• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Penelitian 1. Modal Fisik

3. Modal Intelektual (VAIC)

Modal intelektual diproksikan dengan VAIC (Value Added

Intellectual Coefficient). Modal intelektual yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan modal intelektual yang diciptakan oleh Pulic. Perhitungannya dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan Value Added (VA). VA didapat dari selisih antara output dan input. Nilai output (OUT) adalah total pendapatan dan mencangkup seluruh produk jasa yang dihasilkan perusahaan untuk dijual, sedangkan input (IN) meliputi seluruh beban yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Hal penting dalam model ini yaitu tidak memasukkan beban karyawan dalam IN. Karena peran aktifnya dalam proses value

creation intellcual potential (yang direpresentasikan dengan beban

karyawan) tidak dihitung sebagai biaya dan tidak termasuk dalam komponen IN. Karena itu, aspek kunci dalam model Pulic adalah memperlakukan tenaga kerja sebagai entitas penciptaan nilai (value creation entity). Hasilnya VA mengekspresikan the new

Rasio terakhir adalah menghitung kemampuan intelektual perusahaan dengan menjumlahkan koefisien-koefisien yang telah dihitung sebelumnya. Hasil penjumlahan tersebut diformulasikan dalam indikator baru yang unik, yaitu VAIC.

Kamath mengelompokkan kinerja bank berdasarkan modal intelektual ke dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

1) Top Performers – untuk bank dengan nilai VAIC di atas 5; 2) Good Performers – untuk bank dengan nilai VAIC antara 4

dan 5;

3) Common Performers – untuk bank dengan nilai VAIC antara 2,5 dan 4;

4) Bad Performers – untuk bank dengan nilai VAIC di bawah 2,5.

Tabel 4.5

Hasil perhitungan VAIC Gabungan

Sumber: Laporan Keuangan (diolah)

_ANNISA _ARTHAPAM_ASRIMAD_BAKTISUM_BUMIRIN _BAKMUR I 3,055319 4,010185 4,72034 6,108304 4,073428 2,883389 II 3,490282 4,242579 4,826934 5,959737 4,433467 4,251803 III 3,736508 4,517531 5,013614 6,004723 4,539816 4,303544 IV 5,376739 4,773716 5,081372 6,24893 4,648935 4,697528 I 2,459473 4,305039 4,181139 6,126216 3,807136 2,889351 II 2,680909 4,919486 4,392822 6,109946 4,156388 3,49867 III 2,91272 4,891188 4,525827 6,072059 4,414342 4,190631 IV 4,25596 4,943988 4,718922 6,251965 4,613017 4,792686 I 2,178132 4,375964 3,910397 5,341234 3,630136 2,889766 II 2,211161 4,146219 4,104563 5,807051 3,916828 4,254623 III 2,570515 4,143429 4,552866 6,150009 4,353844 4,802617 IV 3,828387 4,331608 4,370739 6,666818 4,600654 4,784086 Tahun Kuartal 2013 2014 2015 MODAL INTELEKTUAL

Grafik 4.3

Hasil Perhitungan Modal Intelektual

Sumber: Laporan Keuangan

Dari hasil perhitungan modal intelektual, dapat dilihat bahwa BPRS Bhakti Sumekar memiliki rata-rata skor yang tinggi hampir melebihi angka 6 yang berarti bahwa BPRS ini masuk kategori top

performer. BPRS Bhakti Sumekar pada tiga peiode ini selalu masuk

dalam kategori top performer.

BPRS Artha memiliki skor VAIC yang selalu di atas 4. Walaupun naik turun skor yang didapatkan tiap triwulannya, skor VAIC BPRS ini dapat dikatakan cukup stabil. BPRS Artha masuk pada kategori

good performer.

BPRS Annisa Mukti memiliki skor VAIC yang dapat dikatakan cukup rendah, yaitu rata-rata 3,22. Demikian, BPRS Annisa Mukti masuk pada kategori common performance. BPRS Asri Madani memiliki skor

VAIC yang bagus. BPRS Asri Madani termasuk pada kategori good

performer.

BPRS Bumi Rinjani memiliki skor VAIC yang baik. Dengan rata-rata 4,265 BPRS ini masuk pada kategori good performer. BPRS Bhakti Makmur Indah memiliki skor yang fluktuatif. Skor rata-rata BPRS ini sebesar 4,019 yang membuatnya masuk pada kategori good

performer.

