BAB IV : PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
D. Model Internalisasi Nilai Karakter Religius Dalam
2. Model Mekanik
Model mekanik adalah penciptaan suasana religious yang didasari oleh pemahaman bahwa kehidupan terdiri dari beberapa aspek dan pendidikan di pandang sebgai penanaman dan pengembangan seperangkat nilai kehidupan, yang masing-masing berjalan dan bergerak sesuai fungsinya.
Dalam internalisasi nilai karakter Religius, pemahaman ini merupakan upaya secara sadar berusaha untuk memahami benar nilai-nilai yang dianggap baik dan bermakna, kemudian berusaha untuk mendalami dan menjiwainya, lalu mencoba menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, beliau menjelaskan sebagai berikut:
“Dalam internalisasi nilai karakter Religius proses pemahaman merupakan poin penting, setelah siswa diberi pemahaman pentingya nilai karakter Religius maka selanjutnya dibimbing untuk menghayati dalam hatinya. Ini harus sering dilakukan agar benar-benar merasuk dalam diri siswa, dalam peneladanan nilai karakter Religius peran guru Agama dan anggota Badan Dakwah Islam (BDI)
No Model Struktur Organisasi
1 Model Struktural 1. Kepala sekolah
2. Wakil kepala sekolah bagian kesisiwaan
3. Pembina SIE 1 Badan Dakwah Islam (BDI)
4. Pembina Badan Dakwah Islam (BDI) 5. Ketua Badan Dakwah Islam (BDI
sangat penting dalam membimbing siswa, terutama anggota Badan Dakwah Islam (BDI) karena merupakan penggerak proses internalisasi ini”.50
Menurut penjelasan yang diungkapkan diatas dapat difahami bahwa, proses mekanis pemahaman ini merupakan poin penting, ini dikarenakan adanya saling keterkaitan hubungan saling melengkapi. Dalam proses ini harus secara intens dilakukan agar meresap dalam diri siswa, kemudian peran dari guru Agama dan anggota Badan Dakwah Islam (BDI) sangat penting dalam proses ini dikarenakan Badan Dakwah Islam (BDI) sebagai penggerak dalam proses internalisasi ini.
Sebagaimana diungkapkan oleh ketua Badan Dakwah Islam (BDI), menjelaskan sebagai berikut:
“Badan Dakwah Islam (BDI) melakukan proses internaisasi nilai karakter Religius dengan progam yang dijalankan, maksutnya proses pemahaman dan peneladanan tersebut dapat berlangsung sejalan dengan berjalanya progam kegiatan dari Badan Dakwah Islam (BDI), contohnya kegiatan kutbah jum’ah, kuliah tujuh menit, syiar Islami, PHBI, dalam progam tersebut sebenarnya mengandung nilai peneladanan didalamnya, jadi Badan Dakwah Islam (BDI) memberikan penekanan pada topik-topik yang akan dibahas sehingga mengandung nilai peneladanan sebagai siraman rohani yang dapat lebih mengena pada siswa”.51
Dari penjelasan diatas dapat difahami jika Badan Dakwah Islam (BDI) melakukan proses mekanis dalam internalisasi nilai karakter Religius dengan bersamaan berjalannya progam dakwah Badan Dakwah Islam (BDI), seperti dalam kegiatan kutbah jum’at, kuliah tujuh menit, syiar Islam, PHBI dan kegiatan lainya. Jadi dengan ini proses internalisasi nilai karakter Religius bisa berlangsung dengan baik.
