ARAH PEMBANGUNAN DAERAH
B. Mewujudkan Daerah Yang Maju Sasaran
Dalam jangka panjang, pembangunan daerah yang maju diarahkan untuk mencapai sasaran-sasaran pokok sebagai berikut:
1. Terwujudnya pembangunan yang merata antar sektor dan antar wilayah, yang ditandai oleh meningkatnya penyediaan pelayanan infrastruktur (transportasi, listrik, air bersih, dan telekomunikasi), pengurangan ketimpangan pembangunan wilayah dan antar sektor, dan distribusi pendapatan secara merata.
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 28
2. Terwujudnya pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, yang ditandai oleh menurunnya eksploitasi sumberdaya alam yang merusak lingkungan, terciptanya pendapatan masyarakat yang berkelanjutan, terjaminnya kelestarian lingkungan hidup, dan berkembangnya pariwisata.
3. Terwujudnya pemerintahan yang kuat dan kehidupan demokrasi yang sehat dan dinamis, yang ditandai oleh pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas KKN, serta kehidupan masyarakat yang bebas konflik (vertikal dan horizontal).
Indikator Kinerja Utama
Berdasarkan ketiga sasaran tersebut di atas, indikator kinerja utama pada tahun 2025 adalah:
1. Seluruh daerah kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Barat terlepas dari predikat sebagai daerah tertinggal.
2. Indeks ketimpangan regional (antar kabupaten) menurun sebesar 5 point.
3. Proporsi anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar meningkatnya secara bertahap, sehingga pada tahun 2025 sudah mencapai di atas 40%.
4. Perbandingan proporsi antara belanja birokrasi dan belanja publik berada pada kisaran 30:70.
5. Minimal setengah dari jumlah rumah tangga di Provinsi Sulawesi Barat telah menikmati fasilitas listrik dan air bersih.
6. Peran dan kontribusi setiap kabupaten terhadap pembentukan pendapatan regional Provinsi Sulawesi Barat relatif seimbang.
7. Provinsi Sulawesi Barat tetap berada pada angka Indeks Kerusakan Lingkungan lima terkecil secara nasional. Posisi tersebut dapat dipertahankan dengan penerapan PDRB hijau (green GDRP) secara konsisten.
8. Peraturan daerah relatif sesuai dengan peraturan perundangan diatasnya dan sesuai pula dengan kepentingan masyarakat.
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 29
9. Semua SKPD mampu melaporkan akuntabilitas kinerjanya kepada publik. Selian itu, masyarakat semakin terlibat, berpartisipasi, dan memiliki akses yang semakin baik terhadap perumusan dan implementasi kebijakan publik.
10.Prinsip-prinsip good governance dan clean government terimplementasi dengan baik yang ditandai oleh berkurangnya secara signifikan kasus dan praktek KKN.
Arah Pembangunan
Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang baru terbentuk, ketimpangan pembangunan dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang belum optimal nampaknya masih cukup terasakan secara signifikan di daerah ini. Untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai daerah yang maju, maka arah pembangunan daerah ke depan harus diorientasikan pada pembangunan yang merata baik antar sektor maupun antar wilayah dan optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam untuk menuju kepada terciptanya pembangunan berkelanjutan.
1. Terwujudnya pembangunan yang merata antar sektor dan antar wilayah
a. Pembangunan infrastruktur daerah diarahkan pada berkurangnya kesenjangan antarwilayah yang tercermin dari terpenuhinya pelayanan dasar masyarakat sampai ke wilayah terpencil seperti ketersediaan air, listrik, transportasi dan telekomunikasi; meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pendapatan sebagai akibat dari kelancaran distribusi barang dan jasa; meningkatnya arus informasi IPTEK; dan meningkatnya investasi dari sektor swasta, melalui upaya: (i) perbaikan infrastruktur jalanan dan jembatan provinsi dan kabupaten melalui pengaspalan dan pelebaran jalanan, pelebaran jembatan permanent dan perbaikan jalanan semua desa agar dapat dijangkau kendaraan roda empat; (ii) peningkatan pelayanan infrastruktur air bersih dan tenaga listrik; dan (iii) peningkatan kerjasama dengan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur.
