• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.2 Model Pembelajaran Inkuiri

2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri

Inkuiri berasal dari Bahasa Inggris “inquiry”, yang secara harafiah berarti penyelidikan (Mulyasa, 2007: 108). Piaget menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri merupakan suatu model pembelajaran yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar dapat melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang didapatkan dengan yang ditemukan peserta didik lain (Mulyasa, 2007: 108). Model pembelajaran inkuiri merupakan model yang mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran (Shoimin, 2014: 85). Model pembelajaran inkuiri sebagai rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitik untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Hamdaya, 2014: 31). Model pembelajaran inkuiri adalah strategi belajar-mengajar yang dirancang untuk membimbing siswa terkait cara meneliti masalah dan pertanyaan berdasarkan fakta (Putra, 2013: 87). Dari pernyataan-pernyataan di atas peneliti berpendapat bahwa model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah secara sistematis, serta sebagai kegiatan belajar yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan analitis. 2.1.2.2 Macam-macam Model Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri terdiri dari tiga macam sebagai berikut (Sund dan Trowbrodge dalam Mulyasa, 2007: 109-110).

1. Inkuiri terbimbing (Guide inquiry)

Pada inkuiri terbimbing, peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan. Pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan yang

17 membimbing. Dalam inkuiri terbimbing ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas.

2. Inkuiri bebas (Free inquiry)

Pada inkuiri bebas peserta didik melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Pada pengajaran ini peserta didik harus dapat mengidentifikasi dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diselidiki. Modelnya adalah inquiry role approach yang melibatkan peserta didik dalam kelompok tertentu.

3. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (Modified free inquiry)

Pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan dan kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian.

Selain itu terdapat empat macam model pembelajaran inkuiri sebagai berikut(Anam, 2015: 17-20).

1. Inkuiri terkontol

Inkuiri terkontol merupakan kegiatan di mana masalah atau topik pembelajaran berasal dari guru atau bersumber dari buku teks yang ditentukan oleh guru. guru memegang kontrol penuh atas seluruh proses pembelajaran. 2. Inkuiri terbimbing

Pada tahap ini siswa bekerja (bukan hanya duduk, mendengar lalu menulis) untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dikemukakan oleh guru di bawah bimbingan yang intensif dari guru. Tugas guru lebih memancing siswa untuk melaksanakan sesuatu. Guru datang ke kelas membawa masalah yang kemudian dipecahkan oleh siswa, kemudian guru membimbing untuk menemukan cara terbaik untuk memcahkan masalah tersebut.

3. Inkuiri bebas

Inkuiri bebas merupakan kegiatan yang memberi siswa kebebasan untuk menentukan masalah lalu dengan seluruh daya upayanya memecahkan masalah tersebut. Pada inkuiri ini siswa didorong untuk belajar secara mandiri dan tidak lagi mengandalkan instruksi guru.

Berdasarkan hal di atas, maka model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided inquiry),

18 karena anak usia Sekolah Dasar masih memerlukan arahan dan bimbingan (scaffolding) dalam melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri. Bimbingan dan arahan tersebut dapat berupa pertanyaan yang mengarah pada permasalahan yang hendak dipecahkan.

2.1.2.3 Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada siswa untuk berpikir kritis. Inkuiri terbimbing (Guided inquiry) yaitu siswa diberikan pertanyaan, kemudian siswa membuat rancangan percobaan atau investigasi, dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen (Sani, 2013: 217). Pada inkuiri terbimbing siswa memperoleh pedoman sesuai yang dibutuhkan berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing (Mulyasa, 2007: 109). Dalam inkuiri terbimbing guru memberikan bimbingan tentang rencana investigasi yang akan dilakukan oleh siswa apakah masuk akal atau tidak. Guru memberikan kepada siswa sebuah pertanyaan penelitian dan siswa merancang prosedur untuk menguji pertanyaan yang diberikan oleh guru. Inkuiri terbimbing sebagai salah satu model pembelajaran yang digunakan karena dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa akan belajar untuk berpikir kritis terutama dalam mempelajari materi IPA. Inkuiri terbimbing sebagai suatu kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan secara sistematis dan logis sehingga dengan bimbingan dari guru mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Kekhasan dari model inkuri terbimbing sendiri adalah bahwa guru memberikan bimbingan dan arahan, hal ini sesuai dengan teori Vygotsky di mana seorang anak mendapatkan sebuah bantuan yang dapat membantu dalam menyelesaikan berbagai tugas dan aktivitas menantang. Dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Selain itu juga modelpembelajaran inkuiri membantu siswa untuk berpikir kritis dalam menemukan sebuah jawaban dari hipotesis yang telah dibuat. Siswa juga akan berusaha untuk menganalisis setiap langkah dalam model pembelajaran inkuiri.

19 Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Sanjaya, 2006: 200-202) meliputi : (1) orientasi, langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahap orientasi adalah menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa; menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan; dan menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar; (2) merumuskan masalah, merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir kritis memecahkan teka-teki; (3) merumuskan hipotesis, hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji; (4) mengumpulkan data, mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan; (5) menguji hipotesis, menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional; dan (6) merumuskan kesimpulan, proses mendeskripsikan dan menganalisis temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Pendapat lain diungkapkan oleh (Mulyasa, 2006: 109) yang mengemukakan bahwa model pembelajaran inkuiri merupakan penyelidikan yang melibatkan proses mental dengan kegiatan sebagai berikut, (1) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang fenomena alam, (2) Merumuskan masalah, (3) Merumuskan hipotesis, (4) Merancang dan melakukan eksperimen, (5) Mengumpulkan dan menganalisis data, (6) Menarik kesimpulan dan mengembangkan sikap ilmiah, yakni: objektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, berkemauan, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan penjelasan di atas, langkah-langkah pembelajaran inkuiri yang digunakan dalam penelitian ini adalah orientasi, menyusun rumusan masalah, menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, presentasi hasil, dan evaluasi.

20 Orientasi adalah cara guru untuk membina suasana yang responsif diantara siswa. Dalam orientasi guru dapat menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa serta langkah-langkah pembelajaran.

b. Menyusun rumusan masalah

Menyusun rumusan masalah adalah meruuskan masalah untuk ditemukan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan akan membimbing siswa untuk lebih menggali pemahamannya mengenai topik yang dilakukan. Pertanyaan yang dibuat selalu diawali dengan kata tanya “Apakah”.

c. Menyusun hipotesis

Merumuskan hipotesis atau perkiraan jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan.

d. Melakukan eksperimen

Siswa mengumpulkan data-data atau informasi yang dibutuhkan dengan melakukan percobaan, menganalisis data, dan membahas hasil percobaan yang telah dilakukan dengan bimbingan guru.

e. Menarik kesimpulan

Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan siswa, di sini sebagai kegiatan untuk mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan.

f. Presentasi hasil

Siswa menjelaskan dan melaporakan hasil percobaan di depan kelas. g. Evaluasi

Kegiatan mengulas kembali materi pembelajaran yang telah dipelajari. Siswa dan guru bersama-sama melakukan pemeriksaan hasil percobaan yang disesuaikan dengan data atau informasi yang relevan.

2.1.2.5 Manfaat Model Pembelajaran Inkuiri

Manfaat model pembelajaran inkuiri diantaranya yaitu, (1) siswa akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide baik, (2) membantu dalam menggunakna daya ingat dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru, (3) mendorong siswa untuk berpikir inisiatif, (4) mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, (5) memberikan kepuasaan yang

Dokumen terkait