• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis aliran perdagangan mangga menggunakan variabel volume ekspor mangga Indonesia ke masing-masing negara tujuan (Xij) sebagai variabel tidak bebas. Pendapatan per kapita negara tujuan (Yj), populasi negara tujuan (Nj), jarak antara negara Indonesia dengan negara tujuan (Dij), harga mangga Indonesia di negara tujuan (Pj), nilai tukar mata uang negara tujuan terhadap Dollar Amerika (ERj) dan volume ekspor mangga dari Indonesia ke negara tujuan satu tahun sebelumnya (Xij-1) sebagai variabel bebas.

Pengujian terhadap ketepatan model yaitu dengan menggunakan uji statistik yang dipergunakan yaitu koefisien determinasi R2, Uji F dan Uji-t untuk masing-masing parameter bertujuan untuk memperoleh model terbaik. Model fixed effect merupakan metode yang paling sesuai berdasarkan Uji Chow yang telah dilakukan untuk analisis aliran perdagangan mangga Indonesia. Hasil pengolahan data panel dengan Metode fixed effect tersebut dapat dilihat pada Tabel 20.

Pada Tabel 20 hasil analisis aliran perdagangan mangga Indonesia, diperoleh koefisien determinasi atau R-sq sebesar 89,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 89,4 persen perubahan volume ekspor mangga Indonesia dapat diterangkan oleh variasi peubah-peubah bebas dalam model,

sedangkan sisanya diterangkan oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam model.

Nilai Fhitung diperoleh sebesar 44,4. Jika dibandingkan dengan nilai Ftabel, maka nilai Fhitung tersebut lebih besar dari Ftabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel-variabel bebas dalam model berpengaruh terhadap variabel tak bebas. Dengan kata lain, variabel bebas dapat menjelaskan variasi perubahan volume ekspor mangga Indonesia ke negara-negara tujuan.

Berdasarkan uji-t, diperoleh variabel-variabel yang berpengaruh nyata pada taraf nyata lima persen (signifikan pada selang kepercayaan 95 persen) terhadap volume ekspor mangga Indonesia, yaitu populasi negara tujuan (Nj), jarak antara negara Indonesia dengan negara tujuan (Dij), nilai tukar mata uang negara tujuan terhadap Dollar Amerika (ERj) dan harga mangga Indonesia di negara tujuan (Pj). Variabel-variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah pendapatan per kapita negara tujuan (Yj) dan volume ekspor mangga dari Indonesia ke negara tujuan satu tahun sebelumnya (Xij-1).

1) Pendapatan Per Kapita Negara Tujuan (Yj)

Koefisien pendapatan per kapita negara tujuan memberikan pengaruh negatif terhadap volume permintaan mangga Indonesia di negara tujuan tersebut. Apabila terjadi peningkatan pendapatan per kapita di salah satu negara tujuan ekspor Indonesia maka akan terjadi penurunan jumlah mangga yang diperdagangkan ke berbagai negara tujuan ekspor tersebut, cateris paribus. Hasil ini tidak sesuai dengan hipotesis yang telah dibuat, dimana pada hipotesis diduga pendapatan per kapita memberikan pengaruh positif pada aliran perdagangan mangga.

Pendapatan per kapita negara tujuan berpengaruh negatif terhadap volume aliran perdagangan mangga ke negara tujuan. Dengan nilai koefisien variabel sebesar 1,57, yang artinya bila terjadi peningkatan pendapatan per kapita sebesar satu persen maka akan menurunkan aliran perdagangan mangga ke negara tujuan sebesar 1,57 persen.

64 volume perdagangan internasional kecil, sebaliknya negara dengan pendapatan per kapita yang kecil memiliki volume perdagangan yang besar. Meskipun demikian, variabel pendapatan per kapita tidak berpengaruh nyata terhadap model aliran perdagangan mangga Indonesia, artinya variabel tersebut tidak menjadi faktor utama dalam aliran perdagangan mangga Indonesia ke negara tujuan.

Berdasarkan Tabel 21, terlihat bahwa rata-rata pendapatan per kapita dari tahun 1996 sampai dengan tahun 2007 yang paling tinggi adalah Brunai Darussalam sebesar US$ 45.432,87 Juta, mengimpor mangga dari Indonesia pada tahun 1996 sampai dengan 2007 rata-rata sebanyak 9.462 kilogram. Sedangkan negara yang memiliki rata-rata pendapatan per kapita rendah adalah Arab Saudi sebesar US$ 18.528,11 Juta, mengimpor mangga dari Indonesia pada tahun 2003 sampai tahun 2007 rata-rata sebanyak 188.231 kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan per kapita bukan menjadi faktor utama yang mempengarui aliran perdagangan mangga Indonesia.

Tabel 21. Rata-Rata Pendapatan Per Kapita dan Jumlah Impor Mangga Negara Tujuan Tahun 1996-2007

No Negara Pendapatan Per Kapita (US$ Juta)* Jumlah Impor (Kg)** 1 Brunai D 45.432,87 9.462 2 Taiwan 21.778,70 100.254 3 Malaysia 9.964,07 28.976 4 Arab Saudi 18.528,11 188.231 5 Hongkong 23.997,10 36.405 6 Singapura 35.602,79 130.206 Sumber : *www.indexmundi.com, **BPS (2009)

2) Jarak Antar Negara (Dij)

Jarak Indonesia dengan negara tujuan ekspor mangga memberikan pengaruh nyata pada taraf lima persen terhadap aliran perdagangan mangga negara tujuan dengan parameter dugaan bertanda positif. Keadaan ini menunjukkan bahwa perbedaan jarak dari setiap negara tujuan berpengaruh secara nyata terhadap volume ekspor mangga pada aliran perdagangan mangga. Nilai

koefisien variabel jarak antar negara sebesar 0,84. Jika jarak antar negara Indonesia dengan negara tujuan bertambah satu persen maka aliran perdagangan mangga Indonesia ke negara tujuan akan bertambah sebesar 0,84 persen, cateris paribus. Hasil ini tidak sesuai dengan hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya, di mana diharapkan variabel jarak negara tujuan akan berpengaruh negatif pada peningkatan volume ekspor mangga Indonesia. Walaupun hasil analisis untuk jarak tidak sesuai dengan hipotesis, namun variabel berpengaruh signifikan terhadap aliran perdagangan mangga.

Tanda positif pada variabel jarak antara negara Indonesia dengan negara tujuan ekspor menunjukkan bahwa negara dengan jarak yang semakin jauh memiliki volume perdagangan besar. Berdasarkan Tabel 22, Arab Saudi merupakan negara di Benua Asia yang cukup jauh jaraknya, dengan jarak sebesar 7.910 kilometer. Namun ekspor mangga ke negara ini cukup besar, pada tahun 2007 ekspor mangga Indonesia ke Arab Saudi sebesar 296.984 kilogram (24,8 persen) dari total ekspor mangga Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa jarak yang semakin jauh akan memiliki volume perdagangan yang besar.

Tabel 22. Jarak Negara Tujuan Ekspor Mangga Dengan Indonesia

No Negara Jarak (kilometer)* Jumlah Ekspor (kg)**

1 Hongkong 3245 36.405 2 Singapura 894 130.206 3 Taiwan 3806 100.254 4 Malaysia 1168 28.976 5 Arab Saudi 7910 188.231 6 Brunai Darussalam 1527 9.462 Sumber: *www.timeanddate.com, **BPS (2009)

Dokumen terkait