• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam rangka pencapaian Misi Ketiga ditetapkan 15 (Lima belas) Sasaran yang diukur melalui 24 (Dua Puluh Empat) Indikator Sasaran yang didukung 20 (Dua Puluh) Agenda Pembangunan Urusan Pemerintahan Daerah meliputi Pekerjaan Umum

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya menambah peluang kerja dan peluang usaha melalui pengembangan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan;

Tu ju an 1

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi potensi daerah.

Angka Pertumbuhan Ekonomi

Memajukan kualitas layanan dan kapasitas kelembagaan perizinan dalam rangka

meningkatkan kuantitas iklim investasi dan frekuensi usaha di Daerah

Pertumbuhan Realisasi Investasi

Jumlah Realisasi Investasi

Permodalan Asing (PMA) dan Permodalan Dalam Negeri (PMDN) pada tahun n

Angka Pertumbuhan Realisasi Investasi Permodalan Asing (PMA) dan Permodalan Dalam Negeri (PMDN) pada tahun ke-n dibanding tahun dasar (2015)

Rp23,45 Trilliun 17,06% (Rp.27,45 T) 24,12% (Rp.31,45 T) 51,17% (Rp35,45T) 68.23% (Rp39,45T) 85,29% (Rp.43,45 T) 104,69% (Rp.48T) 104,69% (Rp.48 Trilliun)

Meningkatkan pendapatan asli daerah guna mendukung keberdayaan pembangunan dan kemandirian daerah serta mewujudkan penatausahaan asset dan pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, dan tertib administrasi berbasis akuntansi akrual

Angka Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah;

Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah;

Pertumbuhan Jumlah Pendapatan Asli Daerah tahun ke-n dibanding tahun dasar

800.026.259.699 1-13% (800-900 Milyar) 13-25% (900-1000 Milyar) 25-50% (1000-1200 Milyar) 50-75%( 1200-1400 Milyar) 75-106% (1400-1650 Milyar) 106-144% (1650-1950 Milyar) 106-144% (1650-1950 Milyar)

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Meningkatnya kunjungan wisata yang didukung pembangunan infrastruktur

berkelanjutan dan ketersediaan fasilitas publik untuk

berekspresi, berpromosi, dan berinteraksi dalam pengembangan ekonomi kreatif

Persentase Apresiasi Wisata

Pengukuran terhadap peningkatan apresiasi wisata Gresik

Peningkatan apresiasi wisata Gresik tahun ke n dibanding tahun dasar (2015)

3.107.278 wisatawan 0,16% 0,18% 0,20% 0,22% 0,24% 0,26% 0,26%

Mencapai kemandirian pangan dan diversifikasi konsumsi pangan daerah didukung peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya pertanian secara berkelanjutan

Rasio Ketersediaan Pangan Utama

Ketersediaan pangan secara fisik di daerah

193,23 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn 194 Kg/Kpt/Thn

Mencapai swasembada produksi pengelolaan perikanan dan keberdayaan ekonomi nelayan dengan memacu optimalisasi kapasitas dan kontinuitas inovasi

Peresentase Kontribusi PDRB Subsektor Perikanan

Kontribusi PDRB sektor perikanan terhadap PDRB total

4.033.509.4 (juta Rp terhadap 93.813.296.1 juta (4,30%) 4,2-42,4% 4,25-42,45% 4,27-42,47% 42.3-4,5% 43,2-45,2% 43,4-45,4% 43,4-45,4%

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Tu ju an 2

Menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan didukung kemantapan infrastruktur dan konektivitas daerah.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Meningkatnya kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh dan berkelanjutan

Indeks Kualitas Air Sungai

Pengukuran terhadap kualitas air

Nilai komposit kualitas

air IPA 47,29

47 .3 -5 1. 5 51 .5 -5 5. 75 55 .7 5- 60 60 -6 4. 3 64 .3 -68 68 -7 2. 5 68 -7 2. 5

Indeks Kualitas Udara

Pengukuran terhadap kualitas air

Nilai komposit kualitas udara

IPU 72,23

72 .2 5- 75 75 -79 79 -83 83 -8 7, 5 87 ,5 -90 90 -- 93 .5 90 -9 3. 5

Menciptakan pembangunan infrastruktur daerah yang berkelanjutan,dan berdaya saing serta mewujudkan harmonisasi pembangunan

berlandaskan tata ruang.