b. Pengembangan investasi daerah diarahkan pada terwujudnya iklim investasi yang kondusif dan sehat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi, penurunan pengangguran, dan tingkat kemiskinan baik di perkotaan maupun dipedesaan; terciptanya pengembangan wilayah; dan meningkatnya peran Sulawesi Barat dalam
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 30
pembangunan regional Sulawesi, melalui upaya: (i) peningkatan jaminan dan kepastian hukum termasuk didalamnya jaminan atas keamanan usaha dan kejelasan peraturan daerah; (ii) penciptaan iklim investasi yang kondusif seperti pemberian insentif bagi dunia bisnis, kemudahan perijinan usaha (pemangkasan birokrasi); dan (iii) peningkatan promosi dan kerjasama investasi seperti penyusunan profil investasi daerah, pengembangan pameran investasi dan pengembangan potensi unggulan daerah.
c. Pembangunan wilayah dan tata ruang diarahkan pada terciptanya keserasian pemanfaatan tata ruang dan terciptanya optimalisasi pengembangan wilayah melalui pemanfaatan potensi-potensi unggulan wilayah, melalui upaya: (i) perbaikan percepatan infrastruktur; (ii) pemetaan ruang secara optimal seperti perbaikan lokasi kegiatan dan batasan kemampuan lahan; (iii) pemanfaatan ruang wilayah dengan tetap memperhatikan aspek wilayah lainnya; (iv) penguatan kelembagaan daerah; (v) peningkatan koordinasi dan kerjasama antar wilayah; dan (vi) regulasi tata ruang yang mendukung berkurangnya kerentanan wilayah terhadap bencana.
d. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan pada lahirnya teknologi berbasis pengetahuan asli masyarakat dan tepat guna bagi pengembangan produk unggulan serta sumberdaya lokal, melalui upaya: (i) kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi serta adopsi teknologi dari luar; (ii) peningkatan kreativitas masyarakat melalui pelatihan penerapan teknologi; dan (iii) penyiapan sarana dan prasarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Pengembangan kerjasama daerah diarahkan pada meningkatnya pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat; melalui upaya: (i) pengembangan kerjasama dalam keterkaitan fungsional antar wilayah perencanaan Provinsi Sulawesi Barat, terutama keterkaitan aktivitas ekonomi antara kabupatan dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat; (ii) pengembangan kerjasama fungsional dengan wilayah-wilayah yang berbatasan secara langsung, khususnya dengan Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan jaringan industri dan distribusi komoditas-komoditas unggulan; (iii) pengembangan pola kemitraan dalam pembangunan infrastruktur; (iv) peningkatan koordinasi antar daerah; (v) penguatan kelembagaan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat; (vi) peningkatan investasi
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 31
melalui perbaikan iklim investasi yang kondusif; dan (vii) peningkatan kerjasama di bidang ekonomi.
2. Terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan
a. Pengembangan sumberdaya alam dan lingkungan hidup diarahkan pada meningkatnya hasil dan nilai tambah sumberdaya alam, tertekannya tingkat kerusakan sumberdaya alam secara fisik dan biotik serta meningkatnya daya dukung lingkungan bagi keberlanjutan pembangunan, melalui upaya: (i) penegakan hukum untuk menjamin berkurangnya kerusakan lingkungan; (ii) perbaikan sistem pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup; (iii) optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam seperti hasil hutan, hasil tambang dan hasil laut; (iv) perlindungan dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup; (v) peningkatan nilai tambah hasil sumberdaya alam; dan (vi) peningkatan investasi yang berwawasan lingkungan yang mendukung pengembangan pariwisata.
b. Pembangunan perikanan dan kelautan diarahkan pada: (i) meningkatnya produksi dan nilai tambah hasil perikanan dan kelautan seperti rumput laut, ikan tuna, teripang, lobster dan lain-lain; (ii) meningkatnya kemampuan petani nelayan dalam mengelola sumberdaya alam yang selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan petani nelayan; dan (iii) berkurangnya pelanggaran dan perusakan sumberdaya pesisir dan laut, melalui upaya: (i) penataan dan perbaikan lingkungan perikanan budidaya; (ii) perbaikan dan peningkatan sumberdaya perikanan tangkap; (iii) pengembangan kelembagaan dan pembinaan petani nelayan; (iv) pengembangan pasca panen untuk meningkatkan nilai tambah; (v) pengembangan budidaya perikanan dan kelautan; (vi) peningkatan kemampuan kualitas SDM petani nelayan; (vii) optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan dan kelautan (hasil tangkap dan budidaya); (viii) pengelolaan sumberdaya laut yang berbasis ekosistem; dan (ix) pengurangan pelanggaran dan perusakan sumberdaya pesisir dan laut.
