HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL
N- Total Tanah setelah inkubasi
Berbeda dengan pH dan C-organik tanah. Kadar N-total tanah setelah
inkubasi menunjukkan pengaruh yang nyata akibat pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi (Lampiran 11 dan 12) seperti yang di sajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. N-total tanah akibat aplikasi azolla dan kotoran sapi.
Azolla (ton/ha)
Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa pemberian azolla sedikit meningkatkan
penambahan kotoran sapi. Walaupun terjadi peningkatan kadar N-total tanah masih tergolong rendah (0,1-0,2 %). Sementara itu pemupukan urea belum
berpengaruh nyata terhadap kadar N total tanah karena pada saat pengukuran N-total urea belum diaplikasi..
Jumlah Anakan
Pemberian urea berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi serta interaksi antara urea dengan azolla dan azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh nyata (Lampiran 13) dan hasil sidik ragam (Lampiran 14). Hasil uji rataan disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah anakan akibat pemberian pupuk urea dan azolla serta kotoran azolla + kotoran sapi belum meningkatkan jumlah anakan.
Tinggi Tanaman
Hal yang sama juga terlihat pada tinggi tanaman dimana pemberian urea
berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi serta interaksi antara urea dengan azolla dan
azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh nyata (Lampiran 15) dan hasil sidik ragam (Lampiran 16). Hal tersebut disajikan pada tabel 5.
Tabel 5. Tinggi tanaman (cm) akibat pemberian pupuk urea dan azolla serta kotoran sapi dalam berbagai dosis semakin tingginya dosis urea. Sementara, pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh nyata, meskipun terlihat ada sedikit peningkatan terhadap tinggi tanaman.
Bobot Kering Tajuk Tanaman
Hal yang berbeda dilihat dari data bobot kering tajuk yang menunjukkan bahwa pemberian urea, azolla dan azolla + kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk, sementara interaksi antara urea dengan azolla dan azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh nyata (Lampiran 17) dan hasil sidik ragam (Lampiran 18) .
Bobot kering tajuk tanaman hasil uji rataan dengan uji DMRT pemberian urea, azolla dan azolla + kotoran sapi disajikan pada Tabel 6.
Tabel 6. Bobot kering tajuk (g) akibat pemberian urea dan azolla serta meningkat seiring dengan semakin tingginya dosis urea yang diberikan.
Pemberian azolla saja hanya meningkatkan relatif kecil dan tidak signifikan, namun pemberian azolla + kotoran sapi dapat meningkatkan bobot kering tajuk
Tabel 7. Bobot kering akar (g) akibat pemberian pupuk urea dan azolla serta kotoran sapi.
Pada Tabel 7 diketahui bahwa pemberian urea tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan bobot kering akar tanaman. Sementara itu pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi juga sama belum dapat meningkatkan berat kering akar tanaman.
Kadar N Tanaman
Pemberian urea berpengaruh nyata terhadap kadar N tanaman,sementara pemberian azolla dan (azolla + kotoran sapi) serta interaksi antara urea dengan azolla dan azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh nyata (Lampiran 21) dan hasil sidik ragam (Lampiran 22) hal tersebut tersaji pada Tabel 8.
Tabel 8. Kadar N tanaman (%) akibat pemberian urea dan azolla serta kotoran sapi dalam berbagai dosis
Pada Tabel 8 diketahui bahwa pemberian urea dapat meningkatkan kadar N tanaman seiring dengan peningkatan dosis urea yang diberikan.
Sementara itu pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi belum dapat meningkatkan kadar N tanaman.
Serapan N Tanaman
Pemberian urea berpengaruh nyata terhadap serapan N tanaman.
Pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi serta interaksi antara urea dengan azolla dan azolla + kotoran sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (Lampiran 23) dan hasil sidik ragam (Lampiran 24) hal tersebut tersaji pada Tabel 9.
Tabel 9. Serapan N tanaman (mg/tan) akibat pemberian urea dan azolla serta kotoran sapi dalam berbagai dosis
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5%
menurut uji DMRT
Pada Tabel 9 terlihat serapan N oleh tanaman padi meningkat seiring dengan meningkatnya kadar N tanah oleh pemberian pupuk urea. Pada pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi cenderung meningkatan serapan N tanaman walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata.
