• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

4. Minat Belajar Anak Jalanan pada Siklus Ketiga

Pada siklus kedua, para siswa SD-Besar yang merupakan anak-anak jalanan yang bergabung dalam kelompok belajar di PSP diarahkan untuk mengenal kebiasaan belajarnya dan mulai membangun kebiasaan belajarnya yang baik. Pada siklus ketiga ini, aktivitas bimbingan belajar lebih disesuaikan dengan satu hal penting dalam pendidikan anak jalanan yakni agar anak-anak mengalami bersikap dan bertindak positif dalam belajar sehingga mengalami pula hasil atau konsekuensi dari perilaku positif tersebut. Karena itu, kegiatan bimbingan belajar pada siklus ketiga dibuat dalam konsep anak-anak mengalami bagaimana menjadi tekun dalam mempelajari sesuatu yang tidak mudah dan mengalami bahwa mereka bisa melakukannya dan berhasil dalam aktivitas belajar tersebut. Para siswa SD-Besar belajar membuat bunga dari pita dan bros dari manik-manik hingga bisa!

a. Hasil Pengamatan

Pengolahan data dari lembar pengamatan kegiatan bimbingan belajar siklus ketiga menunjukkan beberapa data berikut:

1) Persentase skor kelas

- Persentase skor kelas dari perilaku siswa yang menunjukkan sikap berminat pada kegiatan bimbingan belajar mencapai angka 83 atau 92%. Berdasarkan kategori kelas, angka tersebut termasuk dalam kategori berminat belajar sangat tinggi.

- Sebaliknya, persentase skor kelas dari perilaku siswa yang menunjukkan sikap kurang berminat pada kegiatan bimbingan belajar

mencapai angka 11 atau 12%. Berdasarkan kategori kelas, angka tersebut termasuk dalam kategori berminat belajar sangat tinggi.

- Dengan demikian, persentase skor kelas dari pengamatan selama kegiatan bimbingan belajar siklus ketiga menunjukkan bahwa siswa SD-Besar di PSP berada pada kategori memiliki semangat belajar yang sangat tinggi.

2) Persentase skor subyek

- Hasil pengamatan terhadap perilaku siswa yang menunjukkan berminat pada kegiatan bimbingan belajar memperlihatkan bahwa 4 siswa (66,7%) yakni ANS, NL, PTR, NK meraih skor tertinggi yakni 15 atau 100% sehingga termasuk dalam kategori berminat belajar sangat tinggi. Skor terendah didapat oleh VN yakni 10 atau 66% dan termasuk dalam kategori berminat belajar tinggi.

- Hasil pengamatan terhadap perilaku yang menunjukkan kurang berminat menampilkan bahwa seorang siswa VN yang mencapai angka 4 atau 26% dan termasuk dalam kategori berminat belajar tinggi. Selain itu, skor terendah diraih oleh 3 siswa (50%) yakni angka 1 atau 7% dan termasuk dalam kategori berminat belajar sangat tinggi.

- Dengan demikian, persentase skor subyek memperlihat bahwa para siswa SD-Besar di PSP berada pada kategori berminat belajar tinggi dan sangat tinggi. Perbandingan skor subyek dari kedua tipe perilaku di atas tampak dalam grafik di bawah ini:

3) Kesimpulan pengamatan siklus ketiga

- Persentase skor kelas dan subyek menkonfirmasi bahwa para siswa SD-Besar di PSP setelah pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar pada siklus ketiga berada pada kategori berminat belajar tinggi dan sangat tinggi.

- Jika dibandingkan dengan persentase skor kelas dan skor subyek pada siklus kedua, terlihat bahwa ada peningkatan minat belajar dalam diri anak-anak SD-Besar di PSP Yogyakarta.

b. Hasil Angket Minat Belajar

1) Tabel frekuensi dalam statistik deskripsi memperlihatkan bahwa pencapaian skor minat belajar subyek pada siklus ketiga berada pada rentang angka 83 sampai dengan 93. Berdasarkan kategori skor subyek atas angket minat belajar anak jalanan, diketahui bahwa sebanyak 1 siswa (16,7%) siswa berada dalam kategori berminat belajar tinggi, 5 siswa (83,3%) berada pada kategori berminat belajar sangat tinggi. Selain itu,

13 15 15 15 15 10 3 1 2 1 1 4 0 2 4 6 8 10 12 14 16 RR AN BL PTR NK VN Grafik 4.

