• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minat belajar matematika siswa

Dalam dokumen PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN (Halaman 32-39)

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA FIKIR, DAN HIPOTESIS

2. Minat belajar matematika siswa

(Slameto, 2013: 180) Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan akan sesuatu hal atau aktivitasa, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan sesuatu hubungan atar diri sendiri dengan suatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin kuat pula minat yang ada dalam diri.

(Hendra Kartika, 2014: 23) Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menetukan sasaran pada diri seseorang. Minat mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan. Minat mempunyai pengaruh dalam pencapaian prestasi sesuai yang dicita- citakan.

Menurut Winkel (1989:30) minat adalah kecenderungan yang mantap dalam diri subyek yang merasa tertarik pada bidang atau hal

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam dunia tersebut Hilgard (dalam Slameto 2003:57) merumuskan minat sebagai berikut:

“Interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activity or content”.

(Djaali, 2016: 121) Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Crow and Crow mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

(Sardiman, 2012: 40) Minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, sehingga menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan dan mendatangkan kepuasan diri, minat dipengaruhi oleh dua hal, yaitu: mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal tersebut patut untuk dipelajari. Dengan demikian, minat sangat berhubungan dengan suatu yang menarik, menyenangkan, juga berhubungan dengan kepentingan atau kebutuhan hingga sesuatu yang dapat memberikan kepuasan pada diri seseorang. Jika hal-hal tersebut mengalami penurunan atau pengurangan, maka tentunya akan berefek pula kepada menurunya minat seseorang.

b. Indikator Minat Belajar

(Dewi Sadmita Pasaribu dkk: 63) Indikator minat belajar berdasarkan Brown (Hendriana dan Soemarno, 2017: 164, Islamiah, 2019) diantaranya adalah: (a) Perasaan senang; (b) Adanya rasa ketertarikan; (c) Keterlibatan dalam belajar; (d) Rajin belajar dan mengerjakan tugas; (e) Tekun dan disiplin dalam belajar; serta

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi memiliki (f) Jadwal belajar. (Novie Suci Rahmawati, Titin Kurnia Bungsu dkk: 387).

Baharuddin (2015) mengemukakan bahwa adapun indikator-indikator minat yang dapat dikenal atau dapat dilihat melalui proses belajar diantaranya adalah:

1) Ketertarikan untuk belajar

Siswa yang berminat terhadap sesuatu pelajaran maka ia akan memiliki perasaan ketertarikan terhadap belajar tersebut. Siswa yang berminat terhadap bidang pelajaran tertentu ia akan merasa tertarik dalam mempelajarannya.

2) Perhatian dalam belajar

Perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa seseorang terhadap pengamatan, pengertian ataupun yang lainnya.

3) Kesadaran

Kesadaran merupakan suatu usaha atau pendorong yang dilakukan secara sadar untuk melakukan tindakan belajar dan mewujudkan perilaku yang terarah demi pencapaian tujuan yang diharapkan dalam situasi belajar interatif.

4) Pengetahuan (Kognitif)

Selain dari perasaan senang dan perhatian, untuk mengetahui berminat atau tidaknya siswa terhadap suatu pelajaran dapat dilihat dari pengetahuan yang dimilikinya.

Dari paparan diatas , dapat disintesakan bahwa minat belajar adalah sesuatu yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dengan terus – menerus dan dengan semangat yang selalu menggebu – gebu dalam diri , sehingga dapat memicu seseorang untuk selalu ingin melakukan sesuatu yang membuatnya menjadi semangat.

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi 3. Analisis Pengaruh Metode Pembelajaran Games Method (X)

Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa (Y) Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Muaro Jambi.

(Iqbal Hasan , 2004) Analisis hubungan adalah bentuk analisis variabel (data) penelitian untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungan, bentuk atau arah hubungan di antara variabel-variabel, dan besarnya pengaruh variabel yang satu (variabel bebas,variabel independen) terhadap variabel lainnya (variabel terikat,variabel dependen).

