BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.9 Minat Baca
Membaca membuka jendela dunia. Mengapa pepatah tersebut benar adanya? Karena dengan membaca orang akan terbuka pikiran dan wawasannya, sehingga jendela dunia akan terbuka lebar untuknya.
Dalam masyarakat maju,minat baca sudah ditumbuhkan sejak dini. Bahkan bayi yang baru lahir pun dibacakan cerita atau dongeng sebelum tidur untuk mengasah minat baca pada bayi tersebut. Pasangan orang tua pun perlu diberikan pengertian minat baca agar dapat memberikan stimulasi sejak dini pada anaknya.
Minat atau kemauan atau kehendak adalah fungsi jiwa untuk mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam jiwa dan
18
terlihat dari luar melalui gerak gerik. Kehendak berkaitan dengan pikiran dan perasaan.19
Dari makna minat membaca diatas dapat disimpulkan bahwa minat membaca merupakan aktifitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses tranmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat serta dilakukan dengan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka dan gembira.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; keinginan.20
Ada beberapa pengertian minat dari para ahli, diantaranya :
a) Suatu sikap yang terus menerus memolakan perhatian seseorang sehingga membuat dirinya menjadi selektif terhadap objeknya.
b) Perasaan yang menyatakan bahwa suatu aktifitas tertentu berharga bagi individunya.
c) Suatu keadaan motivasi atau suatu set motivasi yang menuntun tingkah laku menuju satu arah tertentu.21
19 Agus Sujanto, 2006. Psikologi Umum, Jakarta:Bumi Aksara. Hal. 84.
20 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2008, Hal. 650.
21
Minat merupakan kosakata psikologi. Artinya adalah menunjukan kemampuan terbaik dan pada suatu waktu yang digunakan untuk memberikan semua perhatian, rasa ingin tahu, motivasi, fokus, perhatian, tujuan, petunjuk, dan keinginan.
Selain itu juga ada pengertian lain tentang minat dari Wolfman:
a) Suatu perilaku yang meliputi perasaan tentang sebuah objek atau aktifitas tertentu yang berarti dan disertai dengan perhatian tertentu terhadap objek atau aktifitas tersebut.
b) Suatu pernyataan motivasi yang mengarahkan aktifitas pada tujuan-tujuan tertentu.
c) Sebuah elemen, baik yang di dapatkan ataupun dibawa sejak lahir oleh seseorang yang di susun dari apa yang dapat dipelajari individu tersebut. d) Hasil dari proses emosional dan motivasi.22
Minat sangat mempengaruhi seseorang dalam tingkah laku sikap serta berpengaruh pada bentuk dan aspirasi, salah satunya pada bidang pekerjaan tertentu.23
Berdasarkan pengertian dan beberapa pakar tersebut, minat pengguna media massa dalam penelitian ini dapat diketahui melalui motivasi, partisipasi, perhatian dan perasaan.
22 Wolfman (1973), Ibid.
23 Chaplin (2000) dalam Ahmad Pudari, 2010. Skripsi, Minat Pemuda Bekerja di Sektor Pertanian. Untirta. Serang. Hal. 15.
2.1.9.1 Motivasi
Dalam kajian psikologi, Chaplin mengatakan motivasi merupakan sesuatu yang terdapat dibalik sebuah sikap, tindakan atau perilaku manusia. Konsep motivasi terinspirasi dari kesadaran para pakar ilmu pengetahuan terutama pakar filsafat yang menyimpulkan bahwa tidak semua tingkah laku manusia dikendalikan oleh akal, tetapi banyak perbuatan manusia yang dilakukan diluar kontrol. Sehingga lahirlah pendapat bahwa manusia tidak hanya sebagai mahluk rasionalistik, tetapi juga sebagai mahluk mekanistik, yang tindakannya dilakukan oleh sesuatu di luar nalar.
Jika minat merupakan keinginan atau kehendak, maka motivasi adalah penggerak untuk melakukan keinginan tersebut. Motivasi merupakan dorongan untuk mencapai keinginan. Motivasi seringkali dikaitkan dengan motif. Motif sama dengan minat, muncul sebelum adanya motivasi. Beberapa pakar menjelaskan perbedaan motif dan motivasi.
