• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minat Belajar Siswa Kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian

4.2.3 Minat Belajar Siswa Kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi

Variabel Y dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi dengan 4 indikator yang berbeda-beda yaitu, perasaan senang, keterlibatan siswa, ketertarikan, dan minat siswa.

Tabel 4.19 Tidak Merasa Terpaksa ketika Belajar No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 27 28.7

2. Setuju 62 66.0

3. Tidak Setuju 5 5.3

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%)

Berdasarkan Tabel 4.19 siswa dan siswi tidak merasa terpaksa ketika belajar.

Dilihat dari Tabel 4.19 bahwa sebanyak 27 orang (28.7%) yang sangat setuju bahwa mereka tidak merasa terpaksa ketika belajar dan 62 orang (66.0%) yang setuju bahwa mereka tidak merasa terpaksa ketika belajar. Sedangkan yang tidak setuju ada sebanyak 5 orang dengan persentase 5.3% dan tidak ada satu orang pun yang merasa sangat tidak setuju.

Sebagai remaja ada kalanya sesuatu hal dapat memaksa, seperti yang dirasakan anak sekolah kebanyakan merasakan bahwa mereka terpaksa belajar. Hal inilah yang menimbulkan banyaknya anak nakal dan malas belajar karena mereka merasa terpaksa ketika belajar. Siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menyatakan bahwa mereka tidak merasa terpaksa ketika belajar karena ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru akan terasa lebih nyaman sehingga waktu tidak terasa sudah berlalu. Fitur yang lengkap membuat penggunanya meraskan nyaman saat belajar.

Tabel 4.20 Tidak Merasa Bosan ketika Belajar

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 20 21.3

2. Setuju 55 58.5

3. Tidak Setuju 19 20.2

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Tabel 4.20 menunjukkan bahwa siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi mengatakan bahwa mereka sangat setuju sebanyak 20 orang (21.3%) bahwa mereka merasa tidak bosan ketika belajar. Sebanyak 55 orang (58.5%) yang setuju bahwa mereka tidak merasa bosan ketika belajar. Namun ada sebanyak 19 orang dengan persentase 20.2% tidak setuju bahwa mereka tidak merasa bosan karena ketika pelajaran yang tidak mereka sukai maka mereka akan merasa bosan sedangkan tidak ada satupun dari mereka yang merasa sangat tidak setuju.

Kelemahan manusia adalah lebih cepat bosan dengan sesuatu. Sama dengan halnya belajar, siswa SMA juga sering kali merasakan bosan ketika mereka belajar.

Namun ada banyak cara untuk menguhilangkan kebosanan itu. Salah satunya adalah menemukan cara belajar yang unik agar tidak bosan. Aplikasi Ruangguru menyuguhkan video pembelajaran yang menarik kepada siswanya agar mereka lebih semangat dan tidak bosan ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru.

Responden setuju bahwa mereka tidak merasa bosan ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru. Setiap orangnya juga berbeda-beda cara mengatasi kebosanan mereka. Namun dalam tabel diperlihatkan bahwa siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi tidak merasa bosan ketika belajar.

Tabel 4.21 Aktif Melakukan Diskusi dengan Teman dan Guru

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 13 13.8

2. Setuju 54 57.4

3. Tidak Setuju 27 28.7

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Berdasarkan Tabel 4.21 siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang aktif melakukan diskusi dengan teman dan guru. Terlihat dari frekuensi sangat setuju sebanyak 13 orang dengan persentase 13.8%. Setuju sebanyak 54 orang dengan persentase 28.7% bahwa mereka melakukan diskusi dengan teman dan guru.

Sedangkan ada juga sebanyak 27 orang (28.7%) tidak setuju bahwa mereka aktif melakukan diskusi dengan teman dan guru.

Tipe kepribadian manusia berbeda-beda ada yang semangat belajar ketika bersama-sama dan ada juga yang semangat ketika hanya sendiri. Diskusi dengan teman dan guru sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar karena siswa akan dengan puas belajar sehingga pengetahuan mereka meningkat. Dengan aktif melakukan diskusi juga akan mempererat pertemanan. Siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi mengatakan bahwa mereka aktif dalam diskusi dengan teman dan guru mereka karena mereka minat dalam belajar.