(Sugiyono, 2013, hlm. 66) Hubungan antar variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan kausal. Hubungan kausal merupakan bentuk hubungan yang sifatnya sebab-akibat, artinya keadaan satu variabel disebabkan atau ditentukan oleh keadaan satu atau lebih variabel lain. Dan paradigma yang akan digunakan adalah paradigma sederhana, yaitu paradigma penelitian yang terdiri atas satu variabel independen dan satu variabel dependen hal ini dapat digambarkan seperti gambar berikut :

r

Gambar II.1 Paradigma Sederhana

Keterangan :

X = Penerapan metode pembelajaran games method.

r = Pengaruh penerapan metode pembelajaran games method terhadap minat belajar matematika siswa.

Y = Minat belajar matematika siswa Y X

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi B. Kerangka Berpikir

Pada Penelitian ini peneliti menggunakan metode pembelajaran games method dengan cara menerapakan permainan kartu pintar pada materi bangun datar , agar siswa bisa belajar sambil bermain sehingga minat belajar pada siswa dalam pembelajaran matematika meningkat. Berdasarkan teori diatas, maka dapat digambarkan kerangka konseptual penelitian sebagai berikut :

Desain Kerangka Berpikir

Kesimpulan

Gambar II.2 Kerangka Berpikir Keadaan minat belajar matematika siswa sebelum diterapkan metode pembelajaran

games method rendah (

O

1)

Proses penerapan metode pembelajaran games method

( Treatment)

Keadaan minat belajar matematika siswa sesudah diterapkan metode pembelajaran

games method tinggi (

O

2)

Minat belajar matematika siswa yang menerapkan metode pembelajaran games method lebih baik

daripada yang tidak menerapkan metode pembejaran games method

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi C. Penelitian yang Relevan

1. Faizal Yunus Ibrahim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Muhammadiyah Surakarta.2012 dengan judul “ Upaya meningkatkan minat siswa melalui permainan Trading Card Game Mathematicards”

Sebelum diadakan permainan siswa menganggap bahwa matematika itu pelajaran yang membosankan sehingga minat belajar matematika rendah hal itu ditunjukan Ketika guru meminta siswa menjawab pertanyaan secara lisan, sebagian siswa lebih memilih menjawab bahwa mereka tidak tahu. Hanya beberapa siswa yang bersedia menjawab pertanyaan secara lisan dan saat guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya mengenai materi yang bagi mereka belum mereka pahami dengan jelas, mereka hanya diam namun setelah diadakan penelitian, dengan menerapkan media TCG Mathematicards diperoleh ada peningkatan minat siswa dalam pembelajaran matematika. Tindakan yang dilakukan oleh pengajar adalah dengan menggunakan TCG Mathematicards. Tujuannya adalah menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan dan membimbing siswa. Berdasarkan hasil penelitian pada diperoleh kesimpulan bahwa tindakan belajar yang diambil telah berhasil meningkatkan minat siswa kelas VIII E semester ganjil SMP Negeri 2 Boyolali.”

2. Faruqi Zarkasi1 , Moch. Lutfianto . Pendidikan Matematika, STKIP Al Hikmah Surabaya. Dengan judul “Pengaruh Permainan Matematika terhadap minat belajar matematika siswa”

Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa dan siswi yang kurang bersemangat ketika belajar matematika dan hampir semua siswa tidak menyukai pelajaran matematika, berdasarkan hasil analisis data setelah diterapkan permainan dalam matematika, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa , 1) Ada hubungan antara permainan matematika dengan minat belajar siswa . 2) Mayoritas siswa lebih menyukai jika

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi pembelajaran di selipkan dengan permainan matematika. 3) Permainan matematika berpengaruh untuk meningkatkan minat belajar siswa.

3. A.Y Soegeng, Sri Kartika Sinta Dewi . IKIP PGRI Semarang. Dengan judul “ Pengaruh metode permainan monopoli terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa di kelas 1 SD”

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yang dikarenakan gurunya masih menggunakan metode ceramah sehingga peneliti ingin menerapkan metode permainan monopoli, berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa metode permainan berbantuan media monopoli efektif terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung pada siswa kelas I SD Negeri 1 Kedungsuren Kabupaten Kendal.”

D. Pengajuan Hipotesis

Menurut Sugiyono (2015:96) Hipotesis Merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

Berdasarkan tinjauan pustaka, hasil penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan hipotesis penelitian ini adalah :

“ Ada pengaruh yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran games method terhadap minat belajar matematika siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Muaro Jambi ”

Dalam dokumen PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN (Halaman 32-39)

Dokumen terkait