• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Landasan Teori

2. Minat Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

a. Pengertian minat

Menurut Slameto minat merupakan perasaan lebih suka dan keterikatan pada sesuatu atau aktivitas, tanpa ada orang lain yang menyuruh (Djaali 2018, 121). Jadi ketika seseorang memiliki ketertarikan atau menyukai sesuatu tanpa harus diperintah oleh orang lain berarti hal itu dapat disebut minat. Crow and Crow juga mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri (Djaali 2018, 121). Selain itu Muhibbin Syah (Sumakta 2015) berpendapat bahwa minat (interest) merupakan kecenderungan dan hasrat yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Minat muncul dari rasa suka yang besar dalam diri seseorang, tanpa harus disuruh dan tanpa paksaan dari orang lain sehingga membuat seseorang terikat pada rasa sukanya tersebut. Minat juga bukanlah hal yang dibawa sejak lahir, karena minat muncul seiring berjalannya waktu dan berbagai hal baru yang ditemukan selama perkembangan diri seseorang. Minat merupakan suatu keinginan dan ketertarikan atas rasa suka yang besar untuk bisa mendapatkan atau mencapai sesuatu. Minat juga menjadi pendorong

24

dalam diri seseorang untuk berusaha mencapai keinginannya.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat

Dalam psikologis seseorang minat muncul sebagai sebuah gejala, munculnya minat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor individu dan faktor sosial.

1) Faktor Individu

Pengaruh yang muncul dalam diri seseorang secara alami, misalnya diakibatkan karena kedewasaan, kecerdasan, latihan, motivasi dan sifat pribadi.

a) Motivasi diri

Minat yang dimiliki seseorang menjadi semakin tinggi dan semakin berkembang jika diikuti dengan motivasi dalam dirinya.

Motivasi adalah dorongan dari diri sendiri, biasanya ada karena kesadaran akan pentingnya suatu hal.

b) Belajar

Minat bisa diperoleh melalui apa yang kita ketahui selama proses belajar. Semakin bertambah pengetahuannya, maka akan semakin besar dan luas juga minat yang dimiliki.

c) Cita-cita

Setiap orang memiliki cita-cita dalam hidupnya dan hal ini bisa mempengaruhi minat seseorang. Cita-cita juga merupakan wujud dari minat seseorang untuk harapannya di masa depan.

d) Bakat

Bakat akan mempengaruhi minat, contohnya jika seseorang berbakat dalam menyanyi sejak kecil, maka secara tidak langsung ia akan memiliki minat bernyanyi atau bermusik. Jika dipaksakan pada hal lain, kemungkinan itu akan menjadi beban bagi dirinya.

e) Hobi

Setiap orang memiliki hobi dan ini sangat berkaitan dengan minat yang dimiliki.

Contohnya, jika seseorang memiliki hobi olahraga maka dalam dirinya akan timbul minat dan merasa senang untuk melakukan olahraga.

2) Faktor sosial

Pengaruh yang muncul diluar individu, diakibatkan karena kondisi keluarga, lingkungan, pendidikan dan motivasi sosial.

a) Keluarga

26

Keluarga adalah orang-orang terdekat yang ada bersama kita, tidak hanya ayah dan ibu, tetapi lebih luas lagi meliputi semua anggota keluarga lainnya. Segala yang diberikan keluarga selama proses perkembangan seseorang baik dari perilaku, bimbingan, dukungan, perhatian, dan perkataan, semua itu akan ikut membentuk minat dari seseorang.

b) Teman sebaya

Teman sebaya sangat besar pengaruhnya dalam membentuk minat khususnya bagi remaja. Pengaruh bagi remaja akan sangat besar karena biasanya mereka berada dalam tahap pencarian jati diri dan sering melakukan berbagai hal bersama.

c) Lingkungan

Pergaulan seseorang akan mempengaruhi minatnya karena minat dapat diperoleh dari pengalaman dalam lingkungan tempat tinggal. Lingkungan dimana sekolah tempat belajar, masyarakat sebagai tempat bergaul dan bermain sehari-hari dengan keadaan alam, iklim, serta flora faunanya.