Gambar 1 Motif
Henry E. Gareth menyebutkan bahwa motif adalah kebutuhan, aspirasi, ambisi atau tujuan. Motif adalah awal mula sebuah perilaku. Sementara motivasi adalah satu set penggerak yang mendorong manusia untuk bergerak.24
24
Ibid, Hal. 40
Dennis Coon menyebut motif adalah penggerak dalam diri manusia yang merujuk pada aktifitas perilaku atau perintah untuk mencapai sebuah tujuan. Sementara motivasi adalah perilaku yang dinamis, proses untuk memulai, menunjuk dan akhirya menghasilkan aktivitas tertentu dari manusia. Berbeda dengan Silverstone yang menjelaskan bahwa motif sama dengan stimuli yang membentuk sebuah keinginan dan merupakan proses awal dari motivasi. Sementara motivasi adalah faktor umum yang mengarahkan manusia untuk melakukan suatu perilaku yang sesuai dengan kebutuhannya.25
M. Usman Najati mengatakan bahwa motivasi merupakan kekuatan penggerak yang membangkitkan aktifitas mahluk hidup dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkan pada tujuan tertentu. Motivasi memiliki tiga komponen umum, yaitu menggerakkan, mengarahkan, dan menopang. Motivasi menggerakkan manusia untuk melakukan suatu hal tertentu, juga mengarahkan tingkah laku manusia, dan digunakan untuk menopang tingkah laku manusia.26
25 Henry (2005), Ibid.
26 Abdul Rahman Shaleh, Psikologi Suatu Pengantar dalam Persepektif Islam, Jakarta: Prenada Media, Hal. 128.
2.1.9.2 Partisipasi
Menurut Kamus Psikologi, partisipasi adalah proses ikut mengambil bagian dalam satu kegiatan.27 Sementara menurut kamus besar Bahasa Indonesia partisipasi adalah perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan atau keikutsertaan.28 Keith Davis menyatakan bahwa partisipasi merupakan keterlibatan mental, pikiran dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorong untuk mendirikan sumbangan kedalam kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta bertanggung jawab terhadap usaha yang telah dilakukan.29
Bentuk partisipasi masyarakat yang terkait dengan penelitian ini adalah partisipasi berupa ide, opini dan sejenisnya; serta partisipasi berupa tenaga dengan turut serta dalam perencanaan kerja media massa, misalnya dengan menjadi wartawan lepas atau kontributor di Koran Harian Radar Banten.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpilan bahwa partisipasi merupakan keterlibatan aktif seseorang atau sekelompok orang secara sadar untuk terlibat dan berkontribusi secara sukarela dalam suatu program atau kepentingan dalam hal ini para pelajar menggunakan Rubrik Xpresi di Koran Harian Radar Banten dan keterlibatan para pelajar dalam
27 JP. Chaplin, 2006, Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
28 Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
29
kontribusi dan sadar untuk terlibat dalam keikutsertaannya terhadap Rubrik Xpresi di Koran Harian Radar Banten.
2.1.9.3 Perhatian
Beberapa psikolog melihat atensi sebagai jenis alat saringan (filter) yang akan menyaring seluruh informasi pada titik yang berbeda dalam proses persepsi. Namun beberapa psikolog yakin bahwa manusia memusatkan perhatian terhadap apa yang mereka kehendaki, dengan melibatkan diri mereka beserta pengalaman-pengalaman tanpa menutup rangsangan lain.30
Kenneth E Andersen (1972) mendefinisikan bahwa perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indra kita. Banyak faktor yang menarik perhatian kita.
1. Faktor Eksternal: a. Gerakan.
Manusia secara visual tertarik pada objek-objek yang bergerak. b. Intensitas stimuli
Manusia cenderung memperhatikan stimuli yang lebih menonjol dari stimuli lain. Misalnya warna merah pada latar belakan putih, orang hitam di tengah-tengah orang pendek, dan sebagainya.
30
c. Kebaruan
Hal-hal baru yang luar biasa dan berbeda akan menarik perhatian. d. Perulangan
Hal-hal yang disajikan secara berulang dengan sedikit variasi akan lebih mudah diingat dan menarik perhatian.