c. Pengembangan perkebunan diarahkan pada: (i) meningkatnya daya saing, produksi, produktivitas dan nilai tambah hasil perkebunan seperti, kakao, kopi, kelapa sawit, dan kelapa dalam; (ii) meningkatnya kesejahteraan petani; dan (iii) meningkatnya volume ekspor komoditas unggulan hasil perkebunan, melalui upaya: (i) peningkatan kualitas SDM
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 32
petani melalui kegiatan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, serta penguatan kelembagaan para petani; (ii) peningkatan kesejahteraan petani,melalui penciptaan kualitas dan nilai tambah hasil perkebunan; (iii) peningkatan pemasaran hasil perkebunan; (iv) peningkatan penerapan teknologi; dan (v) peningkatan volume ekspor komoditas unggulan hasil perkebunan melalui peningkatan mutu dan kualitas produk hasil perkebunan.
d. Pembangunan kehutanan diarahkan pada meningkatnya produksi dan nilai tambah hasil hutan dan terpeliharanya hutan secara berkelanjutan, meningkatnya pendapatan masyarakat disekitar kawasan hutan, dan terwujudnya keseimbangan fungsi hutan dan alam hayati lainnya sebagai penopang kelanjutan sistem kehidupan. Sasaran tersebut diharapkan mampu dicapai melalui upaya: (i) pemanfaatan secara optimal potensi sumberdaya hutan; (ii) pengembangan jenis-jenis tanaman baru yang memiliki nilai tinggi dan mampu berproduktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri; (iii) pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat terhadap reboisasi dan rehabilitasi hutan serta lahan dan penghijauan di luar kawasan hutan; (iv) perlindungan sumberdaya hutan seperti penyadaran kepada masyarakat mengenai dampak pembakaran hutan, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan; (v) pengembangan industri dan pemasaran hasil hutan; (vi) penataan kawasan hutan dan pembuatan tata batas untuk menjamin terciptanya kepastian hukum dalam pengelolaan kawasan hutan, baik oleh masyarakat maupun untuk kepentingan industri dan perlindungan dalam arti luas; dan (vii) peningkatan koordinasi dan penguatan kelembagaan dalam wilayah DAS dan diikuti dengan peningkatan pengawasan dan penegakan hukum.
e. Pembangunan pertambangan diarahkan pada terkondisinya pertambangan menjadi basis aktivitas ekonomi yang dikelola secara efisien dan berkelanjutan, melalui upaya: (i) identifikasi potensi-potensi pertambangan yang potensial dan berdaya saing; (ii) peningkatan produksi dan nilai tambah hasil pertambangan; dan (iii) pengelolaan potensi sumberdaya tambang secara efisien dan berkelanjutan, terutama eksplorasi migas, baik di darat maupun di lepas pantai.
f. Pengembangan perindustrian diarahkan pada meningkatnya daya saing, produksi, produktivitas dan nilai tambah hasil industri, terciptanya perluasan lapangan kerja, berkembangnya industri yang berorientasi ekspor dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal, melalui upaya:
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 33
(i) peningkatan daya saing melalui peningkatan mutu dan kualitas produk; (ii) peningkatan pola kemitraan/kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait; (iii) penguatan kelembaga-lembagaan industri kecil dan menengah; (iv) peningkatan pemasaran hasil industri, (iv) Peningkatan kemudahan aksesibilitas modal bagi industri kecil kepada perbankan; (v) peningkatan kemampuan penerapan teknologi industri; (vi) pengembangan sentra-sentra industri potensial; dan (vii) penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pendukung.