Perbandingan Skor Minat Belajar Subyek Siklus III

Perilaku Berminat

Perilaku kurang berminat

rerata para siswa adalah 87 sehingga termasuk dalam kategori berminat belajar sangat tinggi. Rincian perolehan skor minat belajar anak jalanan pada siklus ketiga dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 15.

Statistik Minat Belajar Siklus Ketiga

Statistik Deskriptif Tabel Frekuensi

N Mini mum Maxi mum Mean Std. De- via- tion Valid Fre- quency Per- cent Valid Per- cent Cum- ulative Per- cent 6 83.0 93.0 87.8 3.8 83 1 16.7 16.7 16.7 86 2 33.3 33.3 50.0 87 1 16.7 16.7 66.7 92 1 16.7 16.7 83.3 93 1 16.7 16.7 100.0

2) Dengan demikian, jika dibandingkan dengan hasil angket siklus kedua diperoleh gambaran bahwa jumlah siswa yang mencapai kategori tertinggi atau berminat belajar sangat tinggi pada siklus ketiga lebih besar yaitu 83,3% daripada siklus kedua yaitu 50%. Karena itu dapat dikatakan bahwa berdasarkan hasil analisis data angket minat belajar anak jalanan, terdapat peningkatan minat belajar dalam diri siswa SD-Besar di PSP setelah layanan bimbingan belajar siklus ketiga.

c. Hasil Wawancara

Setelah terlaksana semua aktivitas bimbingan belajar siklus ketiga, peneliti mewawancarai NSA dan VN (terlampir). Menurut NSA, aktivitas bimbingan belajar dalam siklus ketiga ini sangat menarik dan menyenangkan tetapi juga menantang. Menarik dan menyenangkan karena dapat mempelajari

keterampilan baru yang bermanfaat. Menurutnya, keterampilan yang diajarkan tersebut termasuk sulit karena ia merasa bukan seorang yang terampil dan telaten. Sekalipun demikian, ia begitu senang ketika mampu menyelesaikan satu rangkaian bunga dan satu bros manik-manik. Ia pun menangkap pesan aktivitas tersebut bahwa ketekunan dan ketelitian dapat membuat dia berhasil meraih sesuatu termasuk mendapatkan hasil belajar dan masa depan yang baik.

Kesan gembira dan tertantang juga diperoleh dari hasil wawancara dengan VN. Ia sepakat bahwa aktivitas yang dilakukan tersebut tidak mudah apalagi dia tidak suka kerja tangan yang seperti itu. Tetapi ketika mampu menyelesaikan satu rangkaian bunga, ia mengatakan begitu senang. Sekalipun demikian, ia mengakui bahwa ia bukan termasuk orang yang sabar dan teliti jadi sulit menjadi betah mengerjakan pekerjaan tangan tersebut. Ia pun menangkap pesan aktivitas belajar keterampilan tersebut yakni keberhasilan diperoleh jika ada ketekunan.

d. Hasil Dokumentasi dan Lembar Kerja

Seluruh siswa SD-Besar mengikuti semua kegiatan bimbingan belajar selama pelaksanaan siklus ketiga. Mereka terlihat aktif dan serius sekalipun sesekali diselingi canda ketika mempelajari dan mengerjakan kerajinan tangan. Partisipasi aktif mereka ditunjukkan dengan serius mengerjakan dan menghasilkan produk kerajinan tangan berupa rangkaian bunga dari pita dan bros dari manik-manik. Untuk bunga dari pita, semua siswa menghasilkan

lebih dari tiga kuntum sedangkan untuk bros, setiap siswa menghasilkan satu buah bros karena keterbatasan waktu dan tingkat kesulitannya yang lebih tinggi.

Tingginya minat belajar dan terutama optimisme anak-anak jalanan di PSP khususnya yang tergabung dalam kelas SD-Besar juga terlihat dari tulisan tentang kesan, tekad dan niat yang mereka tuliskan di lembar kerja siswa.

Misalnya BL, ia menuliskan bahwa ia “Senang, meski pada awalnya tadi tidak

semangat dan bosan karena saya merasa tidak bisa membuat kerajinan

tangan.” Karena itu, menurutnya, agar dapat mempelajari sesuatu seseorang

harus, “sabar, pantang menyerah, dan terus berusaha sesuai kemampuan,

berusaha, belajar dengan baik, mencari wawasan pada orang lain yang lebih

tahu.” Karena itu, walau di tengah kesederhanaan lingkungan PSP di pinggir

Kali Code, si PTR, BL bahkan VN menuliskan cita-cita mereka yakni hendak menjadi dokter!

Dokumen terkait