyak gemuk pada bantalan, rantai, dan gear untuk memperlancar kinerja mesin.
5. Dipersiapkan cetakan 2 mm dengan mm jumlah lubang plat cetakan 348, cetakan 3 mm dengan mm jumlah lubang plat cetakan 240, dan Cetakan 4 mm dengan mm jumlah lubang plat cetakan 168.
6. Dinyalakan alat, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan alat dalam keadaan dapat dioperasikan dengan baik.
Persiapan Bahan
1. Disiapkan tepung ikan, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, tepung darah, vitamin mineral mix, minyak ikan dan air.
2. Ditimbang semua bahan dengan perbandingan tepung ikan : tepung terigu : tepung beras : tepung jagung : tepung darah : vitamin mineral mix : Protein : minyak ikan sebesar 57% : 10% : 13% : 19% : 5% : 2% : 3%.38%. Ditambah air 30% dari berat bahan.
3. Dimasukkan semua bahan ke dalam wadah.
4. Diaduk sampai bahan tersebut tercampur merata membentuk suatu adonan yang liat.
5. Adonan siap untuk dicetak.
Prosedur Penelitian
Adapun prosedur pengujian alat adalah:
2. Dinyalakan alat pencetak pakan ikan bentuk pelet.
3. Dimasukkan adonan yang akan dibentuk ke dalam saluran pemasukan. 4. Dicatat waktu yang dibutuhkan untuk mencetak pakan ikan bentuk pelet.
5. Dihitung kapasitas cetakan yang dihasilkan, dihitung yang kapasitas olah,kapasitas hasil, dan kerusakan hasil
6. Perlakuan tersebut diulangi sebanyak 3 kali ulangan Parameter Yang Diamati
1. Kapasitas Olah
Pengukuran kapasitas olah dilakukan dengan membagi berat bahan awal terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mencetak pelet.
Kapasitas olah = Waktu awal bahan Berat (kg/jam)...(2) 2. Kapasitas Hasil
Pengukuran kapasitas hasil dilakukan dengan membagi berat pelet yang tercetak terhadap waktu yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan bentuk pelet.
Kapasitas hasil = Waktu cetakan hasil Berat (kg/jam) ... (3) 3. Kerusakan Hasil (%)
Pengukuran persentase kerusakan hasil dapat ditentukan dengan membagi berat pelet yang rusak (tercetak tidak sempurna, tinggal di alat) dengan berat bahan awal (sebelum dicetak) dikali dengan 100%.
Kerusakan hasil = awal bahan Berat rusak bahan Berat x 100% ...(4)