Tabel 4.22

Mengikuti Kegiatan yang Dilakukan di Dalam maupun di Luar Sekolah

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 11 11.7

2. Setuju 48 51.1

3. Tidak Setuju 35 37.2

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%)

Tabel 4.22 menunjukkan bahwa siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi mengikuti kegiatan yang dilakukan di dalam maupun di luar sekolah seperti pada tabel ditunjukkan bahwa sebanyak 11 orang dengan persentase 11.7% sangat setuju, sebanyak 48 orang dengan persentase 51.1% setuju bahwa mereka memang mengikuti kegiatan di dalam maupun luar sekolah. Namun ada banyak juga yang tidak setuju sebanyak 35 orang dengan persentase 37.2% dan tidak ada satupun dari siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang sangat tidak setuju mereka mengikuti kegiatan yang dilakukan di dalam amupun di luar sekolah.

Selain belajar, kemampuan yang lain juga sangat diperlukan seperti kerja sama tim, dan kepemimpinan. Jika hal tersebut dapat dijalan kan oleh siswa maka mereka sudah sangat terlatih untuk ketahap yang lebih tinggi seperti perkuliahan dan dunia pekerjaan. selain kegiatan yang diatakan di sekolah bayak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan seperti cerdas cermat, kesenian dan lain sebagainya. Siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menyatakan bahwa mereka aktif melakukan kegiatan yang ada di sekolah maupun luar sekolah. Namun bnayak juga dari mereka yang tidak mengikutinya karena malas sehingga kemampuan di luar belajar mereka kurang.

Tabel 4.23

Sering Bertanya dan Menjawab Pertanyaan yang Diberikan Guru

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 15 16.0

2. Setuju 52 55.3

3. Tidak Setuju 27 28.7

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Berdasarkan Tabel 4.23 dari 94 orang responden terdapat 15 orang dengan persentase 16.0% sangat setuju bahwa mereka sering bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Dan sebanyak 52 orang (55.3) yang setuju. Guru

juga menyetujui hal tersebut karena mereka memang sering bertanya dan menjawab.

Namun terdapat 27 orang juga yang tidak setuju bahwa mereka sering bertanya dan menjawab namun tidak satupun dari mereka yang merasa sangat tidak setuju.

Dengan adanya minat belajar maka siswa akan lebih aktif dalam proses belajar. Memiliki keingin tahuan yang tinggi menunjukkan bahwa mereka serius dan minat dalam belajar. Dalam tabel diperlihatkan bahwa siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi sering bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru karena sebanyak 52 orang setuju. Hal tersebut membuktikan bahwa mereka rajin dan memiliki minat dalam belajar sehingga pengetahuan mereka meningkat.

Tabel 4.24 Tertarik untuk Mempelajari Kembali Pelajaran yang Sulit

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 20 21.3

2. Setuju 55 58.5

3. Tidak Setuju 19 20.2

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Berdasarkan Tabel 4.24 menunjukkan bahwa responden tertarik untuk mempelajari kembali pelajaran yang sulit mereka mengerti. Terdapat 20 orang (21.3%) yang sangat setuju, sebanyak 55 orang (58.5%) yang setuju bahwa mereka tertarik untuk mempelajari kembali pelajaran yang sulit. Sedangkan terdapat 19 orang yang tidak setuju terhadap pernyataan tersebut sedangkan tidak ada responden yang sangat tidak setuju terhadap pernyataan tersebut.

Fisika, Matematika, Kimia, Bahasa Inggris adalah pelajaran sulit yang harus benar-benar dipahami oleh siswa. Ketika mempelajari pelajaran sulit banyak siswa yang akan malas dan hasilnya tidak tahu apa-apa. Namun banyak juga dari mereka yang ketika mendapatkan pelajaran sulit mereka akan mengulang-ulang pelajaran tersebut hal itu lah yang menunjukkan minat belajar mereka. Siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menunjukkan minat mereka melalui pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tertarik untuk mempelajari kembali pelajaran sulit itu. Hal tersebut

yang menunjukkan bahwa responden minat dalam hal belajar. Ada juga 19 orang yang tidak setuju untuk mengulang kembali pelajaran sulit hal ini dapat mengakibatkan menurunnya keinginan untuk belajar dan semakin ketinggalan.

