• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3. Minat Belajar Matematika

a. Pengertian Minat Belajar Matematika

Menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.24

Menurut Ahmad Susanto, minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya sesuatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya.25

Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar peserta didik dalam bidang-bidang studi tertentu. Peserta didik yang memiliki minat bidang studi tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap bidang studi tersebut.26

b. Macam-Macam Minat Belajar

Menurut Gagne dalam Ahmad Susanto, timbulnya minat pada diri seseorang ada dua macam, yaitu:

24

Slameto, Belajar dan Faktor …, hlm. 180.

25

Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran …, hlm. 58.

26

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 136.

1) Minat Spontan

Minat spontan adalah minat yang timbul secara spontan dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh pihak luar.

2) Minat Terpola

Minat terpola adalah minat yang timbul sebagai akibat adanya pengaruh dari kegiatan-kegiatan yang terencana dan terpola, misalnya dalam kegiatan belajar mengajar, baik di lembaga sekolah maupun di luar sekolah.27

c. Ciri-Ciri Minat Belajar

Elizabert Hurlock dalam Ahmad Susanto menyebutkan ada tujuh ciri minat, yaitu:28

1) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental. Minat di semua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, misalnya perubahan minat dalam hubungannya dengan perubahan usia.

2) Minat tergantung pada kegiatan belajar. Kesiapan belajar merupakan salah satu penyebab meningkatnya minat seseorang.

3) Minat tergantung pada kesempatan belajar. Kesempatan belajar merupakan faktor yang sangat

27

Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran …, hlm. 60-61 28 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran …, hlm. 62-63

berharga, sebab tidak semua orang dapat menikmatinya.

4) Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin dikarenakan keadaan fisik yang tidak memungkinkan.

5) Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat mempengaruhi, sebab jika budaya sudah mulai luntur mungkin minat juga ikut luntur.

6) Minat berbobot emosional. Minat berhubungan dengan perasaan, maksudnya bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka akan timbul perasaan senang dan akhirnya dapat diminatinya.

7) Minat berbobot egosentris, artinya jika seseorang senang terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya.

d. Fungsi Minat

Fungsi minat adalah:29

1) Minat mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita. Sebagai contoh anak yang berminat pada olah raga, maka cita-citanya adalah menjadi olahragawan yang

29

Chabib Thoha, dkk. PBM-PAI di Sekolah, Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam, (Yokyakarta: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang Bekerjasama dengan Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 109-110.

berprestasi. Seorang anak yang berminat pada kesehatan fisiknya maka berminat menjadi dokter. 2) Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat. Minat

seorang anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun suasana sedang hujan.

3) Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas minat seseorang. Meskipun diajar oleh guru yang sama dan diberi pelajaran yang sama tapi antara satu anak dengan anak yang lainnya mendapatkan jumlah pengetahuan yang berbeda, hal ini terjadi karena daya serap mereka yang berbeda, dan daya serap ini dipengaruhi oleh intensitas minat mereka.

4) Minat yang terbentuk sejak masa kanak-kanak sering terbawa seumur hidup karena minat membawa kepuasan. Sebagai misal minat untuk menjadi guru yang terbentuk sejak kecil akan terus terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan. Apabila ini terwujud maka semua suka duka menjadi guru tidak akan dirasa karena semua tugas dikerjakan dengan penuh suka rela. Apabila minat tidak terwujud maka bisa menjadi obsesi yang akan terbawa sampai mati.

e. Indikator Minat Belajar Matematika

Menurut Slameto, suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang

menunjukkan bahwa 1) peserta didik lebih menyukai suatu hal daripada hal yang lain. Minat juga dapat juga dimanifestasikan melalui 2) partisipasi dalam suatu aktivitas. 3) peserta didik cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Dengan adanya minat 4) peserta didik akan bermotivasi untuk mempelajari suatu subyek tersebut.30

Peserta didik dikatakan memiliki minat belajar matematika apabila memenuhi indikator- indikator minat berikut:

1) Perasaan

Perasaan adalah gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal, dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf.31 Setiap aktivitas dan pengalaman selalu diikuti suatu perasaan, baik perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan senang akan menimbulkan minat yang diperkuat dengan sikap positif. Sedangkan perasaan tidak senang akan menghambat dalam belajar, karena tidak adanya sikap positif sehingga tidak memiliki minat dalam belajar.

30

Slameto, Belajar dan Faktor …, hlm. 180.

31

Sumadi Suryabrata, Psikologi pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 66.

2) Partisipasi

Dengan adanya minat, maka seseorang akan cenderung mengikuti secara aktif apa yang diberikan kepadanya. Baik dalam pembelajaran maupun dalam hal lain. Berbeda dengan orang yang tidak memiliki minat terhadap sesuatu, akan cenderung pasif untuk melaksanakan atau sekedar mengikuti hal sesuatu tersebut.

3) Perhatian

Perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktivitas yang dilakukan.32 Orang yang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar terhadap aktivitas tersebut meskipun harus berkorban waktu dan tenaga. Oleh karena itu seorang peserta didik yang memiliki perhatian terhadap suatu pelajaran, ia pasti akan berusaha keras untuk memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar dengan sungguh-sungguh. 4) Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan.33 Diantaranya motivasi yang harus ditanamkan pada

32

Sumadi Suryabrata, Psikologi pendidikan, hlm. 14.

33

diri peserta didik yaitu peserta didik harus menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggapnya penting, dan melihat hasil dari pengalaman belajarnya yang membawa kemajuan pada dirinya.

5) Kesiapan

Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi.34 Peserta didik yang memiliki minat terhadap sesuatu, ia akan mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang berkaitan dengan apa yang ia minati tersebut.

f. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat

Menurut Z.F. Kawareh, faktor-faktor yang mempengaruhi minat antara lain: penguasaan pelajaran, concern anak sendiri, situasi dan kondisi

belajar kurang

menyenangkan.

35

Faktor yang terakhir disebutkan

adalah situasi dan kondisi belajar kurang

menyenangkan. Diantara yang menyebabkan tidak

menyenangkan disini dapat datang dari guru,

bagaimana penampilan guru di depan kelas akan

34

Slameto, Belajar dan Faktor …, hlm. 113.

35

Z.F. Kawareh, Pengembangan Minat Belajar, (Jakarta: Bina Keluarga, 1995), hlm. 2.

menimbulkan persepsi yang berbeda-beda tiap

peserta didik. Ada yang merasa senang dengan

kondisi atau situasi yang diciptakan oleh guru selama

proses pembelajaran, dalam kondisi yang sama pula

ada peserta didik yang beranggapan situasi tersebut

tidak menyenangkan baginya.

Dokumen terkait