• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN

IV.1. Pelaksanaan Proyek Perubahan

3. Milestone ini Tuntas pelaksanaannya. 6 Dokomentasi:

45

46

Hasil pembahasan yang dilaksanakan beberapa kali yang melibatkan Unit Organisasi tersebut menghasilkan SOP Perencanaan dan SOP Pemantauan dan Evaluasi penyelenggaraan DAK Infrastruktur. SOP yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat bagi daerah untuk menyusun strategi dalam menentukan skala prioritas perencanaan, dan penganggaran setiap tahunnya. Bagi Kementerian PUPR, SOP akan membuat mekanisme perencanaan sampai pengalokasian dan mekanisme pemantauan dan evaluasi menjadi lebih tertib, sehingga fungsi dan peran masing-masing Unit Organisasi menjadi terukur, jelas, dan terhindar dari tumpang tindih.

3. Melaksanakan Ujicoba Penerapan Pembinaan Teknis DAK

Hasil verifikasi dan evaluasi DAK menggunakan Data BPKP melalui P2D2 menunjukkan Pemda masih lemah dalam aspek teknis pelaksanaan, dan penyelenggaraan jasa konstruksi, terutama dalam pengadaan barang jasa. Sementara di lain sisi, Kementerian PUPR yang terdiri dari banyak Unit Organisasi dengan tugas dan fungsinya masing-masing memiliki tingkat kepedulian yang beragam dalam pembinaan terhadap pemerintah daerah. Selama ini, pembinaan infrastruktur daerah lebih banyak dilakukan terkait dengan perencanaan dan pemrograman DAK, yang dilakukan oleh Setjen, Ditjen SDA, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Penyediaan Perumahan. Sementara di luar DAK, pembinaan terhadap Pemda belum menjadi agenda utama di lingkungan Kementerian PUPR. Padahal infrastruktur daerah sangat mempengaruhi kinerja penyelenggaraan infrastruktur nasional.

Ujicoba penerapan Pembinaan Teknis DAK berupa model “pembinaan terintegrasi” kepada Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengatasi hal tersebut. Dalam UU 23/2014 tentang Pemda, yang diturunkan melalui PP 12/2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemda, Menteri PUPR sebagai Pembina Teknis memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemerintah Daerah. Pembinaan Terintegrasi mengundang seluruh stakeholder di lingkungan Kementerian PUPR

47

menjadi narasumber, sehingga Pemda mendapatkan pemaparan dan melakukan diskusi, tidak hanya terkait perencanaan program DAK seperti yang selama ini dilakukan, tetapi juga mencakup penyelenggaraan jasa konstruksi dan pengadaan barang jasa, perkembangan inovasi dan teknologi terkini dalam penyelenggaraan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas pengawasan oleh Inspektorat Daerah untuk penyelenggaraan infrastruktur.

Ujicoba pembinaan terintegrasi kepada Pemda diselenggarakan oleh BPAKLN cq Bagian FPID bekerjasama dengan Balitbang pada tanggal 23 – 25 Oktober 2017 di Makassar dan 30 Oktober – 1 November 2017 di Surabaya, dengan mengundang seluruh Unor yang selama ini melakukan pembinaan DAK, dan Unor yang akan dilibatkan secara aktif dalam pembinaan penyelenggaraan infrastruktur daerah di masa mendatang. Di hari pertama, Pemda mendapatkan pemaparan terkait materi terkait sinergi Pusat – Daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur dari BPAKLN,

e-learning

Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang PUPR dari Badan Litbang, Peningkatan Kapasitas ASN Pemerintah Daerah dalam Tertib Penyelenggaraan Konstruksi dari Ditjen Bina Konstruksi, Tata Cara Pengawasan Infrastruktur Daerah dari Inspektorat Jenderal; Transformasi Penyelenggaraan Jalan Daerah dari Ditjen Bina Marga, Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Dalam Penyusunan URK DAK Irgasi dari Ditjen SDA, Implementasi DAK Sanitasi Berbasis Masyarakat dari Ditjen CIpta Karya dan Mekanisme Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan DAK Bidang Perumahan dari Ditjen Penyediaan Perumahan. Pada hari kedua, dilakukan kunjungan lapangan pemanfaatan aspal plastik sebagai bentuk inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh Pemda untuk mempercepat penyelenggaraan infrastruktur jalan sekaligus mengurangi timbunan sampah plastik. Hari ketiga Pemda dapat melakukan diskusi teknis untuk mencari solusi berbagai permasalahan teknis yang terjadi dalam teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan dalam kelas visiting doctor untuk

48

masing-masing sektor PUPR dengan narasumber dari Puslitbang SDA, Puslitbang Jalan dan Jembatan, dan Puslitbang Permukiman.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap peserta menunjukkan apreasiasi yang positif terhadap pelaksanaan pembinaan terintegrasi. Pembinaan terintegrasi dapat menjadi

one-stop clinic

bagi Pemerintah Daerah untuk berdiskusi dan mencari alternatif solusi beragam permasalah terkait penyelenggaraan infrastruktur.