Tabel 4.25

Tertarik Mengikuti Olimpiade yang Diselenggarakan Sekolah maupun Dinas Pendidikan

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 20 21.3

2. Setuju 49 52.1

3. Tidak Setuju 25 26.6

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Tabel 4.25 menunjukkan bahwa 20 orang (21.3%) dari 94 orang sangat setuju bahwa mereka tertarik untuk mengikuti olimpiade yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dinas pendidikan. Sebanyak 49 orang (52.1%) yang setuju bahwa mereka tertarik mengikuti olimpiade sedangkan terdapat 25 orang (26.6%) tidak setuju untuk tertarik mengikuti olimpiade yang diselenggarakan sekolah maupun dinas pendidikan. Namun tidak ada dari mereka yang merasa sangat tidak setuju.

Ujian ataupun evaluasi yang dilakukan di sekolah sangatlah kurang untuk menguji tingkat kemampuan. Jika siswa minat belajar mereka akan meningkatkan pengetahuan mereka, mereka akan penasaran sudah sejauh mana kemampuan mereka dan cara untuk meningkatkannya. Selain itu untuk ke tahap perkuliahan diperlukan pengalaman ujian maka dari itu mengikuti olimpiade sangatlah membantu mereka untuk persiapan ujian dan menambah wawasan. Responden sangat setuju dan setuju banyak, hal tersebutlah yang menunjukkan mereka memiliki minat dalam belajar.

Tabel 4.26

Tertarik Mengikuti Ujian Try Out untuk Mengetahui Tingkat Kemampuan

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 17 18.1

2. Setuju 60 63.8

3. Tidak Setuju 17 18.1

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Tabel 4.26 menunjukkan dari 94 responden sebanyak 17 siswa dengan persentase 18.1% menyatakan sangat setuju mereka tertarik mengikuti ujian try out untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka. 60 siswa lainnya dengan persentase 63.8% menyatakan setuju tertarik mengikuti ujian try out untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka. Dalam tabel juga menunjukkan sebanyak 17 siswa dengan persentase 18.1% tidak setuju tertarik mengikuti ujian try out untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka. Dan dari semua responden tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.

Sama halnya ujian olimpiade, try out adalah salah satu simulasi bagimana ujian masuk ke perguruan tinggi. Pengalaman adalah hal yang penting jika sering mengikuti ujian ujian makan nantinya akan terbiasa. Sering mengikuti ujian juga menunjukkan minat terhadap belajar siswa. Siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menunjukkan minatnya dengan mereka sering mengikuti ujian try out.

Tabel 4.27 Tidak Menunda-nunda Mengerjakan Tugas No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 9 9.6

2. Setuju 56 59.6

3. Tidak Setuju 29 30.9

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%)

Tabel 4.27 menunjukkan bahwa siswa dan siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi setuju untuk tidak menunda-nunda mengerjakan tugas. Terbukti dengan frekuensi setuju sebanyak 56 orang dengan persentase 59.6%. 9 orang dengan persentase 9.6% merasa sangat setuju dan 29 orang (30.9%) yang merasa tidak setuju untuk tidak menunda-nunda mengerjakan tugas.

Tugas adalah salah satu latihan untuk mengasah kemampuan, semakin banyak yang dikerjakan maka semakin banyak juga ilmu yang didapatkan. Semakin sering berlatih maka semakin tanggap juga dalam mempelajari materi. Semakin tinggi minat belajar maka semakin semaangat untuk mengerjakan tugas. Dengan tidak menunda-nunda mengerjakan tugas sudah menunjukkan bahwa minat belajar kita tinggi. Siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi setuju bahwa mereka tidak menunda-nunda mengerjakan tugas. Hal tersebut juga sudah di beritahukan oleh guru yang mengajar bahwa mereka semangat ketika mengerjakan tugas.

Tabel 4.28 Mengamati dengan Baik Pelajaran Yang Sulit dimengerti No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 18 19.1

2. Setuju 56 59.6

3. Tidak Setuju 20 21.3

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Tabel 4.28 menunjukkan siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi setuju bahwa mereka mengamati dengan baik pelajaran yang sulit dimengerti. Terdapat 18 orang (19.1%) sangat setuju dan 56 orang (59.6%) setuju untuk mengamati dengan baik pelajaran yang sulit dimengerti. Sedangkan sebanyak 20 orang (21.3) tidak setuju dan bersikap biasa saja. Namun pada pernyataan ini juga tidak ada satu pun dari mereka yang merasa sangat tidak setuju.

