CURRENT ACCOUNTS
34. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR 34. SHARE CAPITAL AND ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
Modal Saham Share Capital
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, kepemilikan modal saham BNI adalah sebagai berikut:
As of 31 March 2016 and 31 December 2015, BNI’s share capital ownership are as follows:
31 Maret 2016/ 31 March 2016 Jumlah lembar
saham
ditempatkan dan
disetor penuh/ Persentase
Number of kepemilikan (%)/ shares issued Percentage Jumlah/
Pemegang saham and fully paid of ownership (%) Amount Shareholders
Saham Seri A Dwiwarna Class A Dwiwarna share
Negara Republik Indonesia 1 - - Republic of Indonesia
Saham Seri B Class B shares
Negara Republik Indonesia 217,006,399 1.16 1,627,548 Republic of Indonesia
Karyawan 6,500,267 0.03 48,752 Employees
Masyarakat
(kepemilikan masing-masing Public (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 65,835,200 0.35 493,764 5% each)
Total saham Seri B 289,341,866 1.54 2,170,064 Total Class B shares
Saham Seri C Class C shares
Negara Republik Indonesia 10,972,187,475 58.84 4,114,570 Republic of Indonesia
Perseroan terbatas
(kepemilikan masing-masing Limitedliability (ownership less
dibawah 5% untuk setiap pihak) 1,691,609,879 9.08 634,354 than 5% each)
Badan usaha asing Foreign investment entities
(kepemilikan masing-masing (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 5,123,631,247 27.47 1,921,362 5% each)
Anggoro Eko Cahyo (Direktur) 153,526 0.00 58 Anggoro Eko Cahyo (Director)
Imam Budi Sarjito (Direktur) 117,074 0.00 44 Imam Budi Sarjito (Director)
Putratama Wahju Setyawan (Direktur) 116,425 0.00 44 Putratama Wahju Setyawan (Director)
Bob Tyasika Ananta (Direktur) 82,891 0.00 31 Bob Tyasika Ananta (Director)
Adi Sulistyowati (Direktur) 68,124 0.00 26 Adi Sulistyowati (Director)
Masyarakat
(kepemilikan masing-masing Public (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 421,247,950 2.27 157,967 5% each)
Total saham Seri C 18,209,214,591 97.66 6,828,454 Total Class C shares
Saham treasuri 150,100,000 0.80 56,288 Treasury shares
Total 18,648,656,458 100.00 9,054,807 Total
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR (lanjutan) 34. SHARE CAPITAL AND ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)
Modal Saham (lanjutan) Share Capital (continued)
31 Desember 2015/ 31 December 2015 Jumlah lembar
saham
ditempatkan dan
disetor penuh/ Persentase
Number of kepemilikan (%)/ shares issued Percentage Jumlah/
Pemegang saham and fully paid of ownership (%) Amount Shareholders
Saham Seri A Dwiwarna Class A Dwiwarna share
Negara Republik Indonesia 1 - - Republic of Indonesia
Saham Seri B Class B shares
Negara Republik Indonesia 217,006,399 1.16 1,627,548 Republic of Indonesia
Karyawan 6,500,267 0.03 48,752 Employees
Masyarakat
(kepemilikan masing-masing Public (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 65,835,200 0.35 493,764 5% each)
Total saham Seri B 289,341,866 1.54 2,170,064 Total Class B shares
Saham Seri C Class C shares
Negara Republik Indonesia 10,972,187,475 58.84 4,114,570 Republic of Indonesia
Perseroan terbatas
(kepemilikan masing-masing Limitedliability (ownership less
dibawah 5% untuk setiap pihak) 1,899,735,948 10.19 712,401 than 5% each)
Badan usaha asing Foreign investment entities
(kepemilikan masing-masing (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 4,888,006,657 26.21 1,833,002 5% each)
Sutanto (Direktur) 3,848,414 0.02 1,443 Sutanto (Director)
Anggoro Eko Cahyo (Direktur) 153,526 0.00 58 Anggoro Eko Cahyo (Director)
Imam Budi Sarjito (Direktur) 117,074 0.00 44 Imam Budi Sarjito (Director)
Bob Tyasika Ananta (Direktur) 82,891 0.00 31 Bob Tyasika Ananta (Director)
Adi Sulistyowati (Direktur) 68,124 0.00 26 Adi Sulistyowati (Director)
Masyarakat
(kepemilikan masing-masing Public (ownership less than
dibawah 5% untuk setiap pihak) 445,014,482 2.40 166,880 5% each)
Total saham Seri C 18,209,214,591 97.66 6,828,455 Total Class C shares
Saham treasuri 150,100,000 0.80 56,288 Treasury shares
Total 18,648,656,458 100.00 9,054,807 Total
Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang
memberikan hak-hak preferen kepada
pemegangnya untuk menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Komisaris dan Direksi, perubahan Anggaran Dasar, menyetujui pembubaran dan likuidasi, penggabungan, dan pengambilalihan BNI dan semua hak-hak lainnya yang dimiliki saham Seri B dan saham Seri C. Saham Seri A Dwiwarna tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.