Pendapat yang mendukung juga diutarakan oleh wakil kepala bagian hubungan masyarakat, beliau menjelaskan bahwa:
50Wawancara dengan Drs. Budi Hartono (Guru Sejarah dan Wakil Kepala Bagian Kesiswaan) SMA Negeri 1 Kepanjen pada tanggal 2 juli 2013
51Wawancara dengan Fikri Husaini Muzakki (ketua Badan Dakwah Islam) SMA Negeri 1 Kepanjen pada tanggal 28 juni 2013
“Internalisasi Religius disekolah ini memang benar-benar digagas untuk diaplikasikan dan dijadikan budaya Religius oleh Badan Dakwah Islam (BDI), oleh karena itu semua proses benar-benar dilaksanakan sebaik mungkin, Badan Dakwah Islam (BDI) sangat eksis dan mementingkan kebersamaan terhadap kegiatan keagamaan yang ada, Badan Dakwah Islam (BDI) juga memantau semua kegiatan keagamaan yang dijalankan disekolah ini, terlebih jika menyangkut tentang penanaman nilai, peneladanan dan pembiasaan nilai Religius”.52
Hal ini di dukung oleh pernyataan salah satu siswa kelas X yang berhasil peneliti wawancarai, nilai apa yang dapat diambil dari peneladanan nilai karakter Religius. Dalam pernyataan dia memaparkan bahwa:
“Nilai karakter Religius yang saya dapat dan dilaksanakan mulai awal masuk sekolah ini, dapat menambah nilai pengetahuan dan pemahaman tentang hukum fiqh dan memperkuat akidah Islamiyah, kita sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena materinya sesuai dengan hukum-hukum ibadah setiap hari seperti thoharoh, wudlu, tata cara Shalat wajib, sha lat sunnah, ketauki dan dan lain-lain. Mayoritas siswa disekolah ini berasal dari sekolah umum (SMP), sangat perlu untuk kegiatan seperti ini untuk semakin mantab dalam beribadah”.53
Dari pemaparan data diatas dapat diketahui jika, Internalisasi Religius disekolah ini memang benar-benar dirancang untuk dijadikan budaya Religius oleh Badan Dakwah Islam (BDI). Peneladanan atas nilai karakter Religius dilaksanakan mulai awal masuk sekolah dapat menambah nilai pengetahuan dan pemahaman tentang hukum fiqh dan memperkuat akidah Islamiyah. Mayoritas siswa disekolah ini berasal dari sekolah umum (SMP), dan kegiatan dapat menambah pengetahuan para siswa tersebut.
Sebagaimana diungkapkan oleh ketua Badan Dakwah Islam (BDI), menjelaskan sebagai berikut:
“Dalam tubuh badan dakwah Islam (BDI), terdapat divisi-divisi yang bergerak sesuai dengan fungsinya masing-masing, yang mana dalam divisi tersebut satu sama lain dapat saling berkonsultasi untuk kemajuan dan keberhasilan progam yang dijalankan oleh badan dakwah Islam (BDI), hubungan mekanis ini
52Wawancara dengan Drs. Sigit Umbar Purnomo (Guru Bahasa Inggris dan Wakil Kepala Bagian Humas) SMA Negeri 1 Kepanjen pada tanggal 28 juni 2013
53Wawancara dengan eka putri nirmala (Siswi Kelas X) SMA Negeri 1 Kepanjen pada tanggal 28 juni 2013
menjadikan badan dakwah Islam (BDI) sebagai tim yang solid, karena ibarat satu tubuh apabila ada bagian tubuh lain yang bermasalah maka tubuh yang lain akan merasakan. Untuk itu kami bergerak dengan rasa kekompakan dan kekeluargaan, divisi dalam badan dakwah Islam (BDI) vtersebut adalah : Divisi Pendidikan, Divisi Peribadatan, Divisi Sosial, Divisi Perawatan, Divisi Perpustakaan, dan Divisi Keputrian, semua bekerja dengan tugasnya masing-masing seperti yang telah diprogamkan dalam rapat progam kerja.”
Temuan peneliti tentang model mekanik dalam internalisasi nilai karakter Religius adalah.
Table 4.15
Model Internalisasi nilai karakter religius melalui Badan Dakwah Islam (BDI) di SMA Negeri 1 Kepanjen