Ketika ada pelajaran yang sulit, siswa cenderung cepat bosan dan malas untuk mempelajarinnya, hal tersebut menimbulkan siswa jadi ketinggalan pelajaran dan mendapatkan nilai rendah, menurut hasil penelitian peneliti peneliti mendapat hasil

yaitu siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi cenderung mengamati pelajaran yang menurut mereka sulit sehinga mereka akan lebih cepat mengerti pelajaran tersebut. Hasil yang ditunjukkan mengungkapkan bahwa sebanyak 19,1% siswa yang sangat setuju dan 56% siswa yang setuju. Maka dari itu mereka memiliki minat belajar yang cukup baik.

Tabel 4.29 Memperhatikan Pelajaran dengan Baik No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 14 14.9

2. Setuju 72 76.6

3. Tidak Setuju 8 8.5

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%) Berdasarkan Tabel 4.29 dapat dilihat bahwa siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi setuju mereka memperhatikan pelajaran dengan dengan baik terbukti dengan tabel 4.29 yang menunjukkan bahwa sebanyak 72 orang (76.6%) yang setuju dan 14 orang (14.9%) yang sangat setuju dan tidak ada yang sangat tidak setuju dalam memperhatikan pelajaran. Hal tersebut juga peneliti saksikan saat menyebarkan kuesioner ke kelas-kelas dan mendapatkan mereka serius memperhatikan pelajaran.

Selain materi yang sulit, semua materi seharusnya diperhatikan dengan baik karenayang di ujian kan nantinya bukan yang sulit saja melainkan semua materi pelajaran. Maka dari itu semua ilmu itu penting. Siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi memiliki minat yang baik karena responden menyatakan 72 responden yang setuju dan 14 responden sangat setuju bahwa mereka memperhatikan pelajaran dengan baik. Maka dari itu responden memiliki minat belajar.

Tabel 4.30 Berkonsentrasi Ketika Mengerjakan Tugas No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 17 18.1

2. Setuju 66 70.2

3. Tidak Setuju 11 11.7

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%)

Berdasarkan Tabel 4.30 ditunjukkan bahwa sebanyak 17 orang dengan persentase 18.1% dan sebanyak 66 orang dengan persentase 70.2% yang setuju bahwa mereka berkonsentrasi ketika mengerjakan tugas. Hal tersebut dibuktikan saat peneliti masuk ke kelas-kelas dan mendapati mereka sedang mengerjakan tugas dan peneliti susah untuk mengambil perhatian mereka ke peneliti. Namun ada juga sebanyak 11 orang (11.7%) yang tidak setuju akan hal tersebut.

Konsentrasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam proses belajar karena jika konsentrasi maka materi akan semakin cepat dipahami. Jika tidak konsentrasi maka artinya kita malas dan tidak tertarik dengan pelajaran tersebut. Selain itu jika memiliki minat maka akan semangat dan penuh konsetrasi. Berdasarkan tabel 4.32 menunjukkan bahwa siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menyatakan mereka berkonsetrasi ketika belajar yang menyatakan bahwa mereka memiliki minat belajar.

Tabel 4.31 Mencatat Materi Pelajaran

No Keterangan Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat Setuju 33 35.1

2. Setuju 58 61.7

3. Tidak Setuju 3 3.2

4. Sangat Tidak Setuju 0 0

Total 94 100

(Sumber: Karakteristik Identitas Responden) n= 94 (100%)

Tabel 4.31 menunjukkan bahwa siswa dan siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi sangat setuju sebanyak 33 orang dengan persentase 35.1% bahwa mereka mencatat materi pelajaran yang diberikan oleh guru dan sebanyak 58 orang dengan persentase sebesar 61.7% setuju. Hal ini diauki oleh guru mereka yang memriksa catatan mereka. Namun ada juga 3 orang dengan persentase sebesar 3.2% tidak setuju dan memang malas mencatat.

Seperti yang kita ketahui daya ingat manusia jika tidak diasah akan cepat lupa.