2. Faktor Internal a. Faktor Biologis
Kita memusatkan perhatian pada apa yang terjadi dalam diri kita sehingga menimbulkan keinginan untuk melakukan sesuatu, misalnya jika kita lapar kita akan makan.
b. Faktor Sosiopsikologis
Dipengaruhi oleh motif sosiogenis, sikap, kebiasaan dan kemauan. Misalnya dalam perjalanan menuju gunung, ahli botani akan cenderung memusatkan perhatian pada tumbuh-tumbuhan, sementara yang lain tidak akan tahu tumbuhan apa dan berapa jenis tumbuhan yang mereka lewati.31
Dari faktor-faktor tersebut, Kenneth E Anderson menyimpulkan dalil-dalil tentang perhatian, diantaranya:
1). Perhatian merupakan proses aktif dan dinamis. Manusia secara sengaja mencari stimuli tertentu dan mengarahkan perhatian
31
kepadanya. Sesekali kita mengalihkan perhatian dari stimuli yang satu ke stimuli yang lain.
2). Manusia memberi perhatian pada hal-hal tertentu sesuai dengan kepercayaan, sikap, nilai, kebiasaan dan kepentingan.
3). Kebiasaan sangat penting dalam menentukan apa yang menarik perhatian, tetapi juga apa yang secara potensial akan menarik perhatian. Manusia cenderung berintaeraksi dengan kawan-kawan tertentu, melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan menggunakan media-media tertentu.
4). Manusia mungkin memfokuskan perhatian pada objek sebagai keseluruhan, kemudian pada aspek-aspek lain dalam objek tersebut, kemudian kembali lagi pada objek secara keseluruhan.
Jadi pada perhatian dapat memfokuskan diri pada objek yaitu Rubrik Xpresi. Minat Membaca biasanya timbul dengan adanya perhatian seseorang terhadap objek yakni Rubrik Xpresi.
2.1.9.4 Perasaan
Professor Hukstra mendefinisikan perasaan adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang. Definisi lain menyebutkan bahwa perasaan merupakan suatu pernyataan jiwa yang sedikit banyak
bersifat subjektif untuk merasakan senang atau tidak senang dan yang tidak bergantung pada perangsang dan alat-alat indra.32
Perasaan mewakili berbagai sensasi atau rasa yang hadir dalam diri manusia untuk kemudian di ekspresikan dalam perbuatan. Perasaan erat kaitannya dengan emosi. Perasaan adalah terjemahan yang paling mendekati dari kata emosi dalam bahasa ,emosi, yakni suatu gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap dan tingkah laku serta tergambarkan dalam ekspresi tertentu.46
Ada dua pendapat tentang macam perasaan. Pandangan pertama adalah pandangan navistik yang mengatakan bahwa perasaan merupakan bawaan manusia dari lahir. Perasaan ini terdiri dari perasaan cinta, kegembiraan, keinginan, benci, sedih dan kagum. Sedangkan pendapat yang kedua adalah pandangan empiristik yang mengatakan bahwa perasaan adalah hasil dari proses belajar manusia. perasaan pengindraan yaitu berhubungan dengan pengindraan (panas, dingin, pahit, bagus, menarik, dan sebagainya); perasaan vital yaitu berhubungan dengan keadaan tubuh (segar, lesu, bersemangat dan sebagainya); perasaan psikis, merupakan penyebab perubahan psikis (senang, sedih, murung, marah dan sebagainya); perasaan pribadi yang dialami secara pribadi (terasing, dijauhi dan sebagainya).33 Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan meliputi beragam macam rasa
32 Anne.Ahhira.Pengertian Perasaan:Memaknai Perasaan.24/04/2011.http://anneahira.com
33
sesuai dengan kondisi dan situasi manusia. Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, maka definisi perasaan yang terkain dengan penelitian ini adalah perasaan senang yang di definisikan sebagai perasaan tertarik dan puas.jika seseorang merasa tertarik dan puas ketika menggunakan Rubrik Xpresi maka kemungkinan besar orang tersebut akan terus menggunakan Rubrik Xpresi.