4. Return on Equity (ROE)

Tabel 4.6 Perhitungan ROE

Sumber: Laporan Keuangan

_ANNISA _ARTHAPAM_ASRIMAD_BAKTISUM_BUMI BAKM

I 82 38 30 52 72 42 II 9 43 34 129 69 26 III 10 47 36 184 103 25 IV 41 48 36 232 107 27 I 13 38 36 44 125 27 II 20 41 40 108 126 13 III 17 40 36 163 91 20 IV 30 39 42 228 80 25 I 22 31 12 31 99 27 II 17 32 20 77 99 25 III 30 26 36 120 101 28 IV 35 24 35 180 69 28

Tahun Kuartal ROE

2013

2014

Grafik 4.4 Perkembangan ROE

Sumber: Laporan Keuangan (diolah)

Dapat kita lihat pada grafik diatas pertumbuhan ROE tiap BPRS sangat fluktuatif. BPRS Bhakti Sumampir memiliki ROE yang besar. Tetapi, kita dapat meihat setiap awal periode, ROE BPRS ini selalu menurun dan cenderung naik pada kuartal selanjutnya. ROE terbesar ada pada kuartal IV periode 2013 dan terkecil ada pada kuartal I periode 2015.

BPRS Bhakti Makmur Indah memiliki ROE yang cukup baik, apabila dilihat pertumbuhannya stabil. Hanya saja pada periode 2013 kuartal II, nilai ROE turun dari 42 menjadi 26. BPRS Bumi Rinjani memiliki ROE yang cukup baik tetapi perkembangannya fluktuatif. Pada awal periode 2013 dengan nilai 72 dan naik pada kuartal III. Tetapi turun lagi pada kuartal III periode 2014.

BPRS Annisa Mukti adalah BPRS dengan perubahan ROE yang cukup signifikan. Pada periode 2013 awal BPRS ini memiliki ROE yang sangat bagus yaitu 82, tetapi turun drastis menjadi 9. BPRS Artha Pamenang memiliki pertumbuhan ROE yang cenderung menurun dari periode 2013 sampai 2015. ROE terbesar BPRS ini adalah 48 dan terkecil adalah 24, yaitu pada kuartal IV periode 2015. BPRS Asri Madani memiliki ROE yang cukup stabil. Tetapi BPRS ini mengalami penurunan besar pada kuartla I periode 2015, dari 42 menjadi 12.

C. Pengujian Model Regresi Data Panel 1. Hasil Uji Stasioner Data

Pada tahapan awal dilakukan pengujian stasioner. Uji stasioneritas ini kita lakukan untuk menghindari spurious regression (Regresi lancung) terhadap seluruh variabel dengan menggunakan unit

Tabel 4.7 Hasil Uji Stasioner

Variabel

Tingkat Stasioneritas ADF

Level First Difference

t-stat Keterangan Prob. t-stat Keterangan Prob.

Modal Fisik

-1.763344 tidak stasioner 0.3955 -7.968021 stasioner 0.0000

Modal Finansial

-1.788948 tidak stasioner 0.3831 -8.261789 stasioner 0.0000

Modal Intelektual

-1.948246 tidak stasioner 0.3087 -11.56287 stasioner 0.0001

ROE -2.758094 tidak stasioner 0.0696 -13.16553 stasioner 0.0001

Sumber: Output Eviews

Seluruh hasil uji pada tingkat level menunjukan semua variabel tidak stasioner, oleh karena itu dilanjutkan dengan uji pada differensiasi pertama (first difference). Hasil uji stasioner pada derajat first

difference sudah menunjukan bahwa semua data stasioner. Karena

seluruh variabel sudah stasioner pada differensiasi pertama maka tidak perlu dilanjutkan uji stasioner ke differensiasi kedua. Dari output yang dihasilkan, terlihat bahwa nilai statistik t seluruh variabel sudah lebih besar daripada nilai t pada tabel McKinnon pada tingkat kepercayaan 1%, 5%, dan 10%. Serta nilai probabilitasnya lebih kecil dari nilai kritis 0,05 (< 0,05). Dengan demikian data telah stasioner pada tahap differensiasi pertama (first difference) dan hipotesis null dapat ditolak.