Catatan sangat dibutuhkan di mana pun yang fungsinya sebagai pengingat. Begitu halnya dengan pelajar, pelajar harus sering mencatat materi pelajaran agar dapat dibaca berulang kali. Siswa siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi menunjukkan minat mereka terhadap belajar di mana mereka hampir semua meyatakan bahwa mereka mencatat materi pelajaran yang diberikan agar mereka dapat mempelajarinya kembali. Hal ini menunjukkan keminatan mereka terhadap belajar.

4.3 Analisis Tabel Silang

Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui apabila variabel yang satu mempunyai hubungan dengan variabel yang lainnya, di mana akhirnya akan diketahui apakah variabel tersebut bersifat positif atau negatif.

Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4.32 ditunjukkan hubungan menggunakan aplikasi Ruangguru untuk memahami pelajaran dengan berminat mengamati pelajaran yang sulit dimengerti. Maksud dari kalimat ini adalah siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi berminat untuk mempelajari pelajaran yang sulit menggunakan aplikasi Ruangguru agar mereka paham akan pelajaran. Dalam tabel diperlihatkan dari 39 orang yang menyatakan bahwa mereka menggunakan aplikasi Ruangguru untuk memahami pelajaran sangat setuju terdapat 14 orang sangat setuju, 20 orang setuju, 5 orang tidak setuju dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Terdapat 53 orang yang menyatakan bahwa mereka setuju menggunakan aplikasi Ruangguru untuk memahami pelajaran dengan

jumlah, 5 orang sangat setuju, 34 orang setuju bahwa mereka menyatakan bahwa mereka setuju. Namun ada 14 orang yang menyatakan mereka tidak setuju menyatakan bahwa mereka setuju menggunakan aplikasi Ruangguru untuk memahami pelajaran dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. Selain iitu da juga sebanyak 2 orang yang menyatakan tidak setuju dengan 1 orang setuju atas pernyataan tersebut dan 1 orang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Namun dari perihal ini tidak ada satupun responden yang menyatakan mereka merasa sangat tidak setuju atas penggunaan aplikasi Ruangguru sebagai tempat untuk memahami pelajaran.

Tabel 4.32

Hubungan Menggunakan Aplikasi Ruangguru untuk Memahami Materi Pelajaran dengan Berminat Dalam Mengamati Pelajaran yang Sulit Dimengerti

Berminat Dalam Mengamati Pelajaran

Dalam Tabel 4.32 menunjukkan bahwa ada sebanyak 19 orang sangat setuju bahwa mereka berminat mempelajari kembali pelajaran yang sulit. 14 di antaranya sangat setuju, 5 setuju dan tidak ada satupun dari mereka yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Selain itu ada sebanyak 55 orang yang setuju, 20 di

antara sangat setuju, 34 orang setuju, 1 orang tidak setuju dan tidak ada yang menyatakan mereka merasa sangat tidak setuju jika mereka menyatakan mereka setuju bahwa mereka berminat mempelajari kembali pelajaran yang sulit. Sebanyak 20 orang yang tidak setuju jika mereka berminat mempelajari kembali pelajaran yang sulit. Di antaranya adalah 5 tidak setuju, 14 orang setuju, 1 orang tidak setuju dan tidak ada satupun dari mereka menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa dari 94 responden mereka setuju bahwa dengan menggunakan aplikasi Ruangguru, mereka berminat untuk mempelajari kembali pelajaran yang sulit agar mereka memahami pelajaran tersebut.

Tabel 4.33 menunjukkan hubungan antara percaya diri ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru sehingga siswa dan siswi kelas 2 SMA Negeri 1 Berastagi mengikuti kegiatan sekolah seperti perlombaan yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dinas pendidikan. Sebanyak 14 orang menyatakan sangat setuju dengan 3 di antaranya sangat setuju, 7 orang setuju, 4 orang tidak setuju dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. Sebanyak 66 orang menyatakan setuju mereka percaya diri ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru. Di antaranya ada 5 orang yang sangat setuju, 34 orang setuju, 27 orang tidak setuju dan tidak ada yang sangat tidak setuju. Ada 14 orang yang menyatakan mereka tidak setuju, 3 di antaranya sangat setuju, 7 setuju dan 4 orang tidak setuju. Namun tidak ada yang sangat tidak setuju mereka percaya diri ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru.