Tabel 4.3. Resume Pelaksanaan Ujicoba Penerapan Pembinaan Teknis DAK

No Resume

1 Tujuan Menyelenggarakan pembinaan terintegrasi dalam rangka peningkatan kompetensi SDM Pemda

2 Metode 1. Koordinasi Internal: (2

Stakeholder

mendukung) a. Bagian FPID BPAKLN, dan

b. Biro Kompu Setjen

2. Koordinasi Ekseternal (8 Stakeholder mendukung) a. Ditjen BM (Dir JBHP dan FJD dan BBPJN) b. Ditjen SDA (Dir Bina OP)

c. Ditjen CK (Dir Bina Program)

d. Ditjen Penyediaan Perumahan (Dir Rumah Swadaya) e. Ditjen Bina Konstruksi (Dir. Bina Kelembagaan dan

Sumber Daya Jasa Konstruksi) f. Itjen (Sekretaris Itjen)

g. Balitbang (Sekretaris Balitbang)

3 Implementasi 1. Kamis, 5 Oktober 2017 : Penyusunan Modul Koordinasi dan Persiapan

2. Rabu, 11 Oktober 2017: Koordinasi dan Persiapan Bintek 3. Senin-Rabu, 23 -25 Oktober 2017 Penyelenggaraan Bintek

Wilayah Timur

4. Senin-Rabu, 30 Oktober – 1 November 2017, Penyelenggaraan Bintek Wilayah Tengah

49

No Resume

4 Output Terselenggaranya Pembinaan Terintegrasi Wilayah Timur dan Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 400 peserta

5 Catatan 1. Seluruh stakeholder intenal dan ekstenal mendukung milestone ini, total dukungan 8 Stakeholder; 2. Bentuk dukungan al: Materi/substansi bahan ajar,

anggaran, koordinasi dengan Pemda, dll

3. Milestone ini Tuntas pelaksanaannya, lebih cepat dari Rencana

50

4. Menyusun Surat Edaran Menteri PUPR tentang Tata Kelola Pembinaan DAK Infrastruktur

Surat Edaran Menteri PUPR tentang Tata Kelola DAK disusun sebagai landasan hukum bagi Unit Organisasi di lingkungan Kementerian PUPR untuk terlibat dalam pembinaan penyelenggaraan DAK. Dalam lingkup yang lebih luas, SE Menteri tersebut merupakan upaya untuk menegaskan fungsi Kementerian PUPR sebagai pembina teknis infrastruktur daerah.

Penyusunan SE dilakukan dengan melibatkan seluruh Unit Organisasi di lingkungan Kementerian PUPR dalam beberapa kali pembahasan dan mengasilkan draft SE yang disepakati. Adapun substasi yang terkandung dalam SE yaitu mengatur tentang kegiatan yang dilakukan dalam tahap pembinaan perencanaan program, pembinaan pelaksanaan kegiatan, dan pengawasan penyelenggaraan DAK oleh Unit Organisasi Kementerian PUPR sesuai dengan tugas dan fungsinya, serta kewajiban untuk memprogramkan dan melaksanakan pembinaan penyelenggaraan DAK dalam rencana kerja.

Tabel 4.4. Resume Penyusunan SE Menteri PUPR tentang Tata Kelola Pembinaan DAK Infrastruktur

No Resume

1 Tujuan Menyusun kebijakan tata kelola Pembinaan DAK infrastruktur PUPR

2 Metode 1. Koordinasi Internal: (3

Stakeholder

mendukung) a. Bagian FPID BPAKLN,

b. Bagian PE BPAKLN, c. Biro Hukum Setjen

2. Koordinasi Ekseternal (8 Stakeholder mendukung) 1. Ditjen BM (Dir JBHP dan FJD)

2. Ditjen SDA (Dir Bina OP) 3. Ditjen CK (Dir Bina Program)

51

No Resume

5. Ditjen Bina Konstruksi (Dir. Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi)

6. BPIW (Kepala Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR)

7. Itjen (Sekretaris Itjen)

8. Balitbang (Sekretaris Balitbang)

3 Implementasi 1. Jum’at, 29 September 2017 : Penyusunan Modul Koordinasi dan Persiapan

2. Senin, 16 Oktober 2017: Pembentukan SK Tim Penyusun SE 3. Rabu, 18 Oktober 2017: Pembahasan substansi SE

4. Kamis, 19 Oktober 2017: Penyusunan Draft SE

4 Output Tersusunya Draft SE tentang Tata Kelola Pembinaan DAK Infrastruktur PUPR.

5 Catatan 1. Seluruh stakeholder internal dan eksternal mendukung milestone ini, total dukungan 11 Stakeholder; 2. Bentuk dukungan al: Materi/substansi bentuk

pembinaan dari setiap Unor, Pemda,dll

3. Milestone ini Tuntas pelaksanaannya, pelaksanaannya,

Dokumen terkait