PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. Model Pembelajaran Kooperatif
kesempatan lebih besar mengembangkan dirinya menjadi manusia yang lebih mandiri, demokratis, berpikir variatif dan bersikap kritis (Kartika Budi,2001:46). Ukuran dari kualitas pembelajaran tidak terletak pada baiknya guru menerangkan, tetapi pada kualitas dan kuantitas belajar siswa, dalam arti seberapa banyak dan seberapa siswa terlibat secara aktif. Peran guru yang pokok adalah menciptakan situasi, menyediakan kemudahan, merancang kegiatan dan membimbing siswa agar mereka terlibat dalam proses belajar secara berkesinambungan.
Dengan demikian pembelajaran matematika adalah proses aktif individu siswa yang bersosialisasi dengan guru, sumber atau bahan belajar, teman dalam memperoleh pengetahuan baru. Proses aktif tersebut menyebabkan perubahan tingkah laku, misalnya setelah belajar matematika siswa itu mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan matematikanya dimana sebelumnya ia tidak dapat melakukannya
C. Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Ismail (2003), istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode, atau prosedur. Suatu model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode tertentu, yaitu rasional teoritik yang logis yang disusun oleh penciptanya, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan, serta lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Menurut
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Muslimin dkk (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan.
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi pelajaran (Slavin, 1995:2). Suherman, dkk (2001:218) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif mencakupi suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai tim untuk menyelesaikan masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk tujuan bersama lainnya.
Menurut Yatim (2009:271) pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic Skill), sekaligus ketrampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill. Menurut Muslimin dkk (2000), pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu menurut Wina (2006), model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif, yaitu adanya peserta dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai. Sementara menurut Anita
dalam Cooperative Learning (2007), model pembelajaran kooperatif
13
kelompok-kelompok serta di dalamnya menekankan kerjasama. Menurut Tim
MKPBM (2001: 218) kegiatan belajar kooperatif adalah suatu kegiatan belajar yang mencakupi suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.
Tabel 2.1
Terdapat 6(enam) sintaks/langkah dalam pembelajaran kooperatif Langkah Indikator Tingkah Laku Guru Langkah 1 Menyampaikan tujuan
dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan mengomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa
Langkah 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa Langkah 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menginformasikan pengelompokan siswa
Langkah 4 Membimbing kelompok belajar
Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa untuk materi pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar Langkah 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang
materi pembelajaran yang telah dilaksanakan
Langkah 6 Memberikan penghargaan
Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok
(Th. Widyantini, 2008: 6)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif (Muslimin dkk, 2000)
adalah sebagai berikut:
a. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu
yang dikerjakan dalam kelompoknya.
b. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua
anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
c. Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung
jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
d. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dievaluasi.
e. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan
membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses
belajarnya.
f. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta untuk
mempertanggung- jawabkan secara individual materi yang
ditangani dalam kelompok kooperatif.
Ciri-ciri pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
a. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar
sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang
15
mungkin, anggota kelompok berasal dari suku atau agama yang berbeda
serta memperhatikan kesetaraan jender.
c. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok daripada masing-masing
individu.
Menurut Arends (1997: 119-124), pembelajaran kooperatif mempunyai empat variasi pendekatan dasar, sebagai berikut.
1. Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Dalam penerapan STAD, guru menyajikan pelajaran, kemudian siswa bekerja di dalam kelompok mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis dengan materi yang sama. Pada waktu kuis, mereka tidak dapat saling membantu. Kuis tersebut dinilai untuk mendapatkan skor individu maupun kelompok.
2. Jigsaw
Dalam penerapan jigsaw, siswa dibagi dalam kelompok kecil yang heterogen dengan menggunakan pola kelompok “asal” dan kelompok “ahli”. Setiap anggota kelompok “asal” diberi tugas untuk mempelajari bagian tertentu yang berbeda dari bahan yang diberikan. Kemudian, setiap siswa yang mempelajari topik yang sama, tetapi dari kelompok-kelompok yang berbeda saling bertemu dan membentuk kelompok-kelompok “ahli” untuk saling bertukar pendapat dan informasi. Setelah itu mereka kembali ke kelompok “asal” untuk menyampaikan informasi yang diperoleh. Akhirnya setiap siswa dikenai kuis secara individu. Penilaian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dan penghargaan kelompok yang digunakan pada jigsaw sama dengan STAD.
3. Group Investigation (GI)
Group Investigation (investigasi kelompok) adalah metode pembelajaran kooperatif di mana setiap siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelidiki topik tertentu yang telah dipilih. Tipe ini merupakan pendekatan pembelajaran yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan. Setelah memilih topik, setiap kelompok membuat rencana kegiatan pembelajaran dan kemudian melaksanakannya. Akhirnya setiap kelompok mempresentasikan hasilnya. Dalam teknik ini, tidak ada penghargaan yang dilakukan.
4. Structural approach (pendekatan struktural)
Guru menyajikan materi pelajaran. Setelah itu, setiap kelompok mengerjakan lembar kerja siswa, saling mengajukan pertanyaan dan belajar bersama untuk persiapan menghadapi suatu pertandingan yang biasanya diselenggarakan satu kali dalam sepekan. Ada dua macam pendekatan struktural yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:
a. Think- pair- share (TPS)
Think- pair- share merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain. Pendekatan ini
17
mempunyai tiga tahapan utama, yaitu thinking (berpikir), pairing (berpasangan), dan share (berbagi).
b. Numbered Heads Together (NHT)
Numbered Heads Together adalah suatu pendekatan yang melibatkan banyak siswa dalam menelaah materi pelajaran. Pendekatan ini bertujuan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Pendekatan Numbered Heads Together terdiri atas empat langkah utama, yaitu penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama, dan menjawab.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang menekankan adanya kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru tanpa memandang latar belakang dan kondisi yang berbeda.