g. Pengembangan perdagangan diarahkan pada meningkatnya skala dan volume perdagangan antar daerah, kawasan, dan pulau serta membaiknya sistem distribusi barang dan jasa melalui upaya: (i) peningkatan efisiensi dan efektifitas sistem pemasaran dan distribusi barang dan jasa antar daerah, kawasan, dan pulau; (ii) pengembangan pasar lokal di daerah-daerah perdesaan, terutama daerah terpencil, terisolasi dan tertinggal; (iii) peningkatan peran usaha perdagangan skala mikro, kecil dan menengah dalam bidang jasa perdagangan; (v) peningkatan kerjasama perdagangan antar kawasan, pulau, dan negara; (vi) penguatan kelembagaan perdagangan seperti kelembagaan perlindungan konsumen dan kelembagaan persaingan usaha yang sehat serta kelembagaan perdagangan lainnya; dan (vii) penyederhanaan prosedur dan perijinan yang menghambat kelancaran distribusi barang dan jasa.
h. Pembangunan pariwisata diarahkan pada peningkatan penerimaan daerah, memperluas kesempatan kerja, pelestarian dan pengenalan kebudayaan daerah yang sejalan dengan letak Provinsi Sulawesi Barat yang strategis dalam Lintas Sulawesi. Sasaran pengembangan pariwisata tersebut dapat dicapai dengan mengoptimalkan potensi sumberdaya yang dimiliki Sulawesi Barat, khususnya yang berkaitan dengan kebaharian, kebudayaan dan sejarah melalui upaya: (i) pengembangan pemasaran pariwisata melalui pembentukan jaringan kerjasama; (ii) pembangunan dan peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata; (iii) pengembangan daerah tujuan wisata; (iv) pengembangan SDM di bidang kebudayaan dan pariwisata; dan (v) pembangunan infrastruktur pendukung kepariwisataan.
3. Terwujudnya pemerintahan yang kuat dan kehidupan demokrasi yang sehat dan dinamis
RPJP Provinsi Sulawesi Barat 2005-2025
Bab V Arah Pembangunan Daerah
hal. 34
a. Pembangunan pemerintahan diarahkan pada terimplementasikannya prinsip-prinsip good governance dan clean government dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik, melalui upaya: (i) pelaksanaan pemerintahan yang kolaboratif antara kelembagaan pemerintah, kelembagaan swasta dan kelembagaan masyarakat yang berlangsung transparan dan akuntabel; (ii) peningkatan kualitas pelayanan publik dan pelayanan dasar masyarakat; (iii) penguatan kelembagaan dan kapasitas aparat pemerintah pada setiap tingkatan pemerintahan; (iv) efektifitas koordinasi antar unit kerja dan antar daerah kabupaten; dan (v) peluasan jangkauan pelayanan pemerintahan pada daerah-daerah terisolasi dan terpencil, rawan bencana, serta daerah tertinggal dan perbatasan.
b. Pembangunan politik diarahkan pada terwujudnya stabilitas politik dan keamanan serta kematangan berdemokrasi, melalui upaya: (i) pengembangan organisasi sosial, budaya, ekonomi dan politik serta kemasyarakatan lainnya sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat; (ii) sosialisasi nilai-nilai demokrasi melalui kerjasama dengan instansi terkait; (iii) pengembangan organisasi dan profesionalisme partai politik; (iv) peningkatan peran partai politik sebagai sarana sosialisasi, komunikasi, dan rekruitmen politik; (v) peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan publik; dan (vi) peningkatan kapasitas dan kapabilitas DPRD sebagai mitra kerja eksekutif.
c. Pembangunan hukum diarahkan pada terwujudnya kehidupan masyarakat yang tertib dan sadar hukum, iklim investasi yang baik dan hubungan perusahaan dengan pekerja yang harmonis, melalui upaya perumusan peraturan daerah dan penegakan hukum. Pembangunan hukum juga diarahkan untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme.
d. Pengembangan kesatuan bangsa diarahkan untuk memantapkan harmoni antar etnis, agama, golongan dan lapisan serta merestorasi modal sosial melalui dorongan kerjasama, resolusi konflik, dan saling percaya serta penguatan organisasi sosial kemasyarakatan.
C. Mewujudkan Manusia yang Malaqbi