Contohnya, seseorang yang kesehariannya berada dalam masyarakat yang mayoritas petani, maka ia cenderung memiliki minat

dan ingin tahu mengenai kegiatan bertani karena merasa dirinya menjadi bagian dari hal tersebut.

d) Media massa

Segala sesuatu yang ditampilkan dalam media massa, baik media cetak ataupun media online dapat menarik masyarakat untuk memperhatikan dan menirunya.

Pengaruhnya meliputi gaya hidup, nilai-nilai dan perilaku sehari-hari. Minat masyarakat juga dapat dipengaruhi dari apa yang didengar, dilihat dan diperoleh dari media massa.

c. Indikator minat belajar

Slameto menyebutkan beberapa indikator yang bisa digunakan dalam mengetahui minat belajar seseorang, yaitu:

1) Perasaan senang

Seseorang memiliki perasaan senang terhadap sesuatu sehingga ia tidak akan merasa terpaksa untuk melakukannya. Contohnya seorang siswa merasa senang dalam mengikuti suatu pelajaran, maka ia akan selalu hadir saat pelajaran dan tidak akan merasa bosan.

2) Keterlibatan siswa

Seseorang senang dan terlibat aktif dalam suatu kegiatan. Contohnya mengikuti expocampus,

28

aktif dalam diskusi kelas, aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru.

3) Ketertarikan

Hal ini berhubungan dengan daya dorong dalam diri seseorang terhadap benda, orang atau kegiatan. Contohnya antusias dalam mengikuti kegiatan, tidak menunda tugas yang dimiliki, selalu berusaha melakukan yang terbaik.

4) Perhatian siswa

Minat dan perhatian seringkali dianggap sama, perhatian merupakan konsentrasi seseorang terhadap pengamatan dan pengertian dengan megesampingkan hal lain. Jika seseorang memiliki minat pada suatu obyek maka ia dengan sendirinya akan memperhatikan obyek tersebut.

d. Pendidikan perguruan tinggi

Dunia akademik atau dunia pendidikan berperan sangat penting untuk mengembangkan pandangan dan pola pikir yang lebih luas juga lebih terbuka dalam menyikapi fakta-fakta sosial. Pendidikan sendiri menurut Brown merupakan proses pengendalian secara sadar dimana perubahan pada tingkah laku dihasilkan dalam diri seseorang melalui kelompok.

(Ahmadi 2007, 74). Jacques Delors dan rekannya mengemukakan bahwa ada empat pilar pendidikan, yaitu learning to know (belajar untuk mengetahui),

learning to do (belajar untuk berbuat), learning to live together, learning to live with others (belajar untuk hidup bersama), learning to be (belajar untuk menjadi seseorang). (Adang 2013, 275). Manusia belajar disetiap perkembangan hidupnya, sejak dilahirkan hingga menjadi dewasa manusia selalu menambah pengetahuannya, belajar melakukan sesuatu, belajar cara berinteraksi dan bersosialisasi sehingga dapat membaur di dalam masyarakat. Hal ini berarti setiap orang memerlukan pembelajaran dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari.

Pembelajaran ini bisa didapatkan melalui pendidikan formal maupun non-formal. Untuk pendidikan formal ada beberapa tingkatan diantaranya pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Sedangkan untuk pendidikan non-formal bisa dilakukan diluar pendidikan non-formal, seperti Taman Pendidikan Al-Quran untuk anak-anak usia dini, kelas bimbingan dan kursus untuk mengembangkan minat serta bakat.

Tingkatan Pendidikan terakhir adalah pedidikan tinggi yang merupakan kelanjutan dari Pendidikan menengah. Pendidikan tinggi diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat berkemampuan akademik dan profesional. Satuan Pendidikan tinggi disebut dengan perguruan tinggi,

30

bisa berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi ataupun universitas.

Suryadi mengemukakan bahwa Perguruan Tinggi harus mampu mengembangkan sumber daya manusia Indonesia yang bermutu. Mutu sumber daya manusia yang dimaksud paling tidak memiliki tiga komponen, yaitu memiliki penguasaan keahlian dalam cabang ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu bekerja secara profesional, dan mampu menghasilkan karya yang bermutu. (Hasbullah 2015, 234).

Perguruan tinggi mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat berkemampuan tinggi dengan memiliki sifat akademik yang professional.

Diharapkan nantinya peserta didik dapat mengaplikasikan, mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dokumen terkait