2. Pemilihan Model Regresi Data Panel

Regresi data panel dapat dilakukan dengan tiga model yaitu

common effects, fixed effects, dan random effects. Masing-masing

model memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan model tergantung pada asumsi yang dipakai peneliti dan pemenuhan syarat-syarat pengolahan data statistik yang benar, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara statistik. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih model yang tepat dari ketiga model yang tersedia. Data panel yang telah dikumpulkan, diregresikan dengan menggunakan model common

effects yang hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.8. Sedangkan untuk hasil

regresi dengan model fixed effect dapat dilihat pada tabel 4.9. Tabel 4.8

Hasil Common Effect

Dependent Variable: ROE? Method: Pooled Least Squares Date: 10/13/16 Time: 17:06 Sample: 2013Q1 2015Q4 Included observations: 12 Cross-sections included: 6

Total pool (unbalanced) observations: 71

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. MODALFISIK? -1832.389 201.4055 -9.098008 0.0000 MODALFINANSIAL? 1831.685 200.9872 9.113445 0.0000 VAIC? 5.795354 1.494591 3.877553 0.0002 R-squared 0.576344 Mean dependent var 44.73127 Adjusted R-squared 0.563883 S.D. dependent var 16.25322 S.E. of regression 10.73349 Akaike info criterion 7.625950 Sum squared resid 7834.134 Schwarz criterion 7.721556 Log likelihood -267.7212 Hannan-Quinn criter. 7.663969 Durbin-Watson stat 0.516372

Tabel 4.9 Hasil Fixed Effect

Dependent Variable: ROE? Method: Pooled Least Squares Date: 10/13/16 Time: 17:07 Sample: 2013Q1 2015Q4 Included observations: 12 Cross-sections included: 6

Total pool (unbalanced) observations: 71

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 103.4997 28.55977 3.623968 0.0006 MODALFISIK? -548.1484 276.9584 -1.979172 0.0522 MODALFINANSIAL? 536.6927 277.1066 1.936773 0.0573 VAIC? 4.759216 1.386740 3.431946 0.0011 Fixed Effects (Cross)

_ANNISA--C -7.803288 _ARTHAPAM--C -11.38683 _ASRIMAD--C -9.079158 _BAKTISUM--C 9.813836 _BUMIRIN--C 23.37608 _BAKMUR--C -5.570918 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.848986 Mean dependent var 44.73127 Adjusted R-squared 0.829501 S.D. dependent var 16.25322 S.E. of regression 6.711208 Akaike info criterion 6.763411 Sum squared resid 2792.500 Schwarz criterion 7.050229 Log likelihood -231.1011 Hannan-Quinn criter. 6.877469 F-statistic 43.56989 Durbin-Watson stat 1.065670 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews

Setelah diperoleh output dari model common effect dan fixed

effect langkah selanjutnya adalah melakukan uji chow. Hal ini bertujuan

untuk memilih model yang terbaik di antara common effect atau fixed

Tabel 4.10 Tabel Hasil Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests Pool: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 22.117697 (5,62) 0.0000 Cross-section Chi-square 72.688074 5 0.0000

Sumber: Output Eviews

Hasil dari uji Chow pada tabel 4.10 menunjukan nilai probabilitas cross section adalah 0,0000 atau < 0,05, maka Ho ditolak. Oleh karena itu model yang dipilih dalam uji chow ini adalah model

fixed effect. Selanjutnya langkah yang dilakukan adalah melakukan

model regresi random effect, untuk menentukan mana yang tepat. Hasil dari random effect dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut:

Tabel 4.11 Hasil Random Effect

Dependent Variable: ROE?

Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 10/13/16 Time: 17:09

Sample: 2013Q1 2015Q4 Included observations: 12 Cross-sections included: 6

Total pool (unbalanced) observations: 71

Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 89.51843 26.93498 3.323501 0.0014 MODALFISIK? -693.1300 263.0322 -2.635153 0.0104 MODALFINANSIAL? 683.2550 263.2049 2.595905 0.0116 VAIC? 4.746209 1.366651 3.472876 0.0009 Random Effects (Cross)

_ANNISA--C -6.322452 _ARTHAPAM--C -10.96285 _ASRIMAD--C -7.229623 _BAKTISUM--C 8.836684

_BUMIRIN--C 21.22295 _BAKMUR--C -5.544713 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 11.11008 0.7327 Idiosyncratic random 6.711208 0.2673 Weighted Statistics

R-squared 0.247491 Mean dependent var 7.728085 Adjusted R-squared 0.213796 S.D. dependent var 7.669470 S.E. of regression 6.806436 Sum squared resid 3103.947 F-statistic 7.345151 Durbin-Watson stat 0.943660 Prob(F-statistic) 0.000250