Azolla (ton/ha)
Pembahasan
Pengaruh Urea terhadap N tanah dan Pertumbuhan Tanaman
Pemberian pupuk urea tidak memberikan pengaruh terhadap pH, C-organik, dan N-total tanah. Umumnya masih tergolong rendah. Hal ini
dikarenakan pada saat pengukuran pH, C-organik dan N-total tanah belum diaplikasikan urea. Aplikasi urea dilakukan 3 kali sebanyak 1/3 dari dosis yaitu 7 Hari Setelah Tanam, 21 HST, dan 42 HST.
Pemberian urea dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot kering tajuk, kadar N tanaman, dan serapan N tanaman. Meningkatnya pertumbuhan tanaman terjadi seiring dengan peningkatan dosis urea. Hal ini disebabkan karena urea memiliki kandungan hara N yang tinggi, bersifat mudah larut, dan cepat diserap oleh akar tanaman, sehingga kebutuhan hara tanaman dapat tersediai. Menurut Harahap dan Nurliyana (2017) pupuk urea dengan kandungan 46.06 % mampu mensuplai kebutuhan unsur hara N bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif, generatif dan produksi padi.
Pengaruh Azolla dan kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan Tanaman
Pemberian azolla dan azolla + kotoran sapi tidak mempengaruhi pH dan C-organik tanah. Hal ini dikarenakan pemberian dosis azolla sebagai bahan
organik masih sedikit 3,45 ton/ha dan adanya penambahan kombinasi azolla + kotoran sapi 20 ton/ha diduga proses dekomposisi bahan organik dalam
waktu 2 minggu belum dapat menyediakan hara didalam tanah sehingga pH dan kadar C-organik belum tersedia. Menurut Ansari (2014) pemberian bahan organik
pada pupuk anorganik dikarenakan bahan organik mengalami proses mineralisasi didalam tanah dan membutuhkan waktu untuk dapat menyediakan unsur hara.
Pemberian azolla tidak berpengaruh nyata terhadap kadar N-total tanah dan hanya meningkat 0,002 %, sementara itu pemberian azolla + kotoran sapi dapat meningkatkan kadar N-total tanah 0,024 %. Menurut IRRI (1987) menyatakan bahwa azolla dapat mengubah N2 diudara menjadi NH4+ dari proses asosiasi dengan anabaena azollae sehingga azolla kaya akan hara N. Azolla dan kotoran sapi sama-sama memiliki kandungan hara N tetapi dikarenakan C/N azolla 8 dibawah C/N tanah mengakibatkan azolla tidak dapat menyumbang hara N kedalam tanah tetapi dapat menjadi bahan organik yang berpengaruh terhadap sifat kimia tanah yaitu KTK tanah. Pemberian dosis kotoran sapi yang lebih besar dari azolla menyebabkan ada sumbangan hara N yang lebih banyak dari kotoran sapi sehingga meningkatkan kadar N-total tanah. Hal ini sesuai dengan Dobermann (2000) yang menyatakan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik dapat menambah unsur hara didalam tanah sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Pemberian azolla tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot kering tajuk, kadar N dan serapan N tanaman. Hal ini disebabkan karena pemberian azolla 3,45 ton/ha masih tergolong sedikit sebagai bahan organik sehingga tidak memberikan pengaruh. Sementara itu pemberian azolla + kotoran sapi meningkatkan kadar N-total tanah sehingga dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot kering tajuk, kadar N dan serapan N meskipun peningkatan yang terjadi tidak signifikan. Damanik (2011) menyatakan bahwa pemberian pupuk organik bukanlah bertujuan untuk menambah unsur
hara, karena kandungan haranya rendah, tapi bila ditinjau dari pengaruhnya terhadap sifat kimia tanah, pupuk organik mempunyai peranan penting seperti peningkatan kadar bahan organik, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas biologi tanah, meningkatkan KTK, dan meningkatkan ketersediaan hara didalam tanah.
Pemberian urea, azolla, dan azolla + kotoran sapi tidak berpengaruh terhadap berat kering akar tanaman. Hal ini dikarenakan hara N bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan akar. Hal ini sesuai dengan Nurhidayati (2017) yang menyatakan bahwa pemupukan N untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman sementara pemberian pupuk P dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman pada fase vegetatif dan generatif.