Dalam Tabel 4.33 juga diperlihatkan sebanyak 11 orang menyatakan sangat setuju mereka mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dinas pendidikan. Sebanyak 3 orang di antaranya sangat setuju, 5 orang setuju, dan 3 orang tidak setuju. Sebanyak 48 orang setuju 7 di antaranya sangat setuju, 34 orang setuju, dan 7 tidak setuju atas pernyataan mereka setuju percaya diri ketika belajar menggunakan aplikasi Ruangguru. Selain itu juga ada yang menyatakan tidak setuju sebanyak 35 orang dengan 27 di antaranya setuju, 4 orang sagat setuju dan 4 orang tidak setuju. Namun pada hal ini tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal tersebut membuktikan bahwa belajar menggunakan aplikasi Ruangguru dapat

meningkatkan kepercayaan diri dan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan sekolah maupun dinas pendidikan.

Tabel 4.33

Hubungan Percaya Diri ketika Belajar Menggunakan Aplikasi Ruangguru dengan Mengikuti Kegiatan Sekolah seperti Perlombaan-perlombaan yang

Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.

Berdasarkan Tabel 4.34 dapat dilihat hubungan antara mudah berinteraksi dengan staf dan pengajar di Ruangguru dengan aktif melakukan diskusi dengan teman dan guru. Dalam tabel diperlihatkan sebanyak 25 orang sangat setuju mereka mudah berinteraksi dengan staf dan pengajar di Ruangguru dengan 7 orang sangat setuju, 12 setuju dan 1 orang tidak setuju. Ada juga yang menyatakan setuju sejumlah 57 orang 5 di antaranya sangat setuju, 48 orang setuju, 4 orang tidak setuju menyatakan mereka setuju terhadap pernyataan mudah berinteraksi dengan staf dan pengajar Ruangguru.

Dari 94 responden ada juga yang menyatakan tidak setuju dengan pernyataan mudah

berinteraksi dengan staf dan pengajar Ruangguru. 2 di antaranya sangat setuju dan 7 orang setuju bahwa tidak mudah berinteraksi dengan staf dan pengajar Ruangguru.

Dan ada 3 orang yang tidak setuju mereka menyatakan hal tersebut.

Tabel 4.34

Hubungan Mudah Berinteraksi dengan Staf dan Pengajar di Ruangguru dengan Aktif Melakukan Diskusi dengan Teman dan Guru

Aktif Mengikuti Diskusi dengan Teman

Dilihat juga dalam Tabel 4.34 pernyataan responden terhadap aktif mengikuti diskusi dengan teman dan guru. Ada sebanyak 14 orang yang menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut dengan 7 orang sangat setuju, 5 orang setuju dan 2 tidak setuju. Sebanyak 72 orang yang setuju dengan 17 orang sangat setuju, 48 orang setuju terhadap pernyataan tersebut. Sebanyak 7 orang tidak setuju dengan pernyataan itu. Dalam pernyataan ini juga ada yang tidak setuju, sebanyak 8 orang tidak setuju terhadap pernyataan tersebut. 1 di antaranya sangat setuju, 4 orang setuju, dan 3 orang tidak setuju. Dengan pernyataan di atas dibuktikan bahwa dengan adanya aplikasi Ruangguru, siswa mudah berinteraksi dengan staf dan pengajarnya sehingga mereka aktif melaksanakan diskusi dengan teman dan guru mereka. Dengan ini terdapat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Ini juga terbukti ketika peneliti

menyebarkan kuesioner, peneliti melihat bahwa siswa dan siswi SMA Negeri 1 Berastagi sering berinteraksi satu dengan yang lain di dalam kelas. Mereka juga sering bertanya kepada guru mereka tentang apa yang mereka tidak ketahui ataupun menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru mereka.

Dalam Tabel 4.35 ini diperlihatkan hubungan antara tidak mendapatkan nilai buruk dengan menggunakan aplikasi Ruangguru dan memperhatikan pelajaran dengan baik. Ini menunjukkan bahwa dari 94 responden sebanyak 12 orang sangat setuju bahwa mereka tidak mendapatkan nilai buruk ketika belajar menggunakan

Dalam Tabel 4.35 ini diperlihatkan hubungan antara tidak mendapatkan nilai buruk dengan menggunakan aplikasi Ruangguru dan memperhatikan pelajaran dengan baik. Ini menunjukkan bahwa dari 94 responden sebanyak 12 orang sangat setuju bahwa mereka tidak mendapatkan nilai buruk ketika belajar menggunakan