• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilakukan di rumah kasa dan Laboratorium Riset, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai Agustus 2018.

Bahan dan Alat Penelitian Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah sawah yang diambil dari Desa Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai sebagai media tanam, azolla segar sebagai bahan organik, kotoran sapi sebagai bahan organik, pupuk urea, SP-36, dan KCl sebagai penambah unsur hara, benih padi varietas Ciherang sebagai objek yang akan diamati, dan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk analisis tanah di laboratorium.

Alat

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul untuk mengambil bahan contoh tanah, GPS sebagai pencatat titik koordinat lokasi, goni sebagai tempat tanah, ember sebagai tempat media tanam, kertas label sebagai penanda, plastik label sebagai tempat label, dan alat-alat laboratorium lainnya untuk kebutuhan analisis di laboratorium.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pemberian perlakuan pemberian urea dan azolla yang dikombinasi dengan kotoran sapi.

A. Faktor 1 : Dosis pemberian Urea terdiri dari : N0 : 0 kg/ha setara 0 g/ pot

N1 : 100 kg/ha setara 0,4 g/ pot N2 : 200 kg/ha setara 0,8 g/ pot N3 : 300 kg/ha setara 1,2 g/ pot

B. Faktor 2 : Dosis Pemberian Azolla dikombinasi dengan kotoran Sapi A0 : 0 kg/ha setara 0 g/ pot

A1 : 3,45 ton/ha azolla setara 13,89 g/ pot

A2 : 3,45 ton/ha azolla setara 13,89 g/ pot + 20 ton/ha kotoran sapi setara 80 g/ pot

Sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yaitu:

Jumlah ulangan : 3 ulangan

Jumlah unit percobaan : 36 unit Jumlah sampel seluruhnya : 36 tanaman

Percobaan ini dianalisis dengan sidik ragam dengan model linier rancangan acak kelompok faktorial sebagai berikut :

Yijk = μ + ρi+ αj + βk + (αβ)jk + Ɛijk dimana:

Yijk : Hasil data pengamatan pada ulangan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ke-I dari faktor Azolla ditambah Kotoran Sapi dari percobaan

A0N0 A0N1 A0N2 A0N3

A1N0 A1N1 A1N2 A1N3

A2N0 A2N1 A2N2 A2N3

μ : Nilai tengah ρi : Blok ke-i

αj : Pengaruh percobaan ke-j dari faktor Azolla kombinasi Kotoran Sapi βk : Pengaruh percobaan ke-k dari faktor Urea

(αβ)jk : Pengaruh interaksi ke-j dari faktor pemberian Azolla dengan percobaan ke-k dari faktor pupuk Urea

εijk : Pengaruh galat pada perlakuan Azolla ditambah kotoran sapi ke-j dengan pupuk Urea ke-k dan blok ke-i

Selanjutnya data hasil penelitian dilanjutkan dengan analisis varian pada setiap parameter dan dilanjutkan bagi perlakuan yang nyata dengan menggunakan uji jarak berganda duncan (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5 %.

Pelaksanaan Penelitian Persiapan Areal Tanam

Areal pertanaman yang akan digunakan sebagai tempat percobaan dibersihkan dan luas areal percobaan adalah 8m x 4m.

Pengambilan Tanah

Tanah yang diambil merupakan tanah sawah yang terdapat di Desa Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm. Teknik pengambilan tanah secara komposit dengan 10 titik sampel pada lahan.

Analisis Awal Tanah

Tanah yang digunakan dalam percobaan ini dikering udarakan, kemudian tanah diayak lalu dilakukan pengukuran % kadar air untuk mengetahui berat tanah yang digunakan dalam percobaan setara berat kering oven. Selanjutnya di

lakukan analisis awal tanah, seperti pH H2O (Metode Elektrometri 1 : 2,5), N-total (Metode kjeldhal) dan C-organik (Metode Walkley and Black) sebagai

data yang digunakan untuk mendukung penelitian.

Persiapan Azolla

Azolla dibudidayakan di kolam berukuran 2x10 . Setelah 2 minggu bobot azolla sudah memenuhi kebutuhan pada penelitian ini maka dilakukan pemanenan.

Persiapan kotoran Sapi

Kotoran Sapi diambil dari kandang sapi yang kemudian dibiarkan selama 4 minggu sampai berubah warna menjadi kecoklatan, tidak berbau dan kondisi remah.

Persiapan Media Tanam

Media percobaan yang digunakan adalah tanah sawah yang telah dikering udarakan dan dimasukkan ke dalam ember pada masing-masing unit percobaan sebanyak 8 kg tanah kering udara dan kemudian disusun sesuai bagan percobaan di rumah kasa.

Penggenangan Tanah

Penggenangan tanah dilakukan sampai masa panen tanaman padi sawah.

Persemaian

Benih padi disemai di bak kecambah yang telah berisi media tanam yang sesuai.bibit padi disemai selama 21 hari. Setelah itu bibit padi siap di pindahkan ke pot.

Aplikasi Azolla Segar dan Kotoran Sapi

Sebelum melakukan aplikasi Azolla air didalam pot terlebih dahulu dikurangi sehingga tanah dalam kondisi macak-macak kemudian dilakukan dengan cara dibenamkan sesuai perlakuan dan diinkubasi selama 2 minggu sebelum penanaman benih padi.

Aplikasi kotoran sapi dilakukan bersamaan dengan azolla + kotoran sapi yaitu dibenamkan sesuai perlakuan dan diinkubasi selama 2 minggu sebelum penanaman benih padi.

Penanaman

Sebelum penanaman bibit, air di dalam ember terlebih dahulu dikurangi sehingga tanah dalam kondisi macak-macak. Bibit ditanam sebanyak 4 bibit/pot.

Pemupukan dasar yaitu P dan K dengan rekomendasi pemupukan balai penelitian dilakukan secara bersamaan sebelum penanaman yaitu dosis SP-36 100 kg/ha setara 0,4 g/pot, dan KCl 50 kg/ha setara 0,2 g/pot.

Aplikasi Urea

Aplikasi pupuk urea diberikan yaitu 100, 200, dan 300 kg/ha sesuai perlakuan dengan cara 3 kali aplikasi sebanyak 1/3 dari dosis . Waktu aplikasi yaitu 7 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam, dan 42 hari setelah tanam.

Pemeliharaan Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan mempertahankan tinggi genangan air 2 - 4 cm dari atas permukaan tanah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan secara manual dengan membuang dan membunuh hama yang ada pada tanaman dan dilakukan sesuai dengan keadaan dilapangan yaitu apabila terjadi serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan pada akhir masa vegetatif yaitu umur 60 hari yang ditandai dengan munculnya daun bendera pada tanaman padi. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong batang bawah malai dengan menggunakan pisau.

Parameter Pengamatan

Tanah (Sampel tanah diambil setelah selesai masa inkubasi azolla dan kotoran sapi yaitu pada hari ke 15 setelah aplikasi)

1. pH (metode Elektrometri 1 : 2,5) 2. N-total (metode Kjeldhal)

3. C-organik (metode Walkley and black)

Tanaman (Sampel diambil pada akhir vegetatif tanaman) 1. Tinggi tanaman

2. Jumlah anakan 3. Bobot kering akar 4. Bobot kering tajuk

5. Serapan N (mg N/ tanaman) dihitung dengan cara :

% Kadar N tanaman x Berat kering tanaman

Dokumen terkait