The Class A Dwiwarna is a share that gives the holder preferred rights to approve the appointment and dismissal of Commissioners and Directors, amend the Articles of Association, approve the dissolution and liquidation, merger, and takeover of BNI and all other rights of Class B and Class C shares. The Class A Dwiwarna share may not be transferred to other parties.
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR (lanjutan) 34. SHARE CAPITAL AND ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)
Modal Saham (lanjutan) Share Capital (continued)
Saham Seri B dan Saham Seri C adalah saham
biasa atas nama yang memiliki hak yang sama. Class B and Class C shares are ordinary shares that have the same rights.
Pada tanggal 13 Agustus 2007, Pemerintah Republik Indonesia, melakukan divestasi sebesar 3.475.231.980 saham Seri C, mewakili 22,54% dari kepemilikan di BNI melalui Penawaran Umum Saham Kedua.
On 13 August 2007, the Government of the Republic of Indonesia divested 3,475,231,980 Class C shares, representing 22.54% of shareholding in BNI through a Second Initial Public Offering (IPO).
Sesuai Keterbukaan Informasi dalam rangka Program Kepemilikan Saham bagi Manajemen dan/atau Pegawai dalam bentuk program Bonus Saham yang diterbitkan Bank pada tanggal 30 Oktober 2015, Bank melakukan pembelian kembali saham Bank yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). Program ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.02/POJK.04/2013 tanggal 23 Agustus 2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan (“POJK No.02/POJK.04/2013”) dan Surat Edaran OJK No. 22/SEOJK.04/2015 tanggal 21 Agustus 2015 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan.
In accordance to the Disclosure of Information in relation to the Management and/or Employees Stock Ownership Plan in the form of Bonus Shares Program issued by the Bank on 30 October 2015, the Bank repurchased shares issued by the Bank and listed in the Indonesia Stock Exchange ("IDX"). This program is consistent with Regulation of Financial Services Authority ("FSA") No.02/ POJK.04/2013 dated 23 August 2013 on the Repurchase of Shares Issued by the Issuer or Public Company in market conditions which fluctuate significantly ("POJK No.02/POJK.04/
2013") and FSA Circular Letter
No.22/SEOJK.04/2015 dated 21 August 2015 on Another Condition As Market Conditions that Fluctuate Significantly.
Pembelian kembali saham Bank telah dilaksanakan pada tanggal 2 November 2015 sampai dengan 28 Desember 2015, sesuai dengan tanggal
Keterbukaan Informasi. Bank melakukan
pembelian kembali Saham Seri C sejumlah 1.505.375 lot atau sebanyak 150.537.500 lembar saham dengan rata-rata biaya perolehan rata-rata sebesar Rp4.982 (nilai penuh) per lembar saham. Namun demikian sehubungan dengan adanya proses pencatatan transaksi saham di bursa yang dilakukan pada T+3 maka jumlah saham pada
saham treasuri yang dicatat per tanggal 30
Desember 2015 sebanyak 150.100.000. Dengan demikian pada tanggal 31 Desember 2015, Bank mencatatkan total saham treasuri senilai Rp749.979.
The repurchase of shares was executed on on 2 November 2015 to 28 December 2015, consistent with the date of Disclosure of Information. The Bank repurchased 1,505,375 lots of Shares Class C, or 150,537,500 shares with an average acquisition cost amounting to Rp4,982 (full amount) per share. However, in relation to the recording process of share transactions in stock exchange which is done on T + 3, the number of shares recorded as treasury shares as of 30 December 2015 is 150,100,000. Therefore, as of 31 December 2015, the Bank recorded total of treasury shares amounting to Rp749,979.