Unweighted Statistics

R-squared 0.318312 Mean dependent var 44.73127 Sum squared resid 12605.58 Durbin-Watson stat 0.232363

Sumber: Output Eviews

Dari tabel fixed effect menunjukkan hasil ada variabel modal intelektual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dan

random effect menujukkan hasil apabila modal fisik, modal finansial

dan modal intelektual memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Namun, kita belum dapat menetukan model mana yang dapat digunakan, maka dari itu perlu dilakukan uji Hausman dengan tujuan memperoleh model yang terbaik apakah fixed effect atau random effect. Hasil dari uji Hausman dapat dilihat dari tabel 4.11 berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Hausman

Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: Untitled

Test cross-section random effects

Test Summary

Chi-Sq.

Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 4.938238 3 0.0464

Sumber: Output Eviews

Dari hasil uji Hausman didapat bahwa nilai Prob. Cross-section

random sebesar 0,0464 < 0,05. Oleh karena itu H0 ditolak. Sehingga estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fixed Effect.

a. Uji Koefisien Determinasi

Tabel 4.13 Koefisien Determinasi

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.848986 Mean dependent var 44.73127 Adjusted R-squared 0.829501 S.D. dependent var 16.25322 S.E. of regression 6.711208 Akaike info criterion 6.763411 Sum squared resid 2792.500 Schwarz criterion 7.050229 Log likelihood -231.1011 Hannan-Quinn criter. 6.877469 F-statistic 43.56989 Durbin-Watson stat 1.065670 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews

Pengujian koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai yang mendekati satu, berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang diberikan untuk

memprediksi variabel-variabel terikat49. untuk mengurangi kelemahan dari R2 maka digunakan koefisien determinasi yang telah disesuaikan yaitu Adjusted R2.

Berdasarkan tabel di atas, estimasi model yang digunakan menghasilkan Adjusted R-square nilai sebesar 0.829501. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan variabel independen yaitu modal fisik, modal finansial dan modal intelektual dalam menjelaskan variabel dependen yaitu ROE adalah sebesar 82%, sedangkan sisanya sebesar 18% dijelaskan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Tabel 4.14 Tabel Uji F

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.848986 Mean dependent var 44.73127 Adjusted R-squared 0.829501 S.D. dependent var 16.25322 S.E. of regression 6.711208 Akaike info criterion 6.763411 Sum squared resid 2792.500 Schwarz criterion 7.050229 Log likelihood -231.1011 Hannan-Quinn criter. 6.877469 F-statistic 43.56989 Durbin-Watson stat 1.065670 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber: Output Eviews

Uji F berguna untuk menguji pengaruh dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika nilai Fhitung > Ftabel, maka H0

49 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), hal. 97.

ditolak dan H1 diterima. Yang berarti bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Dari hasil output pada tabel 4.13 didapatkan nilai Fhitung sebesar 43.56989 dan Ftabel sebesar 2.74 yang berarti nilai Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak. Hasil menunjukan bahwa variabel modal fisik, modal finansial dan modal intelektual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen ROE.

c. Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t)

Tabel 4.15 Tabel Uji Statistik t

Dependent Variable: ROE? Method: Pooled Least Squares Date: 10/13/16 Time: 17:07 Sample: 2013Q1 2015Q4 Included observations: 12 Cross-sections included: 6

Total pool (unbalanced) observations: 71

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 103.4997 28.55977 3.623968 0.0006 MODALFISIK? -548.1484 276.9584 -1.979172 0.0522 MODALFINANSIAL? 536.6927 277.1066 1.936773 0.0573 VAIC? 4.759216 1.386740 3.431946 0.0011 Fixed Effects (Cross)

_ANNISA--C -7.803288 _ARTHAPAM--C -11.38683 _ASRIMAD--C -9.079158 _BAKTISUM--C 9.813836 _BUMIRIN--C 23.37608 _BAKMUR--C -5.570918 Sumber: Output Eviews

Uji statistik t dilakukan untuk melihat signifikansi pengaruh individual dari variabel-variabel bebas dalam model terhadap variabel dependennya. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Yang berarti bahwa variabel

independen secara individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Tetapi jika nilai thitung < ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti bahwa variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhap variabel dependen.

1) Uji Variabel Modal Fisik terhadap Return on Equity

Dokumen terkait