Persentase Kemantapan Infrastruktur Jalan

Capaian

Infrastruktur Jalan dalam kondisi Baik

419 km Jalan (81,81%) 83,31 % Jalan 84,81% Jalan 86,11% Jalan 87,21 % Jalan 88,41% Jalan 89,51% Jalan 89,51% Jalan

Persentase Jaringan Irigasi

Panjang jaringan irigasi dengan kondisi baik dibanding dengan Panjang jaringan irigasi keseluruhan

7.699,49 m' kondisi baik dari 147.356 m' (5,23%) 15,23% 25,23% 35,23% 45,23% 55,23% 65,23% 65,23%

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Persentase Akses Air Bersih/Minum

Cakupan rumah tangga pengakses air bersih/minum Perpipaan dan non Perpipaan

55,95% 65.95% 75.95% 85.95% 100% 100% 100% 100%

Kesesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW

Persentase kesesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Menguatkan

konektivitas transportasi antar wilayah Gresik dengan prioritas keselamatan, ketepatan waktu layanan, kelengkapan sarana prasarana penunjang transportasi, dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan

Rasio Konektivitas Transportasi

Pengukuran terhadap ketersediaan angkutan terhadap panjang jalan kondisi mantap dibanding jumlah penduduk

Rasio ketersediaan angkutan angkutan jalan dan kemantapan jalan dibanding per 100.000 penduduk

1.441 dibandingkan 419 km (0.25per 100.000 penduduk) 0.26 0.28 0.30 0.32 0.34 0.36 0,36

Mewujudkan kepastian hukum didukung optimalisasi

performance pelayanan pertanahan

Persentase Penyelesaian Konflik pertanahan

Cakupan keberhasilan Fasilitasi Pengajuan penyelesaian sengketa tanah negara/daerah

100% 3 fasilitasi dari 3 pengajuan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Tu ju an 3

Menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan aksesibilitas kesempatan kerja didukung pengembangan ekonomi kerakyatan pemberdayaan

Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka

Membangun tenaga kerja yang berdaya saing disertai peningkatan kualitas dan kapasitas produktifitas serta mewujudkan

harmonisasi hubungan industrial yang selaras dengan kondusifitas iklim ketenagakerjaan

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Persentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan dibanding jumlah pencari kerja

67,84% 596.841 penduduk angkatan kerja dari 879.777 penduduk usia kerja 67.88% 67.90% 67,92% 67,94% 67,96% 67,98% 67,98%

Persentase

88,04% 81 penyelesaian dari 92 pengajuan 88,54% 89% 89,42% 89,81% 90,17% 90.5% 90.5%

Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah dengan memacu produktivitas

perdagangan dalam iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing didukung pertumbuhan industri mikro, kecil, dan menengah secara berkelanjutan

Angka Pertumbuhan Nilai Ekspor Barang/Komoditi (US $)

Pertumbuhan Jumlah nilai ekspor komoditi (dalam $)

Pertumbuhan Jumlah nilai ekspor komoditi (dalam $) tahun ke-n dibanding tahun dasar (2015)

1.317.863,55 1-5% (1.317.863,55) 5%( 1.383.756,74) 13,4% (1.494.457.28) 24,74% (1.643.903) 40.96% (1.857.610,40) 53,41% (2.021.750,42) 53,41% (2.021.750,42)

Angka Pertumbuhan Komulatif Industri Kecil Menengah (IKM)

Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)

Pertumbuhan Jumlah pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) tahun ke-n dibanding tahun dasar (2015)

7036 IKM 0,71% (7086) 1,42% (7136) 2,13% (7186) 2,84% (7236) 3,55% (7286) 4,26% (7336) 4,26% (7336 IKM)

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Menguatkan daya saing, peningkatan kinerja, dan menstimulasi pertumbuhan usaha UMKM dan Koperasi yang inovatif

Angka Pertumbuhan Komulatif usaha mikro dan kecil

Pengukuran pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil per tahun

Angka pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil per tahun ke-n dibanding tahun dasar (2015)

188.534 0,33% (189.156) 0,66% (189.780) 0,99% (190.407) 1,33% (191.035) 1,66% (191.665) 2.00% (192.298) 2.00% (192.298)

Angka Pertunbuhan Koperasi sehat

Pengukuran pertumbuhan koperasi sehat.

Angka pertumbuhan Koperasi sehat per tahun tahun ke-n dibanding tahun dasar (2015)

304 1,97% (310) 3,62% (315) 5,26% (320) 6,91% (325) 8,55% (330) 10,20% (335) 335 Koperasi Sehat

ju an 4

Mewujudkan peningkatan keberdayaan masyarakat ara inklusif melalui penanggulangan kemiskinan secara terpadu. Persentase Tingkat Kemiskinan

Menghadirkan peningkatan kualitas layanan sosial yang berkelanjutan,

berkeadilan dan merata dengan mendekatkan jangkauan layanan kepada masyarakat dan keberdayaan

partisipatoris serta penguatan penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh.

Persentase penanganan terhadap jumlah PMKS, eks Penyandang Penyakit Sosial, penyandang disabilitas

Capaian kuantitatif penanganan terhadap jumlah PMKS, eks Penyandang Penyakit Sosial, penyandang disabilitas

x 100%

4,49% 6.064 dari 135.142 PMKS, 18.2% 131 dari 727 eks Penyandang Penyakit Sosia 1.2% 86 dari 7.149 orang penyadang disabilitas 4,3-4,8% 4,5-5% 4,7-5,2% 4,9-5,4% 5,1-5,6% 5,3-5,8% 5,3-5,8%

MISI KETIGA

Tujuan Sasaran Definisi

Operasional Formulasi Base Line 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Kondisi

Akhir

Uraian Indikator Uraian Indikator

Mendorong percepatan pengentasan lingkungan kumuh didukung kemudahan akses terhadap perumahan dan peningkatan kualitas rumah layak huni.

Luas Penurunan kawasan permukiman kumuh

Pengukuran terhadap

penanganan lokasi kawasan

pemukiman kumuh.

Luas penurunan kawasan pemukiman kumuh

tahun ke-n

181,92 Ha 10 ha 10 ha 15 ha 30 ha 40 ha 40 ha 38,92 ha

Persentase Rumah Layak Huni

Persentase kondisi rumah dengan status layak huni dibandingkan dengan jumlah rumah keseluruhan.

85.53% (232.928 rumah layak huni dari 272.348 rumah) 85,64% 85,75% 85,86% 85,97% 86,08% 86,19% 86,19

Mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan menuju kemandirian ditopang peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintahan desa yang professional,

optimalisasi

perekonomian desa, dan keberdayaan masyarakat yang sejahtera serta penguatan penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh.

Indeks Pembangunan Desa

Dimensi indeks pembangunan desa (IPD) meliputi (1) Pelayanan dasar, (2) Kondisi infrastruktur, (3) Aksesibilitas/trans portasi,

(4)Pelayanan publik,

(5)Penyelenggaraa n pemerintahan.

Survey based Kementerian Desa Dengan klasifikasi desa berindeks "tertinggal"

(desa dengan indeks <

50), kemudian

"berkembang" (desa dengan indeks >50 dan

<75), dan "mandiri"

(desa dengan indeks

>75

65,94%

66 ,4 5 70 ,9 0% 74 ,3 5% 78 ,8 0% 82 ,3 5% 86 ,9 1% 86 ,9 1%

Dalam rangka pencapaian Misi Keempat ditetapkan 4 (Empat) Sasaran yang diukur melalui 12 (Dua Belas) Indikator Sasaran yang didukung 4 (Empat)

Dokumen terkait