Tambahan Modal Disetor Additional Paid in Capital
Perubahan tambahan modal disetor adalah
sebagai berikut: The movement in additional paid in capital are as follows:
Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 591,156 Balance as of1 January 2010
Tambahan modal disetor akibat Penawaran
Umum Saham Terbatas I pada tahun Additional paid in capital due to Right Issue I
2000 (lihat Catatan 1c) 56,883,826 in 2000 (refer to Note 1c)
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
34. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL
DISETOR (lanjutan) 34. SHARE CAPITAL AND ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)
Tambahan Modal Disetor (lanjutan) Additional Paid in Capital (continued)
Perubahan tambahan modal disetor adalah
sebagai berikut:(lanjutan) The movement in additional paid in capital are as follows:(continued)
Pengurangan tambahan modal disetor akibat Reduction paid in capital due to refund of excess
Pengembalian dana rekapitalisasi kepada recapitalization funds to the Government
Pemerintah Indonesia (lihat Catatan 1d) (581,474) of Indonesia (refer to Note 1d)
56,893,508
Dieliminasi dengan akumulasi kerugian dalam Elimination against accumulated losses in relation
rangka kuasi-reorganisasi per tanggal to the quasi-reorganization as of 30 June 2003
30 Juni 2003 (lihat Catatan 1e) (54,367,847) (refer to Note 1e)
2,525,661
Tambahan modal disetor akibat Penawaran
Umum Saham Terbatas II pada tahun Additional paid in capital due to Right Issue II
2007 (lihat Catatan 1f) 3,287,218 in 2007 (refer to Note 1f)
Biaya emisi penerbitan saham (195,280) Shares issuance cost
5,617,599
Tambahan modal disetor akibat Penawaran
Umum Saham Terbatas III pada tahun Additional paid in capital due to Right Issue III
2010 (lihat Catatan 1g) 9,196,100 in 2010 (refer to Note 1g)
Biaya emisi penerbitan saham (245,231) Shares issuance cost
14,568,468
35. PENGGUNAAN LABA NETO 35. APPROPRIATION OF NET INCOME
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 10 Maret 2016 dan 17 Maret 2015, pengalokasian laba neto masing- masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal- tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
In accordance with the resolutions of the Annual General Shareholders’ Meetings held on 10 March 2016 and 17 March 2015, the allocation of the net income for the years ended 31 December 2015 and 2014, respectively, are as follows:
2015 2014
Pembagian dividen 2,266,885 2,695,654 Distribution of dividends
Pembentukan cadangan khusus - 1,795,650 Appropriation for specific reserves
Saldo laba 6,799,696 6,291,324 Retained earnings
Total 9,066,581 10,782,628 Total
Rapat Umum Pemegang Saham telah menyetujui pembagian dividen dari laba neto tahun 2015 dan 2014, masing-masing sebesar Rp2.266.885 dan Rp2.695.654.
General Shareholders’ meeting has approved the dividend distribution of Rp2,266,885 and Rp2,695,654, respectively from the 2015 and 2014 net income.
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
35. PENGGUNAAN LABA NETO (lanjutan) 35. APPROPRIATION OF NET INCOME (continued)
Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-08/MBU/2013, sejak tahun 2013, pembukuan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang dananya bersumber dari anggaran Bank diperhitungkan sebagai biaya tahun berjalan.
Based on Ministry of State Owned Enterprises Regulation No. PER-08/MBU/2013, since 2013, the recording of Partnership and Community Development Fund Program where the allocation of the fund comes from the Bank’s budget is considered as current year expense.
Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/MBU/07/2015, alokasi Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan maksimum sebesar 4% dari laba bersih setelah pajak tahun buku sebelumnya.
Based on Ministry of State Owned Enterprises
Regulation No. PER-09/MBU/07/2015, the
allocation of Partnership and Community Development Fund Program for maximum of 4 % of its net profit after tax previous year.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 10 Maret 2016, para pemegang saham menyetujui alokasi dana untuk Program Bina Lingkungan untuk tahun 2016 sebesar 1% dari laba bersih tahun buku 2015.
In accordance with the decision of the General Shareholders’ Meeting on 10 March 2016, the shareholders approved the allocation of Community Development Fund Program of 1 % of net profit after tax year 2015.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam siaran persnya menyampaikan bahwa dalam rapat pleno 23 Februari 2016, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI menyimpulkan bahwa terhadap perubahan peraturan pemerintah No.8 dan No.9. tersebut, penyaluran dana PKBL tetap diakui sebagai beban dalam laba rugi (biaya tahun berjalan) karena penyaluran dana PKBL tersebut
bukan merupakan transaksi ekuitas (equity
transaction) antara BUMN dan kementerian BUMN
sebagai pemegang sahamnya. Dengan demikian penyaluran dana PKBL tidak dapat diakui sebagai pengurang saldo laba (retained earning) dan tidak dapat disajikan langsung dalam laporan perubahan ekuitas.
Indonesian Institute of Accountants in a press release said that during the plenary meeting on 23 February 2016, the Financial Accounting Standards Board (DSAK-IAI) conclude that the changes in government regulations No.8 and No.9 the distribution of Partnership and Community Development Fund Program to be recognized as an expense in the income statements (as cost of the current year) for the distribution of Partnership and Community Development Fund Program is not a transaction in equity (equity transaction) between State Own Enterprises and Ministry of State Own Enterprise as its shareholders. Thus the distribution of Partnership and Community Development Fund Program can not be recognized as a reduction of retained earnings and may not be presented directly in the statement of changes in equity. 36. CADANGAN UMUM DAN WAJIB
Cadangan umum dan wajib pada awalnya dibentuk dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (1) Undang-undang No. 1/1995 mengenai Perseroan Terbatas (kemudian diganti dengan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40/2007), yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan umum dan wajib sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut.